
Sesil masih terlihat bermain air dan pasir sambil menikmati kembali sunset sore ini, sedangkan yasmine dan dave memilih duduk di tepian pantai yang jauh dari jangkauan ombak, yasmine terlihat menatap mentari yang menampakkan sinar jingga begitu indah dan keindahan itu hanya akan segera berganti menjadi gelapnya malam yang di taburi ribuan bintang di langit sana. Cuaca hari ini begitu cerah,padahal seharusnya sekarang sedang musim hujan.
"Nath, aku lelah" Sesil mengerucutkan bibirnya ke arah suaminya yang sedari tadi menemaninya bermain air dan pasir.
"Ya sudah ayo pulang" Nathan meraih tangan sesil dan mengajaknya kembali ke resort karena sang mentari juga sudah mulai tak terlihat lagi.
"Tidak mau!" Sesil tak bergeming akan posisinya, malah dia mengerucutkan bibirnya serta menghentakkan kakinya beberapa kali, menimbulkan percikan beberapa pasir yang basah mengenai wajah mungilnya.
"Sayang, hati-hati, kalau masuk mata bahaya" Nathan mengusap beberapa percikan pasir yang mengenai pipi mulus istrinya dengan ibu jarinya sebelah kanan.
"Gendong..!" Sesil merentangkan tangannya dan meminta di gendong oleh nathan dengan suara yang begitu manja di dengar di telinga nathan, memang semenjak mereka menghabiskan malam yang begitu panjang kemarin, sesil lebih terlihat bersikap manja, menunjukkan sikap aslinya yang sebenarnya butuh sandaran, tidak seperti awal nathan bertemu dengan sesil yang selalu bersikap kuat dan tegar menyembunyikan segala permasalahan dan beban hidupnya.
Nathan menyipitkan matanya menatap ke kedua bola mata istrinya.
"Tidak mau, kau berat sekali" Nathan membalikkan badan dan berlalu dari hadapan sesil
"Apa? Kau bilang aku gendut?" Sesil berteriak ke arah nathan yang sudah berjalan mendahului dirinya.
"Nathan, tunggu !" Sesil berlari dan langsung loncat ke belakang punggung nathan, membuat nathan terkekeh melihat tingkah istrinya yang konyol itu.
"Gendong..!" Rengek sesil lagi, membuat nathan tak tahan untuk segera membawa sesil ke resort dan memakannya lagi.
"Naiklah..!" nathan berjongkok tepat di hadapan sesil, membuat sesil meloncat kegirangan dan langsung naik di punggung tegap suaminya.
Nathan berjalan di atas pasir yang kala itu sudah berubah menjadi dingin karena panas terik matahari sudah berganti dengan taburan bintang di atas langit sana.
"Kau berat sekali" Seru nathan, dia kembali ingin menggoda istrinya.
"Mana mungkin, berat badanku proposional" Dengus sesil dengan kesal mendengar nathan mengatakan dirinya berat.
"Siapa yang menggendong?" Tanya nathan
"Kau" Jawab sesil
"Jadi, yang bisa merasakan berat atau tidaknya siapa?" imbuh nathan lagi.
"Kau" Saut sesil
" Ya sudah, memang kau berat" Imbuh nathan lagi sambil terus berjalan mendekat ke arah yasmine dan dave yang juga sudah beranjak berdiri saat melihat dirinya semakin mendekat.
"Ah.." Nathan mendesis kesakitan saat daun telinganya tiba-tiba saja di gigit oleh sesil, rasanya sesil benar-benar kesal hingga menggigit daun telinga suaminya itu.
"Kenapa kau menggigitku? apa kau mau membuatku bergairah di sini? jangan menggodaku" Nathan memalingkan wajahnya ke arah sesil dan tersenyum penuh makna, membuat wajah sesil kembali merona di buatnya.
"Nanti saja kalau sudah di resort, atau kau sudah tidak sabar lagi? Imbuh nathan, membuat sesil semakin merona dan kesal karena ucapan mesum dari nathan.
