Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Nurul dan Arkha


__ADS_3

Selesai video callan dengan Sandra, Nurul tersenyum-senyum sendiri di atas kasur kecilnya sambil memeluk sebuah boneka beruang berukuran besar.


Ada rahasia yang belum siap dia ceritakan kepada Sandra. Sebenarnya bukan dia berniat untuk merahasiakannya. Tapi.... dia masih menunggu waktu yang tepat untuk mengakui kedekatannya dengan seseorang.


Nurul tersenyum bahagia sambil *******-***** ujung tangan bonekanya yang lembut. Dia sudah tidak sabar menunggu hari Minggu, bukan karena traktiran makanan yang Sandra janjikan, tapi.... Nurul sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Arkha. Ya ... Arkha. Ada rahasia besar antara dirinya dengan Arkha.


Selepas kejadian meninggalnya ibu Sandra kemarin, Arkha yang beberapa hari menginap di rumah Sandra menjadi lebih dekat dengan Nurul. Awalnya Nurul selalu menghindar atau menjawab seperlunya saja saat Arkha mengajaknya mengobrol,, karena menurut Nurul, sikap Arkha sama dinginnya dengan kakaknya.


Saat mengobrol pun awalnya mereka hanya membicarakan topik seputar Sandra dan Alfian saja... ,tapi lama-kelamaan mereka justru semakin nyambung dan nyaman sehingga benih-benih cinta itu muncul di antara mereka.


Dan setelah Nurul kembali ke kota, Arkha sering menjemput atau mengantarnya ke kampus. Dari situ keduanya semakin dekat. Apalagi Arkha bukan tipe laki-laki yang lambat atau suka berbasa-basi, dia langsung menyatakan keinginannya untuk mengenal Nurul lebih dalam lagi. Meskipun belum meresmikan hubungan mereka, tapi keduanya sudah tahu dan yakin jika mereka saling menyukai satu sama lain. Nurul tinggal menunggu saja kapan Arkha akan menyatakan cintanya.


Ponsel Nurul berbunyi, ada telepon masuk dari Arkha. Gadis berambut ikal itu semakin tersenyum lebar. Ada debaran bahagia saat mengetahui jika Arkha yang menelponnya.


" Hari Minggu besok mau ku jemput ?" Tanya Arkha setelah Nurul mengangkat telepon darinya.


" Tidak usah, nanti mereka curiga." Jawab Nurul.


" Haruskah kita merahasiakannya ?" Arkha bertanya lagi.


" Ya... Aku belum siap mengatakan yang sebenarnya."


" Kenapa ?"


" Ya... Pokoknya aku belum siap aja... Apalagi kita belum benar-benar....." Nurul tidak melanjutkan omongannya karena malu.


" Aku menyukaimu.. Nurul...., maukah kamu menjadi kekasihku ?" Tanya Arkha yang mengerti maksud dari perkataan Nurul.


Nurul tersipu mendengarnya. Bunga-bunga bermekaran di dalam hatinya. Apakah Arkha baru saja menembaknya ?


" Rul... Gimana ? Apakah kamu mau jadi pacarku ?" Ucap Arkha mengulang.


Nurul mengangguk-angguk menyetujuinya. Tentu saja Arkha tidak bisa melihatnya karena mereka hanya berbicara lewat telepon.


" Eh .. i ... iya ... Aku mau." Jawab Nurul malu-malu.


Di seberang telepon Arkha tersenyum senang oleh jawaban dari Nurul.


" Terimakasih sudah mau menjadi kekasihku... Aku tahu menyatakannya lewat telepon tidak begitu berkesan. Nanti jika ada waktu bersama, aku akan mengulangnya lagi." Ucap Arkha.


" Eh... Tidak perlu se formal itu." Ucap Nurul yang masih belum percaya jika kini dia mempunyai seorang kekasih, dan itu adalah adik ipar Sandra sahabatnya.


" Kalau begitu, kita tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi kan ?" Tanya Arkha berharap.


" Mm... Jangan dulu Arkha .. Aku akan menceritakannya terlebih dahulu kepada Sandra." Balas Nurul segera.


" Hmm , ya sudah deh, aku ngikut kamu dulu. Oya... Kamu sudah makan ?"


" Sudah, kamu sendiri ?"


Mereka berdua kemudian larut dalam sebuah obrolan manis sepasang kekasih.


Di Apartemen Alfian.....


Alfian menyusul Sandra yang sedang merajuk di dalam kamar.


