Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Pikiran Masing-masing


__ADS_3

Setelah kepergian Alfian, Sandra tertegun melihat sekelilingnya.


Sandra tidak tahu dia berada di mana.


Sekian menit Sandra tertegun akhirnya dia mulai panik. Dia berjalan lurus saja berharap sampai ke jalan atau daerah yang dia tau.


Semakin jauh , Sandra justru semakin bingung karena terlalu banyak jalan berbelok. Di tambah hari yang sudah mulai larut membuat jalanan sepi . Sandra mulai ketakutan. Sebenarnya Sandra sudah memesan ojek online dan taxi online tapi tak kunjung ada yang datang. Mungkin karena hari sudah terlalu malam.


" Tuan Al sialan .. tega sekali sama perempuan. Meski sebenci apapun dengan ku harusnya dia menyisakan sedikit hati nuraninya sebagai sesama manusia ! " Omel Sandra.


Sandra berusaha mencari bantuan. Dia menelepon Nurul, tapi entah mengapa handphone Nurul tidak bisa di hubungi. Sandra semakin panik. Dia duduk di tepi jalan di bawah sinar lampu jalanan.


" Aduh gimana ini, Nurul pasti sudah tidur jam segini. Huaaa Sandra.... apes banget sih kamu ! " Ucap Sandra bermonolog sendiri.


Sandra semakin panik karena tidak ada yang bisa dia mintai tolong. Tiba-tiba dia teringat dengan Gilang. Ya, akhirnya Sandra memutuskan untuk menelpon Gilang, karena yang tau hubungannya dengan Alfian hanya Nurul dan Gilang,jika menelpon teman yang lain pasti mereka akan bertanya dari mana dan kenapa bisa sampai tersesat di sini.


" Halo , ya Sandra ? " Tanya Gilang setelah mengangkat telponnya.


Kemudian Sandra menceritakan apa yang terjadi. Setelah memberikan petunjuk di mana dia berada Gilang menyuruhnya menunggu .


" Jangan khawatir , aku akan segera kesana. " Tutup Gilang.


Di tempat lain Alfian kesal mengingat perkataan Sandra .


" Gadis itu benar-benar berani . Lihat saja nanti, akan ku buat hidupmu semenderita mungkin ." Batinnya.


" Tapi.... bagaimana jika dia tersesat ? " Lanjutnya sambil melihat jam di tangan.


" Sudah hampir jam sebelas . Bagaimana jika terjadi sesuatu pada gadis udik itu ? Benarkah dia bisa pulang sendiri " ?

__ADS_1


" Sialll ! Menambah beban ku saja. Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya papa pasti marah besar. ! " Umpat Alfian. Meski kesal Alfian tetap berputar arah dan kembali menyusuri jalan dimana dia tadi meninggalkan Sandra.


Terlihat Sandra menunduk takut saat ada beberapa pemuda berjalan sambil menggoda melewatinya. Untung saja mereka hanya sebatas menggoda dan pergi berlalu. Sandra sangat takut sekarang. Berharap Gilang atau seseorang yang dia kenal datang menolongnya.


Sandra duduk memeluk kedua lututnya dan mulai terisak . " Ibu, maafin Sandra. Kalau saja Sandra ingat nasehat ibu dan mengalah padanya Sandra tidak akan begini saat ini. Kalau saja Sandra bisa mengontrol emosi Sandra... ibu... Sandra takut." Ucap Sandra di sela isaknya.


Cukup lama Sandra terisak sendiri hingga lampu terang sebuah mobil menyorotinya. Sandra yang kaget dan silau melindungi kedua matanya dengan lengan.


" Sandra ...!! " Teriak Gilang.


" Mas Gilang ... ! " Kata Sandra setelah mengetahui jika Gilang yang datang.


Sandra berlari dan langsung memeluk Gilang . Bersyukur karena akhirnya ada seseorang yang menolongnya.


" Sudah , hentikan tangisanmu, ayo aku antar pulang. " Ucap Gilang lembut. Sandra hanya mengangguk dan menurut saat Gilang menuntunnya masuk ke dalam mobil.


Segera dia mengurungkan niatnya turun dari mobil dan melihat apa yang terjadi.


Saat tau siapa yang datang menolong Sandra , Alfian sudah mulai kesal lagi. Apalagi Sandra langsung berlari dan memeluknya. Entah kenapa Alfian merasa sangat kesal.


" Harusnya aku tidak perlu buang-buang waktu, sudah pasti gadis udik itu menelpon kekasihnya ! " Batin Alfian marah sambil berputar arah lagi .


