Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Pertengkaran Lagi Dan Lagi !


__ADS_3

Malam itu Sandra mencoba tidur dengan segala kesedihan yang ada. Berkali-kali dia terbangun karena susah bernafas. Sandra berusaha berganti berbagai posisi, namun tetap saja dirinya tak bisa tidur. Sandra kembali duduk. Karena kamar gelap, dia tidak bisa melihat Alfian sudah tidur terlelap atau belum. Sandra bangkit, dia mengambil handphone kemudian menyalakannya sambil berjalan ke ruang ganti pelan-pelan. Sampai di ruang ganti, Sandra memilih sesuatu yang bisa dia gunakan untuk selimutan.Karena tidak ada, dia pun akhirnya mengambil sebuah kemeja milik Alfian lalu membawanya ke sofa. Sandra membenarkan posisi tidurnya, menutupi seluruh wajahnya dengan kemeja itu dan akhirnya dia bisa tidur terlelap, entah karena lelah dan kantuk yang teramat sangat atau karena aroma khas yang keluar dari kemeja Alfian yang dia pakai untuk menutupi hidung dan wajahnya.


Pagi harinya Alfian terbangun terlebih dahulu. Dia bergegas ke kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah itu dia menghampiri Sandra yang masih terlelap. Dia heran kenapa Sandra menutupi wajah menggunakan kemejanya. Alfian menarik kebawah kemeja putih itu, kini wajah polos Sandra terlihat jelas. Alfian mengamatinya dengan seksama.


" Lumayan juga.." Batinnya. Alfian tidak sadar jika kini dirinya tengah tersenyum mengamati Sandra.


Sandra yang merasakan udara dingin di sekitar wajahnya setelah Alfian menarik kemejanya, perlahan terbangun dan membuka kedua matanya. Hal pertama yang dilihat gadis itu adalah wajah Alfian yang tengah mengamatinya. Seketika itu juga Sandra bangun terlonjak.


" Tuan ! " Teriak Sandra.


" Aah.. berisik !" Ucap Alfian sambil menutup salah satu telinganya.


" Mas , ngapain di sini ?! " Tanya Sandra yang masih kaget melihat Alfian di sampingnya.


Alfian bangkit,duduk di sebelah Sandra kemudian menyentil kening gadis itu.


" Aakkh ! Sakit mas ! Kok malah nyentil aku sih !" Keluh Sandra.


" Aku yang harusnya tanya kamu ngapain ! Ngapain kamu tidur pakai kemeja ku segala ! Dasar gadis aneh !" Ujar Alfian.


" Itu.. ehm.. aku gak bisa tidur mas, kan semalam aku sudah bilang kalau aku tidak bisa tidur tanpa selimut. Kalau udara dingin aku kesulitan bernafas. Oleh karena itu, semalam .... aku pinjam kemeja kamu untuk menutupi hidung. Tapi ... tapi , aku janji akan tanggung jawab. Nanti biar aku cuci ... Mas jangan marah dulu." Ucap Sandra berusaha menjelaskan.


" Ck .... ! Gak perlu ! Sudah bau iler kamu ! " Balas Alfian berdecak.


" Aku gak ngiler kok mas .. ?" Bantah Sandra tidak terima.


" Tetap saja ... lagi pula sudah ada loundry yang mengurusnya !" Kata Alfian angkuh.


" Kalau begitu aku harus gimana ? " Tanya Sandra kebingungan.


Alfian tersenyum kecil. Kesempatan ini akan dia gunakan untuk mengerjai gadis ini.


" Karena kamu memakai bajuku tanpa seizin ku, jadi kamu harus di hukum." Ucap Alfian tegas.


" Di hukum ? " Sandra terkejut. Sedangkan Alfian mengangguk-angguk senang.


" Di hukum apa mas ?" Gumam Sandra lirih.


" Mmm... hukumannya ??" Alfian terlihat berfikir sejenak, kemudian tersenyum jail.


" Hukumannya, setiap malam kamu harus mijitin aku !" Lanjut Alfian.


" Mi mi mijitin ? Tapi aku gak bisa memijit mas ... yang lain saja." Tolak Sandra.