" Sayang.... " Ucap Alfian.


Sandra terlihat sedih di meja belajarnya.

__ADS_1


" Ngapain ke sini mas ?" Tanya Sandra yang masih kecewa kepada Alfian.


" Kenapa kamu marah?" Tanya Alfian yang masih ingin menguji kejujuran Sandra.


" Siapa juga yang marah mas ..!"


" Aku hanya kecewa karena mas lebih mementingkan orang lain dari pada diriku !" Lanjut Sandra dalam hati.


" Tapi kamu terlihat marah."


" Tidak..."


"Marah...."


" Tidak !"


" Marahhh...."


" Tidak maaass..."


Cupp ! Alfian menyambar bibir ranum milik Sandra.


Sandra terkejut, kedua matanya membulat sempurna.


Perlahan Alfian melancarkan aksinya. Sandra kemudian memejamkan matanya dan menikmati apa yang Alfian lakukan padanya.


" Lepas mas !" Ucap Sandra tersengal. Dia mendorong dada bidang Alfian agar menjauh darinya.


Alfian tersenyum kepada istrinya yang kini menunduk karena malu. Sandra semakin terlihat manis saat malu-malu seperti itu. Alfian kemudian mengangkat dagu Sandra agar menatap wajahnya.


" Sandra.... Kamu cemburu ??" Tanya Alfian.


"Dasar bocil... Masih saja keras kepala." Batin Alfian. Biar begitu dia tetap merasa senang karena akhirnya dia mengetahui jika Sandra juga mulai mempunyai perasaan yang sama untuknya.


" Dengarkan aku baik-baik karena aku tidak akan mengulanginya.." Ucap Alfian lembut sambil menatap manik mata Sandra yang berwarna coklat kehitaman.


" Aku tidak perduli dengan siapapun aku makan atau bekerja. Tapi yang jelas pikiran ku hanya selalu tertuju kepadamu." Ungkap Alfian lalu melangkah menuju ranjang dan berbaring di sana.


Sandra tersipu malu mendengarnya. Hatinya yang tadi merasa resah dan khawatir kini menghangat setelah mendengar pengakuan dari Alfian.


" Apakah itu artinya kamu menyukaiku mas ?" Tanya Sandra dalam hati.


" Ayo tidur.... Kepalaku masih pusing." Kata Alfian membuyarkan pikiran Sandra.


" Eh .. Mas masih pusing ? Sini biar akut pijat sebentar." Tawar Sandra kemudian mendekati suaminya.


Sandra memijat kepala Alfian dengan lembut. Kini dia menikmati setiap momen yang dia lewatkan bersama suaminya itu.


" Andai saja kamu mengungkapkan isi hatimu ..... Mungkin saat ini aku rela melepaskan semuanya untuk dirimu mas ..." Batin Sandra sambil menatap wajah suaminya yang tertidur di pangkuannya.


Lama-kelamaan Sandra juga ikut mengantuk dan tertidur sambil memangku kepala suaminya.


Sandra terbangun pagi harinya karena mendengar ponselnya berdering. Pelan-pelan dia meletakkan kepala Alfian dengan hati-hati. Dia tidak ingin sampai membangunkan suaminya.


" Aah pegal sekali paha ku." Keluh Sandra lirih sambil memijat-mijat pahanya yang terasa kram. Kemudian dia beranjak dari tempat tidur dan melihat siapa orang yang pagi-pagi menggangu tidurnya.


" Dokter Tian ? " Ucap Sandra mengernyit. Untuk apa Dokter Tian menghubunginya sepagi ini. Pikir Sandra.


" Halo.... " Ucap Sandra setelah mengangkatnya.

__ADS_1


" Hai... Selamat pagi Sandra... Maaf pagi-pagi mengganggu." Ucap Dokter Tian.


" Ya kak ada apa ?" Tanya Sandra yang masih sedikit mengantuk.


" Aku mau mengajakmu ikut dalam acara amal dari rumah sakit tempat ku bekerja. Kau mau ?" Tanya Dokter Tian.


" Amal seperti apa kak ?" Jawab Sandra balik bertanya.


" Rumah sakit mengadakan vaksin gratis di daerah xxx sekalian membagikan bantuan berupa kebutuhan pokok di sana agar banyak masyarakat yang tertarik untuk vaksin. Tapi sayangnya kami kekurangan tenaga kerja karena banyaknya jadwal yang padat dari karyawan dan dokter di rumah sakit. Untuk itu aku mengajak mu, siapa tahu kamu mau menjadi salah satu relawan yang membantu kami." Ucap Dokter Tian menjelaskan.


