Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Sedikit Lebih Dekat Dengan Arkha.


__ADS_3

Sandra berhenti mengendarai sepeda motornya di pinggir jalan dekat lapangan. Dia tidak fokus mengendarainya sehingga memilih istirahat sebentar.


" Apa yang aku pikirkan ? Kenapa aku tidak bisa fokus ? Jangan sampai aku terpengaruh dengan mereka. Sandra.. Lupakan saja, itu bukan urusanmu. Bukankah harusnya aku senang ?? Tanpa berbuat apapun Rena dan Alfian bisa bersama kembali dengan sendirinya, dengan begitu aku bisa lepas darinya dan memulai hidup baru bersama ibu." Kata Sandra menyemangati dirinya sendiri.


Sandra menatap jauh ke depan. Hamparan rumput yang terhempas angin membuat pikirannya semakin melayang.


" Apakah mereka sudah menjalin hubungan kembali ? Sejak kapan ? Lalu untuk apa akhir-akhir ini Alfian berubah baik kepada ku ? Untuk menghilangkan rasa bersalah karena sudah selingkuh ?? Bukan, untuk apa dia merasa bersalah...Atau... jangan-jangan dia sengaja melakukannya agar aku jatuh hati padanya dan setelah itu ingin membuatku patah hati ? Apakah ini bagian rencananya untuk membuatku menderita ? Dia mempermainkan pernikahan ini, dia mempermainkan ku ! Aku tahu... Dia sama sekali tidak berubah ! " Batin Sandra yang merasa kesal sendiri memikirkan Alfian dan Rena.


" Bukannya pulang,malah melamun di sini ! " Tegur Arkha yang kemudian ikut duduk di sebelah Sandra.


" Ngapain kamu di sini ?! " Tanya Sandra tidak suka. Pikirannya sedang kacau, dia tidak mau di ganggu saat ini.


" Gak sengaja saja, kebetulan lewat trus lihat kamu di sini." Jawab Arkha santai.


" Pergilah, aku sedang tidak ingin di ganggu. " Ucap Sandra.


" Lagi ada masalah ? " Tanya Arkha.


" Bukan urusanmu.. cepet pergi !" Usir Sandra.


" Kalau aku gak mau ? " Tantang Arkha.


" Kamu ih...., emang ya... Kakak adik sama aja, suka bikin orang emosi !" Kata Sandra cemberut kesal.


Arkha terkekeh kecil mendengarnya.


" Karena Al ? " Tebak Arkha.


" Sudah ku bilang bukan urusanmu."


" Pasti karena dia dan Rena kan ? " Tanya Arkha. Lagi-lagi tebakannya benar.


" Kenapa kamu bisa tahu ?" Balas Sandra cepat.


" Jadi aku benar ?" Kata Arkha semakin puas. Sandra melengos malu.


" Aku tidak sengaja kemarin melihat mereka berdua. Jadi kamu habis melihat mereka juga ?" Tanya Arkha. Sandra tidak langsung menjawabnya.

__ADS_1


" Mmm, jadi kemarin mereka juga bertemu ? " Batin Sandra terkejut.


" Dimana kamu melihatnya ? " Sandra pura-pura bertanya dengan datar agar terdengar biasa saja. Padahal sebenarnya dia sangat penasaran sekaligus kesal karena ternyata mereka sudah bertemu beberapa kali di belakangnya.


" Masih di area kantor sih." Jawab Arkha.


" Ohhh... mm... menurutmu apakah mereka kembali bersama ?" Tanya Sandra lagi.


" Aku tidak yakin. Tapi kalau melihat dari sikap Rena, ku pastikan dia menginginkan hal itu."


Sandra menunduk sedih mendengarnya, meskipun dia sudah menebaknya jika kemungkinan itu bisa terjadi. Apalagi, di bandingkan dengan dirinya yang biasa saja, sudah tentu Alfian akan memilih Rena yang cantik dan terkenal.


" Ya kamu benar..." Ucap Sandra kemudian. Dia terlihat tidak bersemangat.


" Kamu tidak perlu cemas begitu ... Aku kenal bagaimana kakakku. Dia tipe laki-laki yang setia....eh bodoh juga ..ah begitu pokoknya. Tapi... dia pria yang sangat menghargai sebuah hubungan." Kata Arkha berusaha menenangkan.


" Siapa juga yang cemas, aku justru senang jika mereka bisa bersama kembali... Kudengar cinta Al begitu besar untuk Rena ..." Ucap Sandra membantah.


" Hehe... buat apa kamu berbohong ! Terlihat jelas jika kamu cemas memikirkannya. Hanya orang yang sedang banyak pikiran yang tiba-tiba menghentikan sepeda motornya dan duduk melamun di pinggir lapangan seperti ini."


" Sok tau ! Aku sedikit mengantuk, makanya berhenti dan Istirahat di sini. " Bantah Sandra lagi.


" Gak, sebentar lagi..aku masih ingin di sini."


" Al bisa pulang lebih dulu jika kamu tetap bersikeras duduk melamun seperti patung di sini !"


" Biar saja ! Palingan dia cuma marah-marah seperti biasanya. Sekarang aku sudah kebal dengan hal itu."


