
Mentari mulai menampakkan sinarnya, menyinari bumi, seorang remaja lelaki baru saja memarkirkan motor sport berwarna hitam di pelataran salah satu rumah sakit di semarang.
Meskipun waktu masih menunjukkan pukul 06.00am, keandra sudah rapih mengenakan pakaian seragamnya, keandra sengaja datang sepagi ini karena di utus oleh momynya untuk mengantar sarapan pagi untuk kakak sepupunya
Keandra dengan langkah kaki yang ringan mulai menapakkan kakinya menyusuri lorong rumah sakit.
Rumah sakit masih terlihat sepi, hanya terlihat beberapa perawat melintasi lorong tersebut.
Keandra rasanya ingin berkenalan dengan kekasih dari kakaknya, rasanya keandra sangat menyukainya, melihat kekasih kakaknya begitu gentle saat makan malam, keandra benar- benar mengidolakannya, Rasanya keandra akan meniru sikapnya yang berani melawan apapun untuk bisa mewujudkan mimpinya.
Keandra mencari letak ruang rawat nathan, pagi tadi momynya sudah memberi tahu di kamar nomor berapa nathan di rawat.
Keandra berdiri di depan pintu, tangannya menyentuh knop pintu lalu membukanya
"Kak sesil, keandra bawain sarapan nih" keandra berteriak ke dalam saat pintu kamar tersebut terbuka, seketika itu sesil dan nathan yang masih tertidur di atas ranjang dengan posisi nathan masih memeluk sesil.
Keandra melebarkan matanya, kemudian dengan cepat keandra menutup matanya dengan telapak tangannya, mendengar suara keandra sesil langsung melepaskan pelukan nathan
"Kak, Keandra tidak melihat apa-apa" keandra tersenyum, dan jari-jarinya sedikit di renggangkan olehnya untuk melihat ekspresi kakak sepupunya.
"Dasar menyebalkan, kenapa datang sepagi ini?" sesil mendengus dengan kesal karena kehadiran adik sepupunya.
"Hehe, keandra di suruh momy mengantar sarapan pagi" keandra mengangkat kresek yang di bawanya, kemudian berjalan mendekat ke arah sesil yang kini duduk di sofa, lalu keandra meletakkan kresek yang di bawanya ke meja, kemudian keandra berbalik badan menghampiri nathan yang masih berbaring di ranjang rumah sakit.
"Halo kak, namaku keandra Cornelio, kakak siapa namanya?" keandra mengullurkan tangannya untuk menjabat tangan nathan.
"Hi, kakak namanya Nathan Adibjo" Nathan membalas uluran tangan keandra.
"Kakak sudah membaik?" keandra mendudukkan tubuhnya di kursi yang terletak di tepi ranjang nathan.
"Kendra, kakak nitip bayi tua itu sebentar, kakak mau cuci muka dulu" sesil beranjak dari sofa dan berjalan menuju toilet, keandra hanya mengangkat kedua bahunya, dan kembali fokus ke arah nathan.
"Kak sesil memang menyebalkan, tapi kak sesil orang yang baik kak" seru keandra
"Kakak tau, ngomong-ngomong sampaikan rasa terimakasih kakak untuk momymu yang sudah repot-repot menyiapkan sarapan pagi untuk kakak"
"Ah, kakak terlalu berlebihan, sebentar lagi kan kita akan menjadi keluarga" keandra tersenyum ke arah nathan
"Keandra senang sekali, dan ngefans sama kakak, kakak gantle banget semalam, ah kakak juga sangat romantis saat mengutarakan perasaan kakak kepada kak sesil, hm keandra harus banyak belajar dari kakak" keandra kembali melebarkan senyumnya dan menganggukkan kepalanya.
"Belajar apa?" sesil tiba-tiba menimpali omongan keandra.
"Ah, ini urusan kaum pria, kakak mana mungkin paham, sudahlah keandra berangkat sekolah dulu" keandra beranjak dari kursinya.
"Oh iya kak nathan, kapan-kapan kakak harus main ke rumah keandra ya, biar kita bisa ngobrol lebih banyak lagi, oke?" keandra mengacungkan jempolnya ke arah nathan, dan nathan juga membalas dengan mengacungkan jempol tangannya.
"Kak, keandra berangkat" keandra pun berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
"Apa yang kalian bicarakan" tanya sesil penuh selidik
"Bukan apa-apa" tukas nathan
Sesil memutar bola matanya dengan malas saat mendengar jawaban nathan.
