Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Tamu Tak Terduga


__ADS_3

Sejak peristiwa itu, Sandra dan Alfian tidak pernah bertemu dengan Dokter Tian lagi. Ada kabar dari anak buah Alfian jika Dokter Tian memutuskan membawa papanya pindah ke luar kota dan menjual semua sisa aset yang dimiliki di sini. Termasuk rumah peninggalan almarhum ibunya di perkampungan.


Sejak hari itu pula Sandra merasa tenang menjalani hari-harinya. Hanya saja, setiap malam tidurnya tidak bisa nyenyak karena ulah Alfian yang selalu meminta 'jatah' kepadanya.. Ya semenjak kejadian malam itu, Sandra sudah mau membuka hati dan melakukan semua kewajibannya sebagai seorang istri untuk Alfian tanpa paksaan. Hubungan mereka pun semakin hari semakin romantis. Kuliah Sandra juga berjalan dengan lancar. Kedua temannya sering membantunya belajar di sela-sela kesibukan mereka yang sambil bekerja.


Terkadang, Sandra ikut Salsa ke restoran. Tentu teman-teman kerjanya dulu menyambutnya dengan gembira. Apalagi Syefa dan Bu Henny.


Syefa pun kini sudah tahu sebab dan asal muasal kenapa Sandra bisa menikah dengan Alfian. Gadis yang sama kepo nya dengan Nurul itu terkejut bukan main ketika Sandra menceritakan yang sebenarnya. Kecuali tentu saja Bu Henny yang sudah tahu sejak awal.


Hari ini Sandra sudah pulang dari kuliah. Karen jadwalnya pagi, maka Sandra pun juga selesai saat jam masih menunjukkan pukul sepuluh pagi.


Sandra merasa bosan sekali ingin pulang ke apartemennya. Di sana dia hanya sendirian dan bingung mau berbuat apa. Karena setiap pagi selepas bangun tidur dia sudah langsung bebenah rumah sekalian sambil memasak untuk sarapan.


" Aku nyusul Mas Al ke kantor aja kali ya ?" Gumam Sandra.


Akhirnya Sandra memutuskan untuk memberi kejutan untuk suaminya tanpa memberi tahu jika dirinya akan datang ke hotel menemuinya.


Sampai di Hotel ALSAN..


Setelah membayar tagihan taksi online, Sandra bergegas masuk ke dalam. Sandra tersenyum memandang gedung tinggi yang menjulang itu. Dirinya baru tahu jika Hotel ALSAN adalah singkatan nama dari Alfian dan dirinya.


Hotel bintang lima itu, selain merupakan hotel berfasilitas lengkap dengan pelayanan terbaik, juga di lengkapi oleh kantor, aula, ruangan tempat rapat,, kolam renang, restoran dan bahkan mini market. Sehingga membuat pengunjung semakin nyaman dan senang di sana.


Selesai melapor kepada resepsionis, Sandra berjalan menuju ruangan Alfian yang menjadi ruang kerjanya.


" Kejutan .....!" Teriak Sandra setelah masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Sandra mengatupkan bibirnya setelah melihat jika Alfian ternyata sedang ada tamu.


" Sandra , kamu di sini ?" Tanya Alfian terkejut.


" I...iya mas... Maaf mengganggu, kalau begitu aku tunggu di luar." Ucap Sandra terbata.


" Jadi kamu istrinya Alfian ?" Tanya perempuan paruh baya yang menjadi tamu Alfian siang itu.


" Kamu tunggu di luar sebentar sayang.. " Sela Alfian, seolah tak ingin memberi perempuan paruh baya itu kesempatan untuk berbicara dengan Sandra.


" Ba..baik mas... " Ucap Sandra lalu berbalik hendak keluar.


Tapi betapa terkejutnya Sandra ketika tiba-tiba perempuan paruh baya itu memeluk kakinya dari belakang sambil menangis tersedu.


" Tolong... Tolong saya nak... Bujuk suamimu agar mau membantu saya.Huhuhu..." Ucap perempuan itu tersedu.


" Berdiri Bu, tolong jangan seperti ini. Kita bisa bicarakan baik-baik." Ucap Sandra sambil membantu ibu itu berdiri.