" Kamu menolak ?" Nada bicara Alfian kini mulai terdengar mengancam.


" Bukan begitu mas.. Aku bisa mencucinya, menyetrika dan membuatnya kembali rapi dan wangi ... tidak perlu me ...."


" Tidak ada penolakan ! Sekarang mandi dan bersiaplah, kita sudah ditunggu oleh keluarga kita untuk sarapan pagi. " Potong Alfian dingin.


Melihat wajah Alfian yang berubah serius dan dingin, Sandra tidak bisa membantah lagi. Lebih baik jangan membuatnya semakin kesal.


" Ck... Kemeja sialan ! Kenapa juga semalam aku pilih pakaian dia ?" Gerutu Sandra dalam hati lalu beranjak ke kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian mereka turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama di ruangan khusus yang sudah di persiapkan.


" Maaf terlambat." Ucap Alfian setelah sampai.


Semua yang ada di sana tersenyum melihat Alfian dan Sandra datang.


" Tidak apa-apa, kami semua memakluminya." Jawab Pak Wijaya terkekeh.


" Cieee yang jadi pengantin baru. " Goda Neta .

__ADS_1


Alfian tersenyum kecil sedangkan Sandra terlihat salah tingkah.


" Ah Neta... jangan goda kakakmu seperti itu. Ayo kalian berdua duduk." Perintah Pak Wijaya.


Bu Lastri,Bibi Nani dan Neta tersenyum melihat wajah Sandra yang malu-malu, sedangkan Nurul menatap Sandra dengan intens. Nanti jika sudah ada kesempatan dia akan bertanya langsung kepada Sandra,apa saja yang sudah terjadi semalam.


Sarapan pun di mulai, semua orang mulai menikmati makanan masing-masing.


" Oya San... ibu mau bilang... nanti siang ibu sudah harus balik ke kampung. " Ujar Bu Lastri.


" Kenapa mendadak Bu ? Katanya ibu nginep dua malam di sini ? " Tanya Sandra kecewa.


" Ada urusan mendesak. Ibu harus menyelesaikan yang di rumah. Ibu juga ada acara syukuran kecil-kecilan setelah ini." Jelas Bu Lastri.


" Iya San, ibumu benar. Di rumah masih repot. Banyak yang harus di selesaikan. Kita juga harus beres-beres. Gak enak sama tetangga yang membantu jika kita kelamaan di sini." Kini Bibi Nani membantu Bu Lastri berbicara.


.


" Baiklah bu." Ucap Sandra akhirnya.


" Kenapa cemas nak ? Kan sekarang kamu ada suami. Jika kamu merindukan ibumu , nanti biar Al anterin ke sana." Sela Pak Wijaya.


Sandra mengangguk. Namun dia tidak yakin akan semudah itu mengajak Alfian ke rumah ibunya.


" Oya ... Apa rencanamu setelah ini Al ? Tanya Pak Wijaya.


" Kita ikut pulang saja hari ini. Lagi pula banyak pekerjaan kantor yang aku tinggal. Besok aku akan mulai bekerja dan Sandra akan mempersiapkan semua keperluan kuliahnya." Ujar Alfian santai.


" Tidak bisa Al ! Papa sudah mengurus semua pekerjaan selama kamu cuti menikah. Urusan kuliah Sandra juga sudah beres. Minggu depan Sandra baru bisa mulai masuk kuliah. Nikmatilah hari-hari pertama pernikahan kalian sebelum kalian sibuk dengan urusan masing-masing. Kalian bisa pergi bulan madu kemanapun kalian mau." Kata Pak Wijaya lagi.


Alfian terdiam sejenak. " Bulan madu ? Ck... Merepotkan sekali. Apa yang harus aku lakukan dengan gadis udik ini selama libur kerja ?? " Pikir Alfian.


" Baiklah pa, nanti aku pikirkan lagi. Sekarang aku.... maksudku kita masih ingin beristirahat dulu di sini. " Ucap Alfian kemudian.


" Iya benar pa... Tidak perlu terburu-buru untuk berbulan madu.. Sandra masih capek karena acara kemarin. Lagi pula semalam Sandra kurang tidur, Sandra ingin beristirahat dulu. " Timpal Sandra buru-buru. Sebisa mungkin dia harus bisa menggagalkan atau setidaknya mengulur waktu untuk berbulan madu. Sandra bergidik ngeri membayangkan dia harus berduaan terus dengan Alfian seminggu ini.


