
Sepulang kuliah Sandra kemudian pamit terlebih dahulu kepada kedua temannya. Tadi Neta sudah menghubunginya, kata Neta dia sudah menunggunya di mall. Karena capek habis bebenah, hari ini Sandra tidak membawa sepeda motor sendiri. Tadi dia berangkat dengan taksi untuk berangkat kuliah, sekarang pun dia ke mall juga naik taksi tanpa mengabari Alfian terlebih dahulu. Dia takut jika izin dulu, suaminya itu tidak akan mengizinkannya apalagi Alfian sedang merajuk kepadanya.
Sesampainya di mall Sandra menuju ke salon kecantikan yang biasanya mereka kunjungi. Beberapa karyawan tersenyum ramah begitu melihatnya masuk. Tentu saja karena dia adalah salah satu pelanggan tetap di sana.
" Kakak kenapa lama sekali ?" Tanya Neta yang sedang creambath.
" Maaf, kakak tidak tahu jika jam kuliah hari ini di undur satu jam. Oya, kamu pulang sekolah langsung ke sini ? Kenapa gak ganti baju dulu ?" Tanya Sandra yang melihat Neta masih lengkap mengenakan seragam sekolah khas anak SMA.
" Hehe, males kak .. Pulang juga gak ada orang di rumah.. " Jawab Neta cengengesan.
" Hmm ya udah, tapi lain kali pulang dulu, atau kalau tidak bawa baju ganti." Ucap Sandra menasehati adik iparnya.
" Oke kak..."
Dua jam kemudian mereka sudah selesai melakukan perawatan.
" Kita jalan-jalan dulu ya kak. " Ajak Neta setelah keluar dari salon.
" Boleh, tapi sebentar saja ya ? Takut kakakmu nanti pulang duluan. Takut dia ngambek lagi." Jawab Sandra.
" Hahaha... Ada-ada saja Kak Al sekarang. Dulu dia gak begitu kak. Boro-boro ngambek, peduli aja enggak. Cuek banget kak orangnya." Tawa Neta.
" Ya, kakak tahu. Kakak mu itu sangat menyebalkan... Hehehe..." Balas Sandra lagi sambil melihat-lihat toko di sekelilingnya.
" Hehehe... Yang sabar ya kak ngadepin kak Al. Tapi dia baik banget kok... "
" Iya... Dia sangat perhatian sebenarnya, cuma caranya saja yang sering salah. Kamu mau beli apa Neta ?" Imbuh Sandra.
" Beli baju aja deh kak .. Mau buat ganti sekalian. Gerah banget seharian pakai seragam." Ujar Neta.
" Ya udah ayo..."
Sandra dan Neta kemudian masuk ke salah satu toko baju di mall itu.
" Bagusan yang mana kak ?" Tanya Neta sambil menunjukkan sebuah dress dan sebuah blouse.
" Mm.. Kalau menurut kakak... Bagus semua, tapi kayanya dress ini lebih cocok untukmu yang cantik... Pasti tambah manis." Ucap Sandra kemudian.
" Oke... Aku coba dulu ya ?" Balas Neta kemudian mencobanya di ruang ganti.
Sandra menunggu Neta yang sedang mencoba pakaian. Tapi tiba-tiba dirinya di kejutkan oleh Dokter Tian.
" Lagi shopping San ?" Tanya Dokter Tian dari belakang.
" Eh dokter... Ee... Kok ada di sini ?" Tanya Sandra keheranan. Bahkan menurutnya, sering sekali pertemuan kebetulan seperti ini terjadi kepada mereka berdua.
" Iya... Lagi nemenin temen." Dokter Tian menjawab santai seolah pertemuan mereka memang tidak di sengaja.
" Ohh... Dokter gak kerja ?" Tanya Sandra lagi.
" Aku jaga malam hari ini. Oya..., kamu belanja sama siapa ?" Dokter Tian balik bertanya.
" A..aku... Sama adik ipar." Jawab Sandra lagi.
"Mana , kok gak kelihatan."Dokter Tian celingukan ke kanan dan kiri.
" Dia lagi nyobain baju." Jawab Sandra.
" Oo..."
Sandra jadi bingung hendak ngapain. Kedatangan Dokter Tian membuatnya jadi tidak fokus dan tidak nyaman memilih-milih pakaian.
__ADS_1
" Kok canggung sekali ? Kamu beda sekarang. Apa Alfian memintamu untuk menjauhi ku ?" Tanya Dokter Tian penuh selidik.
" Ah... Oh enggak kok..." Balas Sandra gugup. Dia takut menyakiti hati Dokter Tian jika dia berkata jika memang begitu kenyataannya.
