
Setelah kelahiran Kenzo di tengah-tengah biduk rumah tangga Sesil dan Nathan membuat keluarga kecil mereka selalu di naungi kebahagiaan. Kenzo kecil sangat membawa kebahagiaan untum keluarga mereka.
Bahkan semenjak kehadiran Kenzo, Nathan tak lagi pulang larut malam, seolah tak ingin melewatkan tumbuh kembang Kenzo putranya, Nathan selalu pulang tepat waktu yaitu jam 06.00pm.
Seperti hari ini, Nathan baru saja sampai di rumahnya, saat membuka pintu utama rumahnya terlihat Sesil yang menggendong Kenzo datang mendekat ke arahnya.
"Kau sudah pulang?" Sapa Sesil saat tepat berdiri di depan suaminya sambil mencium tangan suaminya.
Nathan menyambut istri serta anaknya dengan senyuman yang merekah, bahkan satu kecupan di kening istrinya mendarat dengan sempurna, setelah mengecup kening istrinya Nathan langsung beralih mencium pipi gembul putranya dengan begitu gemas.
"Bagaimana hari ini, jagoan papi nakal atau tidak?"
"Tentu saja tidak papi, Kenzo sangat menurut" jawab Sesil dengan suara yang menirukan suara anak kecil.
Dan seolah Kenzo mengerti apa yang maminya katakan, Kenzo terlihat senyum dengan suara khas bayi yang membuat Nathan semakin gemas melihat putranya. Semua rasa lelah, rasa penat karena seharian bekerja langsung lenyap tak berbekas saat melihat putranya.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sesil segera mengajak suaminya untuk masuk ke dalam. Seperti biasanya Nathan membersihkan dirinya dulu, sementara Sesil menyiapkan baju ganti serta menemani Kenzo.
Setelah selesai membersihkan diri, seperti biasa Sesil akan menemani Nathan makan malam di ruang makan, sementara waktu Kenzo di jaga oleh Bi Nung. Karena memang Sesil sengaja tidak meminta jasa baby sitter untuk membantu merawat Kenzo. Sesil ingin merawat serta membesarkan Kenzo dengan tangannya sendiri, seperti papinya yang tidak membiarkan orang asing merawat dirinya.
Padahal papinya adalah seorang pria, tapi Sesil sama sekali tidak pernah mendengar papinya mengeluh saat mengurusnya. Bahkan mulai dari memandikan hingga mengantar ke sekolah papinya lakukan seorang diri, tak hanya itu, papinya juga tidak membiarkan dirinya tidur sendirian bahkan hingga Tk Sesil masih terus tidur bersama papinya.
Semua pekerjaan seorang ibu di jalani papinya, tidak hanya itu pula Papinya juga masih sanggup menjalankan bisnis yang sudah di rintis dari nol.
Jika Sesil mengingat semua pengorbanan papinya hatinya terasa sedih, pernah beberapa kali Sesil meminta papinya untuk mencari pendamping hidup, tapi sebanyak apapun Sesil meminta, sebanyak itu pula papinya menolaknya. Selain tidak ingin membuat putri semata wayangnya merasakan memiliki ibu tiri, Swan juga merasa cintanya sudah mati terkubur bersama jasad istrinya. Itulah alasan yang selalu sesil dengar dari mulut papinya.
__ADS_1
Sesil masih terus mengunyah makanan di dalam mulutnya meski jujur saja pikirannya entah kemana, dia teringat papinya yang kini usianya sudah tidak muda. Meski papinya selalu terlihat sehat tapi rasa kawatir di hati Sesil tetap saja ada. Apalagi papinya sangatlah sulit di bujuk untuk tinggal bersamanya, meski jarak rumahnya tidak terlalu jauh tetap saja membuat Sesil tidak bisa merawat serta mengawasi papinya selama 24 jam penuh.
Nathan yang melihat ekspresi wajah istrinya seketika mengernyitkan dahinya.
"Sayang apa ada masalah? pasti kau kelelahan mengurus Kenzo ya? biar besok aku carikan jasa baby sitter ya?" Nathan meraih sebelah tangan Sesil dan menggenggamnya dengan begitu erat.
