
Pesawat pribadi yang membawa Sesil dan Nathan sudah mendarat dengan selamat di Bandara Achmad Yani Semarang. Sesil dan Nathan terlihat keluar dari dalam pesawat. Meskipun jarak tempuh tidak terlalu lama tapi tetap saja Sesil merasa sangat kelelahan.
Kedatangan Sesil dan Nathan sudah di tunggu sedari tadi oleh Bram di bandara. Bram sengaja datang menjemput Bosnya kali ini.
"Welcome back to Semarang CEO, Miss Sesilia" Sapa Bram sambil membungkukkan badannya.
"Hallo Bram" sapa balik Sesil.
Bram di bantu oleh beberapa pengawal mengambil alih seluruh barang bawaan Nathan. Namun tiba-tiba saja ponsel di saku celana Bram bergetar, mengharuskan Bram merogoh benda pipih yamg sedari tadi terus bergetar dalam sakunya.
"Halo?"
"......"
"Baik" Bram menutup panggilan telefonnya, dan sejenak melihat ke arah Nathan yang sedang sibuk menggandeng tangan istrinya.
Bram harus mencari waktu yang tepat untuk memberi tahu kabar ini, dia tak mau membuat istri dari bosnya tidak tenang.
Kini langkah kaki ketiganya sudah sampai di lobi bandara, terlihat di sana berjajar sua mobil pribadi milik Nathan.
Nathan, Sesil dan Bram berada dalam satu mobil, sedangkan mobil di belakangnya di khususkan untuk para pengawal serta barang bawaan keduanya.
Kini mobil yang membawa ketiganya perlahan mulai meninggalkan area bandara menuju kembali ke rumah.
Sepanjang perjalanan Sesil terus memikirkan cara untuk bisa mampir ke apotik namun tidak membuat suaminya curiga padanya.
"Sayang? kenapa diam saja?" Nathan menatap istrinya yang sedari tadi terlihat melamun menatap ke luar jendela.
"Hm, rasanya aku sangat lelah. Bisakah kita mampir ke apotik untuk membeli beberapa vitamin? kebetulan persediaan vitaminku sudah habis?"
"Hm kalau begitu biar aku panggilkan dokter keluarga untuk memeriksa kondisimu ya? atau mau Imelda saja yang memeriksa kondisimu?" Nathan menyibakkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah istrinya, dan menyelipkan anak rambut tersebut di balik daun telinga istrinya.
"Tidak, tidak perlu" tolak Sesil.
"Badanku hanya pegal-pegal biasa saja. Minum vitamin juga pasti sudah sembuh" imbuh Sesil.
"Bram nanti kalau ada apotik berhenti sebentar ya"
"Baik CEO" Bram terlihat menganggukkan kepalanya tanda mengerti akan keinginan dari Nathan.
Sesil terlihat tersenyum sumringah dan semakin menggenggam erat tangan suaminya. Mobil yang mereka tumpangi terus melaju menyusuri jalanan kota semarang yang perlahan mulai menjadi gelap.
Hingga tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi berbelok ke arah apotik yang cukup besar dan ternama "Biar aku temani ya?" Pinta Nathan
"Tidak usah sayang, kau tunggu di sini saja. Aku tidak akan lama" Sesil melebarkan senyumnya dan dengan segera dia turun dari mobil.
__ADS_1
Sementara Nathan terlihat membuka tablet miliknya, tablet yang memiliki logo buah yang belum habis di makan itu kini berada di dalam genggaman tangan Nathan.
"CEO, semua data perjalanan serta kegiatan Tuan Geordan sudah saya kirim ke tablet anda"
"Hm.." Nathan membaca seluruh jadwal Geordan untuk sebulan ke depan.
Bram asistennya memang sangat cekatan mengerjakan semua permintaan yang Nathan ajukan, bahkan entah dari mana Bram bisa mendapatkan jadwal Geordan untuk sebulan ke depan.
"Tuan Geordan juga sudah menyusul kembali ke Indonesia, satu jam setelah penerbangan anda" imbuh Bram lagi.
Nathan hanya diam saja sambil menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Sejenak Nathan memijat pelipisnya yang terasa pusing, sikap gigih yang di tunjukkan Geordan untuk mendapatkan istrinya itu membuat kepalanya sedikit pusing. Jika dulu mengalahkan Dean bisa dengan mudah, tapi rivalnya kali ini lumayan sulit. Sikap tenang serta wibawa yang dia miliki membuat daya tarik tersendiri untuk para kaum wanita. Mungkin saat ini Sesil belum terpikat oleh pesona yang di miliki Geordan, tapi tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Sesil akan menaruh perhatian lebih untuk. Geordan.
Di tengah pikirannya yang semrawut, tiba-tiba saja pintu mobil terbuka dan masuklah sosok istrinya yang sedang memegang kresek berwarna putih di tangannya "Sudah, ayo kita pulang" Sesil menunjukkan kantong kresek yang berisi beberapa vitamin ke depan wajah suaminya.
