Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Terimalah Dia Apapun Yang Terjadi


__ADS_3

Nathan sangat terkejut melihat kehadiran ayah dan temannya semasa kuliah dulu. Dan Ayah nathan juga masih menatap ke arah sesil yang duduk sangat dekat berdampingan dengan nathan, sepengetahuan ayahnya, nathan selalu menjaga jarak dengan para gadis, bahkan tak kurang beberapa gadis pernah mendatangi rumah untuk menemui nathan, tapi nathan selalu menolak untuk menemui mereka.


"Halo tuan, saya Liswa Sesilia Cornelio, panggil saja sesil" Sesil berdiri dan mengulurkan tangannya ke arah Ayah Nathan yang masih menatapnya begitu mengeksplorasi.


Tuan adibjo terkesiap mendengar nama belakang gadis yang saat ini berdiri di hadapannya, nama belakangnya sama seperti pemilik Group Carnal.


"Ayah..!" suara nathan membangunkan Adibjo dari lamunannya, kemudian adibjo tersenyum dan membalas uluran tangan sesil


"Adibjo, panggil saja om"


"Oh baik om" Sesil tersenyum manis ke arah adibjo


"Ayah duduklah" Nathan menyuruh ayahnya duduk, dan adibjo pun mendudukkan dirinya di sofa, namun berbeda dengan gadis keras kepala itu, dia masih berdiri mematung menatap tak suka ke arah sesil yang duduk berdampingan dengan nathan.


"Kau mau berdiri sampai kapan?" Nathan menatap sinis ke arah gadis yang masih berdiri di hadapannya, dan dengan membrengut kesal dia pun mendudukkan dirinya di samping ayah nathan.


"Nathan, kenapa kau tidak pernah membalas chat dari ku? Aku sering menelfonmu juga tidak kau angkat?".


Namun bukannya menjawab, nathan malah memperkenalkan sesil


"Natasha kenalkan ini sesil, dan sesil ini natasha temanku saat kuliah dulu" nathan melingkarkan tangannya di pinggang ramping sesil, membuat sesil duduk lebih dekat lagi dengannya


"Nath, jauhkan tanganmu" sesil mencoba melepas tangan nathan, namun nathan semakin mengeratkan tangannya.


"Halo nona, saya sesil" sesil mengulurkan tangannya ke arah natasha, namun natasha hanya meliriknya saja tanpa mau membalas uluran tangan sesil.


"Sasha" jawabnya ketus, sesil pun menarik kembali tangannya.


"Ayah, Aku dan Sesil memutuskan untuk segera menikah, dan dalam waktu dekat ini, aku ingin ayah datang menemui keluarganya" Nathan menatap ke arah ayahnya, Adibjo membuka matanya lebar saat mendengar penuturan putranya, dia tak menyangka nathan menyukai gadis yang berlevel di atas dirinya, dan lagi apa iya jika putranya mengetahui siapa sesil, putranya masih bisa bersikap baik atau bahkan akan bersikap sebaliknya, tapi keputusan untuk bertunangan adalah hal yang baik, semoga itu bisa membuat nathan merubah pola pikirnya.


"Nath..." sesil memanggil naman nathan dengan suara rendahnya, wajahnya sudah begitu merona saat mendengar penuturan nathan barusan. Nathan hanya menatap ke kedua bola mata sesil dengan begitu dalam, sesil yang di tatap sepertu itu hanya bisa menundukkan kepala dan menganggukkan kepalanya.


"Ayah? bagaimana? kenapa masih diam saja?" Nathan memalingkan wajahnya menatap ayahnya yang diam saja tidak memberi respon apapun


"Kita bicarakan nanti setelah kau sembuh" Sambung adibjo


Wajah sasha berubah menjadi sangat geram, pasalnya dia sudah mengejar nathan sejak lama, namun nathan tidak pernah menganggapnya ada, bahkan saat di sidney dulu nathan selalu sibuk mengurus gadis kecilnya, gadis kecil yang hingga saat ini sasha tidak pernah melihat sosoknya seperti apa, dan saat ini setelah dua tahun berlalu, nathan malah berpaling ke wanita lain, wanita yang terlihat masih seperti anak kecil itu.


"Apa kelebihan anak kecil itu di bandingkan aku?" gumam sasha dalam hati, kedua tangannya mengepal hingga otot di telapak tangannya terlihat begitu jelas.

__ADS_1


"Nath, aku pulang dulu ya, sudah sore soalnya, kalau ada apa-apa kabari saja aku" sesil beranjak berdiri dan berjabat tangan dengan ayah nathan, kemudian sesil berjalan keluar dari ruangan itu.


"Om, sasha ke toilet ya sebentar" sasha juga ikut beranjak dari kursinya.


Sasha berjalan tergesa-gesa mengejar sesil yang sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit.


"Tunggu" Sasha menarik lengan tangan sesil


"Ya?" sontak saja sesil berbalik badan menatap sasha yang berdiri di belakangnya.


