Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Keberangkatan


__ADS_3

Sesil dan Nathan sedang duduk di dalam pesawat pribadi milik keluarganya. Sesil duduk bersebalahan dengan Nathan, bahkan kedua tangan mereka saling berpegangan satu sama lainnya, kepala Sesil terlihat menyandar di bahu suaminya. Ya, keduanya kini sedang berada di atas awan menempuh perjalanan menuju tempat liburan mereka berdua. Sesil hanya tau Nathan akan membawanya liburan ke negri tetangga yaitu Kamboja. Namun untuk destinasinya Nathan masih merahasiakannya.


Terlihat ada dua orang pramugara yang datang membawa beberapa potongan buah serta camilan ringan dan minuman dingin dan menyerahkannya pada Sesil.


Nathan memang sengaja hanya ada pramugara yang melayani perjalanannya kali ini, dia tidak ingin istrinya kembali cemburu jika ada wanita lain di dalam pesawat ini selain Sesil.


Nathan menyuapkan potongan buah ke dalam mulut Sesil dengan begitu telaten, dan Sesil sangat kegirangan menerima suapan demi suapan dari suaminya, selain senang karena suaminya begitu memperhatikan dirinya, ini adalah perjalan ke luar negri bersama suaminya yang pertama kali. Selama dua tahun menikah, mereka berdua belum pernah melakukan perjalanan liburan ke luar negri. Selain karena kesibukan Nathan yang sangat padat, Sesil juga tidak terlalu suka perjalanan jauh, tubuhnya terasa begitu lelah.


Setelah menghabiskan sepiring potongan buah dan meminum minuman dingin, mata Sesil terasa sangat berat, hingga tak butuh waktu lama matanya sudah terpejam karena rasa kantuk yang tak bisa di tahannya, Nathan juga yang merasa lelah akhirnya ikut memejamkan matanya.


^


Entah sudah berapa lama mereka terpejam, tiba-tiba saja pundak Nathan di tepuk perlahan dan Nathan juga samar-samar mendengar ada yang membangunkannya.


"Tuan Nathan, kita sudah sampai di Bandara internasional Phnom Phen"


Nathan mengerjapkan matanya beberapa kali dan melibat ke luar jendela, benar saja kini pesawat yang membawa dirinya sudah mendarat dengan selamat.


Nathan mengusap lembut pipi istrinya dan mencoba membangunkan istrinya.


"Sayang, bangun. Kita sudah sampai" ucap Nathan, namun Sesil terlihat masih saja memejamkan matanya.


"Istriku yang cantik, bangunlah" Nathan menepuk pelan pipi istrinya namun tidak menyakitinya.


Kali ini usaha Nathan tidak sia-sia, Sesil mengerjapkan matanya beberapa kali dan langsung mendongak menatap wajah suaminya.


"Kita sudah sampai?" tanya Sesil dengan suara khas bangun tidur yang sangat serak namun enak di dengar.


"Kita sudah sampai di bandara, tapi perjalanan kita masih cukup jauh" Nathan mengusap sudut mata istrinya dan membersihkan mata istrinya dari beberapa kotoran.


"Hm.." Jawab Sesil malas-malasan.


Nathan menarik kedua sudut bibirnya dan tersenyum gemas melihat tingkah istrinya, dia kemudian mengambil kaca mata dari tas kecil milik Sesil dan langsung memasangkan di mata istrinya. Kacamata hitam merk salah satu brand ternama di dunia itu baru saja mereka beli kemarin, setelah memakaikan kacamata istrinya, dia juga mengenakan kaca mata miliknya sendiri.


Nathan terlihat begitu tampil casaual dengan stelan celana pendek di padukan dengan kemeja denim panjang yang kancing bajunya sengaja di buka tiga memperlihatkan dada bidangnya yang begitu erotis di lihat.


Sementara Sesil juga terlihat berpakaian sangat santai dengan baju tanpa lengan berwarna putih di padukan dengan rok denim warna hitam di lengkapi topi lebar di kepalanya, terlihat sangat serasi bahkan mengundang decak kagum bagi siapa saja yang melihat mereka berdua.


Di dalam Bandara ternyata teman Nathan sudah menunggu kedatangan mereka berdua


"Nathan apa kabar?" Sapa seorang pria tang tak sungkan langsung memeluk Nathan

__ADS_1


"Chan, apa kabar ? aku baik"


"Baik tentunya, apa dia wanita yang kau ceritakan padaku?" Chan melirik Sesil yang terlihat diam di samping tubuh Nathan.


"Tentu saja, dia wanita yang aku ceritakan padamu. Dia istriku" Nathan merangkul pundak Sesil, sementara Sesil terlihat malu-malu bahkan wajahnya kembali merona.


"Hai, aku Sesilia" Sesil mengulurkan tangannya menjabat tangan teman suaminya.


"Halo Nona Sesil, saya Chan" Chan juga membalas jabat tangan dari Sesil dan tersenyum ramah.


