Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Hari Pernikahan


__ADS_3

Seminggu berlalu sejak makan malam itu berlangsung. Hari ini hari yang di tunggu-tunggu oleh kedua pihak keluarga sudah tiba. Bu Lastri dan rombongan sudah datang sejak kemarin. Sandra juga sudah tiga hari menginap di Hotel Keluarga Wijaya tempat ijab qobul akan di laksanakan.


Semua persiapan sudah selesai. Tinggal menunggu kedatangan rombongan pengantin lelaki.


Saat ini Sandra berada di sebuah kamar. Para MUA baru saja selesai mendandani dirinya.


" Waahh, gila ... kamu cantik banget San. MUA nya keren abis. Emang deh, duit gak bisa bohong. Ada harga ada kualitas. " Celoteh Nurul yang juga sudah di rias cantik. Gadis itu sejak kemarin sudah menemani sahabat baiknya itu sekalian bertemu dengan ayah ibunya yang ikut serta.


" Kamu muji atau ngejek sih ! Maksudnya aku cantik karena MUA nya yang hebat gitu ? Gak usah di perjelas napa !" Balas Sandra jengkel.


" Hehehe,jangan gampang marah dong. Aslinya kan kamu emang udah cantik, manis .. Tapi aslii, aku pangling banget lho.. Hari ini sahabatku ini benar-benar sangaaaattt cantik !" Puji Nurul bahagia.


" Apaan begitu. Biasanya juga bilang aduh Sandra.... dandan napa, Sandra jelek tau, jangan pakai baju itu. Sandra ini pakai biar glowing , Daan masih banyak yang lainnya. Lupa ??" Ucap Sandra geram.


" Yah itu,itukan kemarin-kemarin. Abis kamu juga sih, jadi cewek cuek banget sama penampilan. Merawat diri itu penting kali. Kalau kata orang, wajah cantik itu aset. " Gegas Nurul membela diri.


" Aset-aset. Aset itu bukan wajah tapi rumah,tanah, perhiasan yang begitu baru aset ! " Ungkap Sandra.


" Ada apa sih ini kok pada ribut-ribut ." Sela Bibi Nani.


" Gak ada apa-apa sih bi, cuman Nurul tu iseng banget ngejek Sandra." Sandra mengadu.


" Siapa yang ngejek. Justru aku memujinya buk, kalau Sandra cantik banget hari ini. Eh malah di tuduh ngejek. " Ucap Nurul tak mau kalah.


" Kalian ini, sudah pada besar masih saja meributkan hal-hal kecil. " Omel Bibi Nani.


" Jangan ganggu Sandra Rul, inikan hari bahagianya. Jangan bikin pengantin cantik ini cemberut. Nanti cantiknya luntur." Ucap Bibi Nani tersenyum.


" Apaan sih bik.., bibik ikut-ikutan. Sebel Sandra ... " Ucap Sandra pura-pura kesal. Sejujurnya dia sangat malu di bilang cantik.


" Kenyataannya begitu.... Oya sayang. Selamat menempuh hidup baru ya. Ingat mulai hari ini kamu akan menyandang gelar baru sebagai seorang istri. Tentu akan ada banyak hal yang tidak bisa kamu samakan lagi dengan Nurul. Bibi hanya bisa mendoakan semoga pernikahan kamu bahagia. Patuhi suami kamu, hormati dia . Bibi ikut bahagia. Ini ada kado kecil dari paman dan bibi . Semoga kamu suka. " Kata Bibi Nabi dengan mata berkaca-kaca.


Sandra tersenyum haru. Entah hari ini dia harus bahagia atau bersedih karena pernikahan yang terpaksa dia lakukan ini.


" Bibi, tidak perlu repot-repot. Bibi dan paman ada di sini saja Sandra sudah bahagia. Terimakasih kasih selama ini sudah menganggap keluarga ku seperti saudara. Bahkan bibi sudah banyak sekali membantu Sandra dan ibuk." Ucap Sandra tercekat. Matanya juga ikut berkaca-kaca.


" Jangan bilang begitu, kita ini keluarga.. Eeh, jangan menangis. Jangan sampai riasan kamu rusak lho. " Cegah Bibi Nani .

__ADS_1


" Ah bibi. " Sandra kemudian memeluk Ibu Nurul.


" Ingat kata Bibi, Berbaktilah kepada suamimu. Bibi yakin cinta itu akan hadir seiring berjalannya waktu."


Sandra tak mampu menjawab dan hanya mengangguk dalam pelukan sang bibi.


" Sandra itu ibuku !" Protes Nurul pura-pura marah.


Bibi Nani dan Sandra tersenyum melepaskan pelukan mereka.


" Akukan juga mau peluk.. " Ucap Nurul yang mendekat lalu memeluk Sandra.


" Aku tau ini berat. Aku tau semua akan di mulai hari ini. Namun aku yakin kamu bisa melewati semua yang akan terjadi dengan mudah. Aku percaya Alfian tak seburuk yang kita bayangkan. Semangat, aku akan selalu ada untukmu." Ucap Nurul.


" Aa ... bibi ... Nurul mau buat aku menangis .. " Rengek Sandra.


Suasana yang tadinya haru pun berubah dengan tawa dari ketiganya.


" Ini, ada kado spesial untuk kamu. Jangan lupa di pakai. Ini hadiah termahal yang pernah aku berikan untukmu. Jangan sampai kamu membuangnya !" Lanjut Nurul memberikan sebuah kado berbentuk kotak yang terbungkus rapi.


