Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Rencana Licik


__ADS_3

Setelah dari hotel Alfian, Bu Reisa ibunya Rena segera menuju ke penjara tempat putrinya di tahan. Setelah melalui beberapa kali persidangan atas kasus video tidak senonoh yang melibatkan putrinya dengan seorang sutradara ternama di dunia hiburan, Rena di vonis dua tahun penjara karena istri sah sutradara itu juga melaporkan kasus perselingkuhan mereka di meja hijau.


Bu Reisa sudah melakukan segala cara untuk membebaskan putrinya dari belenggu jeruji besi, namun kini keuangan keluarga sedang sangat kacau. Sudah banyak uang yang dia keluarkan untuk menyewa pengacara terbaik untuk membantu meringankan kasus hukum yang menimpa putri nya Apalagi setelah istri sah dari sutradara selingkuhan Rena meminta ganti rugi dan meminta kembali semua aset yang pernah suaminya berikan kepada Rena. Terpaksa Bu Reisa harus memutar otak agar keluarganya tidak semakin hancur. Dengan keyakinan cinta buta yang di miliki oleh Alfian kepada Rena dulu, Bu Reisa mencoba meminta pertolongan laki-laki itu meskipun dia sudah menebak jika Alfian pasti akan menolak permohonannya. Tapi dengan kemunculan Sandra yang tidak disangka-sangka justru membuatnya mendapatkan ide untuk memanfaatkan gadis kampung yang menurutnya bodoh itu. Bu Reisa sudah tidak sabar ingin memberi tahu putrinya tentang idenya tersebut.


Setelah menunggu sedikit lama, akhirnya Bu Reisa bertemu dengan Rena. Gadis yang biasanya selalu memakai pakaian bermerek dan berhias dengan polesan make up yang membuatnya semakin menawan itu, kini terlihat berubah sangat drastis. Kini wajah cantik itu terlihat kurang terawat dan tanpa polesan make up sedikit pun. Baju bermerek yang biasanya menyempurnakan penampilannya kini berubah dengan pakaian tahanan berwarna oranye. Rena berjalan dengan gontai menemui ibunya yang sudah lama menunggu.


" Sayang...." Ucap Bu Reisa setelah melihat kedatangan putrinya yang diantarkan oleh dua petugas kepolisian.


" Ma..." Jawab Rena tak bersemangat. Wanita itu seperti telah kehilangan semangatnya untuk hidup.


" Bagaimana kabar mu sayang ?" Tanya Bu Reisa berkaca-kaca. Dia tidak menyangka jika putri kesayangannya akan berakhir di penjara.


" Seperti yang mama lihat. Buruk... Sangat-sangat buruk... Rena ingin pulang ma .. Rena gak betah di sini." Jawab Rena mengeluh.


" Iya sayang, sabar sebentar lagi ya ? Mama akan lakukan segala cara agar bisa mengeluarkan mu dari tempat ini."Kata Bu Reisa menenangkan.


" Apalagi yang bisa mama lakukan ? Sejak kemarin mama hanya bilang seperti itu terus."Rena menanggapi ibunya dengan ketus.


" Kali ini mama punya rencana yang hebat sayang... Semoga gadis bodoh itu bisa membantu kita." Ucap Bu Reisa sambil tersenyum penuh arti.


" Gadis bodoh ? Siapa yang mama maksud ? Rencana apa sih ma ?" Tanya Rena bertanya-tanya.


Kemudian Bu Reina menjelaskan rencananya kepada Rena. Rena manggut-manggut setuju dengan ide tersebut.


" Bagus ma,, wah Rena gak nyangka ternyata mama bisa selicik ini." Bisik Rena takut terdengar oleh petugas yang ada.


" Sudah ku bilang, apapun akan mama lakukan untuk mu sayang..." Ucap Bu Reisa lalu menggenggam kedua tangan putrinya dengan lembut.


" Makasih ya ma." Balas Rena sumringah.


Kedua wanita itu kemudian saling menatap dan tersenyum penuh arti.


Kembali ke kantor Alfian............


" Huuh, mas bisa gak sih, gak seenaknya begini..." Keluh Sandra sambil merapikan pakaiannya kembali.


