
"Dan jangan sekali-kali kau mengambil keputusan dalam keadaan marah Nath, jangan sampai kau kehilangan gadis sebaik dia Nath"
Ucapan Dave terngiang di dalam kepala Nathan, meskipun Dave sudah tak bersama Nathan lagi. Orang tua Dave dari jerman tiba-tiba datang berkunjung kemari. Jadi Dave memutuskan untuk pulang lebih cepat. Meskipun sebenarnya masih banyak hal yang ingin di obrolkan olehnya bersama Nathan.
Nathan duduk berdiam diri, bahkan hingga tak terasa kantornya sudah begitu sepi, satu persatu staf kantornya sudah pulang karena memang jam kerja sudah berakhir sedari tadi.
Tok..tok..tok...
Terdengar ketukan pintu ruang kerjanya, dan benar saja Emilia masuk ke dalam menghadap Bosnya yang sedari tadi siang berdiam di dalam ruang kerjanya. Emilia sebenarnya bingung akan tingkah dari Bosnya yang tiba-tiba menjadi tak bersemangat. Bahkan pertemuan dengan client hari ini di percayakan pada staf Nathan.
"Bos, apakah masih ada yang perlu saya kerjakan?" Emilia mencoba memberanikan diri membuka suara
"Pulang saja" Jawab Nathan singkat.
Emilia menarik nafasnya panjang, dan berjalan mundur lalu membalikkan badan meninggalkan ruang kerja bosnya, sementara Nathan duduk diam di kursi kebesarannya. Dia benci jika malam datang yang artinya di harus kembali ke rumah dan bertemu dengan Sesil.
Rasanya Nathan belum tau langkah apa yang harus di ambilnya saat ini, serta sikap apa yang harus di lakukannya saat ini jika berhadapan dengan Sesil. Karena jujur saja dia sangat mencintai istrinya.
Nathan beranjak berdiri mendekati jendela kaca yang menghadap langsung ke arah kota semarang.
Sang mentari terlihat menampakkan sinar berwarna jingga yang begitu cantik, bayang wajah istrinya yang kala itu bermain pasir di tepian laut rembang kembali berputar di otaknya.
"Shit..!"
Nathan mengusap kasar wajahnya, dengan kesal dia meraih kunci mobil dan meninggalkan ruangan kerja menuju parkiran mobil.
Setelah sampai di besment kantornya dia segera masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.
Nathan membawa laju mobilnya tanpa arah yang jelas. Sepanjang jalan Nathan terus saja memukul kemudi mobilnya.
"Arghh.."
Nathan masih terus melajukan mobilnya tanpa tujuan hingga suasana menjadi gelap.
Pikirannya begitu kalut tidak jelas.
Hingga pada akhirnya ketika Nathan melewati sebuah Bar dia memutuskan untuk membelokkan mobilnya masuk ke area parkir Bar tersebut.
Setelah memarkirkan mobilnya, Nathan lantas masuk ke dalam bar dan mencari tempat duduk.
Dia memesan minuman untuk menemaninya.
Saat Nathan baru saja menghabiskan segelas bir, tiba-tiba saja ada sesosok gadis cantik dengan pakaian yang begitu seksi menghampiri mejanya.
"Nathan..?"
"Sedang apa?" Ucap Sasha yang kebetulan baru masuk ke dalam bar tersebut.
"Kau lihatnya aku sedang apa?" Ketus Nathan.
"Ya maksudku, kau ke sini sengaja minum atau ada pertemuan dengan client?" tanya Shasa penuh selidik
__ADS_1
Namun Nathan mengacuhkannya dan malah kembali menuang bir ke dalam gelas kosong miliknya
Melihat dari gerak-gerik yang Nathan lakukan, Shasa bisa membaca jika Nathan pasti sedang memiliki masalah yang berat.
Tanpa di minta Shasa dengan tidak malu langsung duduk di samping Nathan. Bahkan Dress mini yang membalut tubuh seksinya serta menampakkan kaki jenjangnya begitu menggoda siapa saja yang melintas di dekat sasha.
Namun tidak dengan Nathan, dia sama sekali tidak merasa tertarik dengan wanita yang duduk di hadapannya.
"Menjauhlah, jangan dekat denganku" Ucap Nathan sambil kembali menuangkan bir ke dalam gelasnya.
Bahkan kepala Nathan sudah terasa begitu pening akibat efek dari alkohol yang sedari tadi di konsumsi olehnya.
Nathan melambaikan tangan ke arah pelayan untuk meminta sebotol minuman lagi, karena minuman yang di pesannya tadi sudah habis tak bersisa sebotol pun.
Pelayan tersebutpun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Saat Nathan mengalihkan pandangannya dari pelayan tersebut, tiba-tiba saja dia melihat istrinya duduk di bangku depannya.
"Sesil kau membuatku gila" Rutuk Nathan
"Sedang apa kau di tempat seperti ini hah?" Nathan beranjak dari kursinya mendekat ke arah Sasha yang di lihatnya sebagai Sesil.
"Kenapa mengenakan pakaian seminim ini hah? bukannya aku pernah mengatakan kau hanya milikku" Nathan melepaskan jas yang di kenakan olehnya untuk menutupi tubuh Sasha.
