
Intan dan Salsa berpamitan pulang terlebih dahulu karena Intan sudah harus berangkat kerja.
"Terimakasih ya San....Tuan..." Ucap Intan dan Salsa.
" Sama-sama. " Balas Sandra tersenyum ramah.
" Mari semua, kita duluan." Pamit Salsa kepada yang lain.
Nurul dan Neta menanggapinya dengan sopan dan ramah. Hanya Arkha saja yang terlihat sangat cuek.
" Kakak... Jaim amat jadi cowok... Kan kasian temen-temennya Kak Sandra kamu cuekin gitu." Ucap Neta setelah kepergian Intan dan Salsa.
" Biarin aja. Salah siapa jadi perempuan genit- genit." Balas Arkha tak ambil pusing.
" Mereka tidak genit Arkha .. Namanya juga suka sama orang ya pasti cari perhatian." Kata Sandra ikutan nimbrung. Dia tahu betul jika sebenarnya teman-temannya tidak genit. Mereka hanya naksir saja kepada Arkha sehingga mungkin sikap mereka yang mencari perhatian justru di artikan genit oleh Arkha.
" Sama aja ..." Ucap Arkha lagi.
" Tentu saja beda... Genit itu jika mereka menggodamu... Orang mereka hanya menunjukkan perhatian saja. Apanya yang genit." Balas Sandra tak mau kalah.
Nurul dan yang lain hanya diam menyimaknya karena tahu jika keduanya sama-sama keras kepala.
" Terserah deh .. " Balas Arkha akhirnya. Tidak enak juga di lihat Nurul.
"Aku bantuin beres-beres sama cuci piring ya San." Ucap Nurul agar mereka tidak bertengkar lagi.
" Oke deh... Aku sama Mas Al akan beresin meja dan yang lainnya." Balas Sandra setuju.
" Aku bantuin Nurul..." Sahut Arkha yang kemudian mengundang tanda tanya lagi untuk mereka, karena hari ini Arkha bersikap sangat aneh.
" Kalau gitu aku bantuin apa dong ?" Protes Neta.
" Udah kamu duduk diem nonton TV sambil ngemil aja." Alfian menanggapi adik perempuannya itu.
"Huh.... mana bisa aku duduk bersantai sedangkan yang lainnya bekerja. Aku ikut bantuin kakak aja. " Ucap Neta kepada Sandra.
Tidak mungkin dirinya memilih membantu kakaknya Arkha, yang ada mereka hanya akan berdebat dan bertengkar.
Arkha dan Nurul kemudian pergi ke dapur dan memulai membersihkan piring-piring berisi makanan sisa dan yang lainnya.
" Biar aku yang nyuci, kamu yang menaruh ke rak piring." Kata Arkha.
" Baik." Jawab Nurul grogi. Kini mereka hanya berdua saja di dapur.
Keduanya kemudian saling terdiam dan mengerjakan tugas masing-masing. Tanpa mereka sadari, Alfian dan Sandra mengintip mereka yang terlihat sangat canggung berduaan di dapur.
" Mm... Ini yang terakhir." Kata Nurul menyodorkan piring kotor yang terakhir.
Arkha menerimanya dengan wajah tersenyum. Alfian dan Sandra saling pandang karena terheran-heran dengan sikap Arkha. Kerena biasanya pria itu sangat kaku dan dingin apa lagi terhadap lawan jenis, tapi tidak jika dengan Nurul... Sejak tadi mereka perhatikan Arkha begitu perhatian kepada sahabat Sandra itu. Hal itu tentu membuat keduanya semakin penasaran dengan mereka berdua.
__ADS_1
Alfian menarik Sandra saat Arkha dan Nurul hendak berbalik.
" Mereka akan segera ke sini." Bisik Alfian kemudian mengajak Sandra ke ruang tamu. Di sana Neta sudah menunggu sambil melihat acara gosip di televisi.
" Kakak lama amat. "Ucap Neta.
" Eh ..Iya.. Tadi ke kamar mandi dulu. Ucap Sandra berbohong. Mana mungkin dia mengaku habis mengintip sahabat dan adik iparnya.
Tak lama kemudian Arkha dan Nurul muncul dari dapur.
" Sudah selesai ?" Tanya Sandra pura-pura tidak tahu.
" Sudah... Oya... Aku punya sesuatu untuk mu. Maaf tadi aku lupa." Kata Nurul kemudian mengambil tasnya dan memberikan sebuah kado untuk Sandra dan Alfian.
" Selamat atas kepindahan kalian. Semoga dengan memutuskan hidup yang lebih mandiri ini, hubungan kalian semakin baik dan semakin bahagia. Ku doakan kalian berdua selalu rukun dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah." Ucap Nurul tulus.
Mata Sandra berkaca-kaca mendengar doa tulus dari sahabatnya, kemudian mereka berdua saling berpelukan sesaat.
" Terimakasih... Kamu selalu menjadi yang terbaik." Ucap Sandra haru.
" Mulailah dengan membuka hatimu dan maafkan yang telah berlalu. Aku akan selalu mendukungmu." Ucap Nurul lagi.
Sandra mengangguk mengiyakan nasehat dari sahabatnya.
" Tuan , terimakasih atas makan siangnya. Makanannya sangat lezat. Aku titip Sandra... Semoga kalian hidup bahagia." Ucap Nurul kepada Alfian.
" Baiklah, karena sekarang aku masih ada urusan, aku pamit dulu." Ucap Nurul melanjutkan.
