Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
KESAL


__ADS_3

Sandra meringkuk memeluk lututnya yang gemetar. Bukan hanya lutut, tapi seluruh tubuh gadis itu gemetar ketakutan dengan apa yang baru saja terjadi. Salah ? Ya dirinya memang bersalah. Sandra mengakui hal itu. Sebagai perempuan harusnya dia bisa lebih menjaga diri. Terlebih dengan statusnya sekarang yang sudah bukan lajang lagi meskipun baru sebatas bertunangan. Apa yang dikatakan oleh Alfian benar adanya. Ada seorang ibu yang harus dia lindungi dan dia jaga nama baiknya selain dirinya sendiri. Apa yang tadi terjadi bersama Gilang tadi adalah kesalahan yang harusnya bisa dia cegah. Tidak seharusnya itu terjadi. Semua nasehat dan petuah yang ibu dan ayahnya bilang kini terngiang di kepalanya. Semakin membuat Sandra semakin menyesal dan terisak.


Brakk !


Pintu kembali terbuka. Alfian kembali masuk ke kamar Sandra . Melihat sekeliling dan melangkah menuju meja.


Tanpa bersuara Alfian mengambil paper bag handphone yang tergeletak di sana. Dan segera pergi lagi tanpa menghiraukan Sandra yang kaget dan ketakutan namun tak berani berbuat apapun. Alfian pun acuh tak peduli. Segera dia meninggalkan tempat itu secepat mungkin. Kini ada satu tempat yang harus dia datangi. Rumah Gilang.


Gilang tersenyum sepanjang perjalanan pulang. Sama halnya dengan Sandra. Dia terus saja mengingat kejadian di dalam mobil tadi. Kini tekatnya semakin bulat. Apapun yang terjadi dia akan merebut Sandra karena yang dia tahu saat ini Sandra juga ada rasa terhadapnya. Tak peduli jika persahabatannya dengan Alfian akan benar-benar berakhir. Egois ? Mungkin. Namun Gilang merasa dialah yang pertama kali bertemu dan kenal dengan Sandra dan dengan terang-terangan juga Gilang selama ini mengejar cinta Sandra. Alfian sendiri mengetahuinya sejak awal. Jika memang Alfian adalah sahabat seharusnya dia menolak perjodohan itu sejak awal dengan alasan atau cara apapun. Bukan malah sebaliknya. Sebagai sahabat, seharusnya dia bisa memahami bagaimana sedihnya dia saat tahu perjodohan itu. Terlebih dengan alasan ingin membuat hidup Sandra menderita. Tentu dia tidak rela jika wanita yang dia cintai di perlakukan semena-mena.


Baru hendak melangkah menaiki anak tangga tiba-tiba Gilang dikagetkan dengan suara lantang yang memanggil namanya dari belakang.


Alfian ?? Mau apa dia ke sini ?


" Ada apa ! " Sambutnya ketus.


Namun betapa kagetnya Gilang ketika Alfian langsung meninju pipinya . Darah mengalir dari sudut bibirnya.

__ADS_1


" Terima ini ! Aku jauh lebih bisa memberikan yang lebih mahal dari ini." Ucap Alfian melempar paper bag handphone yang tadi dia ambil dari meja Sandra ke dada Gilang.


" Dan itu balasan atas apa yang kamu lakukan barusan ! Aku peringatkan untuk yang terakhir. Jauhi Sandra ! Atau ku buat kalian lebih menderita! " Ucap Alfian menggertak.


" Aku tidak segan-segan akan menghancurkan mu dan seluruh keluarga mu juga jika kamu melampaui batasan mu !" Lanjutnya lantang.


" Terserah.. " Tantang Gilang.


" Apapun yang terjadi aku akan tetap mengambil kembali apa yang harusnya menjadi milikku. " Ucap Gilang sengit.


