
Setelah memastikan Neta pulang dengan anak buahnya, Alfian segera bergegas pergi dari mall.
Tadi ada telepon dari Dias jika anak buahnya berhasil menangkap pria yang tadi membuat Sandra pingsan. Sekarang Alfian menuju ke rumah tempat di mana pria itu berhasil di bekuk oleh anak buahnya.
Sampai di tempat tujuan, Alfian langsung bergegas masuk ke dalam rumah yang terlihat kecil dan kumuh itu.
" Akhirnya kamu sampai juga... Dia tetap tidak mau mengaku di mana Nona Sandra sekarang." Ucap Dias memberi tahu.
Pria itu meringkuk tergeletak di lantai dengan keadaan tangan dan kaki di ikat. Tatapan matanya memperlihatkan kebencian ke arah Alfian yang baru saja datang.
" Kau !! Apa yang kau lakukan pada istriku ha ?!!" Bentak Alfian. Dia mendeka lalu menendang kaki pria yang sudah terlihat babak belur itu.
Pria itu meringis kesakitan tapi kemudian tertawa sinis kepada Alfian.
Alfian yang semakin murka melihatnya menertawakan dirinya lalu mencengkram mulut pria itu dengan kuat.
" Katakan ! Dimana istriku sekarang !" Bentak Alfian berteriak.
" Sampai mati pun aku tidak akan pernah mengatakannya !" Balas pria itu terengah-engah.
" Percuma Al... Tadi kita sudah mencoba segala cara ... Tapi dia tetap bungkam. " Sahut Dias.
" Oya... Kalau begitu... Apa kamu sudah tahu siapa pria menyedihkan ini ?" Tanya Alfian sambil tetap mengawasi pria itu.
" Sudah, namanya Duta..., dia salah satu mantan karyawan kita di hotel bagian keuangan yang kamu pecat lima bulan lalu." Kata Dias memberi tahu.
" Mantan karyawan ?" Tanya Alfian sambil mengerutkan keningnya.
" Iya... Manager keuangan bilang dia berusaha menggelapkan uang meskipun nominalnya tidak banyak." Imbuh Dias.
" Apa yang membuatmu melakukan hal ini padaku ? Balas dendam karena aku pecat ?" Tanya Alfian marah sambil mencengkram kerah leher pria itu.
" Hahahaha... Alfian.... YAA, !!! Aku balas dendam pada mu ! Kau tahu,, gara-gara kamu, istriku jadi kehilangan bayinya !! " Teriak pria itu.
" Kehilangan bayi ?" Tanya Alfian tidak mengerti.
" Ya !! Dan semua gara-gara kamu ! Kau tahu, aku terpaksa melakukan hal bodoh itu demi menyelamatkan istri dan anak ku yang saat itu sedang berjuang di rumah sakit. Dokter meminta ku untuk segera mendapatkan uang untuk operasi sesar karena saat itu kondisi istriku tidak memungkinkan lagi untuk lahiran normal. Aku sudah berusaha meminjam uang secara baik-baik, tapi mereka tidak ada yang menggubris ku. Tak ada yang mempercayai ku ! Lalu... Hari itu juga, tiba-tiba kamu memecat ku sesuka hati tanpa bertanya terlebih dahulu apa yang membuatku nekat ingin memakai uang itu !! Kamu...., sama sekali tidak punya rasa empati sedikit pun kepada bawahan mu ! Kamu bukan manusia !!" Teriak pria itu ngos-ngosan.
" Mengapa kamu langsung memecat ku tanpa bertanya terlebih dahulu apa yang terjadi ? Bahkan aku belum sempat memakai uang itu !! Dan aakuu,, aku.., terlambat... Aku terlambat menyelamatkan anakku !! Tidak bisakah hari itu kamu membiarkan ku terlebih dahulu ? Apa artinya uang tiga puluh juta untuk bos besar seperti mu ?! Hartamu tidak akan berkurang meski kamu kehilangan uang sebesar itu !" Lanjut pria itu penuh amarah.
Alfian tercengang mendengarnya. Dia ingat... Pria itu adalah karyawan yang dulu dia pecat tanpa melihat orangnya. Setelah mendengar aduan dari manager keuangan, dia langsung memerintahkan Dias untuk memecatnya hari itu juga. Sekarang,, ada penyesalan di hati Alfian.
"Mengapa dulu aku sekejam itu ? Mengapa dulu aku begitu gegabah dalam mengambil keputusan?" Batin Alfian.
Papanya benar, dia belum layak memimpin sebuah perusahaan. Kini dia tahu apa alasannya... Itu karena sifatnya yang keras, dan belum bisa bertindak adil dan tegas kepada para karyawannya. Dia belum mampu mensejahterakan nasib para karyawan yang bekerja padanya. Dia hanya laki-laki yang penuh ambisi dan tidak perduli dengan orang lain. Pantas saja jika sampai saat ini papanya masih berjuang memimpin perusahaannya sendiri meski Alfian telah banyak membantunya.