Alfian hanya terkekeh kecil dan tidak perduli dengan omelan sang istri.


" Dah lah, aku mau pulang....." Kata Sandra melanjutkan.


" Tunggu sayang, kan kamu belum bilang kenapa ke sini mendadak. Pasti ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan." Sahut Alfian.


" Bagaimana bisa aku menyampaikannya sedangkan mas malah ngajakin aku beginian." Sandra masih tetap mengomel setelah melayani suaminya.


" Jangan marah begitu sayang, itu kan sudah menjadi kewajiban kamu sebagai seorang istri." Ucap Alfian tenang.


Lagi-lagi Sandra tak bisa berkutik jika Alfian sudah menyinggung soal hak dan kewajiban sebagai sepasang suami istri.

__ADS_1


" Katakan saja... Kamu ingin bicara apa ?" Tanya Alfian yang kemudian ikut memakai pakaiannya kembali.


Sandra menoleh sebentar, kemudian berfikir sejenak seperti ragu hendak menyampaikan keinginannya.


" Katakan saja, tidak perlu takut-takut seperti itu."


" Mm... Mas, boleh gak kalau aku buka butik sendiri ?" Tanya Sandra ragu-ragu.


" Buka butik ?" Tanya Alfian keheranan.


" Iya mas, aku bosan di apartemen seorang diri. Selesai kuliah aku selalu bingung mau ngapain. Di apartemen juga gak ada kerjaan... Palingan cuma melukis. Jika aku punya usaha sendiri kan ada sesuatu yang aku kerjakan. Selain bisa menambah pengalaman juga itung-itung berlatih berbisnis." Kata Sandra berubah bersemangat.


" Kau yakin ?" Tanya Alfian. Sebenarnya dia lebih senang jika Sandra berada di apartemen dan tidak melakukan hal yang bisa membuatnya lelah. Tapi jika di pikirkan , mungkin istrinya itu memang sangat kesepian. Apalagi sahabat dan teman-temannya sangat sibuk selepas kuliah.


" Aku sudah pikirin dengan matang mas. Lihat... Bahkan aku juga sudah bikin desain pakaian yang ingin aku jual." Kata Sandra lalu mengambil beberapa lembar kertas putih dari dalam tas ranselnya.


Alfian melihat gambar-gambar itu. Alfian akui ,Sandra memang berbakat soal melukis, membuat sketsa dan desain. Bahkan dia juga membuat desain pakaian dengan model yang sedang ngetren dan di gandrungi oleh para kaum hawa sekarang.


" Baiklah, akan aku urus semuanya."


" Mmm... Boleh gak mas kalau aku sendiri yang merekrut karyawan. Aku ingin buat lowongan buat ibu-ibu muda berbakat yang bisa menjahit tapi terkendala oleh anak. Aku sih pinginnya punya butik yang langsung ada tempat produksinya. Jadi jika ada pelanggan yang ingin melihat proses pembuatannya bisa melihat secara real.. Lagi pula, aku hanya ingin butik kecil-kecilan dulu mas .. Sambil belajar desain juga."Tutur Sandra menjelaskan.


" Kalau itu yang kamu inginkan, tentu saja aku akan menurutinya." Ucap Alfian.


Sandra berbinar-binar mendengar suaminya.


" Syarat ?? Kok pakai syarat-syarat segala sih mas...." Protes Sandra.


" Ya udah, kalau gak setuju juga gak apa-apa.... Tinggal duduk manis di apartemen menunggu suamimu pulang kerja..."


" Hm... Iya deh... Syaratnya apaan ?" Tanya Sandra segera.


" Nah gitu dong, syaratnya.... aku mau kamu gak boleh capek-capek dan harus tetap punya waktu untuk aku. Aku gak mau nanti kamu sibuk dengan pekerjaan mu hingga mengabaikan suamimu sendiri."


" Iya mas .. Aku ngerti kok, biar bagaimanapun mas tetap prioritas utama buat ku. Kan nanti juga banyak yang bantuin aku. Makasih ya mas... Aku kira syaratnya apaan... " Kata Sandra senang.


" Hehehe... Asal kamu tidak lupa saja kalau sudah bersuami..." Cetus Alfian terkekeh.