" Baiklah, aku temani di sini.,"


" Hah ? Gak usah... aku ingin sendiri... pulanglah terlebih dahulu."


" Stttt .... diam dan duduklah dengan tenang." Perintah Arkha.


Sandra akhirnya menurut dan kembali diam mengamati hamparan rumput.


" Kau tahu... aku sering berselisih paham dengannya. Tapi aku tidak bisa membencinya." Kata Arkha tiba-tiba.

__ADS_1


" Maksudmu Mas Alfian ?" Tanya Sandra.


" Ya.... siapa lagi. Aku tidak suka melihatnya yang suka mengatur..."


Sandra mengangguk-angguk setuju.


" Dia juga terlalu ambisius dan pemarah...." Lanjut Arkha yang lagi-lagi dibalas dengan anggukan kepala oleh Sandra.


" Dia juga egois dan keras kepala !" Potong Sandra.


Arkha tersenyum membenarkan. " Kau benar. Seperti itulah Alfian. Tapi meski terlihat keras di luar, aku tahu jika sebenarnya hatinya juga rapuh dan kosong. Dulu dia sangat menyayangi kami. Setelah mama meninggal, Alfian menjadi orang terdepan yang selalu menjaga dan melindungi ku dan Neta. Hingga semua itu berubah... kejadian itu bermula saat papa mengirimnya sekolah keluar negeri. Al merasa dirinya di asingkan oleh keluarganya sendiri. Dia berfikir papa pilih kasih dan hanya menyayangi ku dan Neta. Dan karena hal itu juga dia kehilangan Rena yang lebih memilih meninggalkannya. Saat itulah pertama kali aku melihatnya murka dan mulai berubah. Dia sama sekali tidak pulang selama empat tahun di negeri orang. Dia juga tidak pernah menghubungi kami. Hanya sesekali dia menelpon Neta. Aku tahu, dialah adik kesayangannya. Tak masalah bagiku karena aku pun begitu. Meski aku sering mengganggu dan menggodanya. Aku sangat menyayanginya." Kata Arkha panjang lebar.


Sandra mendengarkan cerita Arkha dengan seksama.


" Pasti saat itu berat baginya. Dia harus berpisah dengan orang-orang yang dia sayangi dan hidup sendiri di sana." Ucap Sandra menanggapi.


" Ya , kamu benar. Tapi papa mengirimnya ke luar negeri bukan semata-mata untuk belajar saja. Tapi papa ingin Al hidup mandiri. Dan yang terpenting adalah membuat Al sadar jika Rena tidak mencintainya, dia hanya mengincar uangnya saja, papa ingin Al mengerti jika Rena hanya memanfaatkannya. Tapi Al justru salah paham, dia menganggap papa tidak perduli dengan kebahagiaannya." Ucap Arkha yang kini ikut melamun menatap hamparan rumput di depan mereka.


" Jadi.... Rena tidak pernah sungguh-sungguh mencintai Mas Al ?" Tanya Sandra kemudian.


" Ya, dan dia terus menyalahkan papa hingga kini. "


" Mmm .. jadi sampai sebesar itu cintanya kepada Rena." Lanjut Sandra menanggapi.


" Ck .. Dia di butakan oleh cinta pertamanya sehingga membuatnya begitu bodoh ! Jika sekarang dia menerima perempuan itu lagi , berarti dia benar-benar bodoh seperti yang ku katakan !" Tegas Arkha.


" Tapi.... bukankah kita tidak bisa memilih kepada siapa kita akan jatuh cinta ? Karena hati kita yang merasakannya...Jika memang Al mencintainya dan Rena juga sama. Untuk apa kita ikut campur ? Biarkan saja mereka bersama."


" Justru karena kita perduli padanya. Karena kita hanya menginginkan kebahagiaan untuknya. Apakah kita ikhlas merelakan orang yang kita sayang hidup dengan orang yang kita tahu hanya ingin memanfaatkannya saja ? Tentu saja tidak. Itulah yang papa lakukan kepada Alfian. Papa tidak ingin hidup Alfian hancur di kemudian hari." Jelas Arkha.


Sandra tertegun sebentar.


" Lalu kenapa papa menikahkan aku dengannya ? Bukankah papa tahu jika kami tidak saling mencintai ? Bagaimana bisa papa berkeyakinan jika aku pantas dan bisa membuat Alfian bahagia ? " Tanya Sandra lirih.


" Karena orang tua bisa melihat apa yang tidak bisa kita lihat dari kacamata kehidupan. Biasanya, orang tua lebih paham apa yang di butuhkan oleh anaknya.... Pasti ada alasan kuat kenapa papa memilihmu. Aku percaya papa tidak akan sembarangan memilih pasangan untuk anaknya." Jelas Arkha lagi.


Sandra yang sejak tadi lebih banyak mendengarkan kini sedikit demi sedikit mulai memahami maksud perkataan Arkha.

__ADS_1


" Ternyata... di balik sikapnya yang menyebalkan, dia bisa bersikap dewasa dan bijaksana. " Puji Sandra dalam hati.


__ADS_2