Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Bertengkar Lagi !


__ADS_3

Alfian sampai di rumah lebih dulu. Dia langsung bergegas mencari Sandra tapi sayangnya dia tidak menemukannya di kamar. Karena sangat lelah, Alfian membersihkan diri terlebih dahulu agar kembali segar. Selesai mandi dia turun ke bawah mencari Sandra di dapur dan ruang santai, karena biasanya di tempat itulah Sandra sering menghabiskan waktu jika di rumah selain di kamar Neta.


" Ta, lihat Sandra gak ? " Tanya Alfian yang melihat Neta bermain ponsel sambil ngemil keripik kentang di sofa .


" Gak tuh kak. Kayaknya Kak Sandra belum pulang. " Balas Neta.


" Kemana tu anak ! Harusnya dia sudah sampai rumah dari tadi." Gumam Alfian kebingungan.


" Di telpon aja kak." Neta memberi saran.


" Sudah ku coba, tapi ponselnya tidak aktif."


" Di tunggu sebentar lagi kak... Siapa tahu sudah di jalan."


Belum sempat Alfian menjawabnya terdengar suara cekikikan dari ruang tamu. Tak lama kemudian Arkha dan Sandra muncul bersamaan. Mereka berdua terlihat begitu asik mengobrol sampai tertawa bersama. Sandra berhenti tertawa saat melihat Alfian menatapnya dengan tajam.


" Bagaimana mereka bisa terlihat akrab ? Apakah mereka pergi bersama ?" Tanya Alfian dalam hati. Dia menyembunyikan rasa penasarannya. Baru kali ini dia melihat Sandra bisa tertawa lepas seperti itu saat bersama laki-laki selain Gilang. Dan itu bersama Arkha adiknya. Alfian merasa darahnya mendidih seketika. Jika dengannya, boro-boro Sandra tertawa, tersenyum pun jarang. Kalau pun tersenyum itu hanya terpaksa saja.


" Dari mana saja !" Tegur Alfian menghentikan mereka.


Sandra melirik ke arah Arkha. Pria itu mengangkat bahunya acuh lalu pergi meninggalkan mereka.


" Apa urusanmu ! " Balas Sandra ketus, kemudian dia ikut pergi dari sana ke kamar. Sandra masih kesal mengingat kejadian di kantor tadi.


" Kenapa pulang bareng Arkha ?!" Tanya Alfian setelah sampai di kamar. Pria itu ternyata mengikutinya di belakang.


Sandra diam saja tidak menjawab. Dan pura-pura sibuk membereskan tas kuliahnya.


" Kalau di tanya jawab !" Bentak Alfian yang sudah tidak bisa bersabar.


" Apa urusanmu ? Untuk apa kamu perduli ! " Balas Sandra membuka suara.


" Kau ! Berani membantah suamimu ?!. Oh, jadi begini balasan mu dengan sikap baikku ?!"Cecar Alfian.


" Sikap baik yang mana ? Sikap yang diam-diam pergi dan bermesraan bersama perempuan lain ?! " Tanya Sandra emosi.


" Kamu salah paham ! Aku tidak seperti yang kamu lihat tadi ! "

__ADS_1


" Salah paham ? Bisa ya kamu bilang begitu saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ?" Ujar Sandra memojokkannya Alfian.


" Kenyataannya memang begitu ! Aku sudah menyuruh Rena menjauh tapi gadis itu tidak menghiraukannya !" Ucap Alfian mencoba menjelaskan yang sebenarnya.


" Terserah ! Lagi pula apa perduliku ! Boleh saja kamu kembali ke mantanmu itu. Justru itu yang aku rencanakan dan aku harapkan agar kamu bisa menceraikan ku ! Hanya saja kamu terlalu terburu-buru, tidak bisakah kamu bersabar sebentar lagi ?" Teriak Sandra.


" Menceraikan mu ?? Jadi.... kamu ada keinginan itu ?!" Tanya Alfian melotot marah. Dia tidak percaya jika gadis didepannya itu sudah merencanakan perceraian dengannya.


" Hah... hahaha... " Alfian tertawa sumbang dan justru terdengar menakutkan.


" Ingin bercerai dengan ku ? Tidak, aku tidak akan pernah menceraikan mu ! " Lanjut Alfian emosi.


" Kenapa tidak ?! Aku sendiri yang akan mengurusnya nanti." Ancam Sandra tidak takut.


" Tidak semudah itu ! Kamu lupa dengan perjanjian pernikahan kita ? Kamu hanya bisa menuruti semua keinginanku. Bukan ke inginanmu ! " Tegas Alfian semakin marah.


Sandra tersenyum mencemooh.


" Oya ? Tapi kamu juga lupa jika kamu tidak boleh mencampuri semua urusan pribadi ku ! Aku bebas melakukan apa yang kumau maupun berteman dengan siapa saja. Jangan coba-coba membuat ku terkungkung di pernikahan ini. Jika kamu boleh mendapatkan kebahagiaan mu di luar sana maka aku juga berhak mendapatkan kebahagiaan yang aku inginkan !! Jangan suka mengaturku lagi !" Sandra berbicara dengan lantang. Kesal yang dia rasakan saat mengingat Alfian menerima begitu saja saat ada perempuan lain yang memeluknya membuatnya mempunyai keberanian untuk melawannya.


