Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Tak Terduga


__ADS_3

Setelah masuk ke dalam mobil Alfian melajukan mobilnya dengan kencang.


Sandra semakin takut melihat kemarahan di wajah Alfian.


" Maaf tuan, saya minta maaf , tadi di toilet saya tidak sengaja menabrak wanita tadi, maka dari itu saya sedikit terlambat... Tu...tuan jangan marah. " Kata Sandra takut.


" Kau .... Siapa kamu... hah ! Berani sekali menyebutku seperti itu ! " Bentak Alfian.


Sandra tidak mengerti apa yang di maksud Alfian.


" Maksud tuan ? " Tanya Sandra bingung.


Al memukul setir mobil yang dia kendarai. Dengan marah Al memarkirkan mobilnya ke tepi jalan. Sedangkan Sandra semakin bingung dan takut kenapa Alfian marah .


" Apa ini ,ha ! " Teriak Al melemparkan handphone kepada Sandra yang tadi sempat dia ambil saat menariknya. Untung Sandra berhasil mengelak , karena Alfian melemparnya dengan keras. Terbukti handphone Sandra pecah dan berserakan di mobil.


" Ini handphone saya tuan ." Jawab Sandra belum mengerti apa yang di maksud Alfian lalu mengambil handphone nya yang hancur


" Aku tidak tanya itu ! Kau..... !! Aku tidak perduli kamu ada hubungan apapun dengan Gilang. Mau telponan atau berkirim pesan bahkan jalan berdua sekalipun terserah. Tapi apa maksud kalian menyebutku seperti itu ! Kalian berani menghinaku ! " Bentak Al penuh amarah.


Duarrr ! Seperti balon yang meletus . Sandra terkejut mendengarnya. Jantung Sandra tiba-tiba berdetak kencang. Rasa takutnya semakin bertambah besar.


" Jadi,, dia marah karena .. jangan-jangan karena aku panggil dia Bos Sableng kah ? Aduuuh gimana ini , pasti dia buka handphone ku saat aku ke toilet tadi." Batin Sandra kaget.


Dia tidak berani menatap Alfian. Dia bingung harus menjawab apa.


" Maaf .... " Hanya kata itu saja yang bisa Sandra ucapkan. Berharap kata itu bisa menyelamatkan dirinya.


Alfian menarik kasar Sandra dan mencengkeram kedua pipi Sandra.


" Kamu, kamu hanyalah gadis udik miskin yang beruntung karena bertemu dengan ayahku. Jadi ingatlah posisimu dan jangan macam-macam kepada ku. Lihat saja , Gilang juga akan mendapatkan hukuman yang setimpal karena berani menghinaku. " Ancam Alfian dan mendorong Sandra hingga terbentur pintu mobil.


Sandra menangis dalam diam. Tidak berani menatap maupun menjawab semua perkataan Alfian karena takut dia malah akan semakin marah.


Setelah meluapkan emosinya, kemudian Alfian melajukan kembali mobilnya.


Hari sudah malam ketika mereka kembali ke rumah Sandra.


Di tengah perjalanan, Sandra sudah tidak menangis lagi. Namun dia masih takut menatap Al.


" Tuan. " Kata Sandra memberanikan diri.


Alfian tak menghiraukan Sandra. Dia tetap fokus menyetir mobil.

__ADS_1


Kerucuk... kerucuk.....


Sandra menunduk malu.. Baru juga ingin bilang lapar tapi perutnya sudah terlebih dulu protes. Sandra memegangi perutnya ,perutnya terasa sakit dan melilit karena memang sejak siang dia belum makan sama sekali.


Al hanya melirik sekilas. Sebenarnya dia sendiri juga sangat lapar. Dia meninggalkan sarapannya tadi pagi karena bertengkar dengan Pak Wijaya yang memaksanya mengajak Sandra keluar jalan-jalan . Tidak ingin berlama-lama bertengkar, Alfian langsung menuju ke rumah Sandra yang berada di pinggir kota ketika ayahnya berhasil mengancamnya.


" Tuan , saya lapar, perut saya sakit ." Kata Sandra tidak perduli lagi dengan rasa malunya.


Al melihat sekeliling. Disekitar tidak terlihat ada restoran , cafe atau pun warung. Ternyata mereka sudah memasuki jalur hutan. Hanya ada pepohonan tinggi yang rimbun di kanan kiri mereka. Tidak ada pengendara lain juga selain mereka berdua.


" Siaaalll ! " Umpat Alfian.


" Merepotkan sekali. " Lanjutnya.


Sandra semakin menunduk sambil meremas perutnya. Tidak kuat lagi rasanya jika harus menahan perutnya yang semakin sakit.


Tiba-tiba mobil Alfian bergetar kencang, dan melaju lebih lambat kemudian berhenti. Alfian bingung kenapa mobilnya berhenti mendadak.


Alfian kemudian turun dan mengecek seluruh bagian mobil.


