
Nathan masih memeluk tubuh istrinya dengan erat, rasanya dia sama sekali tak menginginkan Sesil lepas dari genggamannya lagi seperti dulu. Dulu Nathan begitu bodoh tidak mau memperjuangkan Sesil dan lebih memilih mundur dari Dean rivalnya mendapatkan hati Sesil.
Tapi ketika mereka mengucapkan janji suci pernikahan, semenjak itu pula Nathan bertekad apapun yang terjadi dia tidak akan melepaskan Sesil dari pelukannya.
"Aku ingin jalan-jalan" Seru Sesil dengan manja, karena dia sama sekali tidak bisa bergerak karena suaminya memeluknya dengan begitu erat.
Nathan sudah menduga kalau Sesil pasti tidak akan menyia-nyiakan waktunya hanya untuk berdiam diri di dalam resort.
Nathan melepaskan pelukannya lalu memutar tubuh istrinya hingga kini Sesil menghadap ke arah dirinya.
"Apa kau tidak lelah sayang? Aku takut kau malah sakit nantinya. Lebih baik kita beristirahat dulu, baru nanti kita jalan-jalan" Nathan menaikkan satu alisnya, berharap istrinya menyetujui sarannya kali ini.
"Tidak mau, aku mau menikmati suasana di sini. Untuk apa kita jauh-jauh kemari kalau hanya ingin berdiam diri di penginapan" Seru Sesil dengan sedikit kesal.
"Tapi kita masih punya banyak waktu sayang, aku hanya tidak mau kau...."
"Pokoknya jalan-jalan" Sesil menginjak-nginjakkan kakinya seperti layaknya anak kecil yang sedang mengambek, bibirnya terlihat mengerucut.
"Ya sudah, tapi kalau sudah lelah kita pulang ya? jangan memaksakan diri?" Nathan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya ke balik telinga Sesil.
"Janji" Sesil mengangkat jari kelingkingnya di depan wajah suaminya, Nathan hanya tersenyum dan membalas dengan menautkan jari kelingkingnya di jari kelingking milik istrinya.
Kini keduanya berjalan menyusuri bibir pantai, Sesil tak hentinya memotret alam sekitar yang sangat sepi, karena memang ini pulau yang sangat terpencil jauh dari pusat kota, pulau yang hanya di isi beberapa resort ini memang sengaja di desain untuk para pengunjung yang jenuh dengan suara bising kendaraan. Pengunjung pulau ini juga di batas tidak sembarang orang bisa datang kemari, selain biaya yang mahal juga ada beberapa kriteria kusus dari pengelola setempat.
Sesil begitu beruntung bisa menikmati keindahan pula Song Saa private Island, suaminya bahkan sengaja menyewa pulau ini hanya untuk mereka berdua, suasana yang sangat sepi membuat Sesil leluasa berfoto ria tanpa takut adanya orang lain yang mengganggu.
"Sayang, sini biar aku yang memotretmu" Nathan mengambil alih kamera dari tangan Sesil dan mulai mengarahkan istrinya untuk melakukan beberapa pose, Sesil terlihat begitu luwes melakukan banyak pose layaknya model internasional yang sudah profesional. Tubuhnya yang langsing serta kulitnya yang mulus dengan wajah kebulean membuat Sesil menjadi wanita yang sulit di jumpai.
Setelah cukup banyak berpose, Sesil mengambil alih kamera dari tangan Nathan dan kini Sesil meminta Nathan melakukan beberapa pose. Meskipun tidak terlalu luwes, tapi pose yang di lakukan Nathan tidak terlalu kaku, maklum saja Nathan tidak hobi berfoto seperti istrinya. Setelah puas mengambil gambar suaminya, kini Sesil meminta Nathan berselfi bersamanya, keduanya melakukan banyak pose, dari pose mesra, pose ceria, pose cemberut, bahkan pose dengan mimik wajah yang jelek juga tak luput di lakukan oleh ke duanya.
Nathan kembali mengajak Sesil menyusuri bibir pantai, keduanya berjalan bersebelahan dengan tangan mereka saling menggenggam satu sama lain.
Sesil menyanyikan lirik lagu One Thousand Year dari Katy Perry.
Dia ingin selamanya seperti ini bersama Nathan, saling bergandengan tangan menikmati anugerah yang sudah tuhan berikan padanya. Tidak berharap ada badai besar yang akan menghadangnya. Jikapun ada, Sesil pasti tidak akan melakukan kebodohan seperti kemarin. Dia tak akan rela melepaskan suami sebaik Nathan untuk wanita lain.
