
Hari ini, Sandra terlambat bangun pagi. Setelah selesai mandi Sandra segera bergegas ke dapur, dan ternyata Alfian sedang menata sarapan yang dia buat untuk mereka.
" Yah mas, aku kesiangan..." Ucap Sandra tidak enak.
" Tidak masalah... Sesekali biar aku yang menyiapkan sarapan." Sahut Alfian sambil memamerkan senyum menawannya.
" Maaf ya mas..." Kata Sandra lagi.
" Sudah ku bilang, tidak masalah... Lagi pula ini bukan pertama kalinya aku membuatkan sarapan untuk mu. Sini duduk, dan cobain sarapan buatan aku." Perintah Alfian.
" Waahh, mas bikin nasi goreng spesial... Pasti enak..." Ujar Sandra bahagia setelah melihat nasi goreng dan ayam goreng di meja makan.
" Cepat cobain.... Baru komen !" Titah Alfian.
" Mas kok gak ikut sarapan ?" Tanya Sandra keheranan.
" Mas masih kenyang, tadi sudah nyobain sedikit." Jawab Alfian yang kali ini lebih memilih kopi untuk sarapan paginya.
" Jangan terlalu sering minum kopi mas, gak baik untuk kesehatan. Apalagi ini masih pagi dan belum makan nasi." Omel Sandra yang melihat suaminya justru menyeruput kopi hitam.
" Iya, gak sering kok. Oya hari ini kamu gak kuliah kan ?" Alfian bertanya kepada Sandra.
" Enggak mas, gak ada kelas.. Tapi rencananya aku bakal main sama Intan dan Salsa.. Mumpung free.. Baru setelah itu nanti sore aku ke butik." Jelas Sandra.
" Baiklah, tapi jangan sampai lupa waktu.. Jangan ke tempat yang terlalu ramai, dan jangan lupa selalu berhati-hati."
"Iya-iya... Aku kan bukan anak kecil mas !"
Alfian tak menghiraukan ocehan Sandra yang terlihat tidak suka di nasehati seperti itu.
" Iya, bukan anak kecil tapi sering ceroboh dan tidak hati-hati. " Timpal Alfian.
" Hehehe... Wajarlah mas... Masih manusiawi..." Sandra terkekeh menanggapi cemooh suaminya.
" Emang rencananya pada mau ke mana ?" Tanya Alfian lagi.
" Ke mall paling mas.. Tapi gak tau juga... Nanti aku kabarin mas..." Lanjut Sandra sambil melahap nasi goreng buatan suaminya yang ternyata sangat enak.
" Oke,, have fun ya sayang...?"
" Siapp boss !"
" Mas emang pantes deh jadi pemilik restoran... Gak hanya modal gaji chef yang handal, tapi mas juga bisa turun tangan sendiri untuk memasak. Gak kalah enak pula sama chef yang mas gaji ... " Imbuh Sandra memuji.
" Mau nambah ?" Tawar Alfian yang melting di puji seperti itu.
" Mau mas, tapi sedikit saja."
Sejenak, mereka melupakan masalah yang membuat mereka sering bertengkar akhir-akhir ini.
__ADS_1
Pukul sembilan pagi. Sandra beserta kedua temannya sudah berkeliling di dalam mall yang terlihat masih sepi. Maklum saja, ini hari kerja dan masih terlalu pagi. Wajar jika belum banyak pengunjung yang datang.
" Kita makan dulu atau gimana ?" Tanya Salsa kepada kedua sahabatnya.
" Minum aja deh... Haus nih.. ?" Balas Sandra.
" Oke... Gue mah hayuk aja.." Sambung Intan.
Sandra dan kedua sahabatnya kemudian memesan jus buah dan kentang goreng sebagai teman mengobrol.
Sandra duduk sambil mengamati keadaan sekitar.
" Lama ya kita gak jalan-jalan keluar begini. Taunya hanya kampus sama tempat kerja saja..." Ucapnya.
" Bener banget... Hari ini pokoknya gue mau puas-puasin belanja ." Imbuh Salsa yang memang habis gajian.
