Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Cincin pernikahan


__ADS_3

Alfian dan Sandra tiba di butik. Sebelum turun dari mobil, Sandra menghapus air matanya dan memoleskan sedikit bedak di wajah agar tidak terlihat seperti habis menangis.


Alfian meninggalkannya dan masuk terlebih dahulu.


" Kakak . ! " Panggil Neta. Terlihat Neta sedang mencoba dan menunjukkan gaun yang akan ia kenakan di pesta pernikahan.


" Kakak, gaun ini cantik tidak ? " Tanya Neta manja.


" Tentu saja cantik, karena yang memakainya juga cantik." Puji Alfian yang sangat menyayangi Neta .


" Al mana Sandra ? " Tanya Pak Wijaya yang muncul dari salah satu ruang ganti pakaian.


" Saya di sini Pak . " Sambung Sandra yang telah masuk .


Sandra langsung menghampiri ibunya.


" Ibuuu.... kangeeen . " Kata Sandra yang kini mendadak menjadi manja .


" Kamu ini nak .. Sudah besar masih saja seperti ini. Gak malu apa di lihat calon suamimu. " Omel Bu Lastri, meskipun Bu Lastri sendiri tetap membalas ciuman dan pelukan dari anaknya.


Sandra tersenyum kecut mendengarkan ibunya. Andai saja ibunya tahu isi hatinya.


" Ibu nanti nginep di kostan Sandra ya ? Sandra masih kangen sama ibu . " Lanjutnya kembali ceria.


" Ya gak bisa nak .. Ibu langsung pulang setelah ini . Banyak hal juga yang harus ibu lakukan di rumah untuk persiapan pernikahan anak ibu yang manja ini. " Kata Bu Lastri . Terlihat sekali rasa sayang yang beliau tunjukkan untuk putrinya.


Sandra cemberut dan memeluk ibunya semakin erat. " Tapi Sandra masih kangen bu ..." Rengeknya.


Bu Lastri mencubit hidung Sandra dengan gemas .


" Mulai sekarang , kamu gak boleh terlalu kangen sama ibu. Gak enak sama nak Al. Sebentar lagi kamu tinggal bersama suamimu dan keluarganya. Jadi di sini kamu tidak akan kesepian lagi."


Pak Wijaya yang mendengar interaksi antara anak dan ibu itu tersenyum haru. Andai saja mendiang istrinya masih hidup pasti anak-anaknya juga akan berlimpah kasih sayang seperti yang Sandra rasakan saat ini.


Sedangkan Alfian justru muak dengan sikap Sandra yang berubah-ubah. Kadang pembangkang, kadang cengeng dan sekarang manja.


" Bibi ... boleh Neta ikut peluk juga ? " Tanya Neta ragu.


" Tentu saja nak.. Sini mendekat. "


Akhirnya mereka bertiga berpelukan dengan erat . Bu Lastri juga menciumi Neta dengan sayang. Neta merasa bahagia.


Melihat itu hati Alfian sedikit melunak. Melihat wajah adik kesayangannya tersenyum bahagia , dia ikut merasakannya. Sudah pasti Neta merindukan kasih sayang seorang ibu. Karena waktu ibunya meninggal Neta masih terlalu kecil.


Di besarkan oleh seorang ayah yang sibuk bekerja sudah pasti membuat hari-harinya kesepian.


Makanya Neta sangat senang saat Alfian akan menikah dan mengetahui umur Sandra tak terpaut jauh dengannya. Seperti mendapat saudara dan teman baru.


Setelah acara berpelukan selesai mereka melanjutkan acara fitting baju . Agak lama memilih gaun untuk Sandra. Karena memang Sandra memiliki tinggi badan yang mungil namun dengan dada yang lebih besar dari ukuran remaja lainnya.


Di tambah dengan warna kulit Sandra yang sedikit gelap membuat mereka pusing memilihkan gaun dengan warna yang pas .

__ADS_1


Setelah hampir dua jam berlalu akhirnya ada satu gaun yang sangat pas di badan Sandra. Detail dan warnanya yang lembut sesuai juga dengan keinginan Sandra yang tidak ingin memakai gaun yang terlalu banyak berliannya.


" Cantiknya anak ibu . " Puji Bu Lastri.


" Betul, kamu cantik sekali nak Sandra . " Ucap Pak Wijaya.


" Aku potret dulu ya " Kata Neta.


" Waahhh .. benar-benar cantik kak . " Sambungannya.


" Kak Al , kak Sandra terlihat cantik kan dengan gaun ini ? " Tanya Neta yang tiba-tiba bertanya pendapatnya.


Alfian hanya menoleh sekilas dan menganggukkan kepalanya agar Neta tak banyak bertanya lagi. Sudah terlalu lama di butik itu . Dia ingin segera kembali bekerja.


" Karena semua sudah selesai , kita berpisah di sini . Papa mau Ikut mengantar Bu Lastri pulang, ada yang harus kita bahas lagi . "


" Oke pa, aku balik ke hotel kalau begitu . " Kata Alfian.


" Tidak dong. Kamu lupa, setelah ini kamu dan Sandra pergi memilih cincin pernikahan kalian. Neta sudah bareng Arkha pulangnya. Kalian berdua tidak usah balik bekerja. Dias sudah mengatur dan menghandle semua." Jelas Pak Wijaya.


Alfian dan Sandra tak bisa mengelak . Mau tidak mau mereka akan membeli cincin pernikahan bersama.


