Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Kencan yang Gagal


__ADS_3

Gilang sudah menunggu di luar restoran saat Sandra keluar.


Sesaat mereka saling beradu tatap , kemudian Sandra melengos karena risi dan masih marah dengan kejadian tadi siang.


Berbeda dengan Gilang yang malah senyum-senyum melihat tingkah Sandra yang malu dan marah. Gilang berjalan mendekati Sandra..


" Kenapa gak ganti dengan baju yang aku kasih tadi ? " Tanya Gilang.


" Ogah !" Jawab Sandra ketus sambil buang muka.


" Kamu marah gara-gara aku cium tadi ? " Gilang sengaja menggoda Sandra.


Dah tau aku marah ,malah nanya ! Batin Sandra.


" Maaf deh, sebagai gantinya aku traktir makan malam .. Aku juga ingin menunjukkan sesuatu padamu ." Kata Gilang.


Sandra diam saja.


" Waahh hari ini ada yang gajian nih , pantesan diem, takut ada yang minta ya ?? " Goda Gilang.


" Gilang, gak lucu ! " Kata Sandra .


" Lhoh ,kan emang aku gak ngelawak "


" Gilaaaaaaaaangggg,,,, ,bodo ah , aku mau balik ! " Seru Sandra melangkah melewati Gilang. Namun Gilang segera menarik tangan Sandra dan Sandra yang kaget karena tiba-tiba ditarik, jatuh menabrak dada bidang Gilang . Dengan sigap Gilang menangkap tubuh Sandra, sesaat Gilang dan Sandra saling beradu tatap lagi, setelah sekian detik Sandra mendorong tubuh tegap Gilang.


" Kamu sengaja ya ! " Bentak Sandra.


Gilang yang juga tersadar hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Maaf " Ucap Gilang.


" Enggak , awas aku mau pulang ! " Sandra menepis tubuh tegap Gilang . Tapi justru tangan Gilang memegang tangannya kembali.


" Lepas Gilang, aku capek ! " Ketus Sandra.


" Sandra aku minta maaf, aku tidak tahu kenapa tadi bisa tiba-tiba mencium mu , " Ucap Gilang lirih.


" Jangan marah lagi ya , aku akan mengantarmu pulang, tapi sebelum pulang tadi siang kamu kan sudah janji sama aku. " Lanjut Gilang.


" Janji ? Aku tidak pernah berjanji atau menjanjikan apapun padamu Gilang ! " Sandra mulai sebal .


" Sandra apa kamu lupa, hari ini hari ulang tahunku, untuk itu aku mengajakmu makan malam bersama. Bukannya tadi siang kamu sudah setuju. " Ucap Gilang.


Sandra berfikir sejenak. Selama ini Gilang sudah baik padanya, saat dia kesusahan, sedih maupun ada masalah dengan bos sablengnya dia selalu membantunya . Tidak enak rasanya jika menolak di saat hari spesialnya. " Okelah , untuk kebaikanmu selama ini , akan aku lupakan kejadian siang tadi. " Batin Sandra.


" Apa hanya kita berdua ? " Tanya Sandra kemudian.


" Iyalah, emang mau sama siapa lagi ? " Gilang balik bertanya.


" Kan ada Syefa ada Lina , ada Fina ada Doni dan yang lain , kenapa hanya mengajakku ?? " Tanya Sandra penuh selidik.


Sandra , kenapa kamu polos sekali sih ,, apa kamu ini benar-benar tidak tahu kalau aku ingin mengajakmu berkencan ! Batin Gilang gemas.


" Mmmmm itu mereka sibuk , aku sudah mengajak mereka tapi mereka menolak.. ," Elak Gilang.


" Menolak ,emang kapan kamu mengajak mereka ? " Ucap Sandra lagi.


" Kenapa jadi banyak tanya sih, udah ayok ." Ajak Gilang yang semakin bingung ingin menjawab apa.


Sandra celingukan.


" Sepeda motor ku di mana ? " Tanya Sandra gusar.


" Ohh ,sudah di amankan sama security, tadi aku yang memintanya " Ucap Gilang.


" Security, bagaimana bisa ? Ini kuncinya masih aku bawa , " Sandra semakin bingung dan mengeluarkan kunci sepeda motor dari dalam tasnya.


" Udah gak usah banyak tanya , ayo naik " Ajak Gilang.


" Naik ? naik apa ? mana sepeda motor mu ? "


" Naik mobil Sandraaaa, kau ini banyak sekali bertanya " Ujar Gilang gemas, sambil membukakan pintu mobil .


" Mobil ?? Banyak tanya ? Bagaimana aku gak banyak tanya kalau kamu terus membuatku bingung ." Sandra masuk ke dalam mobil sambil cemberut dan menggerutu. Entah kenapa Sandra merasa banyak sekali yang dirahasiakan Gilang kepadanya.