Sesil berjalan ke arah meja untuk mengambil kotak makanan yang di bawakan keandra tadi. Kemudian sesil mulai membuka satu persatu kotak makanan tersebut.
Nathan turun dari ranjangnya, kemudian dia membawa infus itu kemudian berjalan mendekat ke arah sesil, nathan mendudukkan tubuhnya tepat di samping sesil.
"Ham baguslah kau sudah kemari, ya sudah ini makan sarapanmu" sesil menyerahkan kotak makanan berisi nasi dan beberapa lauk ke depan nathan.
__ADS_1
"Ah, aku tidak bisa makan menggunakan tangan kiri, dan kau kan tau tangan kananku di infus, jadi sulit untuk memegang sendok" Nathan memelaskan wajahnya
"Semalam saja bisa memelukku tanpa membiarkan aku bergerak sedikitpun dengan tangan kirinya, dan hanya makan saja dia tidak bisa? rasanya aku ingin mencampurkan obat pencuci perut ke makanan ini, nathan sungguh menyalurkan tujuan terselubungnya saat ini, hm ingin di manja rupanya dia, lihat saja aku akan membuatmu menyesal" gumam sesil dalam hati, sejenak sesil melirik ke arah nathan yang sedang memasang wajah melas ke arahnya, sesil menarik nafasnya dengan kasar, kemudian meraih kotak makan tersebut dan mulai menyendokkan nasi dan lauknya.
"aaaa, buka mulutmu" sesil menyodorkan sendok tepat di depan mulut nathan, nathan malah tersenyum bukannya membuka mulutnya.
"Kau ini mau makan atau tidak hah" sesil memlototkan matanya ke arah nathan, seketika nathan membuka mulut dan melahap makanan yang berada di sendok depan mulutnya, nathan mengunyah makanan tersebut, namun baru beberapa kali mengunyah, sesil kembali menyodorkan sesendok penuh nasi berserta lauknya dan memaksa nathan membuka mulutnya, dengan terpaksa nathan membuka mulutnya kembali, kini mulut nathan benar-benar penuh dengan makanan, untuk mengunyah saja rasanya sulit, sesil tersenyum senang karena berhasil mengerjai nathan. Sesil kembali menyodorkan sesendok nasi ke depan mulut nathan, dan lagi-lagi sesil memaksa nathan membuka mulutnya.
Kini nathan benar-benar merasa sulit mengunyah karena mulutnya terlalu penuh dengan makanan.
Tiba-tiba nathan memegang lehernya, matanya membuka dengan lebar, dan tubuhnya sedikit kejang-kejang.
Sesil yang melihat keadaan nathan seketika menjadi panik.
"Nath, kau kenapa ? nath?" sesil menggoyangkan lengan nathan, namun nathan hanya diam saja dan semakin kejang.
"Apa jangan-jangan dia tersedak makanan?" sesil bertanya kepada dirinya sendiri dan terlihat semakin panik.
"Nath, kau baik-baik saja?" sesil melihat ke arah mukut nathan yang terlihat sudah kosong dari makanan.
"Kejang tapi nasinya sudah di telan? fixs ini pasti tersedak makanan" sesil segera berlari menuju meja kecil yang tepat berada di samping tempat tidur, sesil meraih gelas yang berisi air putih.
"Nath, ayo minum!" sesil membantu nathan untuk meminum air putih tersebut.
Setelah meminum air putih tiba-tiba saja nathan terkulai lemas dan menyandarkan kepalanya ke sofa, kemudian mata nathan terpejam begitu saja.
"Nath..?" sesil menggoyangkan lengan tangan nathan, namun nathan diam saja.
"Gawat, apa jangan-jangan dia meninggal?" sesil menempelkan daun telinganya ke dada nathan, dan sesil bersyukur karena jantung nathan masih terdengar berdetak.
"Nath bangun?" sesil menepuk pipi nathan dengan telapak tangannya namun hasilnya masih sama, nathan masih memejamkan matanya.
Namun belum sempat sesil merealisasikan isi kepalanya, tiba-tiba
"Cup" nathan mengecup pipi kanan sesil sebentar lalu melepaskannya.
Seketika itu sesil merasa wajahnya sangat panas, sesil merasakan hatinya begitu lega, sebenarnya sesil ingin sekali marah namun sesil tidak punya nyali untuk menatap nathan.
"Sil..?kau marah padaku?" nathan memiringkan wajahnya untuk melihat wajah sesil, namun sesil malah memunggungi nathan.
