Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Perhatian


__ADS_3

Terhitung seminggu sudah Nathan menikah dengan Yasmine, selama itu pula hubungan Yasmine dan Sesil terjalin dengan begitu baik. Meskipun Sesil melihat kalau Nathan menaruh perhatian pada Yasmine, bahkan sikap Nathan terlihat semakin hangat dan dekat dengan Yasmine.


Sesil banyak mengucapkan syukur karena selama seminggu ini rumah tangganya berjalan dengan baik dan dia juga berharap rumah tangganya akan selalu berjalan dengan baik kedepannya.


Semoga juga Yasmine tetap bisa bersikap baik dengan Sesil, karena jarang sekali jika dalam satu atap tinggal dua wanita yang bisa hidup rukun berbagi suami.


Siang ini Sesil berencana mengajak Nathan makan siang bersama di restoran seafood favorit mereka berdua. Sesil begitu terlihat bersemangat mengerjakan pekerjaannya dan ingin segera tiba waktu makan siang.


Sesekali Sesil melirik ke arah jam yang tergantung di dinding ruang kerjanya, setengah jam lagi akan tiba waktu makan siang, Sesil semakin bersemangat membereskan pekerjaannya, karena sudah seminggu lamanya dirinya dan Nathan tidur berpisah kamar. Sesil meminta suaminya untuk seminggu bersama Yasmine, dan seminggu bersama dirinya. Kebetulan minggu sekarang Nathan akan tidur bersamanya.


Rasanya dia sudah sangat rindu dengan suaminya, merasakan usapan lembut di puncak kepalanya saat hendak tidur menjadi keinginannya saat ini.


Tok..Tok..Tok..


Setelah pintu di ketuk tiga kali terlihat Siska masuk ke dalam ruang kerja Sesil.


"Bu ini ada berkas yang harus ibu periksa" Siska meletakkan beberapa tumpukan map ke atas meja kerja Sesil.


Setelah meletakkan map tersebut, Siska masih berdiri di depan meja kerja Sesil. Dia terlihat memikirkan sesuatu.


Dengan ragu-ragu Siska membuka mulutnya " Ibu hari ini makan siang dimana?"


"Kenapa memangnya Sis?" Sesil menaikkan sebelah alisnya sambil terus memeriksa map di hadapannya


"Aku akan makan siang bersama suamiku" Imbuh Sesil lagi.


"Apa kau ingin ikut bersama kami?" Tawar Sesil


"Tidak Bu terimakasih, saya permisi keluar" Siska berlalu dari hadapan Sesil dan kembali bekerja lagi.


Tapi saat kembali duduk di meja kerjanya, dia kembali teringat istri kedua dari CEO tempat dimana dirinya bekerja saat ini.


Tadi saat Siska kembali dari pantry dia berpapasan dengan Yasmine yang terlihat datang berkunjung membawa beberapa box makanan di dalam kresek.


Siska begitu kasihan melihat atasannya, pasti Sesil akan kecewa.


Benar saja, Sesil terlihat keluar ruangan dengan membawa ponsel di tangannya. Wajahnya terlihat begitu sumringah bahkan senyum di wajahnya mengembang dengan sempurna.


Dia berjalan menyusuri koridor kantornya menuju ruang kerja suaminya.


"Nona Sesil, ada keperluan apa?" Sapa Emilia yang terkejut melihat kedatangan Sesil


"Nathan ada Mil?"


"Bos ada Nona, tapi.." Belum sempat Emilia melanjutkan kata-katanya, Sesil menyelonong masuk ke dalam ruang kerja suaminya.


Dan betapa terkejutnya saat melihat Nathan duduk bersebalahan dengan Yasmine di sofa. Yasmine terlihat sedang membuka beberapa box makanan dan mengeluarkannya dari dalam keresek.


"Hai Sil, kau kemari?" Yasmine menepiskan senyumnya melihat Sesil yang berdiri mematung di ambang pintu


"Kemari, kita makan siang bersama. Iya kan Nath?" Yasmine melirik ke arah Nathan yang duduk tepat di sampingnya.


