Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Teman Baru


__ADS_3

" Hai ... "


Sandra mendongakkan wajah ketika mendengar seseorang menyapa dirinya.


" Hai... " Balas Sandra sembari mengernyitkan dahi. Seingatnya, dia belum pernah melihat pria yang berdiri didepannya itu.


" Boleh ikutan duduk ?? " Kata pria itu lagi.


" Boleh, silahkan... " Sandra mengiyakan pria itu duduk semeja dengan dirinya meski terlihat bingung .


Saat ini Sandra tengah menikmati istirahat makan siang dibelakang dapur, entah mengapa Sandra lebih suka menyendiri dan menikmati makanannya di bawah pohon rambutan yang ada di belakang restoran besar itu. Terasa lebih santai dan sejuk untuk sejenak melepas lelah.


" Gilang ... " pria tersebut mengulurkan tangannya kepada Sandra.


" Hehe ..... tanganku kotor .." Ucap Sandra dengan polosnya.


Dia mengangkat kedua telapak tangannya yang belepotan, Sandra memang begitu,selain suka menyendiri dia punya kebiasaan aneh ,Sandra tidak bisa makan tanpa tangan kotor, meski awalnya pakai sendok ,tanpa disadari kedua tangannya akan tetap ikut serta mengobrak abrik makanan dihadapannya. Bu Lastri sering marah melihat tingkah putrinya yang sulit sekali menghilangkan kebiasaan buruknya meski sudah berkali-kali diingatkan.


Pria itu tersenyum. Sandra mengangkat kedua bahunya dan sedikit tersipu malu.


" Dasar ceroboh !!!" Batin Sandra.


"Lanjutkan saja, aku tidak akan mengganggu." Lanjut Gilang.


Sandra yang sedikit kebingungan dan salah tingkah segera menyelesaikan makan dan mencuci kedua tangannya .


" Maaf ,," Ucapnya seraya kembali duduk di kursi.


" Santai saja, Oya ... bisa saya ulang ? Aku Gilang .. " Kata pria berwajah ganteng itu , dia kembali mengulurkan tangannya.


Sandra menerima uluran tangan pria itu dengan singkat.


" Sandra...."


" Karyawan baru .... " Jelas Gilang mengusir kebingungan di wajah Sandra.


" Ooo....... , Oalah ,kirain siapa mas ,habis belum pakai seragam sih, ternyata karyawan baru toh... ,aku juga baru mas,belum lama juga sih .. " Sandra memberi tahu kepada pria bernama Gilang itu.


Setelah itu mereka mengobrol dan terlihat langsung akrab. Menurut Sandra Gilang adalah pria supel yang ramah dan murah senyum .


" Jam makan siang dah habis mas, lanjut kerja yuk , " Ajak Sandra tanpa rasa canggung lagi.


" Kamu duluan saja, aku masih ada perlu sama bos .. aku keruangan kerjanya sebentar " Kata Gilang.


"Oohh, ya udah, hati-hati ya ,bos kita itu kejam lho.. " Sandra berbisik lirih saat mengucapkan hal itu.


Gilang mengangkat satu alisnya tanda tidak mengerti.

__ADS_1


" Aku kasih tau ya .... " Bisik Sandra sambil mencondongkan sedikit tubuhnya.


" Tuan Alfian itu gak banyak bicara, tapi nyeremin, sekali bicara judes, nyakitin hati , dah gitu gak toleran, salah sedikit saja bisa dipecat ........ "


Gilang terlihat hampir tertawa ketika mendengar hal itu,namun segera dia tahan dan hanya tersenyum.


"Tenang saja, aku hanya harus mengenalkan diri, tidak lebih .. " Gilang beranjak pergi , kemudian di ikuti Sandra ..


Mereka masuk ke dapur bersama dan berpisah di depan tangga yang menghubungkan dengan lantai dua dimana ruang Alfian berada.


" Good luck ..." Ucap Sandra memberi semangat kepada teman yang baru saja dia kenal.


Gilang mengangguk dan sedikit berlari menaiki tangga , meninggalkan Sandra sendiri.


" Ehem ,... ehemmmm , ehemmmm ... !! "


Sandra terlonjak, dilihatnya Bu Henny sudah berada dibelakang tubuhnya.


"Eh Bu Henny, ... ,makin syantik aja " Sapa Sandra.


" Alamak, kenapa ni orang dah disini aja sih, kaya jelangkung aja,datang dan pergi sesuka hati tanpa diundang ! " Batin Sandra.


" Ngapain kamu disini ? Ini dah jam kerja, jangan malas-malasan ! " Ketus Bu Henny.


" Enggak kok Bu, anu itu , itu tadi saya mauuu ....anuu .. "


" Mana saya berani bu , gak deh tar bintitan ... Lagian kenapa sih bu, ini juga baru mau ke depan... " Kata Sandra.


"Amit-amit deh ngintip bos kaya gitu, gak penting banget" Lanjut Sandra lirih , yang ternyata Bu Henny mendengarnya .


"Maksudnya ?! " Bu Henny melipat kedua tangannya sambil melotot kepada Sandra.


Sandra melihat ada sinyal kemarahan di suara itu, lebih baik menjauh sebelum terjadi masalah baru lagi.


" Itu, maksudnya .. itu ...saya mauuuu... kembali bekerja Bu, !"


Seru Sandra sambil berlari secepat mungkin menjauh dari Bu Henny.


Sandra kembali melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan cemas, takut Bu Henny mengadu kepada tuan Alfian, secara Bu Henny bisa dikatakan orang nomor dua yang berkuasa di restoran itu.