Setelah cukup jauh menyusuri pantai, tiba-tiba mata Sesil melihat ada sebuah meja yang terletak di bawah pohon rindang di tepian pantai, di atas meja tersebut ada berbagai hidangan makanan serta minuman. Keduanya berjalan semakin mendekat ke arah meja tersebut, dan mata Sesil menyipit saat melihat sebucket bunga Lili dengan dengan tulisan yang di cetak dengan tinta berwarna pink serta di hias pita berwarna biru muda.
Dear, My Lovely wife, Sesilia..
__ADS_1
I Love You Honey♥️
Your Husband Nathan😘
Sesil melebarkan matanya saat membaca kertas tersebut, dia tak menyangka mendapatkan suprise begitu indah dari suaminya.
Tanpa mengucapkan sepatah katapun, Sesil melirik ke arah Nathan yang juga sedang memandang dirinya dengan tatapan mata yang sulit di artikan.
"Thank you, honey" Sesil langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya, rasanya dia tak menyangka Nathan bisa melakukan semua ini.
Suaminya benar-benar memperlakukan dirinya istimewa setelah semua perilaku konyol yang dirinya lakukan kemarin.
Hingga tanpa di sadari air mata kebahagiaan menetes dari sudut mata Sesil. Hatinya begitu bahagia bisa berjodoh serta menikah dengan suami sebaik Nathan.
Nathan yang merasakan dadanya basah, seketika langsung merenggangkan pelukan Sesil, dengan posisi masih memeluk, Nathan melihat ke arah wajah istrinya yang sedang menitikkan air mata.
"Are you oke?" Nathan menatap lekat-lekat wajah istrinya, dan menempelkan kening miliknya dengan kening istrinya.
"Apa aku melakukan kesalahan sayang? Jangan menyiksaku dengan air matamu?" seru Nathan lirih. Dia tak kuasa melihat istrinya menitikkan air mata karena ulahnya. Sudah cukup semua penderitaan yang istrinya rasakan selama ini.
"Aku baik-baik saja" Sesil kembali memeluk erat tubuh suaminya, dan Nathan juga membalasnya.
Nathan menarik sudut bibirnya, dia tak menyangka istrinya hanya di beri kejutan kecil seperti ini sebegitu terharu bahkan menitikkan air mata. Bagaimana kalau Sesil tau Nathan masih menyimpan banyak kejutan lainnya.
Rasanya Nathan sudah tidak sabar melakukan rencananya satu persatu.
"Kau pasti lapar kan? Ayo kita makan" Nathan melepaskan pelukan istrinya dan mengusap air mata istrinya dengan ibu jarinya.
Nathan menarik kursi untuk Sesil tempati bahkan kini keduanya duduk saling berhadapan satu sama lain. Nathan menuangkan setengah wine ke dalam gelas milik istrinya, kemudian keduanya terlihat bersulang dan mulai meminumnya sedikit.
Sesil melihat banyak sekali hidangan seafood di atas meja, bermacam-macam jenis seafood serta pengolahan yang beragam membuat Sesil menelan salivanya dan ingin segera memakan semua yang tersaji di atas meja.
Saat keduanya mulai memakan sesuap udang, tiba-tiba saja Nathan merasakan perutnya seperti di aduk-aduk, bahkan rasa-rasanya semua isi perutnya hendak keluar melalui tenggorokannya.
Nathan menggembungkan pipinya dan mencoba menahan rasa mualnya, tapi sialnya rasa mual tersebut tak bisa di tahan.
Hoek..Hoek..Hoek.. Nathan menjauh dari meja dan memuntahkan isi perutnya.
Namun sayangnya tidak ada yang keluar dari dalam perutnya, hanya air saja yang keluar dari dalam mulutnya.
__ADS_1
Sesil yang merasa terkejut langsung berlari mendekat ke arah suaminya yang terlihat masih muntah-muntah, bahkan Sesil terlihat langsung memijit tengkuk leher suaminya menggunakan telapak tangannya.
Terlihat keringat dingin membasahi kening Nathan, bahkan kaki Nathan terasa lemas hingga kini Nathan duduk di atas pasir.
Sesil sangat kawatir melihat kondisi suaminya.
"Kau sakit?" Seru Sesi dengan nada yang sangat kawatir.
"Mungkin hanya kelelahan sayang" Nathan memaksakan senyumnya, meskipun perutnya terasa begitu mual serta kepalanya begitu pening.
Sesil membimbing kepala Nathan untuk menyandar di pundaknya. Sementara Sesil menunggu kondisi Nathan membaik baru setelah itu Sesil akan mengajak Nathan pulang ke resort tempat dimana mereka menginap saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Oh ya, yang pengin tau Song Saa private island bisa search di google ya, atau biar lebih jelas di Yotube ya. Recomended banget deh buat kalian yang ingin berlibur dan merasakan sensasi tinggal di pulau terpencil♥️
Tidak akan mengecewakan deh♥️
Kalau Srayu sertakan foto proses reviewnya sangat lama😭
__ADS_1