Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Tujuan Tersembunyi


__ADS_3

Nathan dan sesil masih berbincang di dalam kamarnya, karena suasana gerimis begitu mendukung untuk bermalas-malasan di balik selimut.


Nathan masih terus saja menggoda sesil, bahkan godaan nathan membuat wajah sesil tak hentinya bersemu merah merona, membuat nathan semakin gemas di buatnya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, sesil melirik ke arah jam dinding yang berada di kamarnya, waktu sudah menunjukan pukul 10.10am, namun sang mentari masih belum menampakkan sinarnya yang cerah.


"Nath, aku mandi dulu ya, ini sudah siang" Sesil menunjuk jam dinding yang tergantung di dalam kamarnya, dan nathan mengikuti arah jari tangan sesil.


"Waktu selalu saja berlalu begitu cepat saat aku bersamamu, bahkan 4tahun aku menunggumu juga berlalu begitu cepat, karena setiap hari wajahmu selalu mengisi otakku" goda nathan.


"Kau ini...!" sesil memutar bola matanya malas mendengar gombalan nathan yang tidak penting itu.


"Sudahlah !" sesil menyibakkan selimut yang yang membaluti tubuhnya dan segera beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah berlalu beberapa menit, sikap usil nathan timbul lagi, nathan beranjak dari ranjang dan berjalan mendekat ke arah pintu kamar mandi, lalu dengan usilnya nathan mencoba mendorong pintu itu, sehingga membuat sesil terkejut di buatnya, untung saja sesil selalu mengunci pintu kamar mandi saat dia mandi.


Nathan terkikik pelan di luar dan tangannya masih terus berusaha mendorong pintu kamar mandi, membuat sesil menggerutu kesal dan berteriak dari dalam kamar mandi


"Kalau kau berani masuk, akan aku pastikan kau tidur di luar rumah malam ini" Seru sesil, nathan yang mendengar ancaman sesil semakin terkekeh dan melanjutkan aksinya kembali dengan lebih keras mendorong pintu kamar mandi


"Nathan adibjo!!!" Sesil memekik dari dalam kamar mandi.


"Kau akan aku tendang dari rumah ini jika berani macam-macam" Seru sesil lagi.


Kali ini nathan sudah tidak bisa menahan tawanya lagi, seketika tawanya pecah, bahkan perutnya terasa sakit karena terus tertawa, sedangkan sesil menggerutu dengan kesal akan tingkah menyebalkan nathan.


"Sil, sah saja jika aku ingin mandi bersama, bukannya kita sudah sah di mata Tuhan" Imbuh nathan lagi, bahkan tawa nathan semakin pecah, dan sesil yang sudah di ganggu acara mandinya, segera menuntaskan mandinya dan berjalan keluar mengenakan handuk kimono.


Sesil memutar bibirnya saat membuka pintu kamar mandi, dan benar saja, nathan masih berdiri di depan pintu sambil terkekeh pelan, sesil yang melihat itu lantas menutupkan handuk persegi panjang yang dia bawa ke arah wajah nathan, dan sesil keluar melewati nathan yang masih terus tersenyum usil kepadanya, lantas nathan masuk dan bergantian mandi dengan sesil.


Setelah mengenakan pakaian rumahan yang santai, sesil terlebih dahulu menyiapkan pakaian untuk nathan yang belum selesai mandi.


Setelah memoles bibirnya dengan lipstik warna soft, sesil meninggalkan kamar untuk menuju lantai satu.


Saat sesil berada di ujung tangga, sesil melihat papinya yang sedang berjalan hendak meninggalkan rumah dengan pakaian santai, seketika dahi sesil mengernyit heran.


"Papi..."


Suara sesil berhasil membuat langkah kaki swan berhenti, dan langsung menoleh sesil yang berjalan tergesa-gesa menuruni anak tangga.


"Papi mau kemana? Sesil pikir papi pergi ke kantor?" Seru sesil saat sesil sudah berdiri tepat di depan papinya.


"Kau sudah bangun sayang?" Swan mengusap kepala putri semata wayangnya itu, dan di balas anggukkan kepala oleh sesil.


"Papi mau menengok opah sayang" Imbuh swan lagi.


Terlihat nathan juga baru saja menuruni tangga dan mendekat ke arah mereka berdua.


