Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Di Kelabui


__ADS_3

Satu Bulan Sebelumnya...


""Setelah kedatangan Imelda dan Dave ke rumahnya, sikap Sesil menjadi sedikit aneh. Bahkan setelah kunjungan kedua sahabatnya, Sesil meminta dirinya untuk mencari wanita lain untuk di jadikan istri kedua.


Semenjak hari itu pula, Nathan mengutus Bram untuk terus mengawasi Sesil setiap hari, bahkan Nathan sengaja menyuruh Siska untuk memata-matai setiap kegiatan yang Sesil lakukan di dalam kantor, jika d luar kantor semua kegiatan Sesil berada dalam pengawasan Bram.


Nathan menaruh curiga pada istrinya yang selalu bersikap aneh, memang Nathan tau Sesil dan Yasmine dekat, tapi dengan membawa Yasmine ke rumah setelah berbelanja bersama di mall, membuat Nathan semakin merasa curiga pada istrinya terlebih lagi Sesil bahkan mengajak Yasmine memasak di rumahnya.


Bahkan saat makan malam Sesil sempat meminta Yasmine menjadi istri kedua dari suaminya.


Nathan masih bersikap sabar terhadap Sesil. Menghadapi sikap keras kepala istrinya harus memiiki taktik yang jitu untuk membuat Sesil jera dan menyadari kalau permintaannya di luar nalar wanita pada umumnya.


Kecurigaan Nathan terbukti saat istrinya tidak masuk kantor dengan alasan tidak enak badan. Tapi bukan Nathan namanya kalau dia percaya begitu saja, lewat anak buah papi Swan lah rencananya berjalan dengan begitu mulus. Selain di awasi oleh Bram, anak buah papi mertuanya juga turut andil menyadap setiap percakapan Sesil yang di lakukan dengan siapa saja.


Benar saja, saat tidak masuk ke kantor, Sesil malah pergi ke suatu cafe dan bertemu dengan Yasmine.


Nathan yang mendengar kabar dari Bram kalau istrinya pergi bertemu dengan Yasmine menjadi gelisah, hatinya sangat tak tenang.


Hingga akhirnya dia mengosongkan semua jadwalnya selama satu hari penuh untuk menemani Bram mengintai istrinya.


Lewat anak buah papi mertuanya yang menyadap pembicaraan istrinya bersama Yasmine, akhirnya Nathan memutuskan untuk mengingatkan istrinya terlebih dahulu, tapi jika mediasinya gagal maka Nathan sudah menyiapkan rencana B.


Sebenarnya semua gerak-gerik Sesil selama ini sudah di pantau oleh Nathan juga Swan, termasuk Imelda, gadis cempreng itu juga turut andil dalam memuluskan rencana Nathan. Meskipun awalnya Imelda cukup terkejut saat mendengar rencana Nathan yang cukup ekstrem tapi pada akhirnya Imelda bersedia membantunya.


Bahkan saat Imelda tiba-tiba saja datang berkunjung ke kantor semua itu juga atas perintah dari Nathan.


Maka tidak heran jika Imelda sama sekali tak membahas pernikahan ke dua Nathan saat Sesil mengajaknya berbelanja.


Hari itu setelah pertemuan Sesil dan Yasmine di Juve Cafe dan saat Sesil pergi dari cafe tersebut dan kebetulan Yasmine tidak pulang dan duduk di sana, di saat itulah Nathan menemui Yasmine.


Memang benar Yasmine masih memiliki sedikit perasaan pada Nathan, tapi kebaikan Sesil selama ini membuat perasaan itu terkikis tak tersisa, Yasmine hanya ingin bersahabat baik dengan Sesil, dan sebagai sahabat yang baik harus saling mengingatkan jika sahabatnya sedang berada di jalan yang sama.


Nah, sejak hari itu pula Yasmine menyetujui ide Nathan untuk membuat Sesil sadar jika istri kedua bukan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah kali ini.


Maka tidak heran, saat sore hari setelah pertemuannya dengan Sesil, Yasmine mengirimkan pesan pada Sesil bahwa dia menyetujui menjadi istri ke dua Nathan dengan syarat Sesil harus tetap menjadi istri pertama.""

__ADS_1


Nathan terlihat menarik kedua sudut bibirnya dan terus menyeka air mata istrinya yang terus saja mengalir, sementara Sesil duduk diam di tepian ranjang tidurnya.


"Sudahlah, jangan menangis" Nathan mengecup air mata istrinya yang merasakan rasa pahit, rasa pahit yang mampu menembus hatinya serta membuat jantungnya terasa sesak. Tangisan Sesil adalah luka yang paling sulit Nathan sembuhkan.


"Lalu pernikahan kalian?" Tanya Sesil sambil sesenggukan di sela isak tangisnya yang belum mereda


"Hm..." Nathan menghela nafasnya, kemudian menceritakan pada Sesil kalau tidak pernah terjadi pernikahan dengan Yasmine, saat di ruangan catatan sipil Nathan dan Yasmine hanya mengobrol santai dengan petugas yang ada di sana, itu semua juga berkat bantuan dari Swan yang kebetulan memiliki koneksi di sana. Swan membawa Nathan bertemu dengan salah seorang petugas di sana lalu menceritakan duduk permasalahannya, setelah mendengar penjelasan Swan dan Nathan, petugas tersebut bersedia membantu mereka.


