
Pagi ini seperti biasanya Nathan dan Sesil sedang duduk di meja makan, Sesil mengambil selembar roti dan mengolesinya dengan selai coklat. Setelah roti terolesi dengan rata Sesil meletakkan roti tersebut di atas piring Nathan.
Nathan tersenyum dan mengucapkan terimakasih kepada istrinya yang selalu melayaninya dengan baik.
Nathan mulai memakan roti buatan Sesil, namun berbeda dengan Sesil dia nampak sangat tidak berselera makan dan hanya diam melamun di meja makan. Bahkan wajahnya juga terlihat sedikit pucat.
Menyadari istrinya yang diam saja dan tak memakan apapun, Nathan mengambil segelas susu dan meminumnya untuk melarutkan roti yang sudah di kunyahnya di dalam mulutnya.
Kemudian Nathan beranjak berdiri dan berpindah posisi duduk bersebelahan dengan Sesil.
"Sayang, apa kau sakit?" Nathan menyentuh kening Sesil menggunakan punggung tangannya, namun suhu badan istrinya terasa normal di punggung tangan Nathan.
"Kenapa kau tidak makan? apa kau mau memakan sesuatu yang lain?" Imbuh Nathan lagi dengan suara yang begitu lembut membujuk Sesil
"Aku mau lemon tea" Ucap Sesil dengan nada yang sangat manja, bahkan dengan tidak sungkan Sesil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya
"Baiklah, aku kan menyuruh bibi membuatkannya untukmu" Nathan hampir memanggil pembantu rumah tangganya, namun dengan cepat Sesil membekap mulut Nathan dan menggelengkan kepala tanda tidak setuju
"Aku mau kau yang membuatnya" Imbuh Sesil lagi, kali ini Sesil melepaskan tangannya yang membekap mulut Nathan. Sedangkan Nathan hanya bisa menghela nafasnya dengan berat dan melihat ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Masih ada waktu" Gumam Nathan dalam hati, kemudian dia beranjak dari kursi dan menuju dapur rumahnya.
"Tunggu di situ saja" Suara Nathan menghilang seiring tubuh Nathan yang sudah masuk ke dalam dapur.
"Ada yang bisa saya bantu Tuan?" Ucap Bi nung yang kala itu sedang mencuci piring kotor
"Tidak perlu bi" Nathan menolak bantuan dari Bi nung. Dengan begitu telaten Nathan mengambil gelas panjang dan memasukkan dua sendok gula putih ke dalam gelas tersebut, kemudian dia menuang setengah gelas air panas dan memasukkan satu kantung teh celup ke dalamnya kemudian nathan mengaduknya hingga gula dan air teh tersebut larut, setelah yakin sudah larut dia memotong Lima jeruk lemon segar yang di ambilnya dari dalam kulkas dan memerasnya kemudian Nathan memasukkan perasaan air lemon ke dalam gelas dan mengaduknya hingga rata.
Setelah di rasa siap, Nathan memasukkan beberapa kotak es batu ke dalam gelas dan kembali mengaduknya hingga rata.
Kemudian dia mencoba mencicipinya terlebih dahulu, namun saat satu sendok Es Lemon Tea buatannya masuk ke dalam mulut, Nathan bergidik ngeri dan merasakan ngilu di giginya, minuman yang di rasa begitu asam di rongga mulutnya.
Nathan dengan sedikit ragu membawa minuman tersebut dan meletakkannya di hadapan Sesil, dengan begitu girangnya Sesil meraih gelas dan menenggak minuman yang di buatkan oleh Nathan.
"Enak sekali" Sesil menjilat bibirnya dengan lidahnya.
Kemudian dia dengan penuh semangat mengambil selembar roti dan mencelupkannya ke dalan gelas yang berisi Es Lemon Tea.
Sesil bahkan menghabiskan tiga lembar roti tawar tanpa olesan selai.
Nathan mengeryitkan dahinya saat melihat istrinya makan dengan begitu kalap.
Sedangkan Bi nung yang baru saja keluar dari dapur mengernyitkan dahinya juga.
"Sepertinya nyonya..." Bi nung tak melanjutkan lagi kata-katanya, dan dia kembali masuk ke dalam dapur karena di tak mau mengganggu majikannya.
Setelah sarapan Sesil habis, Nathan berpamitan kepada Istrinya untuk pergi bekerja. Dan seperti biasanya Sesil akan berdiam diri di rumah saja.
Dua puluh menit setelah kepergian Nathan, Sesil meraih kunci mobil dan berencana akan pergi ke boutique untuk membeli gaun untuk menghadiri acara reuni di sekolahnya yang akan di adakan nanti malam.
Awalnya Sesil begitu enggan datang, namun Sesil juga penasaran apakah Nathan akan bermain api di belakangnya atau tidak.
Maka dari itu Sesil berencana akan datang ke sana tanpa sepengetahuan dari Nathan.