Sandra masih menggerutu sambil bersandar di kursi dan menghadap ke arah luar jendela mobil.

__ADS_1


" Kau itu aneh, aku mulai curiga padamu !" Ucap Sandra.


Gilang hanya diam dan fokus melajukan mobilnya.


" Setiap hari aku perhatikan kamu selalu datang memakai mobil yang berbeda-beda, dan itu pun mobil mewah semua ." Lanjut Sandra.


Selama ini Sandra selalu bertanya-tanya dan baru kali ini dia berani mengungkapkan apa yang di pikirkan olehnya.


" Ini mobil milik bosnya kakakku ." Kilah Gilang yang mulai tidak nyaman.


" Ya ya ya... mobil bosnya kakak mu, kamu pikir aku sebodoh itu ?? Lalu dimana kakakmu ? Enak banget ya jadi supir pribadi. Bisa bawa pulang mobil mewah gonta ganti dan ditinggal setiap hari sampai bisa kamu pakai sesuka hati . Dari pagi sampai malam pulang kerja. Kakakmu di mana kalau mobilnya kamu pakai terus ? Kan aneh ? " Tuntut Sandra.


Gilang tersudut, wajahnya mulai panik . Dia pura-pura tetap fokus menyetir padahal sebetulnya saat ini dia sangat gugup.


" Sandra, aku tidak bisa mengendarai sepeda motor ." Ungkap Gilang lirih, diliriknya Sandra yang kaget dengan jawaban darinya.


" Gak bisa naik motor ?? kok bisa ?? " Tanya Sandra.


" Oke, mungkin sudah waktunya untuk jujur . " Pikir Gilang.


Beberapa menit kemudian Gilang memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan yang sepi. Setelah berhenti dia diam beberapa saat, kemudian menatap wajah Sandra dengan lekat.


" Sandra, sebetulnya ini mobilku. " Gilang berhenti sejenak ingin melihat reaksi Sandra.


" Mobilmu ?? " Tanya Sandra bingung.


" Ya, semua mobil yang aku pakai dan pernah kau lihat itu semua mobilku. " Lanjut Gilang. Dia mengamati Sandra, namun gadis itu tidak bergeming sedikitpun.


" Kau pembohong ! " kata Sandra kemudian.


" Dengarkan aku dulu Sandra , aku minta maaf ,tapi aku tidak ada niat buruk sama sekali . " Ucap Gilang.


" Tetap saja kau pembohong, jangan bilang kau pura-pura juga bekerja di restoran itu. " Tanya Sandra yang mulai tersulut emosi.


" Tidak , aku tidak berbohong, aku memang bekerja di sana , tapi aku mengenal Al , dia temanku. " Ucap Gilang lirih. Hatinya bergetar. Entah kenapa dia merasa takut . Takut jika Sandra menilai buruk dirinya dan menjauh dari dirinya.


Sandra melengos . Begitu banyak kebohongan pada diri Gilang. Dia merasa sangat bodoh di sini. Ternyata Gilang berteman dengan Tuan Alfian. Orang yang selama ini selalu menindas dan menghinanya.


" Lalu untuk apa kau bekerja di sana ?" Ucpanya dingin. Mana mungkin orang kaya mau bekerja sebagai pelayan kalau tidak ada maksud tertentu. Pikir Sandra.


" Sandra , maafkan aku, jangan marah dulu , aku mohon. " Pinta Gilang khawatir.


" Sandra , seharusnya aku mengatakan semua ini nanti , nanti saat kita sedang menikmati makan malam berdua. " Gilang memecah kebisuan yang tercipta.


" Jujur aku bekerja di sana karena aku mengikutimu , tapi aku tidak pernah ada niat buruk padamu. Suer. " Ucap Gilang buru-buru.


" Apa kau ingat ? Saat terakhir kamu pulang ke kampungmu. Saat sedang mengendarai motor, tiba-tiba kamu berhenti ditengah jalan." Ucap Gilang


Sandra pun mencoba mengingat kejadian malam terakhir dia pulang ke kampung .


" Kau menolongku, menyelamatkan nyawaku, saat itu kamu menarik ku dari jalanan saat aku sedang mabuk , ya Sandra , saat itu aku baru keluar dari sebuah club malam . Aku mencari mobilku . Karena terlalu mabuk , aku tidak sadar jika aku justru berjalan ke tengah jalan raya. Untung saat itu kamu segera datang . " Gilang menarik nafas panjang.


Sedangkan Sandra mulai mengingat kejadian itu lagi.


" Awas mas , minggir ... !" Teriak Sandra dari perempatan lampu merah.


Dilihatnya seorang pria berjalan sempoyongan ke tengah jalan. Gawat bentar lagi lampu hijau . Tin.. tin tin.....


