Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Menginginkanmu


__ADS_3

Sesil menggeliat dari tidurnya, hari ini adalah akhir pekan tang artinya dirinya tidak perlu pergi ke kantor. Namun saat Sesil menggerakkan tubuhnya ada tangan kokoh yang memeluk tubuhnya dengan erat.


Sesil menggosok matanya beberapa kali dan sangat terkejut melihat Nathan sudah tidur di sampingnya, padahal jelas-jelas semalam suaminya memilih tidur bersama Yasmine ketimbang dirinya, namun entah sejak jam berapa Nathan tidur di sampingnya Sesil tidak tau.


Sesil menatap wajah tenang suaminya yang masih setia memejamkan matanya, meskipun akhir-akhir ini Nathan memilih lebih banyak menghabiskan waktu bersama Yasmine bahkan cenderung melupakan dirinya, tapi tidak membuat Sesil merasa membenci suaminya, dia malah semakin mencintai Nathan, cintanya sungguh di luar kendalinya. Cinta terhadap suaminya malah semakin tubuh dengan subur di dalam palung hatinya.


Sesil mengangkat tangannya dan perlahan membelai lembut pipi suaminya, selama seminggu ini dirinya baru satu kali tidur bersama Nathan dan itupun tidak melakukan apapun, keduanya hanya tidur mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang karena lelah bekerja.


Sementara entah sudah berapa hari Nathan memilih tidur satu kamar dengan Yasmine. Meskipun begitu Sesil tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut, mungkin Nathan ingin Yasmine cepat mengandung dan memberinya momongan maka dari itu Nathan lebih banyak menghabiskan malam bersama Yasmine ketimbang dirinya.


"Apa kau merindukanku sayang" Seru Nathan dengan mata yang masih terpejam.


Seketika Sesil menjauhkan tangannya dari pipi suaminya, kemudian merubah posisi tidurnya menjadi memunggungi Nathan.


Namun bukan Nathan namanya jika dia menyerah begitu saja, Nathan langsung memeluk istrinya dari belakang dan memberi banyak ciuman di punggung mulus istrinya yang terekspos karena Sesil tidur mengenakan ligeria.


"Aku masih mengantuk" Seru Sesil berbohong.


"Aku menginginkamu sayang" Bisik Nathan tepat di daun telinga Sesil, bahkan dia menenggelamkan wajahnya di leher Sesil dan mulai mengecupnya dengan mesra, membuat Sesil seketika menggelijang merasakan hormon tubuhnya di sulut sepagi ini oleh suaminya.


Nathan semakin memberi rangsangan kepada Sesil, bahkan tangannya sudah tidak bisa di kendalikan lagi. Tangannya menelusup masuk di balik gaun Sesil dan mulai meremas-remas bagian sensitif istrinya.


"Sayang aku sangat menginginkamu" Bisik Nathan kembali bahkan tangannya semakin gila tak terkendalikan lagi.


Sesil membalikkan tubuhnya dan kini tidur menghadap suaminya, Nathan kembali membelai lembut pipi istrinya, mengusap bibir tipis Sesil yang selalu menggoda di mata Nathan.


"Apa kau tidak puas semalam bersama Yasmine?" Sesil menaikkan kedua alisnya mencari jawaban atas sorot mata suaminya.


"Ini ranjang kita, hanya ada kita berdua. Aku tidak mau membahas siapapun saat ini" Nathan menarik dagu istrinya dan mencium bibir Sesil dengan rakus, bahkan kini lidah keduanya saling membelit satu sama lain menikmati kegiatan yang sudah lama sangat di rindukan keduanya.


Nathan terlihat berada di atas tubuh istrinya, menguasai Sesil yang pasrah di bawah kungkungan tubuh kekarnya. Dia melihat istrinya memejamkan matanya menikmati perlakuan lembut darinya yang terus memberi banyak rangsangan.


Nathan tak kuasa lagi menahan gejolaknya, dia mulai melucuti pakaian istrinya hingga kini istrinya polos tanpa busana, Nathan juga membuka piyama yang membalut tubuh kekarnya dan melemparkan ke sembarang arah.


Pagi ini Nathan kembali merasakan indahnya tubuh istrinya yang seperti candu, membuatnya selalu merasa ketagihan.


Sesil terlihat menikmati setiap sentuhan dan perlakuan dari Nathan. Bahkan Sesil tak sungkan untuk mendesah saat Nathan terus saja mempercepat tempo permainan mereka, suara dernyitan ranjang dan keringat yang bercucuran di tubuh kekar Nathan membuat olah raga paginya sangat menyenangkan hingga tiba-tiba Nathan merasakan dia sudah sampai pada puncaknya dan tak mampu lagi menahannya, Nathan mempercepat permainannya hingga dia akhirnya terkulai lemas di atas tubuh istrinya, sementara Sesil memeluk tubuh suaminya yang yang bercucuran keringat.


Nathan merubah posisi tidurnya hingga kini dua tidur di samping istrinya. Nathan membuka matanya menatap Sesil yang menyandarkan kepalanya di bawah tangannya.


Sesil mengusap dada suaminya perlahan, ada kesedihan dalam hatinya saat ini, karena pasti Yasmine juga melihat tubuh atletis suaminya.


Tangan Nathan mengusap lembut kepala istrinya, sementara Sesil masih terus mengusap dada bidang suaminya.


"Sayang, apa kau lelah?" Nathan melirik ke arah Sesil

__ADS_1


"Lumayan" jawab Sesil singkat.


"Ngomong-ngomong kapan kau menyusulku tidur di sini?" Sesil tak kuasa lagi menahan rasa ingin taunya.


