Jodoh Pilihan Bapak

Jodoh Pilihan Bapak
Siapa bilang ? Kau ini manis !


__ADS_3

Sandra menyelesaikan pekerjaannya dengan diam, baginya lebih baik diam dari pada mendengar suara pedas yang menyakitkan dari bosnya lagi . Al pun demikian , sepertinya sudah cukup hari ini dia membalas gadis udik ini.


Meski lelah dan capek karena bolak balik naik turun tangga sendirian sambil membawa barang yang berat, Sandra tetap berusaha menyelesaikan nya lebih cepat.


"Capeknya ..." Sandra bersandar di dapur restoran . Mukanya terlihat lesu dan kusut.


" Hey, kamu kemana saja, selepas makan siang aku cari-cari tidak ada , aku pikir kamu izin pulang duluan .. " Sapa Gilang.


Bu Henny datang menghampiri mereka membawakan sepiring makanan dan sebotol air mineral untuk Sandra. Sandra yang memang sangat haus langsung menenggak minuman dingin itu sampai tandas.


" Aaahhhh leganya .. ! " Seru Sandra.


" Kok gak di jawab sih ? " Tanya Gilang lagi.


Bu Henny yang sudah tau dimana dan ngapain saja Sandra hari ini juga hanya diam, sebenarnya dia merasa kasian kepada Sandra, memindahkan semua barang dari ruangan tuan Al sendiri tanpa ada yang membantu, seharusnya pekerjaan itu bisa dilakukan office boy , atau dikerjakan secara bersama . Namun Tuan Al melarangnya dan menyuruhnya mengerjakan laporan kemajuan restoran bulan ini .


" Makanlah dan pulang istirahat ..." Ucap Bu Henny kemudian beranjak pergi.


Gilang semakin bingung melihat Bu Henny menoleh kepada Sandra. Gadis itu terlihat lelah sekali hingga malas rasanya bicara.


" Aku mau pulang, " Sandra.


" Pulang ? kamu kenapa ? " Tanya Gilang.


"Tidak apa-apa ,aku mau pulang dan tidur , badanku sakit semua ! " Jawab Sandra.


"Oke aku antar ya ? ," Tawar Gilang.


" Tidak usah,aku bawa motor ." Tolak Sandra.


" Sepeda motormu kamu tinggal disini saja, besok berangkat kerja aku jemput ." Bujuk Gilang lagi.


" Tidak usah, nanti merepotkan mu ."


" Tentu saja tidak, makanlah dulu, aku baru aku antar pulang, aku juga sudah selesai bersiap " Paksa Gilang.


Gilang tersenyum kecil akhirnya ada kesempatan berdua dengan Sandra di luar jam kerja.


Sandra menggeleng pelan , dia tidak berselera makan meski perutnya belum di isi sejak siang tadi.


"Baiklah ,ayo !" Ajak Gilang , dia berjalan didepan ,disusul Sandra yang menggendong tas ranselnya dahulu. Selesai mengerjakan tugasnya tadi Sandra memang langsung keruang ganti dan bersiap pulang.


Sampai di tempat parkir, Gilang meminta kunci motor Sandra dan memindahkannya ke besmen yang lebih aman. Setelah memastikan aman Gilang berjalan menuju sebuah mobil yang sangat bagus di ikuti Sandra di belakangnya.


" Ayo naik, " Ajak Gilang sambil membukakan pintu mobil untuk Sandra .


Sandra tertegun melihat mobil mahal di hadapannya .


" Gilang ini mobil siapa ?? " Tanya Sandra , dia tidak percaya Gilang kerja memakai mobil yang mahal . Kalau dia orang yang berkecukupan ngapain bekerja di restoran bukan di kantoran kek. Pikir Sandra.


" Mobil ini ? " Tanya Gilang panik.


" Tentu saja ini mobil....... bosnya kakakku ! Ya mobil bosnya kakakku , kau tahu kakakku itu seorang sopir pribadi dan bosnya sangat baik sekali. Setiap hari kakakku pulang memakai mobilnya , hari ini kakakku libur jadi aku bawa saja mobilnya ." Ucap Gilang panjang lebar.


" Ooh ,ya udah ayo .. aku benar-benar sangat lelah , aku ingin segera tidur " Timpal Sandra tanpa menaruh curiga sedikitpun.

__ADS_1


" Hampir saja ! " Batin Gilang.


Di dalam mobil baik Gilang maupun Sandra hanya diam , Sandra memejamkan kedua matanya , hari ini sungguh sangat melelahkan , selain pusing memikirkan perjodohan kemarin dia juga capek hati dan raga karena bos nya .


Sandra membuka kedua matanya saat mobil berhenti, setelah melihat sekeliling Sandra kaget karena mobilnya berhenti di depan warung makan pinggir jalan, bukan di depan kos.


" Kita di mana ?? Tanya Sandra.


" Warung makan , tiba-tiba aku sangat lapar , ingin sekali makan bebek bakar , bebek bakar disini enak sekali , ayo turun . " Ajak Gilang.


Sandra masih duduk terdiam di dalam mobil ..


"Ayo " Ajak Gilang lagi.


" Tidak, kau saja , aku masih kenyang ,aku menunggu di sini saja " Tolak Sandra.


Dalam hati sebenarnya dia juga lapar tapi apalah daya , bebek bakar pasti mahal , bisa dua atau tiga hari kalau aku pakai uangnya untuk makan di warteg , batinnya.


" Ayolah kamu temenin aku makan, kurang enak jika makan sendiri, aku yang traktir " Gilang memohon .. lebih tepatnya memaksa , karena dia sudah membuka pintu mobil dan menarik tangan Sandra agar turun dari mobil.