Bahkan Nathan dengan tidak sungkan langsung menarik tangan Sasha dan membawa gadis itu menuju mobilnya
Setelah sampai di parkiran, Nathan mendorong tubuh Sasha masuk ke dalam mobil dengan paksa.
Tanpa berpikir panjang Nathan melajukan mobilnya menuju rumahnya.
Hingga tak lama kemudian mobil Nathan sudah terparkir di halaman rumahnya Dengan segera Nathan mengajak Sasha turun dari mobilnya.
Nathan yang dalam kondisi mabuk dan jalan dengan sempoyongan membuat Sasha mengambil kesempatan untuk membantu Nathan berjalan dengan cara memapahnya.
Keduanya pun masuk ke dalam rumah, Sasha beberapa kali menekan pintu bel rumah tersebut, hingga akhirnya pintu di buka oleh Bi nung.
Bi nung begitu terkesiap melihat Tuannya pulang dalam keadaan mabuk di temani oleh wanita lain.
Bahkan Bi nung melihat dari bawah hingga atas penampilan Sasha yang di rasa begitu feminim di penglihatannya.
"Apa kau lihat-lihat??" Sasha menerobos masuk ke dalam rumah dengan memapah tubuh Nathan.
Sesil yang kala itu mendengar suara ribut di ruang tamu segera beranjak dari ranjang dan keluar kamar. Karena memang malam ini Sesil sudah tidur di kamar tamu sesuai dengan apa yang Nathan minta.
Yang terpenting saat ini adalah Sesil ingin tetap membuat rumah tangganya utuh apapun yang terjadi. Sesil tidak mau anaknya merasakan apa yang sudah dia rasakan. Tumbuh tanpa orang tua yang lengkap.
Dalam rumah tangga pasti akan ada masalah serta badai yang menghantam, namun Sesil meyakini Tuhan selalu memberikan jalan keluarnya.
Sesil berjalan keluar kamar dan betapa terkejutnya saat melihat Sasha sedang memapah Nathan menaiki anak tangga.
"Kau sedang apa di sini?" Sesil melontarkan pertanyaan ke arah Sasha yang baru saja naik satu anak tangga rumahnya. Mendengar ada yang bertanya padanya membuat Sasha menghentikan langkah kakinya dan berbalik badan. Begitupun dengan Nathan yang dalam kondisi setengah sadar juga ikut memutar kepalanya melihat ke arah istrinya.
__ADS_1
"Mulai saat ini, dia kekasihku ! apa urusanmu hah?" Bentak Nathan ke arah Sesil. Membuat Sesil melebarkan matanya dan langsung memegang dadanya yang terasa begitu sangat sesak seperti di tikam oleh benda tajam.
"Ayo antarkan aku ke atas" Ucap Nathan kepada Sasha.
Sasha tersenyum sinis menatap ke arah Sesil yang berdiri mematung tak jauh darinya.
Entah apa yang sedang menghantam rumah tangga Nathan, rasanya Sasha tidak perduli. Yang terpenting adalah dirinya bisa mendapatkan Nathan ke dalam pelukannya.
Sasha kembali melangkahkan kakinya memapah tubuh tubuh Nathan menuju lantai dua.
Setelah sampai di depan kamar, Sasha menyentuh knop pintu dan mendorongnya hingga pintu terbuka.
Dan saat pintu terbuka Sasha memapah tubuh Nathan masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut rapat-rapat.
Sasha membaringkan tubuh Nathan di atas ranjang.
"Kau akan menjadi milikku malam ini" Ucap Sasha sembari tersenyum penuh kemenangan.
Sedangkan Sesil yang tersadar suaminya sudah di bawa ke atas oleh wanita lain segera menyusulnya ke atas. Sesil melangkahkan kakinya dengan begitu tidak sabar menapaki anak tangga satu persatu.
Dan saat tiba di lantai dua, Sesil melihat pintu kamar yang sudah tertutup rapat.
Seketika Sesil memegang dadanya yang kembali terasa sesak, bahkan kali ini terasa seperti di sayat belati yang tajam.
"Apa salahku Nath?" Ucap Sesil lirih, matanya berkaca-kaca, rasanya dia tak menyangka Nathan lelaki yang selama beberapa tahun memperjuangkan dirinya kini berbalik menyakiti hatinya. Bahkan tanpa memberitahu dimana letak kesalahan dirinya. Tiba-tiba saja Nathan bersikap acuh dan membencinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Yang bilang konfliknya mendramatisir kaya sinetron ya ada🤣
kalian pikir Sinetron dan layar lebar itu ceritanya di angkat dari mana? kebanyakan ya dari novel sayangkuh🤣
Yang tidak suka dengan konflik yang srayu buat ya tidak apa-apa, srayu nggak maksa kalian baca
Hm satu lagi,meskipun konfliknya masih ada sangkut paut dengan season satu, tapi konflik kali ini lebih pelik dari sebelumnya.
__ADS_1
Namanya juga sequel ya, jadinya harus ada sambungannya dengan season satu dong😋
Cium jauh untuk kalian semua😘😘😘♥️♥️♥️*