" Tidak tau malu. Kata itu yang pantas untukmu saat ini. Saat itu, ketika kamu bertanya kenapa aku menyukai Sandra kamu bilang padaku itu pilihan yang sangat buruk. Aku masih ingat kata-kata yang kamu ucapkan untuk merendahkan dirinya di hadapanku. Bahkan kamu mencemooh ku yang terus terang mengungkapkan rasa sukaku terhadapnya di depanmu. Kamu sendiri sudah tau bagaimana usaha yang aku lakukan untuk mengambil hati Sandra. Lalu kenapa sekarang kamu melakukan ini ? Ya perjodohan. Aku tau meski aku sendiri terkejut akan hal itu. Karena sebuah wasiat ... Namun apapun itu, haruskah kamu ikut menyetujuinya? Aku tau Sandra tak punya pilihan lain . Kalau kamu ? Kamu yang biasanya berontak terhadap papamu. Kenapa tak bisa menolaknya ? Karena harta kah ? Tadinya aku tidak percaya itu, ku kira selama ini kita benar-benar sahabat. Namun nyatanya aku salah besar. Hanya aku yang benar-benar menganggapmu sahabat. Aku lupa jika kamu adalah Alfian yang egois dan pendendam. Yang tidak pernah memikirkan orang lain disekelilingmu sekalipun. Aku kecewa ... Ini tidak adil untuk ku.. lalu apa salahku memperjuangkan cintaku ? Terlebih Sandra mulai menyadari perasaannya terhadap ku. Kau membuat semuanya semakin rumit. Jika membenciku, jangan mengorbankan Sandra kalau ingin membalas ku ! " Kata Gilang .


Mendengar penuturan Gilang yang memojokkan dirinya tentu saja membuat emosi kembali menyelimuti dirinya. Alfian mengepalkan kedua tangannya untuk mengontrol panas hati yang ada.


" Mungkin kalian tidak berjodoh !" Balas Alfian asal tanpa menoleh sedikit pun. Dia kembali berjalan meninggalkan Gilang yang terpaku menatap kepergiannya.


Di perjalanan Alfian merenungi kata-kata Gilang. Kebenciannya terhadap Sandra sejak awal mula pertemuan mereka hingga sekarang, membuatnya jatuh ke lubang masalah yang rumit. Alih-alih ingin membuat gadis itu menderita dengan sebuah ikatan, dia justru mengabaikan perasaan Gilang. Hatinya terasa sesak saat mengakuinya. Bagaimana pun Gilang adalah sahabat baiknya sebelum semua ini terjadi. Namun Alfian adalah Alfian. Sudah terlanjur seperti ini dia tidak bisa berhenti di sini. Memang benar alasan utama dia menyetujui perjodohan ini dengan gadis udik itu adalah harta. Papanya mengancam akan mencoretnya dari kartu keluarga dan juga dari ahli waris keluarga jika dirinya tidak mau menikah dengan gadis miskin itu. Hal yang tidak sepadan menurutnya hingga rencana jahat pun sudah dia susun. Dia akan menikah dengan Sandra dengan janji akan membuat hidup gadis itu menderita. Namun entah kenapa kenyataan jika Sandra dan Gilang sudah saling menyukai justru membuatnya terluka dan murka. Hal yang seharusnya dia tidak pedulikan. Karena pernikahan ini juga hanya alat untuk membuat gadis itu menderita.

__ADS_1


Alfian kesal dengan dirinya sendiri. Entah marah karena banyaknya kebenaran dari ucapan Gilang atau karena dirinya yang merasa terluka karena kejadian Gilang dan Sandra tadi.


Alfian memarkirkan asal mobilnya setelah sampai di halaman rumahnya. Dia mengabaikan panggilan dari adiknya dan bergegas masuk ke dalam kamar. Tentu saja hal itu menjadi tanda tanya untuk seisi rumah itu karena sikap Alfian yang tidak seperti biasanya.


Pak Wijaya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan dari Alfian.


" Mungkin lagi berantem sama kak Sandra. " Tebak Neta .


" Mana mungkin ada perempuan yang tahan dengan sikap kak Al yang seperti itu." Imbuh Arkha .


" Sudah-sudah,kalian masuk kamar sana.. kerjakan tugas kalian. Neta , ini sudah malam, selesaikan tugasmu dan bawa masuk ke kamar. Jangan begadang menonton drakor lagi ! " Ucap Pak Wijaya akhirnya.


" Yah papa gak asik !" Protes Neta. Sedangkan Arkha lebih dulu meninggalkan papa dan adiknya yang masih cemberut karena larangan dari papanya.


Setelah kepergian kedua anaknya, Pak Wijaya bergumam kecil dan ikut masuk ke dalam kamarnya sendiri. Ada sesuatu yang akan dia lakukan agar mencegah hal-hal buruk yang akan terjadi dengan hubungan Alfian dan Sandra.


"

__ADS_1


__ADS_2