Sesil memaksakan senyumnya, awalnya dia ingin menolak tapi karena takut akan menyinggung perasaan Yasmine akhirnya Sesil memutuskan masuk ke dalam dan duduk bersebrangan dengan Yasmine juga Nathan.


Sesil melihat beberapa menu makanan yang di dominasi oleh daging sapi, sementara dirinya adalah seorang vegetarian.


"Aku tidak bisa makan seperti itu" Keluh Sesil


"Kenapa?" Tanya Yasmine


"Sesil vegetarian dia tidak makan yang seperti itu" Timpal Nathan.


Yasmine sedikit merasa bersalah karena semua menu pilihannya adalah daging.


Namun saat Sesil mengatakan kalau dirinya tidak mempermasalahkannya membuat Yasmine tersenyum lega.


Sesil terpaksa mengorder makanan lewat online untuk di antar ke kantornya. Sementara Yasmine dan Nathan sudah terlebih dahulu menikmati makan siang mereka.


"Apa kau suka ini?" Yasmine menunjuk bawang bombay yang berada dalam salah satu menu makanannya.


"Hm.." Jawab Nathan seadanya, karena saat ini mulutnya berisi makanan.


"Buka mulutmu" Yasmine menyuapkan beberapa irisan bawang bombay ke dalam mulut Nathan, dan Nathan juga menerima suapan dari Yasmine.

__ADS_1


Sementara Sesil menjadi penonton kemesraan sepasang pengantin baru itu. Hati Sesil kembali berdesir dan merasa nyeri, jika dulu hanya dirinya yang menyuapi Nathan makanan, tapi saat ini kondisinya berbeda.


Yasmine dan Nathan kembali menikmati makanan mereka, hingga tiba-tiba Nathan mengangkat tangannya dan mengusap bibir Yasmine menggunakan ibu jarinya karena terdapat sisa saus di area bibir Yasmine.


"Belepotan sekali" Nathan terlihat tersenyum kemudian mengusap kepala Yasmine dengan lembut.


"Sudah lanjutkan kembali makanmu" Nathan kembali fokus menyantap makanan di hadapannya.


Sementara Sesil tak kuasa lagi melihat kemesraan mereka berdua, sekuat tenaga dia menahan air matanya. Dan memutuskan untuk keluar dari ruang kerja Nathan.


"Aku ambil makananku dulu di lobi" Imbuh Sesil beranjak dari kursinya dan berlalu keluar dari ruangan.


Sepanjang menyusuri koridor Sesil sekuat tenaga mencegah air matanya tumpah, karena dia tidak ingin ada staf yang melihatnya menangis.


Saat Sesil tiba, Siska begitu terkejut melihat wajah Sesil yang sudah memerah, bahkan matanya terlihat berkaca-kaca.


Kebetulan siang ini, Siska berencana makan di meja kerjanya karena pesanan makanan online yang di order baru saja tiba. Namun melihat atasannya seperti itu seketika rasa lapar Siska hilang.


Sesil terlihat masuk ke dalam ruangannya dan menutup pintu ruangan rapat-rapat.


Siska berdiri mondar-mandir di depan pintu ruangan Sesil. Siska ingin masuk tapi dia tidak tau harus mencari alasan apa untuk bisa masuk ke dalamnya.


Tiba-tiba saja ada yang OB yang mengantar makanan untuk Sesil, seketika Siska menjadi punya alasan untuk masuk ke dalam ruangan atasannya, Siska paham betul pasti hati Sesil saat ini sedang sakit sekali.


Setelah menerima box makanan dan mengucapkan terimakasih, Siska segera mengetuk pintu atasannya.


Tok..tok..tok..


"Bu, ini ada pesanan makanan"Seru Siska dari luar pintu. Sayangnya atasannya masih tak bergeming.


Membuat Siska semakin kawatir akan keadaan atasannya saat ini. Saat Siska hendak menyentuh knop pintu, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.


Seketika itu pula Siska menolehkan badan dan melihat seorang wanita berdiri di belakangnya.