"Ada yang mau aku bicarakan, tapi tidak disini, ikut aku" sasha berjalan mendahului sesil dan sesil hanya mengangkat kedua bahunya sembari mengikuti sasha yang berjalan di depannya.


Kini mereka berdua berdiri di area parkir rumah sakit, tepat di depan sebuah mobil yang lumayan mewah berwarna hitam.


"Kau lihat ini?" sasha menunjuk mobil hitam miliknya


"Kau ini hanya anak kecil, kau tidak pantas bersanding dengan nathan, dan lagi kalau aku lihat dari penampilanmu, kau ini pasti anak orang biasa, kau tidak pantas bersaing denganku! Kau berbeda kelas denganku" Seru sasha yang tidak lagi bisa mengendalikan emosinya.


"Aku dan Nathan sudah lama bersama-sama, kami saling menyukai, dan semenjak kehadiranmu nathan jadi mengacuhkan aku, kau ini sungguh anak kecil sial" imbuh sasha.


Sesil masih diam saja tidak merespon ucapan sasha yang menurutnya seperti anak labil, memamerkan apa yang dia punya.


"Sudah nona bicaranya? kalau sudah saya mau pulang, permisi" sesil berjalan meninggalkan sasha yang masih menatapnya dengan begitu geram, sesil memasuki mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobil milik sasha, mobil yang sangat biasa untuk golongan orang seperti sesil.


Sesil memang selalu tampil biasa, sesil selalu ingat cerita papinya yang mengatakan maminya adalah orang yang sangat sederhana, meskipun dulu maminya sudah menikah dan menjadi istri bos, tapi maminya menolak memberi tau kepada rekan kantornya, bahkan maminya tidak pernah mau berangkat satu mobil dengan papinya yang saat itu adalah CEO di tempat maminya bekerja.


Sejak kecil sesil selalu menerapkan hidup sederhana, maka dari itu dia juga memilih mobil yang sederhana meskipun papinya membelikan beberapa mobil mewah untuknya.


🌷🌷🌷


Nathan duduk menyandarkan punggungnya di sandaran sofa, nathan kembali menyalakan laptopnya, saat laptop terbuka wallpapernya adalah foto dirinya dan sesil, nathan tersenyum lebar melihat foto konyol antara dirinya dan sesil, sesil memasang foto mereka dengan pose yang sangat jelek.


Adibjo yang memperhatikan tingkah putranya menggelengkan kepalanya.


"Kau baik-baik saja?" Adibjo tak bisa lagi menahan mulutnya untuk tidak berbicara.


"Ayah, ayah tau tidak? dia gadis yang selalu aku ceritakan pada ayah, dia gadis yang sejak lama aku sukai, cantik kan yah?"


"Nath, apa kau yakin mau menikah dengannya? apa kau yakin bisa menerima dia jika tau siapa dia?" Suara adibjo terdengar semakin memberat

__ADS_1


"Ayah, aku sudah tau siapa dia!" sambung nathan dengan penuh keyakinan


"Kau mengetahuinya?" Adibjo melebarkan matanya mendengar penuturan putranya


"Ya ayah, dia adalah putri tunggal dari Tuan Swan, dan ayah tidak perlu kuatir, aku sudah bertemu dengan tuan Swan, beliau tidak keberatan bahkan meminta kita untuk cepat datang ke rumahnya" imbuh nathan


"Maksud ayah..." Adibjo menghentikan ucapannya, rasanya begitu berat jika harus mengatakan yang sebenarnya.


"Maksud ayah? apa?" Nathan mengalihkan pandangannya dari layar laptop melihat ayahnya.


"Maksud ayah, apa kau sudah yakin memilih dia? dia memiliki status sosial di atas kita, kau tau sendiri papinya adalah pengusaha sukses di berbagai bidang, ayah hanya takut suatu saat kau akan memutuskan untuk meninggalkannya"


"Ayah, jangan risau, ayah tau kan nathan selalu yakin dengan segala keputusan yang nathan ambil" Nathan mencoba meyakinkan ayahnya, kalau dirinya tidak pernah bermain-main dengan sesil.


"Ayah harap, kau bisa menerima dia apapun yang terjadi kelak, sebesar apapun badai yang akan menghantam rumah tangga kalian"


Nathan menganggukkan kepalanya, kemudian nathan juga menceritakan kalau dirinya berhasil menjalin kerja sama dengan Carnal Group, dan keuangan perusahaan juga semakin meningkat setiap bulannya, Adibjo begitu kagum dengan putranya yang selalu bekerja keras membawa perusahaan keluarganya menjadi lebih baik lagi.


Kemudian ayah dan anak itu ngobrol panjang lebar, sesekali bahkan adibjo tertawa mendengar cerita nathan saat berusaha mendekati sesil.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


HAPPY WEEKEND PEMS😘


__ADS_2