
*Pasangan terbaik adalah seperti sepasang sepatu
Bentuknya tak persis sama namun serasi
Saat berjalan tak persis sama tapi tujuannya sama
Tak pernah berganti posisi namun saling melengkapi
Selalu sederajat tak ada tinggi ataupun rendah
Bila yang satu hilang maka yang lain tak memiliki arti..
Nak, mungkin ketika kamu membaca coretan tinta papi, papi sudah tak lagi ada di sampingmu. Maafkan papi nak yang belum sepenuhnya membahagiakan dirimu. Bahkan papi hampir saja membuat satu kesalahan yang akan membawamu masuk ke dalam jurang penderitaan yaitu menjodohkanmu dengan Dean.
Untung saja saat itu Nathan datang tepat waktu dan menyelamatkanmu dari pria gila seperti Dean. Nak, papi tau suamimu bukan pria yang sempurna, bahkan suamimu sering membuatmu merasa begitu kesal tapi papi yakin Nathan adalah orang yang tepat berada di sampingmu. Nathan pria yang baik dan bertanggung jawab, meski dia pernah melakukan satu kesalahan yang hampir saja mengakibatkan kalian berpisah tapi Nathan selama ini sudah menunjukkan serta menebus semua kesalahan yang dia perbuat. Papi yakin dia adalah orang yang tepat untuk menjagamu jika papi sudah tiada. Papi setidaknya sudah tenang bila meninggalkanmu dengan Nathan bukanlah pria romantis tapi tapi papi tau dia memiliki cara yang unik untuk menunjukkan rasa cintanya padamu. Meski cara menunjukkan perasaannya padamu sedikit berbeda seperti orang lain.
Nak, maafkan papi yang tidak menceritakan perihal kesehatan papi padamu. Papi hanya tidak ingin membuat putri semata wayang papi kawatir dan terbebani karena papi tau hidupmu sudah berat sejak dulu, bahkan sejak kau masih dalam kandungan kau sudah di buat menderita oleh mendiang opahmu (Kino)
Mungkin kedengarannya ini aneh tapi begitulah faktanya kalau opahmu sudah merencanakan kecelakaan mamimu bersama Tasya dan om Nathan (Arik). Itulah sebabnya rasa menyesal begitu papi rasakan karena membawa mamimu masuk ke dalam kehidupan papi bahkan hingga kembali merenggut nyawanya.
Nak, meski awal pernikahan papi tidak ada cinta sama sekali, tapi seiring berjalannya waktu serta kebaikan mamimu terhadap papi mampu meruntuhkan benteng pertahanan yang papi buat, papi dulu sudah memutuskan untuk tidak membuka hati untuk wanita manapun setelah penghianatan yang mantan pacar papi (Tasya) sudah lakukan terhadap papi. Tapi Tuhan memeliki skenario yang indah untuk papi hingga suatu ketika mempertemukan mami dengan papi di kantor milik papi. Saat itu mamimu berhasil memberi satu poin yang mampu menarik perhatian papi. Bahkan singkat cerita saat tepat satu minggu kami memutuskan untuk menikah saat kondisi omahmu (Anin) sedang anfal. Saat itu omah meminta mami untuk menikah tapi sayangnya mamimu juga sama menutup hatinya setelah luka hati yang di sebabkan oleh Arik. Namun di saat mendesak tersebut papi menawarkan pernikahan pada mamimu dan akhirnya kami berdua sepakat menikah.
Tidak ada rasa suka pada awal pernikahan kami, yang ada hanya rasa kasihan papi terhadap mamimu yang kala itu masih terus saja di ganggu oleh mantan kekasihnya tujuan papi saat itu hanya melindungi wanita sebaik mamimu. Hingga akhirnya seiring berjalan waktu tumbuh benih-benih cinta di antara kami berdua. Bahkan rasa cinta papi terhadap mamimu begitu besar.
Saat papi melihat mamimu tergelatak di pangkuan papi karena luka tembak yang menyebabkan jantung mami tak lagi berdetak membuat papi sadar kalau detik itu pula jantung papi berhenti berdetak, dan saat papi melihat jenazah mamimu di timbun dengan tanah, di saat itu pula papi merasakan kalau separuh kehidupan papi sudah ikut terkubur di sana. Namun papi sadar sayang, papi masih memilikimu, dengan sisa setengah dari kehidupan yang papi miliki, papi memutuskan untuk membesarkanmu seorang diri. Rasa cinta dan hati papi sudah tidak ada dalam raga papi, cinta papi sudah di bawa oleh mami pergi ke surga.
Sesilia putriku, tetaplah mencintai Nathan seperti papi mencintai mami, sayangilah Kenzo seperti papi menyayangimu tetaplah menjadi wanita yang kuat dalam berbagai masalah yang menghadang. Papi yakin kau dan Nathan pasti akan mampu melewati badai yang melanda rumah tangga kalian berdua. Papi berharap kisah cinta papi dan mami mampu membuat Sesil terus mempertahankan rumah tangga kalian meski masalah terberat sekalipun.
Luv Papimu♥️*
__ADS_1
Sesil memeluk sepucuk surat yang di tulis oleh papinya, dengan berlinang air mata Sesil tak menyangka kalau hari ini telah tiba, hari ini dimana papinya sudah benar-benar meninggalkan dirinya. Nathan yang baru saja masuk ke dalam kamar langsung berlari mendekat ke arah istrinya yang sedang duduk sambil berlinang air mata. Tanpa berkata Nathan langsung memeluk tubuhnya istrinya yang sedang bergetar karena menangis hebat.
