Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Rencana Perjodohan


__ADS_3

Sepulangnya Sesil dari kantor nathan dia langsung menuju ruangan papinya.


Sesil menyapa sekretaris papinya yang duduk di meja depan ruangan papinya.


"Mbak Galuh, papi ada ?" sesil bertanya dengan galuh sekretaris papinya


"Ada di dalam nona, Ceo juga kebetulan sedang menunggu anda" jawab galuh sembari tersenyum ke arah sesil.


Sesil membalas senyum dari galuh dan berjalan memasuki ruangan kerja papinya, sesil menyentuh knop pintu dan mendorongnya, seketika pintu ruangan tersebut terbuka, dan nampak Pak Wira yang tak lain tak bukan adalah ayah dari Dean sedang duduk mengobrol dengan papinya.


"Hai sayang, kemarilah" Swan melambaikan tangannya ke arah putrinya, sesil hanya mengangguk dan berjalan mendekat ke arah papinya.


"Selamat siang Pak wira, apa kabar?" sesil memberi salam dan mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan dari Pak wira.


"Panggil ayah saja, sebentar lagi kan nak sesil juga akan menjadi putri saya" sambung tuan wira dengan melebarkan senyumnya


"Putri? maksudnya?" sesil menatap bergantian papi dan pak wira, seketika sesil mengernyitkan dahinya karena tidak mengerti apa yang di maksud oleh tuan Wira.


"Duduklah nak, biar papi jelaskan" swan menepuk sofa di sampingnya mengisyaratkan sesil untuk duduk di sana, sesil mendudukkan dirinya tepat di samping papinya.


"Jadi begini sayang, maksud tuan wira datang kemari ialah untuk membicarakan rencana perjodohan antara dean dan kamu.."


"Wait..wait..what do you mean? who wants to be matched? do not make me confuse !" sesil menggelengkan kepalanya


"jangan potong ucapan papi sayang, dengarkan papi terlebih dahulu, Jadi dean meminta ayahnya untuk menemui papi, dean ingin di jodohkan dengan kamu, dean bilang ingin mengenal lebih dekat lagi dengan kamu, dean juga bilang kalau dean merasa cocok dan nyaman dekat dengan kamu, jadi menurut papi tidak ada salahnya kan kalau kalian kamu mencoba mengenal dean lebih jauh lagi, bukannya kalian dulu satu sekolah kan? papar swan panjang lebar menjelaskan kepada putri semata wayangnya.


"Tapi pih, sesil..." sesil bingung harus berbicara apa kepada papinya, sesil tidak ingin mengecewakan papinya, papinya sudah banyak berkorban untuk dirinya.


"Sayang, papi sudah mengenal keluarga Pak wira cukup lama, dan selama ini menurut papi dean anak yang cukup baik, dan lagi kamu kan belum memiliki calon kan? sil come on, papi ingin menimang cucu, papi ingin melihat cucu papi sebelum papi menyusul mamimu sayang" suara swan semakin memberat.


"Pi jangan katakan itu lagi" sesil memeluk papinya, rasanya dia benar benar tidak tega menolak keinginan papinya.


"Baiklah, lebih baik masalah ini dipikirkan terlebih dahulu oleh sesil, tidak usah terburu buru, mungkin lusa keluarga kami akan mengajak makan malam keluarga besar tuan Swan" Wira beranjak berdiri dari kursinya, dan berjabat tangan sebelum akhirnya wira meninggalkan ruangan swan.


Sesil menyandarkan kepalanya ke sandaran sofa dan memejamkan matanya, sesil sangat bingung harus melakukan apa saat ini.


"Sayang ada apa? cerita sama papi?" swan mengusap puncak kepala sesil dengan lembut.


"Pi sebenernya dean itu..." sebelum sesil menyelesaikan ucapannya, tiba tiba telefon di meja swan berdering, swan meminta sesil untuk menunggunya sebentar, Swan berjalan mendekati meja dan mengangkat ganggang telefon tersebut


"Iya.."


"...."

__ADS_1


"Oh, baiklah, saya akan segera ke sana" swan meletakkan ganggang telefon dan mengakhiri panggilannya.


"Sayang, nanti kita sambung ceritanya ya, sekarang papi harus pergi, ada masalah di Carnal Entertainment" swan mengecup puncak kepala putrinya dan beranjak meninggalkan sesil yang masih nampak murung.


Kini pintu ruang kerja papinya kembali tertutup, papinya benar-benar pergi.


"Pi, sebenarnya dean itu suka kasar sama sesil pi, dan lagi sesil tidak memiliki perasaan apapun terhadap dean, sesil hanya ingin fokus berkarir dan membantu bisnis papi saja saat ini" sesil mengucapkan kata-kata yang seharusnya papinya dengar, kemudian sesil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


Namun tiba-tiba, ponsel di dalam tasnya berdering, sesil mengambil ponselnya dan melihat nomor asing yang memanggilnya, sesil meriject panggilan tersebut, namun baru saja sesil matikan, satu pesan masuk tertera di layar ponselnya.


