Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Ingin Sedekat Ini Seterusnya


__ADS_3

Dean mengepalkan kedua tangannya yang tersimpan di bawah meja, wajahnya seketika memerah menahan amarahnya. Dean merasa tidak rela bila sesil di sentuh oleh nathan.


Sedangkan sesil dan nathan masih menikmati makanannya.


Tak berselang lama, datang seorang pelayan yang mengantarkan makanan pesanan sari dean.


Selera makan dean sudah habis tak bersisa karena melihat sikap manis nathan terhadap sesil.


"Kau tidak makan"? nathan melirik ke arah dean yang masih menatap sesil dengan begitu intens, timbul perasaan tidak suka dari dalam hati nathan ketika melihat dean menatap sesil sedemikian rupa.


Dean mengalihkan pandangannya dari sesil dan menatap nathan dengan tajam, seolah olah dean ingin menelan hidup hidup nathan ke dalam perutnya.


Nathan hanya tersenyum ke arah dean tanpa menghiraukan tatapan tajam dari dean.


Nathan kembali melirik ke arah sesil yang sedang asik menikmati udang bakar.


Nathan melirik ke arah menu udang asam manis yang belum di sentuh oleh sesil.


Kemudian nathan berdiri dari duduknya, Sesil yang melihat nathan berdiri dari duduknya sontak menoleh dan mengangkat alisnya sebagai tanda dia sedang bertanya.


"Tunggu di sini sebentar" nathan berjalan ke arah wastafel yang terletak tak jauh dari meja mereka.


Nathan kemudian mencuci tangannya dan mengeringkannya. Kemudian nathan kembali ke meja makan dan duduk kembali di samping sesil.


"Kau tidak suka udang asam manis?" nathan melirik ke arah sesil dan di balas dengan anggukan kepala oleh sesil.


"Kenapa kau tidak memakannya?" nathan menaikkan satu alisnya ke arah sesil.


Sesil diam saja tak merespon pertanyaan dari nathan, nathan tau pasti sesil malas mengupas udangnya, karena bisa menyakiti kulit tangannya, maka nathan mengambil inisiatif untuk membantu sesil mengupas udangnya.

__ADS_1


Nathan mengambil satu buah udang dan mulai mengupasnya, ketika nathan sudah berhasil mengupasnya dan memastikan kulit udangnya sudah tak tersisa, nathan menyodorkan udang yang sudah berhasil dia kupas ke depan mulut sesil.


"Buka mulutmu" nathan menyuruh sesil membuka mulutnya.


"Tidak usah" sesil memlototkan matanya ke arah nathan.


"Menurutlah sedikit adik kecil" nathan tersenyum ke arah sesil dan menggodanya.


Sesil mendengus dengan kesal dan akhirnya membuka mulutnya dan memakan udang yang sudah nathan kupas itu.


"Bagaimana, enak ? kau suka" nathan bertanya sambil tangannya terus mengupas udang.


"Suka" sesil tersenyum senang, dulu ketika kecil jika sesil ingin makan udang, maka tante atau papi nya yang akan repot mengupaskan udang untuk dirinya.


Nathan kembali menyodorkan udang ke depan mulut sesil, namun tiba tiba timbul sikap usil sesil, sesil memakan udang dan menggigit sekalian jari nathan.


Nathan hanya bisa tersenyum melihat gadis kecilnya "aku bahkan rela jika jariku di makan olehnya, asalkan bisa selalu dekat seperti ini" gumam nathan dalam hatinya.


"Apa kalian sudah lama berpacaran"? tanya dean menyelidik.


Mendengar pertanyaan dean, sesil tiba tiba tersedak, dia sangat terkejut, bahkan sesil maupun nathan tidak menyebutkan kalau mereka ada hubungan, lalu bagaimana bisa dean berfikir sejauh ini.


"bel...." tiba tiba nathan memotong ucapan sesil, nathan tersenyum ke arah dean


"Kau bisa lihat sendiri kan ? dan tentu saja kau bisa menebaknya tanpa harus kami menjawab, Iyakan sil"? nathan melirik ke arah sesil dan mengedipkan satu matanya dengan genit.


Sesil ingin sekali mencolok mata nathan dengan garpu yang dia pegang, namun dengan amat terpaksa sesil menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan yang nathan katakan.


"oh ya ?" dean manaikkan satu alisnya tanda tak percaya.

__ADS_1


"Berarti kak nathan tau sesil memiliki hobi apa?" dean ingin membuktikan omongan nathan, kalau memang mereka memiliki hubungan pasti nathan tau hobi sesil, karena yang dean tau nathan dan sesil tidak pernah akur dari dulu, jadi jika mereka berbohong pasti nathan tidak bisa menjawab pertanyaan dari dean.


Nathan langsung terdiam mendengar pertanyaan dari dean, begitupun sesil juga ikut terdiam dan menatap nathan.


"Habislah aku, setelah ini dean pasti akan tau kalau kami berpura pura dan dean pasti akan mengejarku lagi" gumam sesil di dalam hatinya, wajahnya seketika berubah menjadi pucat, sesil lalu meletakkan garpu yang dia pegang.


Sedangkan nathan masih diam saja, dean yang melihat perubahan ekspresi dari nathan dan dean merasa sangat senang. Jika terbukti mereka berpura pura, maka dean akan langsung membawa sesil pergi dari sini saat ini juga. Dean sudah tersenyum penuh kemenangan.


.


.


.


.


.


.


.


*Srayu rutin up ya pems, bisa di lihat dari tanggalnya ya😘


Dan maaf srayu nggak bisa up banyak✌️


sabar terus menanti kelanjutan ceritanya ya😘


salam sayang _srayu*

__ADS_1


__ADS_2