.......................................................................


Sementara itu di ruangan lain, Gilang duduk santai di sofa yang berada di ruangan Alfian sambil menikmati buah apel itu .


" Sampai kapan aku harus menunggu .... " Ucapnya, dia melirik ke arah Alfian yang tak bergeming dan tetap fokus dengan pekerjaannya.


" Apa yang kamu mau, .... ?" Alfian mendongak sedikit dan kembali sibuk sendiri.

__ADS_1


" Hey boy,, begini kah caramu menyambut teman baikmu ?? " Kata Gilang lagi.


Alfian melirik sekilas.


" Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba kesini untuk menjadi karyawanku, .. aku tau betul kamu, tidak mungkin jika tak ada maksud " Balas Alfian.


Gilang tersenyum..


" Tepat sekali !! hehe ... Aku tertarik dengan salah satu pekerja disini .. " Ucap Gilang terus terang sambil terkekeh.


Alfian mendengus kesal, sudah dia duga .. Gilang merupakan salah satu teman yang lumayan akrab dengan dirinya, bahkan tau sedikit banyak tentang kehidupannya. Mereka juga kuliah ditempat yang sama saat diluar negeri kemarin. Keluarganya dan keluarga Gilang juga bersahabat sejak lama, baik dalam masalah pekerjaan maupun personal.


" Apa tidak ada hal lain di hidupmu kecuali bermain-main dan bersenang-senang ?? " Tanya Alfian.


Gilang kembali terkekeh...


" Tentu saja ada ,sudah aku rencanakan,dan sudah aku mulai, aku akan memulainya dari sini, " Jawab Gilang yakin.


" Jangan pikir aku bodoh, tentu tujuan utamamu ada disini hanyalah perempuan. "


" Mungkin saja, tapi kali ini berbeda, gadis ini berbeda,,," Gilang merasa sangat yakin saat mengucapkannya.


" Setiap gadis semua kau bilang berbeda, tak terkecuali sekarang ." Alfian tersenyum miring mengejek temannya itu.


" Ya ..... tapi kali ini benar-benar berbeda, aku bosan dan muak dengan perempuan-perempuan cantik yang mabuk harta, yang mereka inginkan bukan cintaku tapi harta ku !" Ada penekanan saat Gilang mengucapkan harta., solah ingin menegaskan sesuatu.


" Ayolah Al ,,sampai kapan kamu akan tertutup dan membuat dirimu sendiri semakin menyedihkan ? "


Alfian terdiam, berhenti sejenak .... Dia sendiri bingung entah sampai kapan dia akan seperti ini,menyesali apa yang terjadi dan menghukum diri sendiri , menyalahkan ayahnya atas kegagalan cinta pertama yang dia bina dengan mantan kekasihnya dulu.


" Kalau dia benar-benar mencintaimu ,dia akan mau menunggumu.. Hey kawan, jaman sudah modern, ada handphone canggih yang bisa menghubungkan mu dengannya setiap detik. Tak kan ada masalah jika itu hanya menyangkut tentang komunikasi. Semua bisa dibuat mudah , tiket pesawat juga tak semahal jaman dulu , kalian bisa bertemu kapan pun kalian inginkan jika rindu. Kurasa , perempuan itu tidak benar-benar mencintaimu " Ucap Gilang serius.


Alfian terdiam dan berfikir, semua yang dikatakan laki-laki tengil dihadapannya itu memang benar, tapi begitu berat untuk mengakuinya. Dia tidak rela , dicampakkan begitu saja oleh seorang wanita. Apa salahnya ? Selama berhubungan dengan dirinya, Al selalu menuruti semua kemauan dan permintaan perempuan itu. Semua dia berikan tanpa kecuali. Namun apa ? Perempuan itu tega menyudahi semua yang telah mereka lalui bersama hanya karena Al melanjutkan studi keluar negeri tanpa alasan yang jelas.


" Jangan mengacau disini ! " Ucap Alfian berusaha mengalihkan arah pembicaraan.


"Aku tidak sedang berniat mengacau, aku serius ingin bekerja disini, dan satu hal aku mohon padamu, jangan beritahu kepada siapapun statusku dan embel-embel di belakangku, aku ingin mereka mengenal ku yang seperti ini . Terlebih gadis itu, aku tidak ingin dia tau asal usul dan kekayaan keluargaku... Kuharap kau bisa mengabulkan sedikit permohonanku ini ." Lanjut Gilang.


" Sebegitu nya kah ? Aku penasaran dengan gadis itu, biasanya dengan bangga kamu akan menunjukkan siapa dirimu sepaket dengan embel-embelnya untuk menggaet seorang perempuan .. " Ejek Alfian berusaha menyindir sahabatnya.


" Hehehe,, sudah kubilang gadis ini berbeda, aku harus pergi kalau tidak semua akan curiga jika aku berlama-lama disini !"


Gilang menggigit sisa buah apel terakhir dan berdiri.


"Jangan lupa, perlakukan aku sama seperti yang lain .... , oke Tuan Al, saya permisi... " Gilang mengerlingkan satu matanya menggoda sahabatnya.


Alfian bergidik tak menyahuti perkataan Gilang yang sekarang sudah keluar dari ruang kerjanya.

__ADS_1


Setelah memastikan Gilang benar-benar pergi, Alfian menyandarkan tubuhnya kebelakang. kedua tangannya menekuk dibelakang kepalanya kemudian Alfian memejamkan kedua matanya. Masih terngiang semua yang Gilang ucapkan, dan memory menyedihkan itu pun terulang lagi dibenaknya.


__ADS_2