"Sesil ada?" sapa wanita tersebut yang memiliki suara cukup cempreng


"Ada keperluan apa Nona mencari Bu Sesil?" Tanya Siska penuh selidik, karena dia baru pertama kali melihat Imelda.


Bukannya menjawab, Imelda malah melihat ke arah kresek yang di pegang oleh Siska.


"Namaku Imelda Louis, aku sahabat Sesil"


"Jadi permisi" Imelda menerobos masuk ke dalam ruang kerja Sesil.


Dan saat pintu terbuka, Imelda begitu terkejut melihat Sesil duduk di kursi sambil kepalanya menyandar di atas kedua tangannya yang melipat dengan sempurna di atas meja.


"Ada apa?" Imelda melebarkan matanya saat melihat sahabat baiknya menangis.


"Mel.." Sesil beranjak berdiri dan langsung memeluk sahabatnya. Hatinya sangat sakit dan saat ini dia butuh tempat bersandar.


"Ada apa?" Imelda melontarkan pertanyaan yang sama kepada Sesil. Namun seolah belum siap menjawab Sesil membungkam mulutnya rapat-rapat.


Imelda yang merasa bingung mengajak Sesil untuk duduk di sofa, setelah Sesil duduk Imelda lantas mengambil sebotol air mineral dari dalam kresek dan meminta Sesil meminumnya.


Setelah meminum air mineral tersebut Sesil meletakkan kembali botol tersebut di atas meja, kemudian dia langsung menyandarkan kepalanya di sandaran sofa. Matanya terpejam, namun masih terlihat air matanya mengalir di sudut matanya.


"Sil katakan apa yang terjadi?" Imelda menggenggam tangan Sesil dengan erat.


"Aku cemburu Mel" ucap Sesil lirih


"Cemburu? dengan siapa?" Imelda semakin tak mengerti apa yang di katakan oleh sahabat kecilnya.


"Dengan istri kedua Nathan" Imbuh Sesil lagi


"Istri kedua? maksudmu?" Imelda semakin tak mengerti dengan ucapan Sesil


"Nathan sudah menikah lagi mel" Sesil mengangkat kepalanya dan berusaha menatap Imelda dengan seksama.


Sedangkan Imelda malah mengeryitkan dahinya semakin merasa bingung, mana mungkin Nathan menikah lagi, Imel tau betul sebesar apa cinta Nathan pada Sesil, jadi rasanya mustahil kalau Nathan menikah lagi dengan wanita lain.


"Nathan menikah seminggu yang lalu dengan Yasmine, itu semua atas permintaanku. Aku kemungkinan tidak bisa mengandung lagi Mel, jadi aku ingin membiarkan Nathan mendapat kebahagiaan yang utuh dari wanita lain yang bisa memberinya anak. Tapi kenyataan tak semudah yang aku bayangkan Mel" Air mata Sesil kembali mengalir tak terbendung.


"Meskipun aku hidup rukun dengan Yasmine, tapi melihat Nathan yang akhir-akhir ini lebih banyak menghabiskan waktu bersama Yasmine, bahkan dia terlihat memanjakan Yasmine seperti dia memanjakan aku, hatiku sakit" Ucap Sesil di sela-sela tangisnya.

__ADS_1


"Begitu berat Mel berbagi suami, tapi aku akan berusaha yang terbaik agar tidak cemburu dengan Yasmine, karena dia juga berhak atas Nathan mel"


Imelda menggelengkan kepalanya tak percaya dengan apa yang sahabatnya katakan, Imel merasa Sesil sudah tidak waras saat masih bertahan meskipun hatinya terluka parah.


Tanpa berkata Imel merengkuh tubuh sahabatnya dan mengusap punggung sahabatnya perlahan, menenangkan Sesil yang masih terus menangis di pelukannya.


"Menyerahlah Sil, jika kau sudah tak mampu menjalankannya. Jangan terus menerus kau menyiksa dirimu sendiri" Imelda mengusap kepala sahabatnya dengan lembut, berharap sahabatnya sedikit mau berfikir realistis.


