
Nathan terpaksa membuka pintu mobil untuk sesil, sedangkan sesil masih diam tak bergeming di tempatnya.
Nathan menatap tajam ke arah sesil yang masih diam saja. Nathan membuang nafas dengan kesal sedangkan sesil masih menatap ke dapan tanpa menghiraukan nathan yang berdiri di sampingnya.
Nathan menatapi wajah sesil, sesil nampak semakin dewasa, dahulu saat pertama kali nathan melihat sesil saat sesil masih mengenakan baju putih biru, sesil terlihat masih seperti bocah, wajah sesil mengingatkan seperti wajah adiknya yang meninggal saat sepuluh tahun. Sejak hari itu nathan ingin berteman dengan sesil, namun sesil selalu menutup diri terhadap lelaki, maka satu satunya cara mencari perhatian sesil dengan cara bersikap usil dengannya, dan itu ampuh berhasil.
Kini gadis kecilnya sudah tumbuh menjadi wanita cantik dan dewasa. Nathan tersenyum samar menatapi wajah sesil.
Sesil yang merasa aneh karena nathan tidak melakukan apa apa, akhirnya sesil melirik ke arah samping, melihat sesil menggerakkan kepalanya, nathan merubah kembali raut wajahnya menjadi galak.
Kini mata sesil dan mata nathan saling beradu pandang.
Jantung sesil kembali berdetak dengan kencang, sesil sendiri tak mengetahui mengapa jantungnya selalu berdetak kencang saat berdekatan dengan nathan, dari dahulu hingga sampai saat ini, bahkan jantungnya semakin parah berdetaknya.
"Apa mungkin aku punya penyakit jantung" sesil membatin sembari memegang dadanya dengan telapak tangan. Keringat dingin mulai keluar di dahi sesil.
Melihat sesil mengeluarkan keringat dingin, timbullah sikap usil nathan, nathan menunduk dan mendekatkan wajahnya ke arah sesil. Awalnya sesil ingin mendorong nathan menjauh, namun niatnya dia urungkan ketika melihat mobil dean parkir tepat di samping mobil nathan, dan sepertinya dean sedang menatap ke arah mereka berdua.
Sesil hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya. Nathan yang melihat sesil memejamkan matanya menahan tawa. Jarak wajah antara dirinya dan sesil sangat dekat. Bahkan sesil dapat merasakan nafas hangat nathan yang keluar dari hidungnya.
Sesil semakin merasa deg degan, sesil sudah berpikir yang tidak tidak soal nathan.
Namun siapa sangka nathan meraih seat belt dan melepaskannya, kemudian nathan membisikkan sesuatu ke telinga sesil
"Kalau ingin di cium jangan di sini" nathan tersenyum dan seketika itu juga sesil membuka matanya, sesil melihat nathan tengah menertawai dirinya. Sesil membrengut kesal dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah asal tidak menatap nathan.
"Ayo turun, kita makan" nathan berjalan mendahului sesil.
__ADS_1
"Tidak mau" sesil melipat tangannya di atas perut.
Nathan kembali menoleh ke arah sesil, dan menggelengkan kepala, gadis kecilnya selalu membuatnya gemas, ingin rasanya nathan mencubit pipi sesil saat ini juga. Tapi itu hanya ada di angannya saja.
"Oh, jadi kau mau di sini di makan oleh mantan kekasihmu yang psikopat itu" terdengar nada mengejek dari perkataan yang terlontar dari mulut nathan.
Sesil kembali melihat ke arah samping, mobil dean masih ada di sana dan dean juga belum keluar dari mobilnya, pasti dean masih menunggu dirinya.
Sesil bergidik ngeri membayangkan wajah dean, akhirnya sesil dengan terpaksa mengikuti nathan masuk ke dalam restauran.
Nathan memilih meja yang dekat dengan jendela di lantai dua. Kini sesil dan nathan duduk berhadapan. Sesil masih menunjukkan sikap kesalnya terhadap nathan, bahkan ketika nathan memberikan buku menu, sesil masih diam tak bergeming.
Alhasil nathan lah yang memilih menu makan juga minuman. Nathan memesan beberapa macam menu udang, dan steak beef kesukaan dirinya, untuk minumnya nathan memesan capucino dingin dan latte dingin.
Nathan dan sesil menunggu menu makanan datang dengan diam beribu bahasa, nathan sibuk membalas email yang ada di ponselnya, dan sesil nampak diam menatap keluar jendela, sesil menatap ke arah mobil dean yang terparkir di sana.
Tak lama kemudian pelayan mengantarkan makanan yang nathan pesan.
Sesil melihat ke arah meja makan, terlihat beberapa menu udang di sana, dan ada satu menu steak.
"Mengapa menu nya bisa sesuai dengan apa yang aku sukai? dan itu minumnya juga minuman favoritku" batin sesil sembari melihat ke arah nathan.
"Ayo makan" nathan mengambil garpu dan pisau dan mulai makan steak yang sudah dia pesan.
Sesil menatap heran ke arah nathan, sesil masih tak menyangka nathan mengetahui makanan kesukaannya.
"Kenapa, kau tidak suka" nathan mengatakannya dengan tidak jelas karena di dalam mulutnya terdapat makanan.
__ADS_1
Sesil masih diam tak menjawab pertanyaan nathan.
"Kalau tidak suka bisa ganti menu ! Karena tadi sudah ku suruh kau memesan sendiri tapi kau diam saja, maka dari itu aku asal saja memesan makan untukmu" sambung nathan lagi, kali ini kata kata nathan terdengar dengan jelas, karena makanan yang ada di dalam mulutnya sudah tertelan dengan habis.
"Oh hanya kebetulan saja" gumam sesil dalam hatinya.
Kemudian sesil mulai mengambil nasi dan beberapa udang, dan mulai memakannya, sebenarnya sesil juga sangat lapar karena dari pagi belum makan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
*Harus tinggalkan like, komentar dan love ya pems😘
salam sayang _srayu*