" Yaah, kenapa buru-buru ?" Tanya Sandra kecewa. Nurul baru datang sebentar tapi sudah mau pergi lagi.
" Maafkan aku, tapi aku benar-benar ada urusan." Ucap Nurul.
" Aku juga pamit sekarang." Sambung Arkha.
" Lhoh, kamu juga sudah mau pulang ?" Tanya Sandra.
" Iya... Ada tugas kuliah yang belum aku selesaikan. Neta ayo pulang." Ajak Arkha kepada adiknya.
" Nanti kak. Aku masih mau di sini. Belum puas ngobrol sama kak Sandra." Jawab Neta.
" Ohh baiklah, nanti biar supir yang menjemputmu. " Balas Arkha.
" Kalau begitu gimana kalau kamu antar Nurul sekalian ? Kan kalian satu jalur." Usul Sandra kemudian.
" Tidak perlu, tidak perlu repot-repot. Aku bisa naik taksi." Tolak Nurul.
Berbeda dengan Arkha yang kemudian menyunggingkan sedikit senyumnya.
" Baiklah, aku tidak keberatan. Lagi pula kamu adalah sahabat baiknya Sandra." Ucap Arkha penuh arti.
__ADS_1
Nurul menjadi salah tingkah mendengarnya, sekaligus merasa bersalah terhadap Sandra karena menyembunyikan hubungannya dengan Arkha darinya.
" Ikutlah dengan Arkha." Imbuh Alfian.
Akhirnya karena Sandra terus mendesak, Nurul setuju pulang bareng bersama Arkha.
" Bau-baunya ada yang lagi jatuh cinta." Ucap Sandra kemudian.
" Sudahlah, buat apa memikirkan orang lain." Tegur Alfian yang kemudian melangkah ke ruang kerjanya.
Sandra dan Neta kemudian melanjutkan acara menonton televisinya bersama. Sesekali terdengar suara tawa dan saling ledek dari keduanya. Alfian yang mendengarnya dari ruang kerja juga ikut tersenyum mendengar mereka berdua.
Di dalam mobil Arkha.....
" Aku merasa tidak enak kepada Sandra karena telah berbohong dan menyembunyikan sesuatu darinya." Ucap Nurul kepada Arkha.
" Makanya kita berterus terang saja, lagi pula mereka tidak akan marah atau melarang kita jika tahu." Balas Arkha sambil fokus menyetir.
" Kau benar... Tapi... Menurutku hubungan kita ini apa tidak terlalu cepat...? " Tanya Nurul ragu.
" Kau meragukan cintaku ?" Tanya Arkha.
" Bukan begitu, maksud ku ..."
" Iya aku tahu maksud mu. Tapi yang harus kamu tahu, cinta tidak mengenal waktu atau usia Nurul. Misalnya seperti yang ku rasakan padamu. Aku sudah merasa yakin dan jatuh hati padamu meski kita belum lama dekat."Kata Arkha lalu mengulurkan tangan kirinya dan menggenggam tangan Nurul.
" Ya .. Kau benar... Tapi aku masih malu saja untuk mengakuinya."
" Apa yang membuat mu malu ?"
" Mm... Aku tahu keluarga mu orang yang baik. Tidak memandang seseorang dari harta maupun status meskipun kalian orang kaya. Tapi aku malu pada diri ku sendiri... Aku takut, jika mereka berpikir aku sengaja memanfaatkan Sandra untuk mendekatimu karena ingin menikah dengan orang kaya sepertinya, aku takut dengan pandangan orang tuamu."
" Pemikiran macam apa itu Rul ? Apakah ada seseorang yang mengatakan seperti itu padamu ?"
" Maaf... Aku hanya takut dan tidak percaya diri saja. Apalagi..... Banyak sekali perempuan yang mengejar-ngejar dirimu. Aku tidak secantik dan sehebat mereka."
" Kamu salah, tidak ada yang perlu kamu takutkan. Papa orang yang sangat bijak. Beliau tidak akan pernah berpikir sampai ke situ. Kalau masalah perempuan lain yang mengejar ku, aku akui memang ada beberapa perempuan yang berusaha mendekatiku. Tapi hanya kamu seorang yang bisa menarik perhatian ku tanpa perlu kamu mengejar ku seperti mereka. Please, percaya padaku. Aku menyukaimu... Benar-benar menyukaimu." Arkha semakin mengeratkan genggaman tangannya. Sedangkan satu tangannya yang lain tetap fokus menyetir mobil.
Nurul mengangguk terharu.
" Maaf...." Ucap Nurul lirih.
" Tidak perlu minta maaf... Sekarang mari kita jalani bersama dan saling terbuka. Bicaralah dengan Sandra agar kamu tidak merasa berbohong atau bersalah. Tidak ada yang perlu kamu khawatirkan. Aku yakin Sandra akan senang mendengarnya. Tapi... Mungkin saja dia akan meledekku setelahnya. Karena menurutnya aku ini batu es yang sulit mencair sehingga tidak mudah ditaklukkan. Tapi tak apa, aku akan menerimanya dengan senang hati." Lanjut Arkha.
Nurul terkekeh mendengarnya. Ya ... Mengingat hubungan Arkha dan Sandra yang suka bergurau dan berdebat, bisa jadi Sandra akan meledek kekasihnya itu sebagai bentuk balas dendam karena sering di ledek Arkha juga.
" Ini kencan pertama kita... Tersenyumlah karena sekarang kita akan bersenang-senang." Ucap Arkha kemudian.
Nurul tersenyum dan mengangguk mendengarnya.
__ADS_1