Namun Sesil menggeleng dengan begitu cepat, serta raut wajahnya semakin lesu terlihat di mata Nathan.
"Aku wanita Nath, mengurus anak adalah kodratku. Papiku saja mampu membesarkan serta merawat aku seorang diri, lalu kenapa aku harus mengeluh hanya karena mengurus Kenzo? di sisiku masih ada dirimu" Sesil mengalihkan pandangan matanya lalu menatap sendu ke arah suaminya yang kini juga sedang menatap ke arah dirinya.
Nathan menghela nafasnya, dia mulai paham arah pembicaraan Sesil akan kemana. Pasti Sesil merindukan serta menghawatirkan papinya. Sebenarnya Nathan sudah sering membujuk papi serta ayahnya untuk tinggal bersama mereka supaya lebih memudahkan Nathan dan Sesil mengurus mereka, tapi dua pria paruh baya itu selalu saja menolak permintaannya dengan dalih tidak ingin menjadi pengaanggu keharmonisan keluarga mereka, dan tidak ingin pula merepotkan anak-anak mereka.
Berbagai cara Nathan sudah lakukan untuk membujuk kedua orang tuanya,tapi dua orang tuanya selalu saja menjawabnya dengan jawaban yang sama.
"Sayang, apa kau ingin kita tinggal bergilir di rumah papi dan ayah? supaya kita bisa merawat mereka?" Nathan memberikan solusinya.
"Tidak usah sayang, aku akan sering-sering saja mengunjungi ayah dan papi" tolak Sesil lembut.
"Benar? jika kau ingin kita tinggal bersama papi, tentu saja aku tidak akan keberatan sayang" Nathan kembali mencoba meyakinkan istrinya.
"Tidak sayang. Sudahlah ayo kita cepat habiskan makanan kita, kasian Kenzo menunggu kita" imbuh Sesil.
Kini keduanya menghabiskan sisa makanan yang masih berada di atas piring, setelah menghabiskan makanan di piring mereka masing-masing, keduanya bergegas kembali ke kamar untuk menemui Kenzo yang sedang di jaga oleh Bi Nung.
"Jagoan mami, sini ikut mami" Sesil mengambil alih Kenzo dari tangan Bi Nung.
__ADS_1
Bi nung yang tak ingin menjadi pengganggu majikannya, terlihat langsung berpamitan dan keluar kamar tersebut.
Kini tersisa Nathan,Sesil dan Kenzo. Sesil tak hentinya berceloteh mengajak putranya berbicara meski Kenzo belum bisa menjawab perkataannya.
Seolah tak mau kalah, Nathan pun membacakan dongeng untuk putranya yang baru saja di letakkan di atas ranjang tidurnya, karena memang Sesil sengaja tidak menidurkan Kenzo di dalam baby box.
Nathan juga sama sekali tidak merasa terganggu meski putranya sering menangis tengah malam mengganggu tidur pulasnya. Bahkan Nathan akam dengan senang hati ikut bangun menenangkan putranya yang menangis, karena Nathan paham betul pasti Sesil sangat lelah seharian mengurus Kenzo seorang diri.
Nathan masih terus saja membacakan dongeng untuk bayi gembul yang saat ini sedang menikmati Asi dari maminya. Kenzo terlihat begitu rakus meminum air susu maminya, hingga akhirnya bibir mungilnya melepaskan secara sendiri ****** susu maminya saat dirinya sudah merasa kenyang, bahkan Kenzo terlihat menguap beberapa kali sebelum akhirnya kedua matanya kembali terpejam.
Setelah yakin putranya tidur, Sesil meletakkan Kenzo di tengah ranjang, dan memberinya beberapa kecupan di pipi putranya, begitupun dengan Nathan setelah selesai membacakan cerita Nathan terlihat kembali menutup buku tersebut dan meletakkan di tempat semula. Kemudian Nathan juga mencium putranya beberapa kali sebelum akhirnya Sesil dan Nathan juga ikut tidur bersama Kenzo.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Nggak lama lagi cerita ini tamat🙏