"Maaf, aku hanya bercanda saja" Nathan mengelus puncak kepala sesil dengan begitu lembut, namun sesil semakin memunggunginya.
"Sil?" nathan menarik paksa sesil supaya mau berhadapan dengannya, seketika wajah nathan berubah menjadi berbinar ketika melihat wajah sesil yang begitu merona.
"Kau kenapa?" Nathan menarik sebelah sudut bibirnya, nathan semakin menggoda sesil
"Jangan menatapku seperti itu!" sesil mendorong wajah nathan ke samping dengan telapak tangannya, supaya nathan tak lagi bisa menatapmya.
Namun nathan malah menangkup pipi sesil dengan kedua telapak tangannya.
"Sil, ayo kita mulai hubungan kita, aku yakin secepatnya kamu bisa membalas perasaanku" sesil menempelkan dahinya ke arah dahi sesil.
Kini sesil dan nathan saling menatap begitu dalam, dan sesil tidak tau harus menjawab apa.
"Sil? bagaimana?" nathan kembali melontarkan pertanyaannya.
Wajah sesil terlihat semakin merah seperti timat matang.
"Nath, tapi aku tidak tau perasaan apa yang aku milikki untukmu? dan aku juga tak tau seberapa lama aku bisa membalas perasaanmu" sesil berucao dengan lirih, rasanya dia benar-benar bingung akan perasaannya, ketika kemarin selama beberapa hari nathan tidak menghubunginya, sesil merasa ada yang hilang sebagian dari relung hatinya. Tapi merasa kehilangan itu belum bisa di artikan sebagai rasa cinta.
__ADS_1
"Kita jalani sil, aku yakin kau juga memiliki perasaan yang sama denganku, namun kau belum bisa menyadari saat ini" imbuh nathan.
Mendengar penuturan nathan, rasanya sesil seperti terhipnotis, sesil kemudian menganggukkan kepalanya, seketika itu nathan tersenyum lebar, kemudian nathan mengecup puncak kepala sesil begitu lama.
Nathan mengusap kepala sesil dengan begitu lembut, sesil yang di perlukan begitu manis wajahnya semakin terasa panas.
Kemudian nathan meraih kotak makan, dan menyendokkan nasi kemudian menyodorkannya ke depan mulut sesil.
"Katanya tidak bisa makan pakai tangan kiri?" sesil mengerucutkan bibirnya karena merasa sebal.
"Ayo cepat buka mulutmu" nathan kembali menyodorkan sendok berisi nasi ke depan mulut sesil, sesil hanya tersenyum kemudian melahap makanan yang di berikan oleh nathan.
Nathan juga ikut memakan nasi di kotak yang sama menggunakan sendok yang sama pula dengan sendok yang di gunakkan untuk menyuapi sesil.
"Nath, kau tidak salah? kenapa kau memakai sendok yang sama denganku? apa kau tidak merasa jijik?" sesil menggelengkan kepalanya karena heran melihat tingkah nathan.
"Untuk apa aku jijik? setelah menikah nanti, aku bahkan akan meminum air liurmu" seru nathan
"Dasar mesum" sesil memukul lengan nathan, dan nathan hanya bisa terkekeh di buatnya, sesil selalu saja bertingkah menggemaskan
"Tenang saja, sejak sekarang kau bisa mempersiapkan mentalmu dengan baik, karena aku sedikit ganas saat malam hari" nathan kembali melontarkan kalimat yang membuat sesil menjadi malu.
"Sekali lagi kau berbicara yang tidak-tidak, aku akan menendangmu dari sini ke lantai bawah" sesil membrengut dengan kesal dan melipat kedua tangannya di atas perut.
Seketika itu pula tawa nathan kembali pecah, rasanya nathan sangat senang bisa menggoda dan membuat sesil menjadi ngambek seperti ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Salam sayang buat para readers setia srayu...
Selalu jaga kesehatan kalian semua ya, karena cuaca juga sedang tidak mendukung, di tambah sedang hebohnya penyebaran virus coronna di berbagai belahan dunia.
Jangan lupa kenakan masker ketika berpergian dan berada di khalayak umum, selalu rutin mencuci tangan.
Semoga kita semua di jauhkan dari berbagai macam penyakit dan di sehatkan oleh Tuhan🙏
Dan terimakasih untuk semua yang mendoakan srayu tetap sehat🙏
Dan untuk yang sayang sama srayu, srayu juga luv kalian semua♥️😘***
__ADS_1