" Oya... Tapi ,aku ngerasa jika kamu sekarang tidak suka bertemu dengan ku." Lanjut Dokter Tian.
" Ahahaha... Itu perasaan dokter saja." Ucap Sandra sambil tertawa garing.
Untung saja Neta segera datang menghampiri mereka.
" Kakak... Bagaimana ?" Tanya Neta sambil berputar-putar memamerkan dress yang sedang dia kenakan.
" Bagus... Kamu cantik sekali memakainya." Sahut Sandra serius.
" Hehehe... Makasih kak. Oya, dia siapa kak ?" Tanya Neta yang sadar jika Sandra bersama orang lain.
" Oh... Ini Dokter Tian. Dia ini juga mengenal Mas Al." Ucap Sandra memberi tahu.
" Dok, kenalin ini Neta adik ipar ku .." Ucap Sandra.
" Tian." Kata Dokter Tian sambil mengulurkan tangannya kepada Neta.
" Neta." Balas Neta menyambut uluran tangan Dokter Tian.
" Mm... Neta, kakak ke toilet sebentar ya...?" Ucap Sandra. Dari pada berlama-lama bersama Dokter Tian, lebih baik dia menghindari dokter itu agar Neta juga tidak salah paham dengan hubungan mereka.
" Baik kak. Aku tungguin di sini. Aku juga mau bayar dress ini dulu." Sahut Neta.
" Oke.."
" Dokter Tian,maaf ya saya ke toilet dulu." Sambung Sandra lagi.
" Baiklah. Hati-hati..." Dokter Tian menjawab sambil tersenyum ramah seperti biasanya.
" Kalau begitu lanjutkan saja belanjanya. Saya juga permisi dulu." Pamit Dokter Tian.
" Iya dok. " Jawab Neta sekenannya kemudian ke kasir.
Dia masih sempat melihat jika dokter itu melangkah pergi ke tempat yang berlawanan arah dengan Sandra. Neta kemudian melanjutkan acara membayar pakaian yang telah dia kenakan.
Sandra duduk termenung di toilet sambil menunggu situasi. Mungkin lima atau sepuluh menit lagi dia baru akan keluar dan berharap Dokter Tian sudah pergi dari sana.
Setelah sepuluh menit berlalu, Sandra keluar dari pintu toilet. Tapi betapa terkejutnya Sandra ketika dia membuka pintu ada seseorang yang memakai masker langsung membekap mulutnya dengan sapu tangan. Sandra hendak memberontak tapi sayangnya kepalanya tiba-tiba pusing dan dia pun pingsan tidak sadarkan diri.
Neta melihat jam di tangannya. Sudah tiga puluh menit berlalu tapi Sandra belum juga kembali dari toilet.
" Kakak lama banget sih ? Aku susul aja deh." Gumam Neta.
Neta masuk ke dalam toilet perempuan dan melihat sekeliling. Ada beberapa pintu yang tertutup. Dia memanggil Sandra dari luar pintu.
" Kak Sandra... Kok lama sekali ? Ada masalah ?" Tanya Neta.
" Oh...Maaf, aku kira kakak saya." Ucap Neta saat seorang perempuan keluar dari toilet.
Lama mengamati,, semua orang yang ada di dalam toilet tadi sudah keluar semua. Tapi Sandra tidak ada di antara mereka yang keluar. Wajah Neta seketika menjadi panik. Dia bingung di mana kakak iparnya berada.
" Apa Jak Sandra ninggalin aku ? Ah tidak mungkin..." Gumam Neta.
Neta lalu mencoba menghubungi ponsel Sandra. Tapi hanya suara layanan operator yang menjawabnya. Setelah mencoba berulang-ulang kali sambil berkeliling mall, akhirnya Neta memutuskan untuk menelpon kakaknya. Dia takut terjadi sesuatu kepada Sandra.
Deringan pertama, kakaknya langsung menjawab telepon darinya.
__ADS_1
" Ha... Halo kak..." Ucap Neta sambil terisak.
" Ya Neta... Kamu kenapa ? Bukanya kamu dengan Sandra ?" Tanya Alfian diseberang telepon.
" Kak Sandra ... Kak Sandra hilang kak !" Kata Neta terbata-bata.
" Apa ? Tunggu kakak di sana. Jangan kemana-mana !" Ucap Alfian lalu langsung menutup teleponnya.
" Sial ! Bagaimana mereka bekerja ? Dasar tidak becus !" Umpat Alfian sambil menyetir mobil.