"Tapi kau tidur bersamanya hampir setiap hari?" Imbuh Sesil lagi, hatinya kembali sakit bila mengingat suaminya tidur dengan wanita lain yang statusnya hanya istri pura-pura.


"Kau cemburu?" Goda Nathan sambil mencolek dagu istrinya dengan gemas.


"Tentu saja" Ketus Sesil sambil melipat kedua tangannya di atas perut.


"Sayang dengarkan aku, memang benar aku dan Yasmine tidur dalam satu ruangan, tapi aku sama sekali tidak pernah menyentuh Yasmine meski hanya sehelai rambutnya. Aku tidur di sofa, Yasmine tidur di ranjang. Kami sama-sama menyayangimu dan tak ingin membuatmu terluka" Imbuh Nathan.


"Tapi Yasmine hamil kan?" Tanya Sesil penuh selidik, air mata di pelupuk matanya sudah terlihat tak mengalir lagi, tapi bola matanya hampir tak terlihat karena matanya menyipit


"Astaga sayangku, istriku yang keras kepala" Nathan mengacak-acak rambu Sesil dengan gemas.


"Dia tidak hamil, dia itu hanya akting untuk membohongimu. Sebenarnya jika kau tak kunjung menyerah, aku dan Yasmine berencana akan membuat seolah-olah Yasmine sedang mengandung bahkan aku akan lebih bersikap mesra terhadapnya" Papar Nathan panjang lebar


"Jadi aku di kelabui oleh kalian hah?" Seru Sesil dengan nada yang meninggi.


"Lalu memangnya kau mau apa? mau aku dan Yasmine benar-benar menikah?" Ketus Nathan


"Ya tidak" Ucap Sesil lirih.


"Ya sudah, jadi apa maumu?" Imbuh Nathan berpura-pura galak


"Kenapa kau galak padaku hah?" Sesil meletakkan kedua tangannya di samping pinggangnya, bahkan dia berkat sambil memlototkan matanya.


'Astaga, dia selalu saja menang dan membuatku takut kehilangannya' gumam Nathan dalam hatinya, bahkan dia terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Oke, kita lupakan masalah ini. Kita anggap sudah selesai" Nathan mengacungkan jari kelingkingnya ke hadapan wajah istrinya.

__ADS_1


"Tidak bisa, kau sudah membuat hatiku sakit, membuatku menangis setiap malam bahkan membuatku berpikiran buruk tentangmu. Dan kau juga memanfaatkan situasi dan malah bermesraan dengan Yasmine" Ketus Sesil


"Itu hanya pura-pura sayang, ya Tuhan. Jika aku tidak seperti itu mana mungkin kau mau menyerah, kau pasti masih berdiri di atas pendirianmu yang konyol, aku akting seperti itu saja kau masih mampu bertahan satu bulan" Timpal Nathan.


"Kau, Papi dan Imelda sungguh sangat jahat padaku" Sesil mengerucutkan bibirnya ke arah Nathan, tangannya melipat sempurna di atas perutnya.


Nathan menarik nafasnya dengan berat, kemudian merengkuh tubuh istrinya dengan paksa lalu memeluknya dengan begitu erat.


Sesil masih terus berpura-pura merajuk dan meronta di lepaskan dari dekapan suaminya, namun Nathan malah semakin mendekapnya dengan begitu erat.


"Aku tidak mau kehilanganmu sayang, aku sangat mencintaimu. Meskipun caraku salah, tapi setidaknya bisa membuatmu sadar, kalau kau adalah kasih terakhir dalam hidupku, satu-satunya belahan jiwaku, wanita pemilik hatiku yang utuh yang berhak atas segala yang aku miliki. Jangan pernah memintaku membawa wanita lain ke di tengah-tengah kita, karena aku tidak akan mampu melakukannya sekali lagi. Itu sangat menyakitkanku sayang" Suara Nathan terdengar begitu tulus bahkan langsung menusuk ke dalam relung hati dan pikiran Sesil.


Sesil menyadari kesalahannya selama ini, kebodohan yang malah membawanya ke jurang penderitaan. Sesil sangat merasa beruntung memiliki suami seperti Nathan yang tidak pernah berpaling pada wanita lain sejak mereka di pertemukan dulu, padahal pertemuan mereka terjadi di masa masih sama-sama remaja, hari itu hari pertama Mos di salah satu SMA favorit di kota Semarang dan di situlah awal pertemuan keduanya. Nathan yang dulunya menjabat sebagai sekretaris Osis melihat Sesil yang begitu pendiam dan rendah hati sejak saat itulah dirinya menaruh perhatian lebih pada Sesil, meskipun Sesil terus saja mengacuhkannya.


Sesil membalas pelukan suaminya, bahkan dia memeluk dengan begitu erat, merasakan kehangatan dada bidang suaminya yang sudah lama tidak dia dapatkan. Kehangatan yang tersalur dari suhu tubuh Nathan mampu membuat dirinya merasa sangat nyaman dan tenang.


"Jangan pernah pergi" Ucap Sesil lirih


Nathan melebarkan senyumnya, hatinya gembira akhirnya istrinya bisa kembali dalam pelukannya seperti dulu "Pasti sayang" Nathan kembali mendaratkan ciuman di kepala istrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2