" Ada yang salah ? Apa aku salah ucap ?" Tanya Sandra dengan polosnya.


Semua yang mendengar tertawa lirih menggodanya.


" Memang benar, akukan semalam gak bisa tidur karena kedinginan. Apa yang membuat mereka tersenyum dan tertawa ?" Ucap Sandra dalam hati.


" Dasar gadis bodoh !" Batin Alfian.


" Haha... Ya... ya ..ya... Anak muda memang masih sangat bersemangat. " Ujar Pak Wijaya.


" Al... Papa tau kamu masih sangat bertenaga. Tapi jangan sampai kamu buat istrimu terlalu lelah dan kurang tidur." Lanjut Pak Wijaya terkekeh.


Wajah Alfian memerah. Dia malu papanya berkata seperti itu di depan semua orang.


Sedangkan Sandra semakin bingung mendengarnya. "Sebenarnya apa yang papa mertuanya bicarakan ? " Tanya Sandra dalam hati.


" Aduh Sandra !? Kamu itu terlalu polos atau bego sih !? " Batin Nurul yang melihat Sandra kebingungan.


Berbeda dengan Pak Wijaya yang terkekeh. Bu Lastri tersenyum haru membayangkan putrinya kini benar-benar sudah menjadi seorang istri sepenuhnya.


" Pa.... jangan bahas masalah seperti itu di sini ! " Potong Alfian. Dia tidak mau jadi bahan godaan mereka lagi.


" Lagi pula masih ada anak di bawah umur di sini ! " Lanjut Alfian melihat Neta yang asik cengengesan menatap Sandra.


" Aku dah gedhe kak ! " Ucap Neta tak terima.


Alfian mencebik tak perduli.


Hanya Nurul dan Arkha yang tidak begitu antusias menggoda Sandra dan Alfian. Nurul masih tidak percaya jika Sandra sudah melakukannya dengan Alfian. Biar bagaimanapun Nurul tahu sekali jika sahabatnya itu mencintai orang lain. Dan Sandra sendiri yang pernah bilang jika dia tidak yakin pernikahannya akan bertahan selamanya. " Jadi, mana mungkin Sandra mau begitu saja menyerahkan dirinya ?? Tapi kalau Alfian yang memaksa bagaimana ?? Ahh ... jadi kepo banget kan ! " Batin Nurul.

__ADS_1


Sedangkan Arkha yakin jika kakaknya juga belum melakukannya dengan Sandra. Sesama laki-laki dia sangat yakin melihat gesture dari Sandra yang terlihat kebingungan dan sikap kakaknya yang begitu santai. Lagi pula, setahunya Alfian hanya mencintai seseorang perempuan yaitu Rena. Dia dengar juga, jika perempuan itu sudah kembali dari luar negeri. Jadi tidak menutup kemungkinan kakaknya akan kembali kepada perempuan itu. Di sini dia kasihan kepada Sandra. Gadis itu menjadi korban dari sebuah perjodohan yang di manfaatkan oleh kakaknya hanya karena sebuah ambisi. Ya , Arkha tahu. Kakaknya tidak sebodoh itu dengan menuruti kemauan papanya secara cuma-cuma. Sandra adalah alat yang Alfian gunakan untuk mendapatkan posisi tertinggi di seluruh perusahaan yang papanya miliki.


Selesai sarapan Arkha pamit pergi kuliah . Sedangkan Neta masih izin libur sekolah satu hari. Gadis cantik itu mengajak Nurul untuk melihat-lihat ke sekeliling hotel selesai sarapan.


Sandra dan Alfian kembali ke kamar setelah mengobrol sebentar dengan ibunya.


Mereka berjalan tanpa bersua. Baru setelah masuk ke dalam kamar Alfian memepet tubuh Sandra ke tembok .


" Mas apa-apaan sih ? " Tanya Sandra takut.


" Ngapain pura-pura bodoh di depan mereka semua hah ! " Bentak Alfian.