" Iya-iya.... Keluar yuk mas... Emang mas gak punya kerjaan apa...? Inikan masih jam kerja...?" Tanya Sandra keheranan.


" Kerjaannya di tunda dulu, mumpung ada kamu di sini." Alfian menjawab dengan santai sambil mengerlingkan sebelah matanya dengan genit.


" Shh... Mas mulai lagi mesumnya... "Sandra menggeleng pelan lalu menepuk jidatnya.


" Tuan... Ada rapat penting lima menit lagi. " Kata Dias sambil mengetuk pintu kamar itu.


" Astaga mas !!! Katanya tadi gak ada yang berani masuk selain aku. Itu Dias bisa masuk tanpa ketuk pintu juga !" Omel Sandra karena malu. Jangan-jangan Dias sudah menunggu mereka sejak...... " Aaaa....!!!" Umpat Sandra dalam hati.

__ADS_1


" Hehe... Aku lupa, jika Dias juga punya hak istimewa di sini... " Kata Alfian tanpa malu sama sekali.


Alfian kemudian keluar menemui Dias terlebih dahulu, sedangkan Sandra masih merasa malu untuk keluar.


" Semua sudah siap ?" Tanya Alfian langsung.


" Sudah Tuan.. Tinggal menunggu kehadiran Tuan saja." Jelas Dias sambil melirik kamar yang biasanya Alfian gunakan untuk beristirahat jika lelah bekerja.


" Ngapain lirik-lirik...?" Tanya Alfian memergoki kemana arah pandang mata Dias.


" Itu... yang bersama dengan anda ...."


" Dia istriku... Emang menurut mu siapa ?" Kata Alfian yang mengetahui arah pikiran Dias.


" Ooh... Syukurlah kalau begitu tuan. Maafkan saya yang sudah berfikir yang tidak-tidak." Ucap Dias meminta maaf sekaligus merasa lega.


" Sayang... Cepat keluar agar orang ini tidak mencurigai suamimu sebagai tukang selingkuh.." Perintah Alfian.


Sandra terpaksa keluar dengan malu-malu.


" Hai Mas Dias .." Sapa Sandra tanpa berani melihat ke arahnya.


" Hai juga nona... Maafkan saya sudah berburuk sangka kepada Tuan." Kata Dias meminta maaf kembali.


Sekarang Sandra sudah hafal dan tidak heran lagi jika di tempat kerja Dias memakai bahasa formal saat berbicara kepada nya maupun kepada Alfian.


" Iya... gak apa." Balas Sandra singkat.


" Apakah ada kepentingan nona ? Kenapa tidak memberi kabar atau pesan terlebih dahulu kepada saya ? Pasti saya bersedia menjemput atau menyuruh orang untuk menjemput anda ke sini. " Tanya Dias penasaran kenapa istri kecil bosnya bisa datang tiba-tiba.


" Sebenarnya tidak ada kepentingan sih..., aku iseng saja ke sini, mau kasih kejutan... Bosan di apartemen terus." Jawab Sandra jujur.


Dias tersenyum mendengar jawaban istri sahabatnya.


" Bagaimana tidak bosan nona.... Setiap hari suami anda selalu punya alasan untuk membuat nona tetap berada di apartemen. Dia sengaja membuat teman-teman anda sibuk bekerja dan melarang adiknya sering-sering mengunjungi kalian. Hah... Aku rasa suami anda benar-benar sangat posesif, mungkin juga dia sudah tergila-gila kepada anda hingga takut jika anda berkeliaran terlalu lama di luar." Batin Dias.


"Tuan, waktunya sudah tiba." Imbuh Dias mengingatkan.


Alfian mengangguk paham.


" Sayang... Aku ada rapat penting sekarang... Tunggulah di sini , nanti kita pulang bersama." Pamit Alfian.


" Baiklah... " Jawab Sandra.


Alfian kemudian mengecup kening Sandra sekilas kemudian meninggalkan ruangan itu. Dias mengikutinya dari belakang.


" Silakan tunggu dengan senyaman mungkin nona. Anggap seperti di tempat nona sendiri."Kata Dias sesaat sebelum mengikuti Alfian keluar.

__ADS_1


__ADS_2