" Sayang, sudah ku bilang. Tunggu aku di luar !" Ucap Alfian mulai tegas.


" Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa Alfian tidak suka dengan ibu ini ?" Batin Sandra kebingungan.


" Tapi mas ... Ibu ini bilang ingin min..."


" Sandra...Sudah ku bilang....."

__ADS_1


" Tolong nak, tolong sekali ini saja ... Bujuk suamimu agar mau membantu Rena keluar dari penjara. Saat ini hanya dia yang bisa membantu anak saya. Saya tidak tahu harus mencari bantuan kepada siapa lagi. Saya sudah tidak mampu membayar pengacara untuk membantu Rena. Tolong nak...." Rengek ibu itu yang ternyata adalah ibu dari Rena, mantan kekasih dari suaminya.


" Jadi... Anda adalah,,,"


" Tutup mulut mu itu ! Sudah ku bilang. Aku tidak Sudi membantu putrimu yang kotor itu !" Bentak Alfian murka.


" Mas... Kenapa marah... Jangan berbicara seperti itu dengan orang tua !" Ucap Sandra yang polos.


" Ayo Bu... Kita duduk di sana." Ajak Sandra lembut. Dia memang tidak suka dengan Rena, apalagi saudara sepupunya juga sudah menculik dan hampir melecehkannya untuk balas dendam kepada suaminya. Tapi melihat seorang ibu sampai bersimpuh demi sang anak, membuat hati Sandra sedikit luluh. Biar bagaimanapun, orang tua tidak boleh di perlakukan seperti itu.


" Sayang... Kamu apa-apaan ?! Jangan langsung baik dan percaya begitu saja dengan orang yang kamu temui. Dia ibunya Rena... Dan kamu tahu sendiri... Seluruh keluarganya berniat jahat kepada kita. Jangan sampai kita tertipu lagi seperti kejadian Tian kemarin !" Ucap Alfian mengingatkan. Dirinya yang sudah hafal betul dengan latar belakang keluarga Rena menjadi geram dengan seluruh anggota keluarganya. Terlebih setelah dia sadar jika ternyata selama ini Rena hanya memanfaatkan dirinya karena kaya.


" Saya mohon Al... Tolong bibi kali ini saja. Bibi janji setelah ini bibi akan bawa Rena pergi jauh dari kehidupan kalian." Ucap Ibu Rena memohon.


" Tolong nak.... " Bujuk Ibu Rena sambil menggenggam tangan Sandra dengan erat.


" Sabar dulu ya bu. Biar saya coba bicara sebentar dengan suami saya." Ucap Sandra masih lembut. Karena memang sejak dulu kedua orang tuanya mengajarkan agar selalu menghormati orang yang lebih tua.


" Mas, bisa bicara sebentar ?" Tanya Sandra kemudian beranjak dan menghampiri suaminya.


" Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi sayang ! Aku tidak mau membantunya titik !" Kekeh Alfian.


" Mm... Tapi mas... "


" Please, aku suamimu Sandra.... Dengarkan kata-kata ku. " Sela Alfian lagi.


Sandra menunduk sedih mendengar suaminya tetap tidak mau membantu ibu Rena. Tapi dia juga tidak bisa membantah lagi karena memang Alfian adalah suaminya.


" Ibu, maafkan saya. Kali ini Mas Al masih sangat emosi. Mungkin setelah mereda emosinya saya nanti bisa coba bujuk lagi." Kata Sandra lirih.


" Baiklah nak. Saya pergi sekarang kalau begitu. Tapi ibu mohon, tolong bujuk lah suamimu. Saya benar-benar tidak tahu lagi harus kepada siapa meminta bantuan. Sedangkan hanya Alfian yang dulu sudah saya anggap seperti anak sendiri yang dekat dengan keluarga saya." Ucap Ibu Rena sedih.


Sandra hanya membalasnya dengan mengangguk kecil lalu mengantarkan Ibu Rena sampai keluar pintu.


Ceklek


Begitu pintu tertutup, Ibu Rena segera menghapus sisa air mata di wajahnya sambil tersenyum miring.