Nathan memberikan usapan lembut pada punggung istrinya berharap istrinya bisa sedikit tenang. Seminggu sudah semenjak kepergian papinya Sesil masih begitu terpukul bahkan Sesil selama sepekan ini dia memutuskan untuk menginap di rumah lama mereka. Rumah yang sangat memiliki kenangan baginya bersama mendiang papinya. Dan hari ini Sesil merapihkan barang-barang mendiang papinya, Sesil tidak akan membuang barang tersebut namun akan menyimpannya dengan rapih, saat dirinya tengah merapihkan kamar papinya malah tidak sengaja menemukan sepucuk surat di dalam lemari pakaian papinya.
Dua Bulan Kemudian..
Waktu berlalu begitu cepat, meski Sesil masih belum bisa melupakan kematian papinya tapi setidaknya Sesil sudah lebih bisa menerima keadaan bahkan Sesil mulai menjalani kesehariannya seperti dulu. Seperti siang ini Sesil baru saja mendudukkan tubuhnya di sofa kamarnya karena merasa kepanasan akibat baru saja pulang menjemput Kenzo, putranya dari sekolah.
Namun tiba-tiba saja pintu di ketuk dari luar dan suara Bi Nung terdengar dari suara Bi Nung mengatakan kalau ada tamu menunggunya di bawah. Sebenarnya Sesil enggan sekali menemui orang asing, tapi tidak ada salahnya Sesil menemuinya. Dengan langkah kaki stabil Sesil turun menuju ruang tamu dan saat melihat Yasmine duduk di sofa, dan seorang pria yang duduk memunggungi Sesil mengernyitkan dahi sekaligus senang karena semenjak Sesil memutuskan untuk tinggal menetap di Australia, Yasmine tidak pernah berkunjung ke Indonesia meski sesekali mereka saling bertukar kabar satu sama lain.
“Yasmine”
“Sesil, hai” Yasmine beranjak dari duduknya dan langsung menghampiri Sesil lalu memeluknya dengan erat. Keduanya saling melepas rindu karena hampir enam tahun tidak berjumpa.
“Kau datang bersama siapa?” tanya Sesil sambil melepaskan pelukannya dari Yasmine
“Aku datang bersama calon suamiku, kami akan menikah lusa. Ayo aku kenalkan” Yasmine dengan antusias menarik tangan Sesil, dan betapa terkejutnya Sesil saat melihat calon suami Yasmine.
“Nona Sesilia” sapa Geordan samb tersenyum ramah
“Kalian saling mengenal?” tanya Yasmine menatap Geordan dan Sesil secara bergantian.
“Kami rekan bisnis sayang” timpal Geordan
“Oh, ternyata dunia sangat sempit” Yasmine terkekeh sambil mengajak Sesil duduk di sofa bersamanya.
Ketiganya terlihat bercengkrama, bahkan Sesil bisa melihat kalau Geordan benar-benar mencintai Yasmine dan sudah melupakan dirinya.
Bahkan tak lama kemudian Kenzo juga terlihat turun dan mengajak Geordan dan Yasmine berkenalan. Kenzo yang memiliki sikap lucu membuat Yasmine dan Geordan sangat gemas di buatnya.
__ADS_1
Setelah puas melepas rindu dan memberikan kartu undangan Yasmine dan Geordan memutuskan berpamitan karena masih banyak undangan yang harus mereka berikan.
Malam Harinya..
Sesil sedang duduk di salah satu restoran ternama di kota Semarang, karena memang malam ini Sesil sedang makan malam dengan keluarga sahabatnya, Imelda. Kedua keluarga tersebut terlihat bercengkrama dengan begitu riangnya, Kenzo dan Steve juga terlihat saling berceloteh satu sama lain. Sesil asik membicarakan banyak hal tentang berbagai hal pada Imelda. Temannya itu meski sudah memiliki anak masih tetap saja terus berkarir. Berbeda dengan dirinya yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya semenjak kelahiran Kenzo.
Saat tengah asik mengobrol tiba-tiba saja Sesil menangkap sosok bayangan kedua orang tuanya yang terlihat tersenyum menatap ke arah dirinya, dengan jelas Sesil melihat kedua orang tuanya bergandengan tangan satu sama lain, rona kebahagiaan begitu terpancar dengan jelas di wajah kedua orang tuanya.
Sesil juga terlihat menarik kedua sudut bibirnya dan membalas senyuman kedua orang tuanya. Sesil berjanji mulai hari ini Sesil juga akan berusaha bahagia, dan mendengarkan semua pesan yang di katakan oleh papinya lewat sepucuk surat.
Setelah Sesil membalas senyuman kedua orang tuanya, perlahan bayangan papi dan maminya menghilang. Meski hanya sebentar bisa melihat bayangan kedua orang tuanya, tapi hatinya menjadi tenang karena pasti kedua orang tuanya sudah bahagia di surga sana. Pasti kini keduanya bersatu di dunia yang lebih kekal.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Terimakasih yang sudah bertahan sampai akhir. Ada komentar dan saran? Coretkan di bawah ini👇👇👇