Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Wedding Party


__ADS_3

Swan terlihat begitu bernafas lega karena acara pemberkatan pernikahan putrinya berjalan begitu lancar dan khidmat tidak ada halangan apapun.


Tiba-tiba swan merasa tangannya di genggam oleh seseorang di sampingnya, seketika swan menoleh ke arah samping dan tak menyangka siapa yang di lihatnya saat ini.


Mendiang istrinya muncul di sampingnya mengenakan gaun berwarna putih senada dengan pakaian yang swan kenakan, ayu tersenyum manis ke arah swan, meskipun swan menyadari ini hanya halusinasi, tapi swan tau, Tuhan melengkapi kebahagiaannya hari ini dengan menampakkan sosok istrinya, ayu begitu terlihat bahagia, bahkan rona merah muda di pipinya menyembul begitu sempurna. Swan hanya menatap bayang mendiang istrinya tanpa mengucapkan sepatah katapun namun swan membalas senyum dari istrinya, kemudian swan dan ayu sama-sama melihat ke arah sesil dan nathan yang sedang tersenyum ke para tamu undangan.


Setelah acara pemberkatan selesai, sesil terlebih dahulu berganti pakaiannya, sedangkan nathan menyapa beberapa tamu undangan termasuk beberapa teman-temannya semasa kuliah yang turut di undang.


Tak berselang lama, sesil keluar dari ruang rias mengenakan gaun berwarna putih namun panjangnya selulut, menampakkan kaki jenjangnya yang membuat sesil semakin terlihat begitu mempesona, sesil berjalan di dampingi oleh rara, Nathan yang menyadari kehadiran sesil, ia pun langsung berjalan menjemput sesil, kemudian nathan mengandeng tangan sesil, nathan mengajak sesil menemui beberapa tamu undangan dan kerabat mereka.


Semua membaur menjadi satu, suasana di gedung pernikahan itu terlihat begitu ramai dan bahagia, bahkan terdengar lantunan musik yang di bawakan oleh band lokal yang cukup terkenal di kota itu.


Nathan mengajak sesil menemui teman-temannya semasa di bangku universitas dulu.


"Selamat nath, aku sungguh tidak menyangka kau menikah hari ini, ku pikir kau tidak menyukai wanita" timpal salah seorang teman nathan yang mengenakan jas berwarna coklat.


"Iya, dulu kau di kampus sangat sulit di dekati wanita, tapi tak ku sangka ,seleramu bagus juga, istrimu sangat cantik" goda teman nathan yang warna matanya kebiruan, bahkan bahasa indonesia yang dia gunakan saja tidak lancar di dengar


"Kau pikir, aku pecinta sesama jenis" nathan memukul lengan temannya yang mengenakan jas berwarna coklat, kemudian nathan dan teman-temannya tertawa bersama, namun di tengah mereka tertawa, nathan masih terus menggenggam tangan sesil dengan begitu erat, seakan nathan tak ingin melepaskannya barang sedetik saja.


"Halo, sori aku telat" terdengar suara seseorang yang berdiri di belakang punggung nathan.


Seketika nathan membalikkan tubunya dan melihat ke arah sumber suara, nampak seorang pria yang memiliki rambut kemerahan dengan mata kecoklatan tersenyum manis ke arah nathan.


"Dave.." Seketika nathan berpelukan dengan dave sahabatnya, dave adalah sahabatnya sedari dia memasuki universitas, dave pria berdarah indo-jerman itu juga membalas pelukan dari nathan.


"Ku pikir kau tidak datang" nathan melepaskan pelukannya dan menaikkan kedua bahunya.


"Pasti aku datang, mana mungkin aku tidak datang, kau kan yang memberi aku kabar lewat email, tentu saja aku harus ikut merayakan hari bahagia kalian, bahkan aku kan salah satu saksi kalian saat proses pendekatan dulu" Dave menepuk bahu nathan, Pandangan mata dave beralih ke arah sesil yang mengenakan gaun pengantin, seketika dave mengeryitkan dahinya dan menatap aneh ke arah sesil yang mengenakan gaun pengantin dan berdiri di samping nathan.


"Mana istrimu..?" imbuh dave lagi.


"Ini istriku, kenalkan sil, dia dave sahabatku, dan dave, ini adalah sesil" Seketika nathan menggenggam tangan kiri sesil dan tersenyum manis menatap kedua bola mata sesil.


Dave melebarkan matanya saat mendengar penuturan dari nathan. Rasanya dia tidak menyangka nathan tidak menikah dengan dia, padahal dia adalah satu-satu nya teman wanita semasa nathan kuliah, ya walaupun banyak wanita yang mengejar nathan, termasuk sasha yang sangat terobsesi dengan nathan, tapi dia adalah gadis yang berhasil membuat nathan mau berdekatan dengan wanita.