" Gadis kecil itu sangat licik dan pintar. Pura-pura terpaksa menerima perjodohan brengsek ini tapi asik berhubungan dengan pria lain. Dia anggap aku ini apa ! " Kesal Alfian yang merasa di rendahkan.


Sesampainya di depan pintu gerbang kos. Gilang menurunkan Sandra. Setelah membukakan pintu untuk Sandra dia menggandeng Sandra dan menuntunnya hingga ke pintu gerbang.


" Jangan takut lagi , kita sudah sampai. Masuk dan istirahatlah. " Kata Gilang lembut.


" Baik mas, terimakasih . Aku gak tau akan seperti apa jika mas gak datang . " Ucap Sandra sedih.

__ADS_1


" Jangan begitu, mas senang karena kamu menghubungi mas. Mas juga senang bisa mengantarmu pulang. Sudah , masuk dan istirahat sana. " Pinta Gilang lagi.


Setelah Sandra masuk, wajah Gilang yang tadinya lembut berubah geram . Kemudian dia masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.


" Keterlaluan kamu Al" Batinnya.


" Sudah ku ingatkan kamu, setiap luka yang akan kamu berikan kepada Sandra, dengan senang hati aku akan mengobatinya. Dengan begini akan lebih mudah bagiku mendapatkannya." Lanjut Gilang yang kemudian berubah tersenyum.


Hari sudah sangat larut ketika mereka sampai di rumah masing-masing.


Sandra masih belum tidur . Dia masih kesal dan takut dengan apa yang baru saja terjadi. Menurutnya , selain sombong dan angkuh Alfian sama sekali tidak punya hati nurani. Entah kenapa Sandra semakin enggan untuk melanjutkan pernikahan.


" Bapak, harusnya bapak juga mengenal anaknya dulu sebelum menyetujui perjodohan ini. " Ujar Sandra.


" Ini sangat berat .. bisakah aku hidup dan bertahan dengan orang seperti itu ? Aaa... Kalau saja Tuan Al bisa di tukar , akan aku tukar dengan mas Gilang. Mas Gilang beneran laki-laki paket komplit. Dah baik, humoris, sabar, ganteng pula. " Lanjut Sandra.


" Tapii.... hish apaan sih. Ingat kata ibu Sandra. Kamu sudah tunangan, sudah punya calon suami. Tidak boleh dekat-dekat dengan pria lain , apa lagi memberi harapan. Huaa ibuuu ..... baru juga ada laki-laki baik yang suka sama Sandra. Tapi Sandra justru harus nikah sama orang yang membenci Sandra !!" Teriak Sandra di kamar.


Sedangkan Alfian berbaring di tempat tidurnya . Sekelebat bayangan saat Sandra memeluk Gilang kembali muncul di depan matanya.


" Benarkah Gilang sangat menyukainya ? Seistimewa itukah gadis udik itu untuknya ? "


" Kalau mereka saling menyukai , bagaimana caranya aku bisa membatalkan pernikahan ini ? Akan semakin rumit kedepannya berselisih dengan Gilang. Tapi kalau aku membatalkannya ,bukan hanya ancaman papa yang akan terjadi, tapi Gilang akan merasa menang dariku. Dan gadis itu juga akan terbebas dariku dengan mudah. Sedangkan dia sudah meremehkan diriku, menghinaku tanpa takut dan bermain-main dengan hubungan ini. Sebagai anak yang berbakti seharusnya dia tidak asal dekat dengan pria manapun setelah memiliki tunangan . Harusnya dia tau batasannya.Ibunya pun sudah menasehatinya. Aku tidak cemburu , mana mungkin.. hanya saja aku merasa gadis kecil itu terlalu meremehkan diriku !!! Ucap Alfian.


Di sisi lain Gilang berlari masuk ke dalam apartemennya. Kemudian duduk di sofa sambil tersenyum senang.


" Setelah Sandra menerima cintaku , tinggal membatalkan pernikahan dan aku yang akan menggantikannya. Sedikit , tinggal sedikit lagi. Aku tidak perlu berbuat apapun untuk membuatnya jatuh cinta padaku. Biarlah saat ini dia terluka sedikit karena ulah Alfian, dengan begitu aku yang akan selalu ada untuknya ,datang menolong dan membuatnya merasa aman bersamaku ,maka dengan sendirinya dia akan membuka hatinya untukku. Baiklah , tidak perlu memakai cara kasar seperti kemarin, ikut , nikmati saja alurnya. " Kata Gilang bahagia.


Malam itu , Sandra, Alfian dan Gilang sulit untuk tidur .. termenung dengan pikiran masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2