
Nathan mengemudikan mobilnya menyusuri jalanan kota semarang yang selalu macet jam jam segini, di tambah lagi ini adalah malam minggu, muda mudi banyak yang berjalan jalan keluar untuk menikmati malam.
"Sil, kau mau aku antar kemana" Nathan melirik ke arah sesil, sebenarnya nathan masih ingin berlama lama dekat dengan sesil. Bahkan nathan berdoa supaya macetnya sampai besok pagi.
"Pulang" sesil masih tetap fokus dengan menatap keluar jendela
"Iya aku tau kau mau pulang masa mau ke kuburan lagi" nathan terkekeh dengan pelan.
Sesil menoleh ke arah nathan dan menajamkan tatapan matanya. Sedangkan nathan semakin kencang tertawa, menertawakan sesil yang matanya sudah mau keluar dari tempatnya.
"Aku tau, aku tampan, tapi tidak perlu kau menatapku seperti itu" nathan berkata dengan sombongnya.
Sontak sisil langsung melayangkan tinjunya ke arah lengan nathan.
"Ah ! kenapa kau memukulku hah" nathan mendesis ketika mendapat pukulan dari sesil
"Itu award untuk kesombongan mu" sesil menatap sinis nathan
"Jadi, kita mau kemana sil ? apa kau masih ingin berkencan denganku hm?" nathan semakin menggoda sesil dan sesil semakin kesal di buatnya.
"Kan aku sudah katakan, aku mau pulang ya...." nathan langsung membekap mulut sesil dengan tangan sebelah kirinya.
"sssttttt, jangan berteriak, nanti orang pikir aku menculikmu atau bahkan lebih parah aku di kira akan memperkosamu"
"Aku tidak berselera dengan gadis macam kau, yang banyak bicara dan menyebalkan" sambung nathan lagi.
Sesil dengan kasar menarik tangan nathan dari mulutnya "Siapa juga yang mau denganmu, kan aku sudah katakan aku mau pulang ke rumah"
"Dasar gadis kecil, iya aku tau kau mau pulang ke rumah, tapi aku tidak tau letak dimana rumahmu, jadi aku harus mengantarmu kemana"?
Sesil memutar bola matanya dengan malas, sesil tau nathan sedang berbohong mengatakan bahwa tidak mengetahui alamat rumah dirinya.
"Kau benar tak tau nath?" sesil menaikkan satu alisnya ke atas.
"Ya tentu saja" jawab nathan yakin
"Jangan berpura pura seperti itu, dasar penguntit!"
"Cepat katakan, apa kau mau kembali bersamaku ke apartementku hm? ah aku tau kau pasti ingin tinggal bersama lelaki tampan macam aku kan" nathan menaik turunkan alisnya dan tersenyum menggoda sesil.
__ADS_1
"Citra Sun Garden" sesil akhirnya menjawab, karena sesil sudah malas berdebat dengan nathan.
"Baik tuan putri" nathan kemudian fokus menjalankan mesinnya ke alamat yang sesil katakan.
Satu jam lebih perjalanan yang mereka tempuh, kini mobil nathan perlahan memasuki area perumahan dimana sesil tinggal.
Sesil mengarahkan dimana letak rumahnya, Kini mobil yang nathan kemudikan sudah sampai tepat di depan rumah sesil.
"Terimakasih" sesil melepaskan seat belt dan turun dari mobil nathan.
Sesil di sambut oleh beberapa penjaga rumahnya, dan nathan juga menjalankan kembali mobilnya meninggalkan area rumah sesil.
Namun kedatangan nathan dan sesil tak luput dari pandangan mata swan yang melihat dari balkon atas rumahnya, swan merasa tidak asing dengan mobil yang mengantar sesil pulang.
Sesil memasuki rumahnya dan di sambut oleh beberapa pelayan, karena di rumah sebesar ini hanya ada papinya dan para pelayan saja, sedangkan tante, om , oma dan opahnya tinggal berbeda rumah dan cukup jauh dari rumah yang sesil tempati.
"Bi, papi sudah pulang" sesil bertanya kepada salah satu pelayan yang menyambutnya.
"Sudah non"
Mendengar jawaban dari pelayan di rumahnya, sesil berjalan menyusuri anak tangga untuk menuju lantai dua dimana letak kamar papinya berada.
Sesil menghambur mencium pipi swan, dan duduk di sebelah papinya.
"Dari mana aja nak? kenapa baru sampai"? swan menatap putri semata wayangnya.
"Dari makam mami pi"? sesil nampak memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya di sofa
"Oh ya? lalu tadi di antar oleh siapa? dean ?" tanya swan menyelidik
"ihhh papi ngintipin sesil ya? sesil seketika membuka matanya dan mengerucutkan bibirnya ke arah papinya.
"Papi hanya tidak mau kau bergaul dengan orang yang salah sayang, papi lihat dean anak yang baik, dan lagi papi mengenal kedua orang tuanya dengan baik, keluarga dean sudah 5tahun terakhir ini menjadi mitra bisnis papi, dan dean sering mengikuti ayahnya ketika ada meeting bersama papi, dean terlihat bertanggung jawab dan mudah mengerti situasi bisnis, sepertinya dia cocok menjadi penerus papi" swan berkata panjang lebar dan tersenyum ke arah putrinya
Sesil hanya diam saja tak merespon, sesil ingin menolak namun sesil takut mengecewakan papinya, selama ini papinya selalu menuruti semua kemauan sesil, dan hingga saat ini sesil belum bisa membanggakan papinya. Namun di satu sisi, sesil tidak mungkin menerima dean yang tempramental itu. Sikapnya yang kasar dan selalu mengekang membuat sesil merasa tidak nyaman.
"Sil...?" swan mencoba memanggil sesil lagi
"Ya pi???" sesil tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Kau dengar apa yang papi ucapkan kan"?
"Sesil akan pertimbangkan pi"
"Pih, besok sesil boleh tidak datang ke kantor untuk belajar mendalami bisnis?" sesil nampak antusias ketika membicarakan bisnis, karena bisnis adalah hal yang sangat dia sukai.
"Tentu sayang, dan besok juga ada klien penting yang akan membahas proyek pembangunan hotel di jepang" sambung swan lagi.
"Oke pi, besok sesil akan datang ke kantor, sekarang sesil mandi dulu ya pi, badan sesil terasa sangat lengket nih" sesil beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan keluar kamar swan, dan swan juga kembali melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Akankah sesil memenuhi keinginan papinya? sama seperti mendiang maminya yang menuruti kemauan ibunya supaya menikah, dan alhasil mendiang maminya menikah dengan papinya???
tunggu next chapter😘
oh iya, srayu rutin up, cuma dari pihak apk nya yang riview nya lama ya, bisa sampai 12jam baru berhasil riview😭
Berbeda dengan crita srayu yang with me, itu hanya dalam itungan jam langsung riview berhasil.
Mohon maaf ya pems🙏
__ADS_1
salam sayang _srayu*