" Sial sial sial ! Ban mobilnya bocor ! " Umpat Alfian.


Al merogoh saku celananya. Mengambil handphone miliknya dan menelfon Dias.


" Perintahkan montir ke sini , ban mobilku bocor ! Dan tidak ada ban cadangan ! " Kata Alfian tanpa basa-basi.


" Baik tuan, tuan kirimkan posisi tuan saat ini. " Balas Dias yang langsung tanggap.


Alfian menoleh melihat Sandra. Dia melihat Sandra tengah meringkuk kesakitan memegangi perutnya. Terbesit rasa kasihan di hatinya.


Alfian kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan mengambil sesuatu di laci mobil. Ada sebuah roti, dia baru saja mengingatnya , Dias yang tahu dia berangkat dengan perut kosong , sempat membelikan roti untuknya.


Disodorkannya roti itu kepada Sandra.


" Makan ini, ini akan cukup untuk mengganjal perutmu yang berisik itu !" Kata Al tegas.


Sandra menerima roti itu, sebelum memakannya dia membagi roti itu menjadi dua .


" Ini tuan , kita makan sama-sama ." Ajak Sandra sambil menyodorkan setengah roti kepada Al.


Alfian ragu untuk menerimanya. Namun egonya kalah saat perutnya juga berbunyi . Sandra tersenyum mendengarnya. Namun segera dia menoleh ke depan saat Alfian memelototinya.


Dengan kasar Alfian menerima roti itu juga.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama mereka berdua memakan roti itu dengan lahap. Tanpa Sandra sadari Al sedikit tersenyum saat memakannya.


Detik berganti menit ,menit berganti jam . Haripun sudah mulai gelap. Namun montir yang di kirim Dias tak kunjung datang juga.


Dengan kesal Alfian berusaha menghubungi Dias namun sialnya handphonenya mati karena kehabisan baterai, begitu juga dengan handphone Sandra , tak mungkin bisa karena sudah rusak di banting Al tadi.


Alfian keluar dari mobil , menyulut batang rokok dan menghisapnya sambil duduk tidak jauh dari mobil, melihat kanan kiri siapa tahu ada kendaraan lain yang lewat dan bisa membantunya .


Malam semakin larut, udara semakin dingin , namun tak kunjung ada kendaraan yang lewat. Sandra meringkuk dan melipatkan kedua tangannya sambil tidur bersandar di kursi mobil. Lama kelamaan Alfian juga mengantuk dan masuk kembali ke dalam mobil.


Sebelum ikut tidur dia membuka jasnya dan menyelimutkannya ke tubuh Sandra. Entah kenapa lagi, dia tidak tega melihat Sandra meringkuk kedinginan. Dan tanpa menunggu lama, akhirnya Alfian juga ikut terlelap di kursinya.


Keesokan harinya , Cahaya matahari mulai bersinar dan masuk menembus kaca mobil. Sandra menggeliat kecil menggerakkan kepalanya. Ada sesuatu yang aneh yang dia rasakan.


Sesuatu yang keras dan hangat terasa di pipinya.


Sandra mengerjapkan kedua matanya.


Dag Dig dug ....


Jantung Sandra kembali berdetak kencang. Bukan bantal atau guling yang pertama dia lihat . Namun sebuah kaki,kaki yang panjang. Dan ada jas di atas tubuhnya untuk selimut.


Alfian pun demikian. Saat merasa ada yang berat dan bergerak di pangkuannya , matanya mulai terbuka. Mereka berdua sama-sama terkejut.


" Aaaaaaaaa !!!! " Teriak Sandra dan Alfian bersamaan.


" Kau , ngapain kamu tidur di pangkuanku ! " Bentak Alfian.


" Tu... tuan ! " Sandra tergagap dan menggelengkan kepalanya. Dia juga tidak tahu kenapa dia bisa tidur di pangkuan Alfian.


" Kamu cari kesempatan ya ! Kamu mau merayuku ! " Tuduh Alfian.


" Ti tidak tuan, tidak.... " Sergah Sandra.


" Saya tidak sengaja tuan, saya juga tidak tahu. " Lanjutnya.


" Halahhh alasan saja ! " Kata Alfian tidak terima.


" Maaf tuan, tapi saya tidak bohong ." Ujar Sandra.


" Tentu saja kamu cari kesempatan tidur dekat-dekat dengan ku kan ! " Ucap Alfian menuduh .


" Sumpah tuan, saya tidak bermaksud seperti itu, saya juga kaget, tau-tau saya terbangun saat saya merasakan ada sesuatu yang mengganjal... Mmm, anu ..itu ... mmmm,, itu tuan , sepertinya ada sesuatu di celana tuan. " Kata Sandra dengan polosnya.

__ADS_1


" Apa ! " Kata Alfian sambil menunduk melihat celananya. Jelas saja yang dimaksud Sandra adalah junior Alfian. Seketika wajah Alfian memerah karena malu.


__ADS_2