Tiga puluh menit kemudian, pesanan mereka datang ... Aroma wangi dari bebek bakar itu sungguh menggoda,ditambah teh manis hangat dan sambal dan juga lalapan membuat Sandra menelan ludah..


" Ayo makan ," Ucap Gilang.


Sandra yang sudah tidak bisa menahan lapar dari godaan bebek bakar spesial dihadapannya segera memakannya dengan lahap . Gilang pun tersenyum melihatnya.


" San, kamu kemana saja tadi ? " Tanya Gilang memulai pembicaraan.


Sandra tau maksud ucapan Gilang, akhirnya dia menceritakan kemana dia tadi sehabis makan siang.


" Dasar Mr. Sableng, mindahin barang segitu banyaknya nyuruh cewek sendirian yang ngerjain , pasti dia sengaja ! " Umpat Gilang setelah mendengar cerita Sandra.


"Kurang ajar kamu Alfian , lihat aja nanti . " Batin Gilang sambil mengepalkan kedua tangannya.


" Oya , boleh aku bertanya ? " Kata Sandra ragu-ragu.


Di tatapnya laki-laki di depannya ini.


" Mau tanya apa ? " Gilang tersadar dari lamunannya dan menatap Sandra. Ditatapnya gadis itu dengan lekat , terlihat sekali keraguan dari wajahnya.


"Mmm, Gilang ,, apa aku ini jelek sekali ? " Ucap Sandra akhirnya.


Gilang mengerutkan keningnya. Pertanyaan macam apa itu ?


" Tidak . "


" Tidak salah , begitukah ? " Lanjut Sandra.


" Tidak Sandra, kamu tidak jelek " Kata Gilang sungguh-sungguh. Lagi pula dia bingung mau menjawab apa kepada Sandra , ingin mengakui kalau gadis di depannya ini manis dia juga malu .


" Kamu tidak jujur " Kilah Sandra.


" Aku jujur Sandra... aku tidak berbohong dan tidak pernah berbohong .... " . " Kalau tidak terpaksa" Imbuh Gilang dalam hati .


" Aku memang jelek Gilang , kau rabun kalau begitu " Sandra masih tetap keras kepala dengan pendiriannya

__ADS_1


" Aku ini sungguh menyedihkan, Tuan Al benar, aku ini gadis jelek, hitam dekil dan udik " Lanjutnya.


" Siapa bilang ???? Apaaaa !! Jadi Al sialan itu bilang seperti itu kepadamu ! " Seru Gilang.


" Ssstt kecilkan suaramu , jangan keras-keras, aku malu " Sandra menundukkan kepalanya.


" Ops , sorry .." Ucap Gilang sambil menoleh ke sekitar ,ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka karena teriakannya.


"Hmm, " Gilang membuang nafas perlahan . Ditatapnya gadis yang kini menunduk malu di depannya.


" Sandra , dengarkan aku , aku minta maaf ... dan aku akan bicara jujur... sejujur jujurnya ... "Lanjut Gilang.


" Kau ini manis, Sangat-sangat manis, jadi jangan malu dengan dirimu. Kau tau, kulitmu itu eksotis, diluar sana banyak bule atau orang luar negeri yang mencari pendamping hidup seperti mu. " Kata Gilang.


" Benarkah ? " Tanya Sandra tidak percaya.


" Kau tidak lagi membual agar membuatku senang kan ?" Imbuhnya.


Gilang menggelengkan kepalanya kemudian meminum teh hangatnya.


" Aku serius, senyummu manis matamu lentik , dan rambutmu indah .." Ucap Gilang tulus.


Sandra tersipu, hatinya berbunga-bunga , wajahnya memerah seketika ,,antara bahagia dan malu , senyum terkembang di bibirnya yang mungil.


" Gilang , astaga apa yang kau katakan ,, bodoh. ! " Batin Gilang yang juga malu setelah mengatakannya.


Hening , Sandra dan Gilang kemudian makan tanpa bersuara.


Makan dalam diam , Sandra jadi ingat kedua orang tuanya.


" Bapak ibuu , aku rindu .. kalian makan apa malam ini " Rintih Sandra dalam hati.


Semenjak kedatangan Pak Wijaya kemarin, Sandra belum menghubungi orang tuanya, dia takut bapak dan ibunya kecewa dan marah , sedangkan Sandra sendiri juga belum siap dan tidak mau di jodohkan . Sandra berniat bertanya dan menjelaskan langsung kepada orangtuanya besok kalau dia pulang saat sudah gajian.


Gilang yang melihat perubahan di wajah Sandra langsung bertanya ..


" Ada apa lagi, kau masih tidak percaya padaku ?" Tanya Gilang.


" Ah tidak ,tidak .. bukan itu ,aku sudah tidak memikirkannya. "


" Lalu ? "


" Gak apa-apa, hanya teringat bapak ibuk saja " Ucap Sandra.


"Oya Gilang , bagaimana jika seandainya tiba-tiba kamu dijodohkan ? Apa kamu masih percaya dengan perjodohan ? " Tanya Sandra ragu.


" Dijodohkan ?? " Tanya Gilang balik.


" Ah tidak ,lupakan " Pinta Sandra kemudian.


Gilang terdiam dan berfikir, " Pasti ada yang disembunyikan oleh Sandra . Mungkin dia ragu ingin mengungkapkan nya, tapi aku ingin tau apa itu .. "


Hari semakin malam , selesai makan Gilang langsung mengantarkan Sandra hingga ke depan pintu gerbang kos .


" Terima kasih " Ucap Sandra tulus.

__ADS_1


" Tidak masalah, sampai jumpa besok. " Balas Gilang.


Sandra mengangguk dan masuk ke dalam . Gilang menunggu hingga Sandra tak terlihat lagi kemudian pergi melajukan mobilnya dalam kegelapan .


__ADS_2