Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Kembali ke Apartemen


__ADS_3

Selesai mereka mandi, Sandra dan Alfian segera pergi dari motel itu. Sandra terkejut dan malu saat Alfian tiba-tiba saja membopongnya dari kamar hingga masuk ke dalam mobil. Beberapa orang menatap mereka keheranan. Sandra menunduk malu dan bersembunyi di dada bidang suaminya. Tentu saja dia malu menjadi bahan tontonan seperti itu. Tapi dia juga sangat senang karena Alfian sangat perhatian kepadanya. Apalagi dia masih sedikit kesulitan saat berjalan karena nyeri dan perih di inti perutnya.


Sejak keluar dari kamar mandi tadi, dia tidak berani menatap wajah Alfian. Dia masih malu dengan kejadian semalam.


" Kenapa diam saja ?" Tanya Alfian melirik Sandra.


Sandra menggeleng pelan.


Alfian tersenyum melihat istrinya itu malu-malu dan berubah menjadi pendiam seperti itu. Jujur saja, dia lebih suka melihat Sandra yang bawel seperti biasanya.


" Semalam......" Ucap Alfian belum selesai.


" Stop mas, jangan bahas semalam... Aku sangat malu..." Cegah Sandra sambil menunduk.


" Hehehe, oke.. Aku tidak akan membahasnya.. Tapi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada mu." Ucap Alfian tulus.


" Untuk apa ? " Tanya Sandra sambil tetap menunduk.


" Jangan menunduk begitu... Lihat aku ." Kata Alfian.


Sandra kemudian mengangkat kepalanya perlahan dan menatap Alfian yang tersenyum gembira.


" Terimakasih karena tadi malam sudah memberikan hak ku. Ya, meskipun itu bisa dikatakan karena musibah atau apa, yang pasti aku sangat berterima kasih. Mulai sekarang kamu milikku seutuhnya." Ucap Alfian.


Sandra menjadi semakin tersipu mendengarnya.


" Sudah ku bilang jangan bahas itu mas.Aku malu... Oya , terimakasih karena sudah menolong dan datang tepat waktu. Semalam aku sangat takut." Ucap Sandra. Tiba-tiba saja matanya berkaca-kaca mengingat kejadian semalam.


" Aku tidak menyangka jika Dokter Tian...Dia .. Dia..."Isak Sandra kemudian.


" Sudah jangan menangis, aku sudah memberinya pelajaran. Dia tidak akan berani mengganggu hidup kita lagi." Ucap Alfian menenangkan.


" Maaf, harusnya dari awal aku menuruti perintah mas agar tidak dekat-dekat dengannya." Ucap Sandra sambil menyeka air matanya.


" Tidak perlu minta maaf. Sudah seharusnya aku melindungi mu. Lain kali patuhi saja permintaan ku agar hal seperti ini tidak terulang lagi." Balas Alfian kemudian meraih tangan Sandra dengan tangan kirinya lalu mengecupnya sekilas kemudian kembali fokus menyetir.


Ada rasa haru dan bahagia di hati Sandra, saat Alfian memperlakukannya seperti itu.


" Tersenyumlah... Jangan pasang wajah jelek seperti itu !" Ucap Alfian saat melihat Sandra kembali berkaca-kaca.


" Mas Al !" Teriak Sandra yang menjadi kesal.

__ADS_1


" Hehehe... Makanya jangan menangis, jangan cemberut dan jangan bersedih... Aku tidak suka melihatnya." Kata Alfian lagi.


Sandra tersanjung mendengar ucapan Alfian seperti itu, Dirinya tersenyum malu sambil mengalihkan pandangannya ke kaca jendela mobil agar Alfian tidak melihat wajahnya yang kembali memerah.


" Sekarang kita cari sarapan dulu." Ucap Alfian.


Tidak berapa lama kemudian Alfian berhenti di depan sebuah restoran.


" Kamu tunggu saja di sini. Aku hanya sebentar." Kata Alfian.


" Iya mas." Ucap Sandra patuh.


Alfian tersenyum mendengarnya. Lalu bergegas masuk ke dalam restoran.


Lima belas menit kemudian Alfian sudah kembali ke dalam mobil.


" Kita sarapan di apartemen saja. Hari ini, aku yang akan melayanimu. Kamu... Mm..., pasti masih merasa tidak nyaman. Jadi jangan lakukan hal apapun hari ini." Ucap Alfian sambil menyetir.


Sandra tidak menjawab apapun. Entah kenapa sikap Alfian yang sangat perhatian begini membuatnya merasa nyaman dan sangat dihargai.


" Mas gak kerja ?" Tanya Sandra kemudian.


Alfian menggelengkan kepalanya.


" Mungkin. " Jawab Alfian.


" Mas gak kerja gara-gara aku ya ?" Tanya Sandra tidak enak.


" Tentu saja tidak, Mas gak kerja karena memang ingin saja berdua dengan mu hari ini. Lagi pula seluruh badanku terasa tidak nyaman. Mungkin karena sudah lama tidak berolahraga malam." Ucap Alfian santai.