Setelah mengungkapan isi hatinya pada Imelda, hati Sesil sedikit lega, bahkan air matanya sudah tak mengalir lagi dan dia juga mau memakan makanan yang sudah di pesannya.


Setelah mengobrol cukup lama, Imelda berpamitan pergi karena hari ini dia harus dinas kerja siang Meskipun Dave melarang Imelda bekerja tapi Imelda tetap bersikukuh untuk tetap bekerja, karena menurutnya bisa membantu menyembuhkan banyak orang adalah kesenangan tersendiri untuknya.


^


Malam ini seperti biasa, Sesil, Nathan dan Yasmine sedang menikmati makan malam bersama. Sesil juga terlihat mengobrol santai dengan Yasmine, bahkan terlihat Sesil beberapa kali melontarkan lelucon yang membuat Yasmine tertawa.


Setelah makan malam, Sesil langsung masuk ke dalam kamar karena kebetulan ada satu berkas yang harus di selesaikan.


Sementara Yasmine dan Nathan duduk di sofa ruang tamu melihat siaran televisi.


Malam semakin larut, Sesil sudah menyelesaikan pekerjaannya, kemudian dia berganti pakaian dengan piyama tidur lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Cukup lama berbaring dan beberapa kali pula Sesil melihat ke arah pintu kamarnya, menunggu kedatangan suaminya yang memang minggu ini harusnya tidur bersamanya, tapi lama menunggu Nathan tak kunjung kembali ke kamarnya.


Sesil semakin merasa cemas karena suaminya tak kunjung datang. Namun rasa cemas Sesil seketika hilang, saat pintu kamar perlahan terbuka dan masuklah Nathan ke dalamnya.


"Kau belum tidur?"


"Belum, aku menunggumu" Sesil melebarkan senyumnya menyambut kedatangan suaminya.


Nathan mendudukkan diri di tepian ranjang, dan perlahan mengusap kepala istrinya dengan lembut, Sesil semakin melebarkan senyumnya karena merasa bahagia, sudah seminggu lamanya tak merasakan usapan tangan Nathan saat menjelang tidur membuat Sesil merasa ada yang kurang.


Namun senyum Sesil seketika menghilang saat Nathan mengatakan "Sepertinya malam ini aku tidak bisa tidur denganmu, Yasmine tidak enak badan" Keluh Nathan.


Seketika pula wajah Sesil berubah tanpa ekspresi, hatinya terasa sakit.


"Yasmine sedang tidak enak badan, dia tidak mungkin aku biarkan tidur sendirian, kau tidak merasa keberatan kan jika aku merawat Yasmine?" Imbuh Nathan lagi.


Sesil diam tak menjawab pertanyaan Nathan, harapan tidur di pelukan suaminya pupus sudah. Padahal dia sudah menanti seminggu lamanya.


"Ya sudah pergilah, Yasmine lebih membutuhkanmu" Sesil memaksakan senyuman di bibirnya.


"Ya sudah, selamat malam" Nathan mengecup kening istrinya lalu menarik selimut hingga menutup perut istrinya. Sesil langsung memejamkan matanya saat Nathan mengecup keningnya.


Saat pintu kamar kembali tertutup Sesil langsung membuka matanya, dan tak melihat lagi suaminya berada di dalam kamarnya.


Hatinya merasakan ngilu yang luar biasa, tapi Sesil bertekad untuk tetap kuat dan bertahan, karena ini semua adalah keputusan hidupnya serta konsekuensi yang harus dia tanggung.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Hidup itu pilihan guys, ini pilihan Srayu membuat alur cerita yang seperti ini.


Rasa sedih pasti ada saat satu persatu dari pembaca Unfavorit cerita Srayu.


Tapi di satu sisi, Srayu juga tidak bisa memaksa kalian membaca cerita yang kalian tidak suka, jika Srayu memaksa itu artinya Srayu merampas Hak kalian sebagai pembaca😭


Tapi Srayu tetap pada keputusan Srayu, semoga kalian tetap menunggu kelanjutan kisah ini. Karena banyak kejutan nantinya♥️

__ADS_1


Pemeran Yasmine Malik



__ADS_2