" Maaf..." Balas Alfian lirih. Hanya kata itu yang mampu dia lontarkan.
Sedangkan Dias dan anak buahnya saling pandang dan terkejut,, karena untuk pertama kalinya mereka baru saja mendengar bos mereka meminta maaf. Hal yang belum pernah sama sekali terjadi.
" Maaf mu tidak ada artinya !! Anakku sudah meninggal !!" Teriak pria itu lagi.
" Maafkan aku untuk apa yang telah terjadi di masa lalu. Tapi kini aku mohon... Beri tahu di mana istriku... Dia tidak mempunyai salah apapun kepadamu." Ucap Alfian.
__ADS_1
" Hahahaha... Tidak semudah itu..."
" Lalu apa yang kau mau ? Jangan paksa aku berbuat nekat." Balas Alfian. Dia tidak boleh buang-buang waktu untuk menyelamatkan Sandra.
" Aku tidak akan bilang di mana istrimu ! "
" Baiklah... Jangan salahkan aku untuk apa yang akan terjadi kali ini. Aku sudah meminta baik-baik kepada mu !" Ucap Alfian tegas.
" Dias ... Kau tahu apa yang harus kamu lakukan sekarang ?" Lanjut Alfian.
" Iya tuan. Anak buah kita sedang dalam perjalanan membawa istrinya." Jawab Dias .
" Apa ?! Bagaimana bisa kalian menemukan istriku ?! Jangan macam-macam ! Lepaskan istriku !!" Teriak pria bernama Duta itu.
" Aku akan melepaskannya dan juga memaafkan perbuatan mu ini asal kamu beri tahu di mana istriku sekarang berada !" Kata Alfian keras.
" Ba... Baik.... Istrimu..... Aa...akuu... tidak tahu pastinya dimana , tapi Dokter Tian bilang dia akan membawanya ke sebuah perkampungan !" Ucap Duta.
" Siall ! Jadi benar Tian yang menjadi dalang dari semua ini ?" Ucap Alfian kembali murka. Rahangnya mengeras menahan gejolak hati yang penuh emosi.
" Dias , cepat cari cara dan cari tahu di mana perkampungan yang Tian tuju !" Perintah Alfian.
" Baik tuan."
Dengan cepat kemudian Dias keluar dan menyuruh anak buahnya mencari informasi tentang Dokter Tian lagi. Dia sendiri segera menelpon seseorang.
" Saya rasa Tian membawa nona ke perkampungan ibunya. Informasi ini saya dapatkan dari Nona Clara. Dia bilang akhir-akhir ini Dokter Tian pernah menyebutkan jika dirinya ingin mengunjungi rumah ibunya di kampung."
" Kau tahu di mana alamatnya ?" Tanya Alfian cepat.
" Bagus, antar aku ke sana ... Segera !!! " Perintah Alfian.
" Lalu,orang ini bagaimana tuan ?" Tanya salah seorang anak buahnya.
" Awasi saja dia. Dia tidak akan pernah bertemu istrinya lagi jika aku tidak bisa menemukan istriku !" Bentak Alfian sambil menoleh kepada Duta dengan emosi.
" Apa ?!! " Teriak pria yang tergeletak lemah itu.
" Jangan Alfian... Berengsek !! Aku sudah memberitahu di mana istrimu !" Teriak Duta histeris.
Namun Alfian,Dias dan yang lainnya tidak mengindahkan teriakan itu dan segera berlalu dari sana.
Alfian dan Dias kemudian segera menuju perkampungan yang di maksud oleh Dokter Clara. Beberapa anak buah yang dia perintahkan sudah siap dan mengikuti mereka di belakang.
" Tunggu aku Sandra .. Aku pasti menolong mu... Maafkan aku." Batin Alfian di perjalanan.
Di tempat lain... Sandra terbangun dari pingsannya.
" Uhukkk... uhuuk.... Uhukkk...." Sandra terbatuk-batuk karena indera penciumannya menghirup asap rokok.
" Dimana aku .. Kamar siapa ini ?" Gumam Sandra setelah membuka matanya meski belum jelas sepenuhnya.
" Sudah sadar ? " Tanya seseorang.
__ADS_1
Sandra membuka matanya lebar-lebar. Dia terkejut saat melihat siapa orang yang ada di depannya.
" Dokter Tian...." Ucap Sandra kaget.
Dokter Tian tersenyum sinis kearahnya.
" Maaf... Pria bodoh itu terlalu banyak menuangkan obat bius ke sapu tangan, sehingga kamu pingsan sampai larut malam seperti ini."
" Larut malam ?" Tanya Sandra syok.
Yang langsung ada di dalam pikirannya,, sekarang pasti Alfian sedang panik mencarinya.
" Aku harus pulang dok... " Ucap Sandra berusaha bangkit. Tapi sialnya kedua tangannya diikat dengan tali yang membentang di samping kanan dan kirinya dan terikat dengan tempat tidur. Hanya kakinya saja yang bisa berontak.