"Semalam setelah aku puas bersama Yasmine, aku berniat meminta jatahku darimu. Tapi saat aku masuk ke dalam kamar, aku melihatmu tertidur dengan lelap, jadi aku tidak tega membangunkan tidur lelapmu"


"Oh" Sesil membulatkan bibirnya.


Sesil merasa menjadi yang kedua, padahal dirinya adalah istri pertama Nathan.


Nathan dan Sesil kembali berbincang ringan, meskipun lebih banyak perkataan Nathan yang memuji Yasmine membuat Sesil merasa tidak nyaman, tapi Sesil berusaha dengan keras untuk menyembunyikan perasaannya.


^


Menjelang siang, Sesil dan Nathan baru saja keluar kamar menuju meja makan untuk menikmati sarapan pagi.


Mata Nathan menyapu seluruh ruangan dan tak mendapati Yasmine di ruangan tersebut.


Rasa penasaran yang mendera membuat Nathan menuju kamar Yasmine namun ternyata Yasmine tidaik ada di dalam kamar.


Sesil yang melihat Nathan mencari yasmine hanya bisa menunggu di meja makan hingga suaminya kembali ke meja makan lagi.


"Kemana Yasmine?" Seru Sesil saat melihat Nathan baru saja duduk di salah satu kursi.


"Entahlah" Nathan mengangkat bahunya sambil tangannya sibuk menuangkan orange jus ke dalam gelas kosong miliknya.


Nathan menarik sudut bibirnya memperhatikan istrinya yang kembali melayaninya makan.


Sudah begitu lama Sesil tidak melayaninya, karena tugas Sesil di ambil alih oleh Yasmine selama hampir sebulan ini.


Setelah roti terolesi dengan rata dengan selai cokelat, Sesil meletakkannya ke atas piring lalu mendorong piring tersebut ke depan suaminya.


Sesil menautkan kedua alisnya melihat Nathan yang malah sibuk memperhatikan dirinya.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Seru Sesil sambil tangannya sibuk mengolesi selembar roti dengan selai nanas.


Nathan hanya diam saja tak menjawab istrinya, tapi bibirnya tak henti tersenyum merekah.


Istrinya yang satu ini sangat keras kepala dan susah jika sudah memiliki kemauan, kebaikan hatinya membuatnya selalu mengutamakan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaan dirinya sendiri.


Nathan mengangkat tangannya dan mengarahkan telapak tangannya mengusap pipi istrinya "Kau tidak mau aku temani ke salon lagi? Rasanya sudah lama tidak melihat istriku yang cantik ini melakukan perawatan"


Sesil tersenyum malu-malu, rasanya seperti anak remaja yang baru mendengar pujian dari kekasihnya.


Rona merah muda menyembul di kedua pipinya, membuat Nathan sangat gemas bahkan pikiran liarnya kembali muncul di dalam otaknya.

__ADS_1


Sesil hanya menunduk malu tak berani menatap kedua mata suaminya yang masih sibuk menatapnya, bahkan Nathan semakin mengusap pipi istrinya dengan lembut, usapan tangannya terhenti saat menyentuh bibir tipis istrinya.


"Sudah, aku sangat lelah" Sesil merajuk manja saat suaminya mengusap lembut bibirnya.


Sesil paham betul kalau Nathan pasti kembali menginginkan dirinya, sementara Nathan malah terkekeh melihat istrinya merajuk, istrinya sangat peka akan keinginan dirinya, tapi entah mengapa Sesil tak bisa mengerti isi hatinya sebagai suaminya, bahwa keputusan meminta ada istri kedua itu membuat Nathan tersiksa batinnya.


Senyum di wajah Nathan tiba-tiba lenyap, tangannya pergi dari pipi istrinya.


Sesil yang tak merasa di belai lagi seketika melihat wajah suaminya yang tiba-tiba berubah menjadi datar tanpa ekspresi. Sesil menghela nafasnya kemudian beranjak dari kursinya lalu menarik tangan Nathan untuk segera berdiri


"Kau mau mengajakku kemana?" Nathan merasa heran saat Sesil menarik tangannya, padahal mereka belum menikmati sarapan paginya.


"Bermain ular" Ketus Sesil, dia berpikir suaminya berubah menjadi murung karena penolakan dirinya baru saja.


Nathan menggelengkan kepalanya, istrinya di rasa sangat menyebalkan, "Kemarilah". Nathan menarik tubuh istrinya hingga kini Sesil duduk di pangkuannya. Nathan mengambil roti dan menyuapkan ke dalam mulutnya istrinya "Buka mulutmu" Pinta Nathan.


Sesil hanya tersipu malu kemudian dia membuka mulutnya dan menerima suapan roti dari Nathan.


"Aaaa" Nathan membuka mulutnya lebar-lebar


Sesil mendengus kesal dan mengambil roti milik Nathan lalu menyuapkan ke dalam mulut suaminya. Keduanya menghabiskan sarapan pagi dengan saling menyuapi satu sama lain hingga roti milik mereka habis.


.


.


.


.


.


.


.


.


Srayu menitikkan air mata membaca komentar kalian yang terus memberi semangat😥


Padahal Srayu Author baru di aplikasi ini, karya Srayu juga memiliki banyak kekurangan, bahkan bisa di bilang karya Srayu kelas receh.


Tapi begitu banyak yang sayang sama Srayu,sampe spicheels nggak bisa berkata apa-apa😭 Terharu banget♥️


Tanpa kalian Srayu bukan siapa-siapa🤧

__ADS_1


Srayu bakal lanjutin cerita ini sesuai rencana awal Srayu, tidak akan ada yang berubah alur ataupun plot ceritanya, semoga masih berkenan di hati pembaca♥️


__ADS_2