" Yah Lo enak abis gajian.. Lhah gue gajian masih minggu depan, ibarat kata, lagi tanggal tua nih gue ...!" Sahut Intan.
" Hehehe, lagian kaya gak tahu aja lagak gue. Mana berani gue hambur- hamburin duit. Nyarinya aja setengah mati ?!" Pungkas Salsa.
" Ck, kalian ini... Nanti aku yang bayarin... " Kata Sandra kemudian.
" Jangan San... Lo kan udah sering traktir kita. Gue takutnya nanti kita bakal ketergantungan sama Lo. Gak enak juga sama Tuan Al." Cegah Salsa.
" Salsa bener... Sekali-sekali biar kita bayar sendiri belanjaan kita." Imbuh Intan yang juga sependapat dengan Salsa.
" Jangan terlalu baik San, gue sama Salsa kesannya jadi seperti manfaatin lo.." Lanjut Intan.
" Ya ampun San, kita setengah mati cari duit, eh lo malah bingung gimana caranya buang duit. Hehehe... Tapi gue salut sih sama Lo, biar bergelimang harta lo gak suka neko-neko kalau kata orang Jawa." Gelak Salsa dan Intan.
" Ya mungkin karena basicnya aku juga bukan asli orang kaya. Yang kaya kan suami ku. Lagi pula aku nyaman seperti ini." Ujar Sandra.
" Itu juga nilai plus lo sih ..? Di saat suami lo sudah punya segalanya, tapi lo memilih membuka usaha lo sendiri dari bawah.Gak mau serta merta menikmati harta kekayaan suami lo yang sudah pasti sudah menjadi hak Lo juga."
" Lo emang beda deh San.. Pantes Tuan Al cinta banget sama Lo. Gimana enggak ? Gampang banget ngempanin lo yang gak suka aneh-aneh. Seneng berbagi tapi gak suka pamer atau nunjukin ke orang lain."
" Duh, kalian bisa aja... Kepala ku sudah Segede balon belum nih ?"
" Hehehe... Kita serius lagi San..Lo malah ngelawak." Sahut Salsa
" Tapi sejujurnya aku gak sebaik itu kali. Gue juga bisa marah, bisa ngambek, kadang kekanak-kanakan juga. Dan sebenarnya aku juga lagi bingung... Makanya ngajakin kalian jalan-jalan. " Ucap Sandra serius.
" Bingung kenapa ?" Tanya Intan to the point.
" Sebenarnya.... Mas Al, dia ... pingin anak dari ku." Sandra mulai bercerita kepada kedua sahabatnya. Siapa tahu setelah berbagai cerita dengan teman-temannya Sandra akan merasa sedikit lega.
" What ?? Anak ? Serius lo San...Terus kuliah Lo gimana ? Terus butik Lo...??" Tanya Intan.
" Itulah yang bikin aku bingung. Sebenarnya Mas Al sudah mencari solusinya. Katanya gak masalah kuliah dan kerja sambil punya anak. Tapi yang aku pikirkan bukan hanya soal bagi waktunya. Tapi juga kesiapan ku untuk menjadi seorang ibu. Lagi pula kasihan anakku nanti jika aku banyak kegiatan di luar sedangkan dia masih bayi, masih kecil dan butuh perhatian dan kasih sayang seutuhnya dari ku. Membayangkannya saja aku tidak tega." Tutur Sandra sendu.
__ADS_1
" Terus Tuan Al bagaimana ?" Tanya Salsa.
" Aku tahu dia kecewa... "
" Uhm, pantas saja ... Beberapa hari ini Tuan Al terlihat tidak bersemangat saat berkunjung ke restoran. Bisa jadi beliau juga kepikiran tentang hal itu." Ujar Salsa ingat.
" Benarkah ? Duh aku jadi semakin bersalah sekarang... Tapi ,kalian ngerti kan bagaimana jika di posisi aku ?" Tanya Sandra sesak.
" Iya San. Kalau dari sudut pandang kamu, pasti berat juga jadi Lo... Karena Lo masih muda, masih kuliah, dan baru saja mulai merintis usaha sendiri. Pasti masih banyak yang ingin kamu lakukan selagi masih muda. Lo juga sudah berfikir jauh ke depan bagaimana seandainya Lo punya anak sekarang." Timpal Intan.