Setelah membeli beberapa gaun pilihannya dan membeli semua keperluannya untuk menghadiri pesta reuni nanti malam, Sesil kembali lagi ke rumahnya dan membawa barang belanjaannya masuk ke dalam kamar, Sesil bahkan menyembunyikan barang belanjaannya di bawah kolong tempat tidur.
Waktu berputar begitu cepat, hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul lima sore.
Sesil baru saja selesai mandi dan sedang duduk di depan televisi di ruang tamu. Tiba-tiba terdengar deru suara mesin mobil memasuki bagasi rumahnya, Sesil sudah bisa menebak kalau Nathan pasti akan pulang lebih awal dari biasanya, karena Nathan pasti akan menghadiri Reuni yang akan di adakan pukul 07.00 malam nanti.
Dan benar saja, saat pintu utama terbuka, muncullah Nathan dari luar rumah memasuki ruang tamu.
Sesil pun beranjak menyambut kedatangan suaminya.
^
Nathan kini mematut diri di depan cermin, dan Sesil sedang membantu Nathan mengenakan dasi dan jas.
__ADS_1
"Sayang kau benar tidak akan datang?" Nathan masih mencoba membujuk Sesil untuk datang ke acara reuni sekolahnya, namun jawaban yang di dapatnya sama saja, istrinya menolak untuk hadir ke sana.
"Ya sudah kalau kau tidak mau datang, aku juga lebih baik tidak datang saja" Nathan menjauhkan tangan Sesil yang sedang memasangkan dasi di krah bajunya.
"Datang saja, pasti teman setim basketmu menunggumu di sana" Sesil melebarkan senyumnya, dan mencoba menyakinkan Nathan agar mau ke menghadiri acar reuni tersebut.
Dengan segala upaya rayuan Sesil akhirnya kini Nathan mau pergi ke sana, setelah mengantarkan Nathan hingga depan pintu dan di rasa mobil Nathan sudah meninggalkan halaman rumahnya, Sesil segera memasuki kamar dan berganti pakaiannya.
Dia berdandan dan berganti dengan Gaun selutut yang menampilkan lekuk tubuhnya yang Seksi.
Setelah berdandan, Sesil memesan Taksi online untuk menuju acara tersebut.
Hingga tak berselang lama, kini Sesil sudah berada di salah satu hotel yang di jadikan untuk acara reuni sekolahnya.
Sesil perlahan melangkahkan kakinya memasuki hotel tersebut, namun sebelum masuk dirinya harus terlebih dahulu menunjukkan undangan kepada penjaga yang bertugas.
^
Kini Sesil sudah berada di dalam gedung tersebut, banyak teman-temannya yang di rasa tak asing berlalu lalang di hadapan Sesil, namun dirinya sama sekali tak memperdulikan hal itu, tujuannya kemari adalah untuk mencari tau Nathan.
Sesil melihat ke keliling gedung mencari keberadaan suaminya, namun karena Sesil berjalan tak melihat situasi sekitar, alhasil dirinya menabrak tubuh kekar seseorang hingga membuat Sesil hampir terjatuh dan untuk saja orang tersebut langsung memegang pinggang Sesil.
"Kau tidak apa-apa?"
"Tidak, tidak ! Terimakasih" Sesil mencoba menjauhkan tangan lelaki yang melingkar di pinggangnya
"Sesilia ya?" Seketika itu pula Sesil melihat ke arah orang tersebut.
"Kak Justin?" Sapa Sesi, Sesil ingat betul dengan Justin teman satu tim bola basket Nathan. Justin juga termasuk lelaki idaman di sekolahnya.
"Kau semakin cantik" Puji Justin yang masih tak lepas memandang ke arah wajah Sesil
"Aku baru saja kembali dari Kanada, jadi lama tidak mendengar kabar tentangmu, apa kabar?" Justin mengulurkan tangannya menjabat tangan Sesil.
"Baik" Sesil melebarkan senyumnya dan membalas jabat tangan dari Justin.
Sesil kembali berjalan mengitari gedung mencari keberadaan suaminya. Namun tak di sengaja Sesil di tabrak oleh tiga orang garis hingga membuat sesil hampir terjatuh namun untungnya dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya.
"Eh ada si cupu" Sapa Elena yang tak lain adalah kakak tingkat dari Sesil
"Kaya raya sih, tapi cupu" Sambung Tyas
Sesil nampak diam saja, rasanya dia tidak berminat membalas Elena dan teman-temannya.
"Uh, sekarang Dean kan udah mati, jadi kamu sudah tidak ada yang melindungi lagi"
"Kasian" Imbuh Mira,kemudian mereka bertiga tertawa begitu kencangnya. Membuat Sesil risih dan memutuskan untuk pergi dari ketiganya.
Namun sialnya Elena menyleding langkah kaki Sesil hingga membuat Sesil jatuh tersungkur ke lantai dan menjadi bahan tontonan banyak orang.
"Ahhh" Sesil mendesis kesakitan saat lututnya mendarat dengan sempurna di lantai hotel.
Sesil seperti biasanya berusaha kuat dan hendak bangkit, namun dengan sengaja Elena menginjak jari tangan Sesil dengan ujung sepatu heelsnya.