"Nath, kita ikut papi yuk?" Seketika sesil menoleh ke arah nathan yang sudah berdiri tepat di sampingnya


"Ke rumah opah" Imbuh sesil dengan suara yang terdengar begitu manja di telinga nathan.


"Boleh..!" saut nathan


Kini mereka bertiga berjalan keluar hendak mengambil mobil di dalam garasi, namun langkah kaki mereka terhenti saat sebuah mobil sport berwarna hitam memasuki area rumah swan, nathan nampak tidak asing dengan mobil yang baru saja berhenti tepat di hadapannya.


Dan benar saja, saat pintu mobil terbuka, muncullah dave dari dalam mobil itu.


"Hai om..!" dave menjabat tangan swan dan memberi salam.


"Hai nath, aku tadi ke kantormu dan kata sekretarismu kau tidak ke kantor hari ini, aku pikir kau di rumah, ternyata saat aku ke rumahmu, kata pelayan rumahmu sekarang kau tinggal di sini, makannya aku datang kemari" jelas dave panjang lebar.


"Tapi maaf dave, aku mau mengantar istriku pergi" imbuh nathan lagi.


"Tidak apa nath, aku bisa pergi dengan papi" tukas sesil.


"Tidak sayang, kau di rumah saja menemani suamimu, setelah urusan kalian selesai, kalian bisa menyusul papi nak"


"Tapi pi..." Sesil merengek ke arah papinya, namun swan menggelengkan kepala, kemudian berlalu dari mereka sambil menepuk pundak nathan.


Swan merasa ada yang tidak beres dari diri Dave, pasalnya Dave terlihat curi-curi pandang ke arah putrinya.


"Sayang kalau kau mau menemani papi, aku tidak apa-apa, aku akan menyusul ke sana nanti" seru nathan, namun sesil menggelengkan kepala sebagai jawaban.


"Ya sudah ayo kita masuk" Sesil mengajak nathan dan Dave masuk ke dalam rumah, setelah sampai di ruang tamu sesil mempersilahkan mereka untuk duduk. Sedangkan sesil pergi ke dapur untuk mempersiapkan minum dan camilan untuk teman suaminya itu.


"Nath, istrimu cantik sekali" Puji Dave sambil terus menatap ke arah sesil yang berlalu dari hadapannya, sedangkan nathan mengernyitkan dahinya melihat dave yang terus menatap sesil dengan pandnagan yang aneh, sebagai lelaki nathan bisa membedakan mana pandangan yang memiliki rasa dan mana yang pandangan biasa.

__ADS_1


"Pasti dia hebat urusan ranjang" Imbuh Dave lagi, sedangkan nathan diam saja tidak merespon temannya itu.


"Dia cantik dan sangat seksi nath, apa kau menikah dengannya karena kau tau dia putri tunggal pemilik Carnal Group?" Kali ini pandangan mata Dave beralih menatap nathan yang juga sedang menatap sengit ke arah dave.


"Dave, kita sudah lama bersahabat, kau jangan menyalakan api jika kau tidak bisa memadamkannya" Kata-kata nathan penuh sindiran kepada dave.


"Dulu aku pernah lihat istri musaat masih di unviersitas dulu, dan kalau di lihat ku pikir kau tidak tertarik padanya, dan aku sempat berpikir..."


Ucapan Dave terpotong karena sesil datang menghampiri mereka dengan nampan berisi teh hangat serta cookies cokelat.


Sesil meletakkan Cangkir teh tersebut di hadapan nathan dan dave.


Sedangkan dave terlihat tak berkedip melihat sesil yang kini berjongkok di depannya.


"Silahkan di minum" Ucap sesil setelah sesil meletakkan cangkir dan piring berisi cookies di atas meja kaca di ruang tamu tersebut. Sesil beranjak berdiri hendak mengembalikan nampan ke dapur kembali, tapi tiba-tiba nathan menarik tangan sesil.


"Sayang duduklah" Nathan menepuk bangku kosong di sampingnya.


"Tapi aku mau mengembalikan ini" seru sesil sambil mengangkat nampan yang di pegangnya.


"Mba.." Sesil memanggil pelayang, dan salah seorang pelayan rumah sesil datang mendekat, kemudian nathan menyuruh pelayan tersebut mengembalikan nampan kembali ke dapur.