Sandra dan beberapa pengendara yang lain berusaha membuat pria itu tersadar namun pria itu tak kunjung mendengar dan justru semakin berjalan sempoyongan ketengah jalan.


Sandra maju ke depan , berhenti tepat di depan pria itu dan menariknya ke tepi jalan . Tepat saat lampu berwarna hijau dan kendaraan berlalu lalang kembali. Dengan kesal beberapa pengendara mengumpat ke arah mereka. Mereka kesal ada sepeda motor berhenti mendadak di tengah jalan . Untung saja mereka tidak menubruknya.


Sandra yang saat itu shock dan takut sedikit lega melihat sepeda motornya masih utuh. Sandra yang menggigil ketakutan langsung melepaskan tangan pria yang tadi dia tarik tanpa menoleh sedikitpun . Beberapa orang di sekitar kejadian membawa pria itu ke tempat yang lebih aman.


" Yang penting pria ini sudah aman. " Batinnya.


Sandra berlari menghampiri sepeda motornya dan kembali melaju, sedangkan pria yang di bawa orang-orang tadi tidak bisa melihat siapa orang yang telah menyelamatkannya, namun dia masih bisa mengingat plat nomor kendaraan yang dikendarai orang tersebut.


" Jadiii....... "


" Iya Sandra , aku pria itu, aku berhutang nyawa padamu. Kalau kau tidak menyelamatkan ku waktu itu , mungkin aku sudah mati konyol. " Potong Gilang.


" Sejak hari itu , setelah aku sadar, aku menyuruh orang untuk mencari siapa pemilik sepeda motor itu, dan dengan cepat aku menemukanmu. Aku menemukanmu dihari selanjutnya, saat kamu pulang ke tempat kos temanmu dan aku senang saat tau kamu juga akan kos di sana , kemudian aku mengikuti mu , aku semakin senang saat tau ternyata kamu bekerja pada temanku Al, maka dari itu dengan mudah aku masuk bekerja di sana. " Jelas Gilang .


Entah Sandra harus senang, marah ,atau kecewa mendengar semua itu . Pengakuan Gilang sulit sekali diterima akal sehatnya.


" Apa tujuan mu ! " Ucap Sandra kemudian.

__ADS_1


Hatinya masih belum bisa percaya sepenuhnya. Setelah banyak kebohongan Sandra tidak ingin ada kebohongan lagi .


" Awalnya aku hanya ingin berterimakasih . " Ucap Gilang


" Namun semakin hari , aku semakin tertarik padamu. Aku rasa aku menyukaimu ." Lanjutnya.


" Aku menyukaimu Sandra, aku ingin melindungi mu, bahkan saat aku mengetahui Al memperlakukan mu seenaknya , aku sangat marah, aku tidak terima. " kata Gilang jujur.


" Huh, haruskah aku percaya padamu ?? Setelah sekian banyak kebohongan yang kamu lakukan padaku ? Kau sama saja dengan temanmu itu, sama-sama kejam ! " Sandra sudah tidak bisa mengontrol emosinya lagi.


" Tapi yang barusan aku katakan tidak bohong Sandra, aku jujur , aku jujur tentang perasaanku yang sebenarnya padamu ." Ungkap Gilang yang juga sudah mulai berteriak, dia mencoba meyakinkan Sandra .


" Dari rasa ingin berterima kasih, rasa kagum , kemudian rasa ingin melindungi mu, aku menyukaimu Sandra, aku sayang kamu. " Gilang berusaha menatap mata yang dari tadi menghindarinya.


Sandra tak bergeming, Pengakuan Gilang justru semakin membuatnya tidak percaya. Apa yang didengarnya hanya seperti sebuah lelucon. Sandra mengaggap Gilang dan Al pasti bersekongkol , bekerja sama membohonginya.


" Aku menyayangimu Sandra." Ucap Gilang melunak . Di raihnya kedua tangan Sandra .


" Apa bisa kamu memaafkanku dan maukah kamu menerimaku ?? Sebagai kekasih mu . " Gilang sangat berharap saat ini.


Tentu saja Sandra terkejut, dia tidak menyangka Gilang akan menyatakan perasaannya kepadanya. Mendengar pengakuan darinya saja ,Sandra masih begitu shock. Terlebih ini pengakuan tentang perasaan.


" Sandra ?? " Kata Gilang lembut.


Sandra segera sadar dari lamunannya. Dia bingung, bingung harus menjawab apa. Memang betul dia merasa bersyukur ada Gilang yang selama ini menemani dan membantunya. Gilang juga ramah humoris dan baik . Tapi disisi lain Sandra teringat kembali dengan perjodohannya. Dan saat ini dia juga sangat marah pada Gilang. Di tariknya kedua tangannya yang sedari tadi di pegang Gilang.


" Maaf Gilang aku gak bisa nerima kamu " Ucap Sandra akhirnya.