"Hei, kami kembali ke hotel ya, oh iya besok pagi aku akan kembali pulang, karena masa liburanku sudah habis" Yasmine tersenyum menyambut kedatangan nathan yang menggendong sesil.
"Mana ada, kau sudah berjanji menginap di resortku malam ini" Seru sesil, membuat yasmine tersenyum pelik, karena yasmine tidak mau mengganggu acara bulan madu dari nathan.
"Tapi..."
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapi, pokoknya yasmine dan Tuan dave menginap di tempat kami malam ini, iya kan nath?" Seru sesil.
"Terserah kau saja" Dengus nathan dengan kesal mendengar penuturan dari istrinya yang tidak mau turun dari gendongannya.
"Yeay, sudah di putuskan" Seru sesil lagi.
Kemudian mereka berempat berjalan beriringan kembali ke resort.
Namun mereka bertiga berpisah tepat di persimpangan jalan, dave dan yasmine akan terlebih dahulu kembali ke hotel untuk mengambil barangnya dan melakukan cek out.
Sedangkan nathan dan sesil kembali ke resort untuk segera membersihkan diri karena tubuh mereka begitu terasa lengket akibat terik matahari, hembusan angin serta air laut.
Nathan masih terus menggendong tubuh istri kecilnya memasuki resort, bahkan saat hendak menaikki tangga, sesil meminta turun namun nathan tak mengijinkan.
"Diamlah, harusnya kau kalau mau turun sedari tadi, bukan baru sekarang !" Ketus nathan, membuat sesil terkekeh dan menyandarkan kepalanya di punggung suaminya itu.
Nathan memasuki kamar mereka dan menurunkan sesil tepat di pintu kamar mandi. Lalu nathan menyuruh sesil membersihkan dirinya, sedangkan nathan mandi di kamar mandi kamar sebelah.
Setelah menyelesaikan acara mandinya, nathan dan sesil berjalan beriringan menuju lantai bawah, karena nathan sudah menyuruh pihak hotel untuk mengantarkan dave dan yasmine ke resort pribadi milik istrinya.
Nathan dan sesil nampak duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan kedua temannya.
"Sil.."
"Hm.." Sesil hanya berdehem dan matanya terus fokus melihat layar laptop sembari mengedit foto-foto yang di ambilnya tadi saat di kebun mawar.
"Yasmine sepertinya berubah haluan?" Seru nathan, mendengar penuturan nathan, membuat sesil menghentikan aktifitasnya dan menatap ke arah suaminya yang duduk tepat di sampingnya.
"Oh.." Sesil hanya membulatkan mulutnya saja.
"Hanya Oh saja????"
"Point dari ucapanku adalah, hal apa yang kau lakukan hingga bisa mengubah arah haluan tujuan yasmine terhadap hubungan kita?" Nathan mengernyitkan dahinya melihat istrinya tersebut.
"Tidak semua tujuan tidak baik harus kita balas dengan hal yang sama, sepertinya kebaikan lebih di berkati Tuhan" Sesil kembali memfokuskan pandangan matanya ke arah layar laptop yang terletak di atas meja kaca.
"Aku harap kau melakukan hal sama dengan Dave" Imbuh sesil lagi.
Membuat nathan begitu terkesiap mendengar penuturan dari istrinya itu. Bagaimana mungkin sesil tau kalau dave menyukainya? atau dave sudah menyatakan perasaanya terhadap sesil? Semua pertanyaan itu mengiang di atas kepala nathan.
"Biasa saja, biasa ! Wajahmu terlihat konyol" Sesil menertawakan wajah nathan yang kebingungan itu, bahkan sesil tertawa begitu keras hingga membuat nathan mendengus dengan kesal
"Aku punya banyak pesona, wajar saja jika temanmu menginginkan aku juga" Sesil berucap di tengah tawanya.