Tadi, Alfian sempat mendapat kiriman foto Sandra yang sedang creambath di salon dan memilih-milih baju di salah satu toko bersama adiknya Neta dari orang suruhannya. Tapi entah mengapa kini adiknya mengabari jika Sandra telah hilang.
Tut....Tut...Tut.... Maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, cobalah beberapa saat lagi.
" Sial... Nomor telepon Sandra tidak aktif." Ucap Alfian kesal. Kini dia sama paniknya dengan Neta.
Tiba-tiba ponselnya berdering. Tanpa menunggu lama Alfian langsung mengangkatnya.
" Berengsek ! Di mana istriku? Kenapa bisa sampai kehilangan jejaknya ! Aku tidak mau tahu, kamu harus segera menemukannya !! Jika tidak kamu akan menanggung akibatnya !" Ucap Alfian murka. Orang yang dia utus untuk mengawasi Sandra baru saja menelpon.
Tidak lupa setelah itu Alfian juga menghubungi Dias untuk mengerahkan anak buahnya yang lain agar segera membantu mencari Sandra.
Tidak butuh waktu lama, Alfian sampai di mall. Dia menghampiri Neta yang masih menangis sesenggukan di depan toko pakaian.
" Bagaimana ini bisa terjadi ?" Tanya Alfian setelah sampai.
" Kakak...." Neta kemudian menceritakan apa yang terjadi sebelum Sandra ke toilet.
" Jadi sebelum ke toilet kalian bertemu dengan Tian ?! Sial !! Pasti laki-laki Itu dalang semua ini !" Geram Alfian. Dia sangat yakin jika semua itu adalah ulah Dokter Tian.
Neta yang baru kali ini melihat kakaknya se marah itu,diam membisu tidak berani berbuat apa-apa.
" Aku harus bertemu dengan manager mall ini. Kita bisa tahu kemana Sandra di bawa pergi lewat CCTV." Ucap Alfian kemudian.
Tidak sulit bagi Alfian bertemu dengan manager mall di sana karena Alfian adalah salah satu rekan bisnis dari mereka.
Kini Alfian dan Neta sudah berada di ruang CCTV. Seorang petugas membantu mereka mencari rekaman Sandra dan Neta.
" Ya benar... Itu kami. Itu Kak Sandra... Dia kemudian izin ke toilet." Ucap Neta yang melihat layar di depannya.
" Sekarang pindah, cari rekaman yang ada di toilet di jam yang sama." Perintah Alfian.
Petugas itu kemudian mencari rekaman lain di toilet perempuan. Mereka melihat saat Sandra datang dan masuk kedalam toilet. Kemudian tidak berselang lama ada sosok pria berbadan besar, memakai pakaian serba hitam dan memakai masker melihat ke arah CCTV dan kemudian layarnya berubah menjadi gelap.
" Kurang ajar ! Dia sengaja merusak CCTV nya !" Teriak Alfian frustasi.
" Sabar kak... Jangan marah... Neta takut. " Kata Neta lirih.
Alfian menoleh ke arah adiknya yang berdiri gemetar karena ketakutan. Ini kali pertamanya Neta melihat dirinya marah seperti itu dan bahkan sampai berteriak kasar. Gadis itu pasti sangat takut.
" Maafkan kakak. " Ucap Alfian lirih kemudian memeluk adiknya agar tidak takut.
" Maafkan Neta kak. Semua salah Neta. Neta yang mengajak kak Sandra ke sini." Ucap Neta sambil menangis di pelukan kakaknya.
" Stttt.... Jangan menangis lagi. Ini bukan salah kamu. Diam lah, mata kamu sudah bengkak. Sekarang dengarkan kata kakak baik-baik. Pulanglah bersama anak buah kakak. Sampai di rumah istirahat yang cukup, jangan pikirkan macam-macam dan jangan beri tahu papa juga masalah ini. Papa baru saja sembuh. Kamu paham ?" Ucap Alfian.
" Baik kak.. Terus Kak Sandra gimana ?" Tanya Neta cemas.
" Tenang saja, kakak akan mencarinya. Saat ini anak buah kakak juga sedang mencarinya, termasuk Dias. Jadi jangan khawatir." Balas Alfian menenangkan.
Dalam hati dia sendiri sangat cemas dan panik. Tapi dia harus bisa mengontrolnya dan berpikir dengan jernih agar bisa segera menemukan Sandra.
__ADS_1
" Kakak... Kakak ke mana ?" Batin Neta sedih.
Dari raut wajahnya dia dapat melihat jika sebenarnya kakaknya sangat panik dan khawatir. Biar bagaimana pun mereka adalah saudara kandung,tentu Neta bisa merasakan apa yang tengah saudaranya rasakan meski Alfian berbohong sekalipun.