" Pura-pura bodoh? Siapa yang pura-pura mas ? Pura-pura untuk apa ? " Tanya Sandra kebingungan.


Alfian menyentil kening Sandra lagi . Kali ini lebih keras dari sebelumnya.


" Aah sakit mas !" Teriak Sandra. Kedua matanya sampai berair menahan sakit.


" Kamu senang melihat aku di tertawakan seperti tadi ha !"


" Aku gak ngerti maksud kamu mas ! "


" Ck ... Gak ngerti !? " Alfian tersenyum mengancam.


" Mas ... mas mau ngapain ? " Tanya Sandra gugup. Alfian semakin memepetnya.


" Bukankah tadi kamu bilang capek dan kurang tidur ? " Tanya Alfian.


Sandra mengangguk lirih.


" Kamu membuat mereka berpikir yang tidak-tidak." Jelas Alfian lagi.


" Kenapa begitu tuan, aku kan tidak bohong. Semalam aku tidak bisa tidur karena kedinginan." Ucap Sandra yang tidak mengerti juga.


" Hhss ! Sial ! Tidak ku sangka serepot ini mempunyai istri yang masih bocah dan begitu bodoh !" Bentak Alfian.


Sandra semakin takut melihat Alfian marah.


" Baiklah, akan aku buat kamu mengerti maksud mereka !"


Alfian membungkukkan badannya. Lalu mencium bibir Sandra. Sedetik,dua detik... Sandra masih terkejut dengan apa yang dilakukan Alfian. Namun setelah sadar dia hendak melepaskan diri, tapi Alfian justru semakin menekannya ke belakang. Tangan Alfian ia gunakan untuk menahan kepala Sandra agar tidak bergerak. Semakin lama semakin rakus Alfian mencium bibir Sandra. Dia ******* dan mengeksplor bibir ranum itu tanpa memperdulikan Sandra yang ketakutan.


" **** ! " Umpat Alfian melepaskan pagutan bibirnya. Ternyata Sandra menggigit bibir bawahnya. Darah merah mengalir dari bibir itu.


" Maaf mas, tapi mas tidak bisa seenaknya ! " Ucap Sandra tersengal sambil mengelap bibirnya dengan kedua lengannya secara bergantian.


" Aku tidak terima mas menciumku sesuka hati terus !" Sandra mencoba mengatur nafasnya yang kini naik turun karena marah dan takut yang bercampur menjadi satu.


Alfian mencebik. Dia menatap Sandra dengan emosi yang meluap-luap.


" Kenapa ? Karena aku bukan Gilang ?" Tanya Alfian mencemooh.


" Jangan bahas mas Gilang ! Ini tidak ada sangkut pautnya dengannya ! Aku tidak suka ya tidak suka ! Tidak perlu ada alasan kenapa ! " Untuk pertama kalinya Sandra berani membentak Alfian.


Alfian tersenyum mengejeknya.


" Punya nyali sekali kamu membentakku !" Balas Alfian yang tidak bisa lagi mengontrol emosinya. Dia mendorong Sandra dengan kasar hingga gadis itu tersungkur di lantai.


Sandra ketakutan. Kedua tangannya terkepal erat menahan tangis.


Alfian berjongkok di depannya. Memegang dagu Sandra dengan erat.


" Mungkin kamu lupa jika aku ini suamimu yang sah. Sebaiknya kamu belajar menjadi seorang istri yang baik. Jangankan menciummu ! Meminta lebih dari itu pun itu sudah hak ku ! Kamu ingat itu baik-baik ! Namun kamu tenang saja,aku tidak berselera dengan gadis jelek sepertimu ! " Hardik Alfian lalu melepaskan Sandra dan meninggalkan gadis itu menangis sendirian di dalam kamar.


Alfian melangkah asal setelah keluar dari kamarnya. Dia bingung dengan dirinya sendiri. Dia sangat membenci gadis itu ,tapi entah kenapa dia sangat menikmati setiap kali menciumnya. Bahkan dia hampir kehilangan kendali jika gadis itu tidak berbuat sesuatu.

__ADS_1


" Aku pasti sudah gila !" Gumamnya sambil meringis kecil menyentuh bibirnya yang berdarah.


__ADS_2