" Emang kapan acaranya kak ? "


" Hari ini... Ini kan sabtu... Apa kamu ada kuliah hari ini ?"


" Mm... Tidak sih kak. Oke deh aku mau ikut membantu." Kata Sandra.


" Thanks, aku senang mendengarnya. Kalau begitu cepat datang ke rumah sakit. Karena sebentar lagi kita akan berangkat karena acaranya di mulai pukul delapan pagi." Ucap Dokter Tian lagi.


" Baik kak.... Aku mandi dulu." Balas Sandra kemudian mematikan teleponnya.


" Siapa yang pagi-pagi begini menelpon ?" Tanya Alfian tiba-tiba.


" Eh... Kamu sudah bangun mas ?" Tanya Sandra kaget.


" Hm.... Siapa yang menelepon ?" Alfian mengulangi pertanyaannya.


" Oh .. temenku mas, dia minta tolong untuk membantunya melakukan kegiatan amal di daerah xxx." Ucap Sandra memberi tahu.


" Sepagi ini ?"


" Iya... Karena acaranya sekitar pukul delapan nanti, jadi kita harus bersiap lebih pagi, kan perjalanan ke tempat itu juga lumayan jauh mas."


" Siapa teman mu itu ?" Tanya Alfian yang lebih penasaran kepada orang yang menelepon istrinya.


Sandra berpikir sejenak. Dia ragu untuk mengatakannya. Apalagi kemarin Dokter Tian bilang jika dia mengenal Alfian, berarti suaminya itu juga sudah mengenalnya. Sandra takut terjadi salah paham lagi.


" Mmm .... Dokter Tian." Jawab Sandra pada akhirnya.


Setelah dia pikir-pikir suaminya berhak tahu siapa yang menelponnya, karena dirinya sudah berjanji akan memulai hidup baru bersama Alfian, jadi dia juga ingin selalu berkata jujur kepada suaminya itu.


" Tidak boleh... " Ucap Alfian kemudian.


" Tapi mas ... Ini acara amal... Bagaimana bisa mas melarang ku untuk membantu ?"


" Aku tidak melarang mu berbuat amal sayang.. Aku hanya tidak mau kamu dekat-dekat dengan dokter itu. " Ucap Alfian.


" Baiklah mas.. Tapi aku mohon kali ini saja... Aku sudah setuju untuk membantunya hari ini. Bagaimana bisa aku menarik kata-kata ku lagi ? " Sandra memohon dengan wajah memelas.


" Baiklah, tapi hanya untuk kali ini saja. Nanti aku yang akan mengantar mu ke rumah sakit !" Ucap Alfian. Dia tidak tega melihat wajah sedih istrinya.


" Terimakasih mas ....." Ucap Sandra berubah ceria.


Alfian tersenyum melihatnya. Tapi setelah Sandra masuk ke dalam kamar mandi wajah Alfian berubah menjadi tegang. Rahangnya mengeras seperti menahan emosi.


" Aku tidak tahu apa motif mu mendekati Sandra. Entah untuk balas dendam atau untuk yang lain. Yang pasti aku harus lebih waspada dan melindungi Sandra dengan sebaik mungkin mulai sekarang." Gumam Alfian.


Alfian yang baru bangun tidur menjadi gelisah memikirkan Dokter Tian. Dia adalah putra dari Astaguna yang tidak lain adalah lawan bisnisnya yang di buat bangkrut oleh Alfian. Bukan tanpa alasan, Tuan Astaguna sering berbuat curang saat berbisnis sehingga banyak merugikan perusahaan lain , termasuk perusahaan Wijaya Group milik papanya. Alfian yang tidak terima kemudian balas dendam dan menghancurkan perusahaan Astaguna setelah dirinya bergabung dengan perusahaan papanya.


Dulu... Alfian sangat respek dan menghormati keluarga Astaguna meski mereka banyak sekali melakukan kecurangan. Itu semua karena Rena yang saat itu masih menjadi kekasihnya. Sebelum akhirnya Rena meninggalkan dirinya. Ya ,, jadi Rena adalah sepupu dari Dokter Tian. Itu sebabnya Alfian takut jika Dokter Tian mendekati Sandra karena mempunyai maksud tertentu.

__ADS_1


__ADS_2