" Sepertinya gadis bodoh itu bisa aku jadikan alat. Huh, dasar gadis kampungan. Bagaimana bisa dia mengalahkan anakku yang cantik jelita. Lihat saja nanti, setelah bebas dari penjara akan ku pasti putriku bisa merebut Alfian kembali !" Gumam Ibu Rena lalu pergi meninggalkan hotel itu dengan siasat liciknya.


Sedangkan di dalam ruangan. Alfian terlihat cemberut memandang istrinya yang entah lugu atau bodoh.


" Mas... ?"


" Hm."


" Mas marah ?" Tanya Sandra.


Alfian tidak menjawabnya karena masih tidak suka dengan apa yang di lakukan oleh Sandra.


" Aduhhh, gantengnya suamiku yang lagi marah..." Goda Sandra.

__ADS_1


Alfian tetap tidak bergeming.


" Mass, maaf...." Rengek Sandra manja.


" Sandra... sebenarnya apa yang kamu lakukan ? Sampai kapan pun aku tidak akan pernah membantu ibunya Rena. Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah mengusik keluarga ku !" Kata Alfian tegas.


" Iya sayang... Maaf, Aku hanya kasian melihatnya. Dia hanya lah orang tua yang sedang mengkhawatirkan anaknya. Lagi pula, mungkin sekarang di penjara sana Rena sudah menyadari kesalahannya dan bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi." Kat Sandra.


" Orang seperti itu tidak akan pernah bisa berubah ! Sejak dulu, dia sangat gila harta dan popularitas.. Sekarang tanggung sendiri akibatnya !" Cecar Alfian.


" Jangan begitu mas, kita gak boleh berburuk sangka dengan seseorang. Apalagi dulu.... Dulu kamu sangat mencintainya."


" Tapi dia tidak pernah benar-benar mencintai ku ! Dia hanya mempermainkan ku dan memanfaatkan kekayaan ku !" Geram Alfian galak.


Sandra sudah tidak berani berkata lagi melihat suaminya begitu emosi. Jika di ladeni yang ada mereka hanya akan bertengkar. Dan Sandra tak ingin hal itu terjadi.


Untuk mencairkan suasana Sandra segera membuka tas ransel yang sejak tadi dia gendong.


" Mas, aku bawain kue bawang kesukaan mas... Tadi aku mampir dulu ke toko oleh-oleh.. Sengaja mau beli ini ." Kata Sandra dengan mode ceria seperti biasanya.


Alfian yang melihat Sandra berusaha merayunya agar tidak marah lagi, akhirnya luluh setelah melihat istrinya sangat ceria dan perhatian kepadanya.


" Kenapa gak ngabarin dulu kalau mau ke sini ?" Tanya Alfian.


" Niatnya kan mau kasih kejutan... Eh gak taunya malah aku yang terkejut..." Omel Sandra dengan ciri khasnya.


" Sudahlah, lupakan kejadian tadi. Sini, aku mau kamu suapin aku." Pinta Alfian.


" Hm,, modus .."


" Biarin, modus juga sama istri sendiri."


" Iya...iya... Sini buka mulutnya...."


" Aaaa....." Alfian membuka mulutnya siap memakan kue bawang dari tangan istrinya.


" Aemmm... enaknya...." Kata Sandra setelah kue bawang itu masuk ke dalam mulutnya sendiri.


" Kok gitu sih ... ? Berani ya ngerjain suaminya ! Sini ,aku akan menghukum mu !"


" Aaa... Stop, jangan mas !" Teriak Sandra saat Alfian tanpa permisi mencium dirinya.


" Kenapa ?" Tanya Alfian.


" Ini kan di kantor mas... Kalau ada yang masuk terus lihat gimana ?!"


Alfian tersenyum mendengarnya.


" Tenang saja, tidak ada yang berani masuk sebelum ketuk pintu selain kamu. Lagi pula.... Di sini juga ada kamar..." Bisik Alfian sambil mengerlingkan sebelah matanya.


" Ck... Mas... Aaku...!" Sandra baru mau proses ketika Alfian langsung membopongnya dan membawanya masuk ke dalam kamar di ruangan itu.

__ADS_1


__ADS_2