"Hi, aku sesil" sesil mengulurkan tangannya menjabat tangan dave yang sedang menatapnya begitu aneh ke arahnya.


"Dave" dave membalas uluran tangan sesil dan mereka saling berjabat tangan.


"Ku pikir kau akan menikah dengan dia nath, ternyata aku salah, tapi istrimu juga tak kalah cantik dengannya" Dave menyenggol lengan nathan dan tersenyum menggoda nathan, begitupun teman-teman yang lain ikut menimpali omongan dave.


"Ya betul kau dave, aku pikir nathan akan menikah dengan dia, tapi saat tadi acara pemberkatan ternyata pengantin wanitanya bukan dia, tapi istri nathan jauh lebih cantik menurutku" timpal salah satu teman nathan.


Sesil yang mendengar penuturan teman-teman nathan seketika hatinya merasa tidak nyaman, apakah mungkin nathan dahulu memiliki seorang kekasih? Bukankah nathan pernah berkata padanya kalau sesil adalah satu-satunya wanita yang mengisi hatinya sejak mereka masih duduk di bangku SMA? ataukah mungkin itu hanya alasan nathan saja? apa nathan memiliki tujuan lain dengan pernikahan ini?


Berbagai macam pertanyaan muncul secara tiba-tiba di benak sesil.


Bahkan raut wajah sesil kini berubah menjadi murung meskipun sesil masih berusaha tersenyum di depan teman-teman nathan.


Nathan yang menyadari perubahan raut wajah sesil seketika mencoba menjelaskan kepada teman-temannya teman-temannya.


"Aku dan dia hanya berteman tidak lebih, sesil adalah satu-satunya wanita yang aku sukai sejak kami masih di bangku SMA" imbuh nathan.


"Apakah kau satu universitas dengan kami? rasanya aku tidak asing denganmu?" timpal dave, dan di balas anggukan kepala oleh sesil.

__ADS_1


Sesil rasanya sudah tidak nyaman berada di situasi ini, semua orang membicarakan dia, memangnya siapa sosok dia yang mereka bicarakan itu ?


Sesil melepaskan genggaman tangan nathan dan berpamitan untuk mengambil air minum, awalnya nathan mau menemani sesil, tapi sesil menolaknya dan memilih pergi sendiri.


"Please jangan bahas wanita lain di depan istriku, aku takut istriku salah paham, kalian semua kan tau aku dan dia pure berteman saja tidak lebih" Nathan menggelengkan kepala ke arah teman-temannya, dan semua temannya termasuk dave membungkam seketika, mereka menyadari kalau omongan mereka sudah kelewatan tadi.


Nathan berpamitan kepada teman-temannya untuk menyusul sesil yang sudah pergi terlebih dahulu.


Nathan mencari sesil ke tempat hidangan makanan dan minuman, tapi nathan tidak menemukan sesil di sana.


Nathan kembali melihat ke kelilingnya, terlihat swan dan opah kinos sedang mengobrol dengan beberapa tamu undangan namun sesil juga tidak bersama papinya.


Nathan menghela nafasnya kemudian kembali berjalan mencari sesil.


Pencarian nathan tak berlangsung lama, karena nathan melihat sesil sedang mengobrol bersama imelda dan keandra di salah satu meja yang terletak tidak jauh dari panggung musik.


Tiba-tiba muncul ide nathan untuk menyanyikan sebuah lagu untuk sesil.


Kemudian nathan dengan langkah pasti menaikki panggung, dan meminta band tersebut mengiringi sebuah lagu untuknya.


"Selamat siang semuanya" Suara nathan di atas panggung langsung menarik semua perhatian tamu undangan, termasuk sesil yang sedang mengobrol dengan imel, suasana seketika menjadi begitu hening.


"Aku, akan membawakan lagu kusus untuk wanita yang sekarang telah resmi menjadi teman hidupku" Nathan menatap ke arah sesil, dan semua tamu undangan tak terkecuali, semua ikut menatap ke arah sesil, terdengar lantunan musik di gedung tersebut, alunan yang begitu indah, mengiringi nathan yang tersenyum manis ke arah sesil.


Sesil yang masih merasa tidak nyaman dengan obrolan tadi hanya menatap acuh ke arah nathan yang duduk di bangku di atas panggung sembari tangannya memegang mikrofon di tangannya.


**Dengarkanlah, wanita pujaanku


Siang ini, akan ku sampaikan


Hasrat suci kepadamu dewiku


Aku ingin, mempersuntingmu


Tuk yang pertama, dan terakhir..