"Ya sudah ayo, perjalanan kita masih jauh. Untuk menempuh dari bandara menuju pelabuhan saja kurang lebih empat puluh menit, belum lagi dari pelabuhan menuju Song Saa Private Island membutuhkan waktu tempuh satu jam lamanya" imbuh Chan


Sesil dan Nathan mengikuti Chan dari belakang, sementara Chan berjalan di depan bersama dua orang asistennya yang membawakan barang-barang milik Sesil dan Nathan.


Di lobi bandara Chan sudah menyiapkan mobil yang akan membawanya menuju pelabuhan.


Sepanjang perjalanan Sesil terus saja melihat negara yang baru pertama kali di kunjungi olehnya, dia tak menyangka Nathan akan membawanya kemari, jika pada umumnya pasangan muda akan berlibur atau honey month ke tempat-tempat yang sudah sangat terkenal seperti Bora-Bora, Maldivies, Hawai atau yang lainnya. Tapi suaminya memilih Kamboja sebagai tujuan berlibur mereka saat ini, Sesil semakin merasa penasaran ingin mengetahui kemana Nathan akan membawanya.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya, kini Nathan dan Sesil di ajak oleh Chan untuk naik Kapal yang akan membawa tujuan akhir mereka.


Sesil yang merasa bingung akan di bawa kemana tak kuasa lagi untuk tidak bertanya pada suaminya yang sedari tadi terus menggenggam tangannya.


"Tidak akan mengecewakan, kau tenang saja. Aku sudah mempersiapkan semuanya" Nathan mengusap kepala istrinya dengan lembut.


Kapal terus menjauh dari pelabuhan mengarungi luasnya samudera yang begitu indah, bahkan Sesil beberapa kali mengabadikan moment dirinya bersama Nathan dengan kamera miliknya yang senantiasa di bawa kemana saja.


Keduanya terlihat begitu menikmati kebersamaan milik mereka berdua.


Setelah cukup lama melakukan perjalanan, Sesil melihat ke luar jendela kapal ada sebuah pulau yang sangat cantik dengan hamparan pasir putih dan resort yang berjajar begitu rapih di agak menjorok di tengah laut, resort-resort tersebut terlihat di hubungkan oleh jembatan kecil dari bibir pantai.


Suasana tenang begitu terasa di sini, hawa sejuk dan panorama yang cantik begitu membuat Sesil berdecak kagum.


"Nathan kita ke sini?" Sesil berjingkrak kegirangan saat kapal terlihat sudah menepi di dermaga.


" Kau suka?"


"Tentu saja, ini pulau yang sangat cantik" Sesil melingkarkan tangannya di leher suaminya dan langsung berjinjit memberi kecupan di pipi Nathan sebentar lalu melepaskannya.


"Cantik sekali" Sesil segera berlari keluar kapan dan mengambil beberapa gambar, sementara Nathan terlihat mengobrol bersama Chan sebentar, dan asisten Chan mengantarkan barang-barang milik Sesil dan Nathan masuk ke dalam salah satu kamar yang memang sudah di siapkan oleh Chan untuk teman lamanya.


Setelah anak buah Chan datang, Nathan menyudahi obrolan mereka dan Chan pun terlihat pamit dari tempat tersebut.

__ADS_1


Nathan masih berdiri di tepian dermaga untuk mengantarkan sahabatnya. Setelah kapal yang di tumpangi oleh Chan menjauh, Nathan kembali fokus melihat Sesil yang sedang asik menikmati pemandangan.


Nathan berjalan mendekat ke arah istrinya dan langsung memeluk tubuh Sesil dari belakang.


"Sepertinya kau sangat suka dengan tempat ini?" Bisik Nathan di telinga Sesil


"Tentu saja, di sini jauh dari keramaian, tempatnya sangat cantik, pasir putih yang menyejukkan mata serta kicauan burung yang menambah asrinya suasana di sini. Aku sangat menyukainya sayang. Terimakasih" Sesil memegang tangan Nathan yang melingkar sempurna di perutnya.


"Hanya terimakasih? kau tidak mau memberikan aku sesuatu?" goda Nathan.


"Aku tidak menyiapkan hadiah apapun. Maaf" Jawab Sesil dengan begitu polosnya


"Berikan aku sesuatu yang hanya kau yang memilikinya"


"Apa memangnya?" Sesil mengernyitkan dahinya tidak mengerti apa yang sebenarnya suaminya inginkan.


Nathan mendengus dengan kesal melihat sikap polos dari istrinya, daripada terus berlama-lama lebih baik Nathan langsung membawa Sesil ke dalam kamar dan mempraktekannya, pikir Nathan mesum bahkan dia terlihat senyam-senyum tidak jelas.


Nathan sengaja menyewa tempat ini untuk mereka berdua saja dan beberapa pelayan yang akan membantunya selama berada di sini. Tidak main-main biaya yang di keluarkan oleh Nathan kali ini, tapi rasanya semua uang yang dia keluarkan sudah di bayar lunas oleh Sesil dengan senyuman manis yang terus mengembang di bibir istrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan Baper, bakalan ada part romantis lagi nanti😁


Jangan lupa Like, komentar dan Vote nya, biar Srayu semangat Nulisnya💪

__ADS_1


__ADS_2