Aku tunggu di cafe sebrang jalan ~dean


Sesil mendengus dengan kesal dan hanya membacanya saja tanpa berniat untuk membalas pesan dari dean.


Sesil kembali menyandarkan kepalanya di sofa, rasanya begitu berat beban yang harus di tanggungnya saat ini.


Namun ponselnya kembali berdering, sesil menyalakan layar ponselnya dan terlihat satu pesan singkat dari dean kembali masuk


Jika kau tidak datang, aku bisa langsung membujuk papimu untuk menikahkan kita besok ~dean


"Dasar gila" Sesil mengumpat ponselnya dan memasukkannya ke dalam tas jinjingnya, kemudian sesil beranjak berdiri dan meninggalkan ruangan papinya untuk menuju cafe yang terletak di sebrang jalan kantor papinya.


Sesil menyebrang menggunakan JPO yang terletak tidak jauh dari gerbang utama kantor papinya, sesampainya di sebrang jalan sesil memasuki sebuah cafe, terlihat di sana dean sedang duduk di temani segelas orange jus, dean tersenyum dan melambaikan tangan ke arah sesil.


"Langsung saja, ada perlu apa?" Sesil menatap tajam mata dean


"Kau pasti sudah tau kan rencana perjodohan kita, dan sepertinya kau belum mengenalkan kekasihmu kepada papimu, jadi jangan salahkan aku jika aku merebutmu dari sisinya, karena dia terlalu lamban" terdengar nada sinis dari setiap perkataan yang terlontar dari mulut dean


"Lusa, keluargaku akan datang ke rumahmu untuk acara makan malam perkenalan keluarga besar kita, jadi besok aku akan mengantarmu membeli gaun" sambung dean lagi


"Sudah? itu saja?" sesil memutar bola matanya dengan malas, sesil benar-benar tidak punya mood untuk meladeni orang seperti dean.


"Tentu saja, kau tidak mungkin menolak keinginan papimu kan? terima saja sayang, sebentar lagi kau akan menjadi milikku!" dean meraih dagu sesil dan memegangnya namun dengan cepat sesil menepis tangan dean, rasanya sesil sudah muak harus bersikap mengalah kepada dean.


"Seandainya pernikahan itu sampai terjadi, kau hanya akan memiliki ragaku tapi tidak dengan hatiku, jangan terlalu berharap de, Jodoh Tuhan tidak akan pernah tertukar" seru sesil


"Oh ya? kita lihat saja nanti, siapa yang Tuhan jodohkan denganmu ! aku ? atau pengusaha kecil itu" dean semakin percaya diri dan sombong


"Tidak ada gunanya berbicara denganmu, buang waktu" sesil bangkit berdiri meninggalkan dean, sedangkan dean tidak berniat untuk mengejar kepergian sesil, karena dean yakin sesil akan menjadi miliknya sebentar lagi.


Sesil memberhentikan taxi dan kembali ke rumah, sesil sudah tidak ada hati untuk bekerja, sepanjang perjalanan otaknya di penuhi oleh perkataan papinya dan dean, semua berkecamuk menjadi satu di dalam otaknya.


Taxi yang dia tumpangi sudah berhenti tepat di depan pagar rumahnya, sesil dengan gontai berjalan memasuki halaman rumahnya, satpam dan beberapa pengawal memberi sapaan untuk sesil, namun sesil sama sekali tidak menghiraukannya, sesil berjalan memasuki rumahnya, rumahnya nampak begitu sangat sepi karena oma dan opahnya sudah kembali tinggal bersama tantenya di Temanggung.

__ADS_1


Sesil berjalan menaiki anak tangga satu persatu, sesampainya di lantai dua dia langsung menuju kamarnya, sesil membuka pintu kamarnya dan seketika sesil menghempaskan dirinya ke atas ranjangnya.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam sesil dalam hati sembari menatap langit-langit kamarnya.


Sesil mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, kemudian sesil menyalakannya. Awalnya sesil ingin menghubungi nathan, namun niatnya kembali di urungkannya, memangnya ada hubungan apa antara dirinya dan nathan, mereka tidak memiliki ikatan apapun, sesil juga tidak tau harus memulai bercerita dari sudut mana dulu.


Sesil kembali menyimpan ponselnya,dan sesil mengacak rambutnya dengan kasar, sesil benar-benar merasa sangat bingung kali ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Terimakasih pems yang sudah mau doain srayu, semoga jari srayu cepat kempes dan bisa beraktivitas normal ya🙏


amiin😘


jangan lupa like dan komentarnya ya biar srayu tambah semangat nulisnya😘🙏

__ADS_1


__ADS_2