Setelah berpamitan dan berpelukan, Pak Wijaya dan Bu Lastri berangkat dahulu di susul Neta dan Arkha. Kini tinggal Alfian dan Sandra berdua.


" Ayo, lebih cepat lebih baik. " Kata Alfian.


Sandra menurut saja . Ditinggal mereka semua suasana hati Sandra kembali bersedih. Dia tidak ingin bertengkar dengan Alfian lagi.


Dia sama sekali tidak berniat memilih atau melihat-lihat terlebih dahulu.


" Ambilkan cincin pernikahan yang paling terbaru dan termahal di sini .Saya beli itu. " Kata Alfian tanpa basa-basi.


" Baik Tuan , karena itu barang yang spesial kita ambilkan dulu. " Kata pemilik toko.


Selagi menunggu Sandra melihat-lihat cincin yang terpajang di depannya. Matanya terlihat fokus pada satu cincin berlian . Cincin itu terlihat simpel dan hanya terdapat satu berlian kecil berwarna biru laut. Warna kesukaannya. Sedangkan pasangannya juga terlihat sama dengan ukiran sederhana namun tanpa berlian.


" Nona jeli sekali. " Kata pemilik toko yang baru datang mengambilkan pesanan Alfian.


" Cincin yang nona lihat ini bukan cincin terbaru . Namun cincin ini lebih mahal meski terlihat sederhana. " Lanjutnya.


" Ini satu-satunya di toko ini . Tidak ada model yang sama . Karena terlihat sederhana tetapi ini terbuat dari batu berlian terpilih yang didatangkan langsung dari luar negeri. Memang mahal maka dari itu banyak pasangan lainnya memilih yang terlihat mewah di pandang mata , namun nona ... kualitas tak bisa dibohongi.Mereka beranggapan cincin ini tak sepadan dengan harganya karena kebanyakan lebih mementingkan gengsi dan penampilan yang wah dengan harga yang terjangkau. " Kata pemilik toko terus menjelaskan.


Sandra menoleh kepada Alfian . Alfian juga ikut mengamati cincin itu.


" Boleh di lihat dan di coba dulu nona."


Sandra kemudian menerima cincin itu dan memakainya di jari manis. Sandra tersenyum sumringah. Cincin itu pas dan terlihat manis dijarinya.


" Tuan aku mau yang ini. "ucap Sandra lirih,takut Alfian marah karena dia memilih yang termahal.


" Terserah kamu saja. " Timpal Alfian.

__ADS_1


Sandra pun senang karena Alfian mengijinkan dirinya memilih cincin itu.


" Pilihan yang tepat nona. Semoga tuan dan nona menjadi pasangan yang bahagia sepanjang umur. " Lanjut pemilik toko berhasil membuat Sandra tersipu malu.


Setelah menyelesaikan pembayaran . Alfian dan Sandra lanjut pulang . Namun karena mereka sama-sama belum makan siang akhirnya mereka mampir makan terlebih dahulu.


Sandra dengan lahap menyantap makanannya. Perutnya sangat lapar , karena tadi bahagia ingin bertemu dengan ibunya, Sandra lupa makan siang dan bergegas mengikuti Dias.


Sedangkan Alfian selesai meeting dia dikejutkan dengan kedatangan Rena hingga tak sempat makan siang.


" Sandra ... Kebetulan sekali kita bertemu sini . " Sapa Gilang.


" Eh Mas Gilang ... " Kata Sandra berbicara sambil mengunyah makanannya.


" Hish. .. " Desis Alfian merasa jorok.


" Makan yang rapi jangan seperti orang kelaparan seperti itu ! " Tuturnya.


" Saya memang kelaparan tuan . " Jawab Sandra jujur .


Sedangkan Gilang justru tersenyum melihatnya.


" Mau apa kamu ke sini. " Kata Alfian sinis .


" Tentu saja menyapa Sandra. " Balas Gilang .


Alfian melirik malas. " Seharusnya kamu tau diri , dia sedang bersama calon suaminya ."


" Ya aku tau.. tapi baru calon belum suami . " Balas Gilang yang kini juga mulai tersulut emosi dengan kata-kata Alfian.


" Sandra ,ada yang ingin aku bicarakan . Bisa kita jalan sebentar ? "


" Dua manusia tidak tahu diri ! " Ucap Alfian keras sambil melempar garpu yang dia pegang ke atas meja.


" Silahkan jika kalian ingin berdua . Saya juga sudah bosan setengah hari melihat wajahnya. " Ejek Alfian kepada Sandra .


Sandra yang masih asik mengunyah menyelesaikan makannya memandang kedua laki-laki di depannya dengan heran.


" Bisakah aku hidup dengan tenang Tuhan. " Batin Sandra.


" Mas Gilang mau bicara apa ? Bicara saja di sini . " Kata Sandra.


" Hanya berdua San. " Pinta Gilang.


" Tuan ..? Apa boleh... "


'"Boleh , lakukan saja sesuka kalian, aku tidak perduli . Tapi kalian lihat saja. Setelah pernikahan ini terjadi aku pastikan kalian menderita bersama. "


Kata Alfian sinis kemudian meninggalkan mereka berdua di sana sambil menenteng paper bag kecil cincin pernikahan tadi.


Sandra terlihat tidak enak hati melihatnya. Dia sendiri bingung sebenarnya kenapa Alfian marah-marah. Gilang hanya ingin bicara sesuatu padanya. Jika mau dia bisa menunggunya sebentar. Bukan malah meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2