" Terimakasih... Akan aku pakai , kalau pun tidak akan aku simpan ! " ujar Sandra.


" Iya iya ... Maksa banget sih ! Emang apa isinya." Balas Sandra.


" Rahasia... Nanti juga bakal tau, aku yakin ini akan sangat bermanfaat." Nurul berkata sambil tersenyum penuh arti.


Bibi Nani yang menyaksikan kedua gadis itu hanya bisa menggelengkan kepala.


" Oya bi, ibuku mana ? Kok gak ikut bibi ke sini ?" Tanya Sandra kemudian. Dia baru sadar jika dia belum bertemu dengan ibunya sejak bangun tidur tadi.


" Jangan di cari. Ibumu sibuk menyambut beberapa tamu kita yang hadir hari ini . " Kata Bibi Nani membuat alasan. Sebenarnya dia tahu Bu Lastri takut akan menangis di depan Sandra dan membuat suasana menjadi tidak enak. Pasti sulit melepaskan putri satu-satunya saat suaminya pun belum lama meninggal. Meski ada rasa sedih tapi Bu Lastri sangat bahagia, karena inilah yang di inginkan oleh almarhum suaminya di saat-saat terakhir. Beliau berharap setelah ini putrinya juga akan bahagia.


" Oh begitu. " Balas Sandra sedikit kecewa.


" Dah ,kamu siap-siap. Nurul nanti kamu temani Sandra turun saat ijab qobul sudah selesai di ucapkan. Rombongan keluarga pengantin laki-laki sudah datang dan acara sudah di mulai. Ibu kesini untuk memberi tahu kalian "


"Baik bu . " Ucap Nurul.

__ADS_1


Setelah itu Bibi Nani meninggalkan kedua gadis itu.


Menit demi menit berlalu terasa sangat lama. Sandra sangat gugup dan cemas. Hingga saat itu benar-benar terjadi. Dia mendengar Alfian mengucapkan ikrar ijab qobul dengan lancar dan lantang.


" Saya terima nikah dan kawinnya Sandra Anindya binti Imam Ali dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar lima ratus juta rupiah di bayar tunai ! " Ucap Alfian tegas.


" SAH ! " Ucap para saksi.


Kemudian terdengar gemuruh doa di lantunkan bersama-sama.


Tubuh Sandra gemetar. Dia tidak percaya hari ini benar terjadi.


Setitik air mata jatuh dari sudut matanya . Sandra sedih, dia tidak percaya jika saat ini dia di nikahkan oleh wali hakim karena bapaknya sudah meninggal dan dia pun tidak mempunyai saudara laki-laki ataupun paman.


" Harusnya bapak disini. Harusnya bapak yang menyerahkan aku, harusnya bapak menyaksikannya hari ini..." Bisiknya parau.


" Jangan sedih, aku yakin paman melihat dan juga bahagia melihatmu hari ini. " Nurul berusaha menenangkan sahabatnya.


" Ayok aku antar turun. " Lanjutnya.


Sandra pun akhirnya turun ke tempat ijab qobul di laksanakan di temani Nurul yang menggandeng dan menuntun tangannya dengan lembut.


Sesampainya di tempat ijab qobul, semua orang yang ada melihatnya. Tak terkecuali Alfian yang terbengong melihatnya. Sandra memang terlihat berbeda. Dia mengenakan kebaya putih pas badan yang terlihat anggun dengan model simpel namun menawan. Dan wajahnya terlihat cantik ayu sempurna dengan make up natural dengan lipstik berwarna merah marun yang sedikit berani tapi elegan.


Bu Lastri tersenyum haru. Perempuan paruh baya itu menyambut putrinya yang hari ini terlihat sangat cantik. Bu Lastri tak kuasa membendung air matanya, beliau memeluk dan menciumi anaknya itu dengan sayang, Sandra pun juga tak kuasa menahan air mata yang dari tadi dia tahan. Cairan bening itu lolos dari kedua ujung matanya.


" Anak ibuk cantik. Jangan menangis. Ayo ibu antar. " Ucap Bu Lastri lembut.Sandra mengangguk tak mampu bersuara.


Bu Lastri menuntun Sandra duduk di samping Alfian.


Pria muda yang sangat tampan dan gagah itu berusaha bersikap acuh seperti biasa.


Pak Wijaya, Arkha dan Neta nampak bahagia duduk tidak jauh dari sana .Mereka terlihat bahagia. Neta yang sangat welcome dengan Sandra tak hentinya tersenyum dan mengabadikan momen itu menggunakan smartphone miliknya.


Setelahnya, ijab qobul pun dilanjutkan dengan tanda tangan surat menikah, cium tangan pengantin dan orang tua kemudian berfoto.


Pertama kedua pengantin di foto berdua dengan berbagai pose, kemudian di lanjutkan dengan orang tua, saudara, sahabat dan kerabat kedua keluarga tersebut.

__ADS_1


Acara pertama pernikahan tersebut berjalan lancar. Setelah selesai acara ijab qobul. Mereka istirahat sebentar dan kembali berdandan karena sore harinya resepsi pernikahan akan di selenggarakan di hotel itu juga. Tentu tamu yang hadir jauh lebih banyak dari saat ijab qobul.


__ADS_2