Setelah pelayan itu pergi, nathan menarik paksa sesil duduk di sampingnya, bahkan dengan sengaja nathan melingkarkan tangannya di pinggang ramping sesil.


Sesil menggeliat geli dan memlototkan matanya ke arah nathan, karena sesil malu nathan bersikap demikian, bukannya nathan melepaskan pegangan tangannya di pinggang sesil. Nathan malah sengaja mengecup pipi kanan sesil.


Seketika wajah sesil merona di buatnya, dan Dave tak kalah terkejut melihat nathan, seorang nathan yang selalu menjaga jarak dengan para wanita bisa melakukan hal sefulgar itu di depan matanya.


Sejujurnya Dave sudah menyukai sesil dari semasa masih di bangku Universitas dulu, dan Dave juga sudah mencari informasi siapa sesil, namun informasi itu sangat sulit di tembus karena sesil di awasi oleh orang-orang profesional yang di siapkan oleh papinya.


Dan Dave tak menyangka kalau nathan sahabatnya sendiri yang menikahi gadis yang di sukainya semenjak dulu.


Tiba-tiba nathan meraba saku celananya, dia mencari ponselnya tapi tidak menemukannya, sepertinya masih tertinggal di dalam kamar. Nathan berdecak kesal, lalu dia berpamitan untuk mengambil ponselnya terlebih dahulu.


Kini tinggal sesil dan Dave di dalam ruang tamu tersebut, Dave masih tak melepaskan pandangannya dari sesil yang duduk bersebrangan dengannya.


"Oh ya, aku lupa siapa nama nona, bolehkan kita berkenalan kembali, aku dave" Dave terlihat mengulurkan tangannya ke arah sesil.


Dan dengan ramah sesil membalas jabat tangan dari teman suaminya itu.


Dave hendak mencium punggung tangan sesil, namun dengan cepat sesil melepaskan jabat tangan mereka.


"Nona sangat cantik sekali, saya sangat mengagumi anda, jika ada kesempatan tentu saja saya bersedia menemani anda makan malam" imbuh dave lagi.


Sesil kini hilang respect dengan Dave, bahkan raut wajah sesil berubah menjadi tidak bersahabat.


Tak lama kemudian nathan kembali bergabung dengan mereka.


Nathan mengernyit heran melihat wajah sesil yang terlihat emosi.


Nathan mendudukkan kembali di tempat semula.


"Oh ya Dave, kau ada keperluan apa mencariku?"


"Oh iya nath, aku ingin mengajukan proposal kerja sama dengan perusahaanmu" Dave menyodorkan map berwarna biru tua ke dapan nathan.


"Oh baiklah, aku akan mempelajarinya nanti" tukas nathan.


"Nath, Rasanya aku sangat lapar" Sesil melingkarkan tangannya di perut sispex suaminya itu, suaranya terdengar begitu manja di telinga nathan, Nathan mengernyit keheranan melihat tingkah sesil yang tiba-tiba menjadi sangat manis.


"Kau mau makan apa memangnya?" Imbuh nathan, bahkan dengan tidak ragu nathan mengusap kepala istrinya dengan manja, membuat dave iri dibuatnya.


"Sepertinya aku harus kembali ke kantor lagi nath, ku tunggu kabar baiknya" imbuh dave sembari dia beranjak dan pamitan kepada sesil dan nathan.


Setelah dave keluar dari rumah sesil, sesil langsung melepaskan pelukannya dari tubuh nathan.


"Ayo kita susul papi" Seru sesil


"Katanya kau lapar?" jawab nathan.


"Itu aku hanya berpura-pura, supaya temanmu itu cepat pergi dari sini, aku tidak suka dengannya, sepertinya dia memiliki tujuan lain" Imbuh sesil sambil melipat kedua tangannya di atas perutnya.


Nathan sependapat dengan sesil, tapi nathan tidak akan menyimpulkan tanpa memiliki bukti.


***


Nathan mengendarai mobilnya menuju rumah rara, sedangkan sesil duduk diam di samping nathan yang sedang fokus mengemudi, tiba-tiba saja ada mobil yang menyalip dan berhenti tepat di depan mobil nathan, membuat nathan harus menginjak rem mendadak.