" Lepaskan aku !" Teriak Sandra setelah sadar dengan apa yang terjadi.
" Kenapa kamu melakukan ini ?" Tanya Sandra tidak percaya.
Menurutnya Dokter Tian adalah laki-laki yang baik dan ramah, tidak mungkin dia melakukan hal sekeji ini. Apalagi dia adalah seorang dokter. Jika dia ketahuan, dia bisa kehilangan karirnya sebagai dokter.
" Kenapa ?? Kamu tanya kenapa ? Apakah suamimu itu belum memberitahumu ?" Ucap Dokter Tian sambil meringis menghina.
" Aku tidak tahu apa yang terjadi di antara kalian. Tolong lepaskan aku !" Sandra memberontak sambil berusaha menarik-narik tali yang mengikat kedua pergelangan tangannya.
" Hmm... Aku pikir hubungan kalian sudah seperti suami istri pada umumnya. Aku tidak percaya jika ternyata suamimu itu tidak memberi tahu apapun kepadamu." Ujar Tian.
" Jangan berbelit-belit, aku tidak paham dengan apa yang kamu katakan." Ucap Sandra menyahut.
" Sabar Sandra... Akan ku beri tahu alasannya sampai kamu bisa berakhir disini. Semua ini karena salah suamimu yang berengsek itu ! Gara-gara dirinya, papaku dan kakakku mengalami kebangkrutan hingga papaku terkena serangan jantung. Dan juga..., kau pasti mengenal Rena kan ? Sepupuku yang malang itu kini meringkuk di penjara karena ulah suamimu juga. Lengkap sudah dendam ini untuk dirinya." Ucap Dokter Tian meluapkan amarahnya.
" Re... Rena ? Jadi , dokter dan Rena ... Kalian saudara ?" Tanya Sandra terkejut.
" Ya... Dia sepupuku yang cantik." Jawab Dokter Tian.
" Jangan bilang... Semua pertemuan kita bukanlah kebetulan !" Lanjut Sandra marah.
" Hahaha... kau benar, semua bukanlah kebetulan... Kecuali saat awal-awal pertemuan kita, hingga akhirnya aku tahu jika kamu adalah istri dari Alfian ! Kekaguman yang sempat aku rasakan padamu berubah menjadi kebencian karena dirimu ternyata adalah istri dari orang yang sangat aku benci dan juga perempuan yang menyebabkan Rena gagal mendapatkan apa yang dia inginkan."
" Maksud mu Alfian ?" Tanya Sandra dengan polosnya.
" Ya... Kita sudah merencanakan sebaik mungkin cara untuk balas dendam kepada suamimu lewat Rena. Jika saja kamu tidak menikah dengan Alfian, mungkin saat ini Rena yang sudah menjadi istrinya... Dan sedikit demi sedikit kami akan menguasai seluruh hartanya lewat sepupuku itu. Tapi nyatanya... Kami datang terlambat. Padahal kami yakin jika saat itu Alfian masih tergila-gila kepada Rena." Ucap Dokter Tian menjelaskan.
" Heh.. Aku tidak menyangka, ternyata seorang dokter yang terlihat baik sepertimu ternyata hanya memakai topeng saja untuk menutupi semua kebusukan dirimu ! Ternyata seperti inilah sifat asli mu .... Apapun alasan kalian,, balas dendam bukanlah hal yang baik." Ucap Sandra geram.
Dokter Tian tersenyum mencemooh mendengarnya.
" Terserah mau percaya atau tidak, yang pasti keberadaan mu di sini adalah untuk membalaskan dendam ku pada suami mu... Kita lihat, apa yang akan terjadi jika suamimu itu melihat istrinya telah di nodai oleh aki-laki lain. Karena saat ini , suamimu itu sedang tergila-gila padamu. Ku harap dia menjadi akan menjadi gila sekalian !" Ucap Tian tersenyum miring.
" App... Apa yang akan kamu lakukan ? Ti... tidak... jangan lakukan itu ! Tolonggg... tolong...." Teriak Sandra ketakutan. Dia berusaha melepaskan diri meski tangannya justru terasa perih.
" Teriak saja ... Percuma, tidak akan ada yang mendengarkan teriakan mu. Rumah ini jauh dari rumah warga yang lainnya. Lagi pula siapa yang masih terjaga di tengah malam seperti ini ? Minumlah pil ini, setelah itu kita akan menikmati malam panjang yang sangat panas." Ucap Tian sambil membuka paksa mulut Sandra dan memasukkan sebuah pil perangsang ke dalam mulutnya.Sandra berusaha melawannya,tapi tetap saja dia kalah tenaga.
Dokter Tian tersenyum senang setelah berhasil membuat Sandra menelan pil itu.
__ADS_1
" Sebentar lagi, kamu yang akan menginginkan sentuhan dari ku." Ucapnya sambil tertawa mengejek.