"Ahhh sakit" Sesil menjerit kesakitan dan semakin mengundang banyak perhatian seluruh orang yang menghadiri acar reuni tersebut, tak terkecuali Justin dan Nathan yang sedang mengobrol.
Nathan merasa tak asing dengan suara jeritan yang dia dengar.
Dengan langkah kaki yang lebar Nathan mendekat ke arah kerumunan orang yang nampak sedang melihat sesuatu.
Nathan dan Justin mendekat ke arah kerumunan dan betapa terkejutnya Nathan yang melihat Istrinya di bawah lantai sana.
"Ini buatmu cupu" Elena hendak menyiramkan satu gelas berisi minuman kepada Sesil
"Cukup" Suara bariton Nathan menghentikan perbuatan Elena dan teman-temannya.
"Nathan" Elena seketika menjadi sangat girang saat melihat Nathan mendekat ke arah dirinya.
__ADS_1
Semakin dekat dan kini Nathan berdiri tepat di hadapan Elena.
"Kau juga ingin membantuku Nath?" Elena tersenyum menyambut kedatangan Nathan yang dia pikir akan membantunya mengerjai Sesil. Karena yang Elena tau Nathan selalu bersikap usil kepada gadis cupu itu.
Nathan menarik sebelah sudut bibirnya dan mengambil alih gelas yang Elena pegang, semua yang menyaksikan begitu berdebar menanti apa kelanjutannya.
Namun tak di sangka, Nathan menumpahkan isi gelas tersebut ke arah baju Elena.
"Jangan sesekali kau berani menyentuk Istriku!! atau kau tanggung sendiri akibatnya" Nathan mengembalikan gelas tersebut ke tangan Elena dan berjongkok membantu Sesil bangun.
Nathan melihat jari tangan Istrinya yang merah, dan tanpa mengucapkan sepatah katapun, Nathan langsung membopong tubuh Sesil dan membawanya menuju parkiran mobil.
"Istri???"Elena menggertakkan giginya menahan rasa kesalnya, lelaki yang selama ini di incarnya ternyata menikah dengan gadis cupu di sekolahnya. Rasanaya Elena begitu tak percaya, begitupun dengan Justin, dia tak menyangka kalau dua ekor kucing dan tikus malah kini sudah menjadi jodoh dan menikah.
"Nath..." Sesil mencoba memanggil Nathan, namun suaminya tak menjawabnya sama sekali, Nathan terus fokus membawa tubuh istrinya keluar dari gedung tersebut.
Setelah sampai di parkiran mobil, nathan menurunkan tubuh istrinya dan membukakan pintu mobil lalu menyuruh Sesil masuk ke dalam mobil.
Setelah istrinya masuk Nathan juga ikut masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya kembali ke rumahnya.
"Nath apa kau marah" Sesil mencoba mengajak Nathan berbicara namun sayangnya suaminya itu tak menjawabnya sepatah katapun.
"Maafkan aku! Aku hanya cemburu saat tempo hari kau mengatakan makan siang bersama Elena, maka dari itu aku memutuskan untuk memata-mataimu hari ini" Ucap Sesil dengan begitu takutnya, bahkan terlihat dirinya meremas jari-jemarinya.
"Aku hanya tidak mau kau..." tiba-tiba saja Nathan mengerem dadakan laju mobilnya, membuat Sesil begitu terkejut dan takut. Nathan menatap tajam ke arah istrinya yang saat ini sedang menunduk dan tak berani menatapnya.
Nathan meraih tangan istrinya dan melihat jari-jemari istrinya yang merah. Dengan perlahan Nathan mengecup jari-jemari Sesil dan meniupnya.
"Aku marah, karena aku gagal melindungimu" Ucap Nathan dengan begitu lirih.
"Berulang kali aku melihat kau celaka di depan mataku Sil, dan aku hanya bisa menjadi penonton saja. Rasanya aku sudah gagal menjadi suami yang baik sil" Imbuh Nathan dengan suara yang begitu beratnya.
Tanpa berbicara Sesil langsung memeluk tubuh kekar suaminya.
"Nath, aku yang salah" Ucap Sesil lirih, kemudian Sesil memeluk tubuh Nathan dengan begitu eratnya.
"Aku bersumpah, akan membalas perbuatan Elena terhadapmu" Gumam Nathan dalam hati.
"Ya sudah ayo kita pulang sayang" Nathan melepaskan pelukan Sesil dan kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Terimakasih yang sudah memberi doa dan ucapan🙏 maaf srayu nggak bisa balas satu persatu, semoga Tuhan yang akan membalas kebaikan kalian semua🙏
Dan semoga kita semua di jauhkan dari virus Covid 19 yang sedang melanda tanah air tercinta.
Dan semoga yang sudah terkena bisa disembuhkan dan kembali beraktivitas seperti biasanya🙏
__ADS_1
Salam sayang dan peluk jauh untuk semua pembaca setia karya receh Srayu🤗♥️*