__ADS_1


Nathan mengeryit keheranan melihat mobil yang berhenti tepat di depan nathan, Dan saat sang empunya mobil turun, nathan tersenyum sinis melihat, Nampak dean turun dari mobil tersebut dan berjalan menghampiri mobil nathan, bahkan dengan kasar dean mengetuk jendela kaca mobil nathan.


"Kau jangan turun, diam saja di sini" Seru nathan, dan sesil yang masih trauma dengan dean, hanya bisa mengangguk menyetujui perintah nathan.


Nathan turun dari mobilnya dan menatap sengit ke arah dean yang berdiri tepat di hadapannya.


"Mana sesil? kembalikan kekasihku!!" teriak dean sambil menunjuk ke arah wajah nathan dengan jari telunjuknya.


"Mantan kekasihmu tepatnya, dan sekarang dia Istriku, jangan beraninya kau mencarinya lagi" seru nathan. Rasanya nathan sudah malas sekali berurusan dengan dean.


Nathan mengacuhkan dean dan kembali masuk ke dalam mobilnya, bahkan nathan mengacuhkan dean yang terus saja menggedor kaca mobilnya, nathan lantas melajukan mobilnya meninggalkan dean.


Dean tak menyerah begitu saja, dia lantas masuk ke dalam mobilnya dan terjadi kejar-kejaran antara dean dan mobil nathan.


Nathan menyalip beberapa kendaraan, dan naas saat dean hendak menyalip sebuah mobil untuk mengejar mobil nathan, mobil dean oleng dan menabrak kendaraan yang berlawanan arah dengannya, terjadi kecelakaan beruntun yang tak bisa di hindarkan lagi.


Sesil menjerit histeris saking takutnya saat mendengar suara ledakan mobil.


Nathan menepikan mobilnya dan melihat dari spion mobilnya.


Mobil dean terlihat ringsek di tengah jalan.


Nathan melepaskan seat belt hendak melihat kondisi dean di belakang, namun tangannya di tarik oleh sesil yang tubuhnya bergetar hebat kala itu.


"Sayang tenanglah" Nathan merengkuh tubuh sesil yang bergetar hebat.


"Aku hanya ingin memastikan saja, kau tunggu di sini, aku tidak akan lama" Imbuh nathan, lantas nathan melepaskan sesil dari pelukannya dan berjalan menghampiri kecelakaan naas tersebut.


Nathan bergidik ngeri melihat kondisi mobil dean yang sudah ringsek tersebut, sepertinya dean tidak mungkin lolos dari maut.


Setelah melihat kondisi tersebut, tak lama kemudian polisi sudah datang ke tempat perkara.


Nathan berlari kecil menuju mobilnya kembali.


Melihat nathan masuk dan mendudukkan tubuhnya tepat di sampingnya, sesil menatap sendu ke arah nathan.


"Sepertinya dia tidak akan selamat" ucap nathan, mendengar ucapan nathan, sesil melebarkan matanya karena terkejut, dan tidak menyangka dean akan pergi dengan cara yang begitu tragis.


Nathan melajukan kembali mobilnya menuju rumah rara, sedangkan sesil masih terlihat begitu shock akan kejadian yang sudah menimpa nathan barusan.


***


Swan tersenyum saat setelah menerima telefon dari anak buahnya, semua rencana yang dia susun tidak pernah meleset, semua anak buahnya sangat profesional dalam melakukan segala hal.


"Itu balasan karena kau berani menyentuh putriku" Swan tersenyum sinis dan menatap keluar jendela rumah adiknya.


Semua kecelakaan dean swan sudah mengaturnya dengan begitu rapih, bahkan swan pula yang sengaja menyuruh anak buahnya yang di tempatkan bekerja di rumah dean, untuk memberi tahu dean kalau sesil dan nathan hari ini keluar rumah bersama menuju rumah rara.


Dan dengan bodohnya dean menjemput nyawanha sendiri dengan mengejar mobil nathan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Eps kali ini tembus angka 2066 kata loh, kalau di tetangga sebelah mungkin jadi tiga eps


tapi sama srayu jadi satu, so yang suka minta crazy up, ini partnya panjang ya.


Srayu kalo up minimal 1000kata pems😁🤞

__ADS_1


__ADS_2