Alfian tidak bisa menerima lagi kata-kata Sandra . Dia menarik lengan Sandra dan menjambak rambut Sandra seperti dulu.


" Jangan main-main dengan ku !" Lanjut Alfian penuh amarah.


Sandra terhuyung kemudian tersungkur di lantai. Alfian membiarkannya lalu pergi meninggalkan Sandra dengan penuh emosi.


" Sial ! " Teriak Alfian saat menuruni tangga. Kebetulan Arkha lewat hendak ke dapur untuk makan .


" Berhenti !" Teriak Alfian.


Arkha berhenti di tempatnya.


" Apa !" Balas Arkha .


" Kenapa Sandra bisa pulang bareng kamu ?" Tanya Alfian tanpa basa-basi.


" Kamu tidak cemburu dengan adikmu sendiri kan ?!" Tanya Arkha enteng. Dia tahu Alfian pasti habis memarahi Sandra.

__ADS_1


" Siapa yang cemburu ?! Aku hanya bertanya." Bantah Alfian.


" Kenapa tidak bertanya sendiri kepada istrimu ?"


" Kau !" Bentak Alfian yang kini mengepalkan kedua tangannya. Dia yakin Arkha sengaja membuatnya kesal.


" Harusnya kamu berterima kasih kepada ku karena berhasil mengajak istrimu pulang ! Entah rumah tangga seperti apa yang kamu ciptakan untuknya sehingga dia lebih suka saat berada di luar rumah ketimbang saat berada di rumah bersama suaminya !"


" Kamu tidak perlu ikut campur urusan rumah tangga ku ! " Ucap Alfian mengingatkan.


" Kalau begitu jangan memintaku mengawasi istrimu saat di kampus ! Jika aku dekat dengannya karena itu, kenapa kamu marah ? Bukankah itu perintah mu ? Aku hanya mengikuti maumu saja !" Arkha tidak mau mengalah dan membela diri.


Alfian tertegun mendengarnya. Benar juga yang di katakan Arkha. Dia yang menyuruhnya mengawasi Sandra. Lagi pula memangnya kenapa jika mereka dekat ? Mereka kan saudara ipar. Pikir Alfian.


" Aku hanya bertanya kalian dari mana." Ucap Alfian lebih lembut sedikit.


" Kita tidak dari manapun. Kita berdua hanya duduk mengobrol di pinggir lapangan sambil melihat rumput. Puas ?" Jawab Arkha kemudian meninggalkan kakaknya yang terdiam membisu.


" Mau makan apa tuan ? " Tanya Bik Ida di dapur.


" Mau makan orang bik !" Jawab Arkha emosi. Bik Ida yang tidak tahu apapun menjadi sasaran kemarahan Arkha.


" Aduh tuan, jangan makan orang atuh .. Ngeri pisan, makan nasi sama lauk saja ya ?" Jawab Bik Ida yang terlalu serius menanggapi.


" Hmm. " Balas Arkha. Kemudian dia mengambil sendiri makanan yang ingin dia makan.


Sedangkan di dalam kamar Sandra bangkit berdiri dan duduk di tepi ranjang. Banyak sekali yang dia pikirkan.


" Kenapa jadi dia yang marah ? Harusnya kan dia senang jika berpisah dariku dan bisa kembali dengan mantannya itu tanpa ada yang menghalanginya." Keluh Sandra.


" Tapi....apa aku sudah keterlaluan ? Ya Allah..., maafkan hamba. Hamba tidak bermaksud membantah suami hamba." Sandra berdoa dalam hati. Ada rasa menyesal telah berani membentak dan membantah Alfian. Karena biar bagaimanapun, saat ini Alfian adalah suaminya. Maka dari itu, ridho suami adalah surga baginya.


" Apa aku harus minta maaf ? Ah tidak, kan dia yang berbuat kesalahan terlebih dahulu ! Biar saja, lagi pula aku masih marah padanya. Mana ada suami yang tega mendorong istrinya sendiri ? Tidak, aku tidak akan pernah minta maaf." Ucap Sandra keras kepala.


Malam itu Sandra tidur sendiri di kamar. Entah kemana perginya Alfian. Dia tak kunjung pulang setelah pergi. Kata Neta dan seluruh penghuni rumah itu, Alfian tidak memberi tahu kemana perginya. Sandra pun juga enggan menelpon dan menanyakannya.


" Apakah dia pergi menemui Rena ? Apakah dia menginap di rumahnya ? Apa yang mereka lakukan ? " Pikiran Sandra menerawang ke mana-mana.

__ADS_1


" Aaah ...bodoh amat ! Biarkan saja mereka bersama. Terserah,aku tidak perduli ! Kau dengar itu ? Aku tidak perduli...!!!" Teriak Sandra di dalam kamar.


Namun tetap saja, setelah lama berpikir dan berusaha untuk tidur, kedua matanya tak kunjung terlelap. Sandra khawatir memikirkan kemana perginya Alfian tetapi tetap gengsi menghubunginya.


__ADS_2