" Tapi,, jika di lihat dari sudut pandang Tuan Al , beliau pasti sudah sangat berharap sekali. Apalagi yang kurang darinya selain anak. Uang ada, harta ada, istri ada ,usia juga sudah cukup. Paslah waktunya."Imbuh Intan.
" Tuh kan ?? Aku jadi tambah bingung sekarang. Gara-gara hal itu kemarin kita jadi sering berantem." Aku Sandra
" Kalau boleh kasih saran... Kenapa gak lo turutin aja San ? Kan Tuan Al juga sudah kasih solusi. Lagi pula anak juga termasuk rejeki dan anugrah, jika sudah di takdirkan untuk punya anak , apapun kondisi kita ya harus siap. Apalagi setelah jadi istri kan kita harus patuh kepada suami." Kali ini Salsa yang menyerukan pendapatnya.
" Berpikir positif saja.. Siapa tahu dengan adanya anak di antara kalian semakin membuat cinta kalian semakin besar. Justru dengan adanya anak, kebahagiaan rumah tangga kalian akan bertambah. Hidup kalian juga akan semakin berwarna. Memang tidak semudah aku bicara ngejalaninya... Tapi bukankah itu yang di inginkan pasutri setelah menikah ?" Lanjut Salsa.
Kali ini Sandra setuju dengan apa yang di katakan oleh Salsa.
" Masalahnya, aku berbohong kepada Mas Al.. Aku menyimpan rahasia yang bisa membuatnya murka jika ketahuan."
" Hah ?? Rahasia apaan ?" Tanya Intan dan Salsa serentak.
" Aku....Aku minum pil kontrasepsi tanpa sepengetahuannya." Jawab Sandra lirih.
" Astaga Sandra !!" Kedua temannya berteriak histeris sehingga membuat beberapa pengunjung menoleh ke arah mereka.
" Lo sudah gila ya ?" Bisik Intan merendahkan suaranya.
" Ternyata lo bisa nekat juga ya San... Sumpah gue gak nyangka..." Imbuh Salsa yang terkejut.
" Kan aku dah bilang, aku gak sebaik yang kalian pikirkan." Jawab Sandra.
" Terus rencana lo sekarang gimana ? Lo bakal minum pil itu terus ? Jangan di lanjut deh San.. Cari penyakit aja Lo. Kalau suami lo tahu gimana ?" Cecar Intan.
" Aku juga bingung... Makanya aku berbagi cerita kepada kalian." Kilah Sandra yang merasa seperti penjahat yang tengah tertangkap basah.
Intan dan Salsa saling pandang. Kemudian ikut berpikir bagaimana baiknya.
" Lo buang aja deh tuh obat. Terus cek ke dokter kandungan biar dikasih vitamin atau apalah. Karena ibuku bilang efek dari pil kontrasepsi bisa menyebabkan gangguan kesuburan." Kata Salsa yang membuat Sandra takut dan semakin merasa bersalah.
" Iya San... Sebelum ketahuan suami Lo juga. Ada baiknya Lo dengerin kita. Bukannya kita sok pintar atau sok tahu. Tapi ini demi kebaikan lo juga." Intan ikut memberikan nasehat kepada Sandra.
Sandra menghela nafas panjang dan menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan dirinya.
" Oke deh. Aku juga gak mau terus-terusan tertekan dan ketakutan sendiri dengan terus-terusan berbohong dan menyembunyikan rahasia dari suami sendiri. Thanks ya gays .. Rasanya sedikit plong setelah bercerita kepada kalian." Ucap Sandra lalu meminum jus alpukat di depannya.
Tanpa mereka sadari.. Seseorang tengah tersenyum licik setelah ikut mendengarkan rahasia Sandra dari meja yang tidak jauh dari mereka.
__ADS_1
" Aku dapat kartu As nya ! Tunggu dan lihat saja.. Balas dendamku akan ku mulai dari sekarang !" Gumam perempuan itu.