Jangan kau tolak dan buatku hancur


Ku tak akan mengulang tuk meminta


Satu keyakinan hatiku ini


Akulah yang terbaik untukmu**...


Nathan kini bangkit dari kursi dan berjalan turun dari panggung, namun lantunan musik masih terdengar begitu menggema di gedung resepsi tersebut.


Nathan berjalan mendekat ke arah tempat duduk sesil, dan kembali menyanyikan lirik lagu janji suci.


Dan saat tepat di hadapan sesil, nathan bersimpuh dan tangan sebelah kanan nathan meraih dan menggenggam tangan sesil dengan erat, kedua mata nathan menatap begitu dalam ke kedua mata sesil. Menandakan dia benar-benar bersungguh-sungguh dengan semua janji yang dia ucapkan saat pemberkatan tadi.


Setelah lantunan lagu selesai, nathan mengecup tangan sesil begitu lama.


Bahkan imelda yang melihatnya juga ikut terbawa perasaan menarik pipi dengan kedua telapak tangannya dam mulutnya terbuka lebar, imel sungguh iri melihat kemesraan nathan dan sesil.


Setelah satu buah lagu yang di bawakan oleh nathan, kemudian acara di lanjutkan dengan berdansa.

__ADS_1


Acara begitu meriah dan aura bahagia begitu terasa.


Waktu begitu terasa cepat, kini tamu undangan juga sudah membubarkan diri masing-masing, nathan, sesil beserta keluarganya juga akan kembali ke rumah masing-masing.


Hari ini sesil meminta nathan untuk tinggal di rumah papinya, nathan juga menyetujui usulan sesil, perlahan nanti nathan akan membujuk sesil untuk tinggal di rumah yang sudah di siapkan oleh nathan untuknya, letaknya juga tidak jauh dari rumah yang sesil tempati saat ini.


Malam ini pun di selimuti oleh mendung, tapi tidak hujan, nathan masih mengobrol di ruang tamu dengan ayahnya dan swan, ayahnya memang mengantar nathan ke rumah swan.


Sedangkan sesil sudah terlebihh dahulu kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya.


Nathan mengobrol hingga larut malam, setelah ayahnya kembali, dan swan juga pamit untuk beristirahat, nathan dengan langkah yang ragu menuju kamar sesil di lantai dua.


Lampu kamar terlihat menyala dengan begitu terangnya, perlahan nathan membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya, terlihat sesil sudah tidur memunggungi pintu kamar dengan terbalut selimut yang begitu tebal hingga menutupi lehernya.


Nathan hanya tersenyum menatap punggung sesil, dan pandangan matanya teralih pada satu stel baju rumahan yang terletak di kasur dekat kaki sesil, nathan mendekat dan melihatnya, ternyata itu baju lelaki, nathan kembali menarik dua sudut bibirnya dan mengambil baju tersebut kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sesil menoleh ke arah pintu kamar mandi saat terdengar suara gemricik air di kamar mandi, yang menandakan nathan sedang mandi. Sesil kembali memejamkan matanya dan memunggungi pintu, sesil berpura-pura tertidur kembali, tapi sebenarnya pikirannya sedang kalut, sesil bingung dengan perasaannya terhadap nathan, sesil belum sepenuhnya memiliki perasaan terhadap nathan.


Tak berselang lama terdengar suara pintu kamar mandi terbuka, dan tak beberapa lama terdengar suara hair driyer, sepertinya nathan sedang mengeringkan rambutnya.


Setelah suara Hair driyer tak terdengar, sesil merasakan ranjang sebelahnya tercelos, sepertinya nathan sudah membaringkan dirinya.


Namun tiba-tiba sesil merasakan ada yang mengecup keningnya.


"Selamat malam sil, semoga mimpi indah, aku tidak akan menjadi dean kedua yang memaksamu melakukan hal yang tidak kau sukai" Kemudian nathan mengusap puncak kepala sesil dan merebahkan tubuhnya di samping sesil.


Cukup lama, sesil masih belum bisa tertidur, sesil mencoba merubah posisi tidurnya, sejenak sesil membuka matanya sebelah dan melihat ke arah nathan yang matanya sudah terpejam dan nafasnya juga sudah teratur, sepertinya nathan sudah tertidur.


"Maaf nath, aku belum siap.." gumam sesil dalam hati, dan sesil pun memejamkan matanya mencoba untuk tidur, mengistirahatkan badannya yang sangat lelah akibat acara hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Yang belum kondangan, masih di tunggu sama srayu ya hehehehe😘


__ADS_2