" Ohh... Jadi,dulu mas sering melakukannya ?" Tanya Sandra berubah sedih.


" Hah ? " Ucap Alfian yang baru sadar dengan perkataannya barusan.


" Emm... Itu... Ah , lupakan saja... " Ucap Alfian tergagap.


Sandra menjadi semakin sedih mendengar jawaban dari Alfian. Ada rasa marah dan tidak terima dalam hatinya kala mengetahui jika suaminya bukan kali pertamanya tidur dengan seorang perempuan. Tapi Sandra tidak bisa meluapkannya karena memang itu kejadian lama saat suaminya belum bertemu dengan dirinya.


Tiba-tiba saja mobil sudah berhenti dan Alfian meraih dan menggenggam kedua tangannya dengan erat.


" Sandra... Dengarkan ucapan ku. Aku memang bukan pertama kalinya melakukan hal itu. Aku akui, dulu aku sudah pernah melakukannya dengan Rena. Tapi, itu hanyalah masa lalu. Setiap orang pasti punya masa lalu, baik itu hal baik atau pun hal buruk. Tapi aku berjanji, mulai sekarang dan seterusnya, aku hanya akan melakukannya dengan mu. Dengan istriku.. " Ucap Alfian bersungguh-sungguh.

__ADS_1


" Mm... Maaf mas, aku yang salah. Tidak seharusnya aku bersikap seperti barusan. Mas benar , setiap orang mempunyai masa lalu. In Sha Allah aku menerima mas apa adanya." Balas Sandra sambil menundukkan lagi.


" Terimakasih... " Sahut Alfian lalu memeluk Sandra dengan erat.


" Aa... Sudah mas... Nanti tidak sampai-sampai ke apartemen. Aku sudah lapar." Ucap Sandra mencoba melepaskan pelukan Alfian.


" Baiklah... " Balas Alfian kemudian kembali mengemudikan mobilnya sambil tangan kirinya tetap menggandeng tangan Sandra.


Keduanya saling melirik sambil tersenyum malu-malu. Padahal mereka bukan lagi pengantin baru, tapi ...Ah begitulah... Mereka terlihat seperti sepasang pengantin yang masih hangat-hangatnya.


Akhirnya mereka sampai juga di apartemen. Setelah membopong Sandra ke kamar, Alfian segera menyiapkan makanan yang tadi dia beli dari restoran. Dia sengaja'menyuruh Sandra untuk menunggu saja di dalam kamar.


" Aku malah merasa seperti orang sakit beneran sampai makan pun harus di tempat tidur." Keluh Sandra sambil mengunyah makanannya.


" Hehehe... Sekali-sekali tidak apa-apa. Kan tadi aku sudah bilang, hari ini aku yang akan melayanimu. " Sahut Alfian terkekeh.


" Ck... Lagian aku gak kenapa-kenapa mas... Hanya sedikit perih saja .. " Ucap Sandra berdecak.


" Iya... tapi tetap saja itu tidak nyaman. Kamu harus segera pulih karena..." Alfian sengaja tidak melanjutkan omongannya sambil melirik ke arah Sandra.


" Karena apa mas ?" Tanya Sandra penasaran.


" Karena jika sudah tidak sakit... Aku ingin lagi." Ucap Alfian sambil tersenyum dan menarik turunkan kedua alisnya.


" Mas Alllll !!! Masih sakit tau ! "Teriak Sandra lagi.


" Hehehe... Iya-iya.. Makanya kan tadi mas bilang supaya pulih dulu...." Jawab Alfian tersenyum nakal.


Sandra melotot tidak percaya, ternyata pria dingin dan angkuh di depannya itu, juga bisa terlihat nakal dan menjengkelkan.


" Aku baca-baca di internet, besok juga sudah pulih... Nanti akan ku belikan salep untuk mengurangi rasa perih dan bengkaknya. Itu berarti, besok malam..... sudah bisa..." Lanjut Alfian dengan senyum nakalnya.


Sandra melongo mendengarnya. Sampai segitunya suaminya itu mencari tahu lewat internet. Bahkan dia tidak tahu kapan Alfian memegang ponsel dan mencari tahu tentang semua itu.


" Dasar laki-laki !" Batin Sandra sambil menyuapkan makanan ke mulutnya dengan kesal.


Selesai makan, Alfian minta izin ke ruang kerjanya. Ada pekerjaan penting yang harus dia lakukan. Sedangkan Sandra yang merasa seluruh tulang di tubuhnya remuk, memilih untuk kembali tidur. Tapi sebelum tidur, dia mengaktifkan kembali ponselnya yang kemarin Dokter Tian rebut.


Drt Drt Drt...


Ada banyak pesan masuk dari Neta dan Nurul. Keduanya sangat mengkhawatirkan dirinya. Pasti Nurul tahu lewat Arkha yang memberitahunya. Siapa lagi kalau tidak.

__ADS_1


Sandra segera membalas pesan mereka. Dan memberi tahu jika dirinya baik-baik saja. Begitu Sandra mengirimkan balasannya. Ponselnya langsung berdering.


Ada panggilan telepon masuk dari Nurul.


__ADS_2