Nathan hanya melebarkan senyumnya dan langsung menutup kembali tablet yang sedari tadi di pegangnya.
Kemudian mobil mereka kini kembali melaju membelah kemacetan kota Semarang.
^
Gold Garden Regency...
Sesil dan Nathan baru saja masuk ke dalam kamar yang biasa mereka tempati, di susul oleh para pengawal yang membawa barang belanjaan keduanya. Setelah meletakkan barang belanjaan milik tuannya, para pengawal tersebut pamit undur diri dan menutup pintu kamar rapat-rapat.
"Sayang mandilah, setelah mandi jangan lupa mengisi perut" Nathan merapihkan rambut istrinya yang berantakan menggunakan jari-jemarinya.
Sesil mengangguk patuh akan perintah suaminya, setelah kedua sepatu itu terlepas Sesil segera beranjak dari tepi ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Nathan terlebih dulu menuju dapur untuk mengambil roti serta membuatkan susu hangat untuk istrinya. Meski ada Bi Nung yang bersedia membantu tapi Nathan bersikukuh untuk menyiapkan susu hangat untuk istrinya dengan tangannya sendiri.
Setelah memanaskan air, Nathan menuangkan air panas tersebut ke dalam gelas yang sebelumnya sudah di beri susu bubuk cokelat di dalamnya. Setelah air panas di tuangkan Nathan terlebih dulu mengaduknya hingga rata. Setelah semuanya siap Nathan membawa nampan berisi segelas susu cokelat hangat dan dua lembar roti yang sudah di olesi dengan selai nanas kesukaan istrinya.
Saat masuk ke dalam kamar suara gemericik air di dalam kamar mandi sudah tak terdengar, sepertinya istrinya sudah selesai mandi dan sedang mengenakan pakaiannya.
Nathan terlebih dahulu meletakkan susu cokelat hangat serta sepiring roti di atas meja kecil samping tempat tidur.
Baru saja Nathan meletakkan gelas berisi susu cokelat, pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka dan muncul Sesil yang sudah berpakaian rapih.
"Sayang aku mandi dulu" Nathan bergegas masuk ke dalam kamar mandi, sementara Sesil masih belum menyadari kalau suaminya menyiapkan makan malam sederhana untuknya.
Sesil terlebih dahulu menyisir rambutnya hingga rapih, dan setelah di rasa rapih Sesil mengambil serum cream malam untuk di pakai di area kulit wajahnya.
Sesil membuka tutup pembuka cream tersebut dan mulai mengolesi wajahnya dengan cream tersebut hingga merata.
Setelah mengolesi wajahnya dengan cream, Sesil menyemprotkan parfum dan mengoleskan lipstik di bibir tipisnya.
__ADS_1
Setelah di rasa rapih, Sesil menuju ranjang hendak membaringkan tubuhnya namun pandangan matanya tersita pada segelas susu cokelat panas dan dua lembar roti yang terletak di atas meja kecil samping tempat tidur.
Sesil menarik kedua sudut bibirnya, dia yakin kalau suaminya pasti yang sudah menyiapkan ini semua untuknya.
Sesil mengambil roti dan mulai memakannya, meskipun tidak terlalu lapar tapi Sesil menghargai suaminya yang sudah menyiapkan semua itu untuknya. Setelah roti tersebut habis, Sesil meminum susu hangat untuk melarutkan sisa-sisa roti di dalam rongga mulutnya.
Setelah menenggak segelas susu hangat hingga tandas, Sesil merangkak ke atas ranjang langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, tubuhnya terasa begitu lelah di tambah lagi Sesil tak sabar ingin segera menunggu pagi, karena pagi nanti Sesil berencana akan mengecek benar atau tidaknya dirinya hamil menggunakan alat tes kehamilan yang sudah dia beli di apotik tadi, alat tersebut sengaja Sesil simpan di dalam dompetnya supaya Nathan tidak mengetahuinya.
Tak butuh waktu lama Sesil sudah masuk ke dalam alam mimpi. Bahkan saat Nathan keluar kamar melihat istrinya sudah tertidur dengan lelapnya.
Yang membuat Nathan semakin senang melihat roti serta susu hangat yang dia buat olehnya sudah habis.
Nathan menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya, kemudian Nathan memberikan satu kecupan di kening istrinya "Selamat malam sayang" Nathan melepaskan kecupan di kening istrinya dan sedikit merapihkan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
Tubuh Nathan terasa lelah tapi dirinya memiliki tanggung jawab pekerjaan yang harus di selesaikan. Nathan mengambil laptop dari dalam koper dan mulai membuka komputer lipat tersebut.
Nathan mulai mengerjakan beberapa pekerjaan yang sudah di kirim melalui via email oleh Emilia.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Salam sehat untuk semua pembaca setia karya receh Srayu♥️
Terimakasih untuk yang selalu dukung dan support selalu buat Srayu♥️
__ADS_1