Mendengar jawaban sesil, membuat nathan begitu gemas hingga dia tak tahan untuk tidak mencubit pipi istrinya. Nathan mencubit dengan begitu gemas membuat sesil menghentikan tawanya.
"Sebenarnya, malam itu aku bertemu dave di pantai saat aku" Imbuh sesil.
"Apa? Jadi kau pergi tengah malam, membuat kekacauan dan hampir saja membuat jantungku berhenti berdetak itu karena kau menemui dave di pantai hah?" Suara nathan berubah menjadi tidak bersahabat, bahkan dia menggertakkan giginya menahan rasa kesal di hatinya.
"Bukan seperti itu, dengarkan aku dulu, jadi..."
__ADS_1
"Cepatlah bicara, jangan berbelit-belit!!" Nathan menatap tajam sesil sembari kedua tangannya terlipat di atas perutnya.
"Kenapa kau memotong ucapanku hah?" Sesil berkacak pinggang dan memlototkan matanya seolah dia tak mau kalah dengan nathan.
"Jadi, malam itu aku menyusulmu ke hotel, dan melihat mobilmu terparkir di parkiran resto, lalu aku menyusulmu hendak masuk ke dalam resto, tapi langkah kakiku terhenti saat melihatmu mengobrol dan minum kopi dengan yasmine, aku merasa tak suka!" Seru sesil lagi.
"Lalu?" Nathan menaikkan kedua alisnya
"Lalu aku tidak jadi masuk dan memutuskan untuk pergi, saat itu aku benar-benar merasa tak suka dan marah, aku tidak ingin kembali ke resort, dan akhirnya aku menuju pantai dan duduk di sana menenangkan diri, setelah cukup lama aku di sana, tiba-tiba saja ada yang memakaikan jaket di punggungku, awalnya ku pikir itu kau" seru sesil lagi.
"Namun saat aku menoleh ke arah belakang,aku melihat dave berdiri di belakangku dan dia tanpa sungkan duduk di sampingku, dia bahkan menceritakan banyak tentang kau dan yasmine yang terlihat begitu dekat bahkan lebih dari seorang sahabat" Sesil menarik nafasnya panjang.
"Saat dave mengucapkan itu, aku benar-benar merasa tidak suka, tapi aku juga menyadari ada sesuatu yang tidak beres, tidak mungkin ini semua kebetulan semata, aku juga tidak serta-merta memakan omongan dave mentah-mentah, bahkan saat dia menanyakan mengapa aku tidak di temani olehmu, itu membuatku semakin merasa curiga kepadanya, hingga akhirnya aku tak tahan mendengar celotehan dia tentang yasmine dan aku memutuskan untuk kembali ke resort"
"Jadi, jadi kau cemburu ya?" Nathan melebarkan senyumnya dan mencolek dagu istrinya.
"Mana ada ! Aku sedang berbicara serius, tapi kau malah bercanda" Seru sesil
"Siapa yang bercanda hm? Marah ketika melihat pasangan kita bersama orang lain itu sama dengan cemburu sayang" Nathan terkekeh pelan, membuat sesil memutar bola matanya malas, karena seharusnya dia tak perlu menceritakan semuanya pada nathan, sesil mengalihkan kembali pandangan matanya ke layar laptop milik nathan.
"Tapi aku senang, akhirnya aku tau kalau kau cemburu melihatku dengan yasmine" Nathan merengkuh pinggang ramping milik sesil dan memeluknya.
"Lepaskan jangan mengangguku" Seru sesil dengan kesal.
"Tidak akan" Seru nathan tak mau kalah.
Namun sayangnya tiba-tiba saja terdengar bunyi bell dari pintu utama, membuat nathan harus melepaskan pelukannya dan membuka pintu tersebut. Saat pintu terbuka, yasmine dan dave berdiri serta tangan mereka membawa sebuah koper.
Kemudian nathan mengajak mereka berdua masuk dan duduk di sofa bergabung dengan sesil yang sedang asik mengedit foto.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.