" Why ? " Gilang terlihat sangat kecewa. Ditatapnya gadis lencir yang manis di depannya itu. Seolah menuntut jawaban yang lebih jelas.


" Aku gak bisa Gilang, aku gak percaya sama kamu , setelah pengakuan mu barusan dan perasaan sayang ,, kalau kamu di posisiku , bisakah kamu langsung mempercayai perkataan ku ? " Jelas Sandra.


" Lagi pula , aku sudah di jodohkan, besok aku akan pulang dan bertanya langsung kepada bapak ibuku, maaf. " Lanjut Sandra.


Bagai di sambar petir Gilang terkejut bukan main saat mendengar Sandra akan dijodohkan . Rasa tidak terima tiba-tiba merasuk di hatinya.


" Di jodohkan ?? " Tanya Gilang memastikan .


Sandra hanya mengangguk. Belum sempat Sandra menjawab tiba-tiba pintu mobil ada yang mengetuk.


tok tok tok tok... kaca mobil di ketuk dengan keras .. Gilang yang kaget mencoba segera menguasai diri dan kemudian menurunkan kaca mobilnya.


" Kalau mau mesum jangan di sini mas !!" Bentak Pria yang mengetuk pintu.


" Mesum ??? " Teriak Gilang dan Sandra bersamaan .


" Siapa yang mesum Pak. " Timpal Gilang. Sedangkan Sandra menunduk karena kaget dan malu setengah mati , dia tidak berani menatap orang-orang yang mencoba mengintip dari luar kaca.


" Ya siapa lagi kalau bukan kalian ! " Kata suara yang lain.


" Kami tidak mesum pak , SUMPAH !! " Teriak Gilang.


" Halah , sudah ketahuan baru mengelak..! Kamu pikir kami percaya, sering sekali banyak mobil parikr disini dan berbuat yang tidak-tidak disini. " Lanjut pria yang tadi mengetuk kaca mobil.


" Modal dong Pak, mobil mewah penampilan keren wajah juga ganteng tapi mau *** *** di dalam mobil ,di pinggir sawah lagi ! " Timpal yang lain .


Sandra semakin malu , dia sendiri tidak tahu jika mereka berhenti di pinggir jalan dekat sawah yang gelap gulita . Diliriknya Gilang yang mukanya sudah seperti kepiting rebus menahan malu dan marah .


" Sabar Pak, kami tidak seperti itu , ini hanya salah paham saja. " Jelas Gilang , berusaha meyakinkan orang-orang itu.


" Helehhh,mana bisa kami percaya dengan orang seperti kamu, sudah banyak yang bilang begitu saat kami tangkap. " Kata yang lainnya.


" Kurang ajar , Stop !! Dengarkan saya dulu ! " Bentak Gilang kehabisan kesabaran , mereka pun terdiam , takut juga mendengar bentakan dari Gilang yang menakutkan.


" Tadi saya dan istri saya bertengkar karena itu saya parkir di sini dan ngobrol baik-baik. Dan tiba-tiba saja kalian datang. " Bohong Gilang. Dia sengaja bilang istrinya karena kalau bilang pacar bisa lebih panjang urusannya .


" Ooooo istriiii..," Jawab mereka serentak meremehkan.


" Mana buktinya mas ? " Tanya seorang lagi.


" Oke saya buktikan. Tapi kalau sudah ada bukti saya akan menuntut kalian dengan pencemaran nama baik dan tuduhan tak berdasar. Saat ini saya tidak membawa surat nikah atau KTP karena tadi saya buru - buru mengejar istri saya yang sedang marah, tapi sekarang saya akan menyuruh saudara saya mengantarkannya kesini." Ucap Gilang lalu mengambil handphone dan berniat menelfon seseorang.


" Kalau begitu maaf mas , bisa kita selesaikan baik - baik tidak perlu di perpanjang lagi , hanya kesalah pahaman saja , maksud kami hanya baik . Tidak ingin tempat ini menjadi tempat untuk berbuat yang tidak-tidak. " Ucap bapak yang paling dekat dengan Gilang mulai ketakutan dengan ancaman Gilang.


" Ya sudah mas lanjut lagi saja ngobrolnya dengan istri, tapi kalau bisa pindah ke tempat yang lebih ramai , supaya tidak ada yang berprasangka buruk lagi. " Ucap pria yang lain. Pria itu memegang kayu pentung.


" Baik , terimakasih untuk kerja samanya. " Ucap Gilang yang sudah malu dan pura-pura tidak terima kepada mereka.

__ADS_1


Gilang mulai menyalakan mesin mobilnya . Segera Gilang melajukan mobilnya dengan kencang tanpa bersuara. Dia juga tidak berani menatap Sandra yang juga terlihat sangat shock dan malu .


__ADS_2