Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Membeli Mainan


__ADS_3

Kenzo terlihat sedang memilih robot yang hendak di belinya, sementara Sesil dan Nathan berdiri di belakang putranya, tangan Nathan terlihat merengkuh pinggang ramping milik istrinya. Bahkan sesekali Nathan melontarkan gombalannya membuat wajah Sesil kembali bersemu merah muda.


Sebenarnya sudah beberapa kali Sesil mencoba melepaskan tangan kokoh milik suaminya dari pinggangnya, namun rasanya usahanya sia-sia belaka suaminya malah semakin memeluknya dengan erat.


"Sayang lihatlah, pria di depan rak boneka itu" bisik Nathan tepat di telinga Sesil


Sesil menautkan kedua alisnya menatap suaminya yang sudah kembali fokus mengawasi Kenzo yang masih asik memilih mainan. Merasa tak mendapat jawaban dari suaminya, Sesil seketika itu melirik ke arah pria yang di maksud oleh Nathan. Pandangan matanya menyipit tatkala pria itu ternyata sedang menatap ke arah dirinya dengan penuh makna, meski sebenarnya di depan pria itu ada seorang wanita yang sedang membantu anak kecil memilih boneka yang kemungkinan besar pasti wanita itu adalah istrinya.


"Aku ingin mencongkel matanya yang terus saja melihatmu" bisik Nathan kembali tepat di telinga istrinya.


"Diamlah, itu hak dia melihat siapa saja. Mempunyai mata memang fungsinya adalah untuk melihat" tegas Sesil


"Dan kewajibanku adalah melindungi apa yang menjadi milikku, aku tidak rela dia terus saja menatap ke arahmu dengan tatapan mesumnya. Kau paham?" tegas Nathan


"Astaga" Sesil menghembuskan nafasnya dengan kesal, pasalnya suaminya selalu saja bersikap berlebihan bila ada pria lain yang menatap dirinya.


"Kau lihat wanita itu yang sedang memilih boneka bersama anak perempuan? sepertinya itu adalah istrinya. Tapi mengapa pria itu masih terus saja melihatmu" Kali ini ucapan Nathan terdengar semakin kesal, bahkan sebelah tangannya mengepal dengan sempurna.


"Papi" tiba-tiba Kenzo menarik-narik tangan papinya


"Kenapa sayang?" seketika Nathan langsung melepaskan tangannya dari pinggang Sesil dan langsung berjongkok mensejajarkan diri dengan putranya


"Papi Kenzo mau buang air kecil, sudah tidak kuat"


"Biar mami antar sayang" Sesil meraih tangan putranya, namun dengan cepat Kenzo menggelengkan kepalanya.


"Kenzo mau di antar papi, Mami kan tidak boleh masuk toilet laki-laki" imbuh Kenzo


Tanpa menunggu jawaban maminya, Kenzo langsung menarik tangan papinya untuk mengantarkan dirinya menuju toilet. Setelah kepergian anak dan suaminya, Sesil mengambil beberapa mainan yang sudah di pilih oleh Kenzo, sementara sambil menunggu suami serta putranya, mata Sesil menyapu ke jajaran mainan anak laki-laki yang berada tepat di hadapannya kini, perlahan Sesil memilih mobil-mobilan yang hendak dia berikan pada Steve, bagaimanapun juga Dave sering membawakan hadiah mainan saat berkunjung ke rumah, jadi tidak ada salahnya mumpung kini sedang berada di toko mainan Sesil ingin membelikan mainan untuk putra dari sahabatnya.

__ADS_1


Tangan Sesil memilah jajaran mobil-mobilan tang tertata dengan rapih di atas rak, dia terlihat bingung harus memilih yang mana, hingga ada seseorang yang datang mendekat ke arahnya.


"Ini bagus" imbuh pria tersebut sambil jari telunjuknya menunjuk ke arah salah satu mobil-mobilan Klasik berbahan kayu.


Sesil menoleh ke arah pria yang kini berdiri di sampingnya dengan jarak kurang dari setengah meter itu, dan saat melihat siapa orang tersebut Sesil langsung mendengus kesal, pasalnya pria yang kini bersebelahan dengannya adalah pria yang sedari tadi menatap ke arah dirinya.


"Apa itu tadi anak serta suami anda nona?" tanya pria tersebut, karena tidak berniat menjawab, Sesil menutup mulutnya rapat-rapat dan hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Anak anda sudah besar, tapi anda masih terlihat seperti wanita yang belum menikah"


"Maksud anda?" seketika Sesil menoleh ke arah samping karena merasa penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh pria tersebut.


Bukannya menjawab pria tersebut malah menatap Sesil dari ujung kaki hingga kepalanya, bahkan Sesil dengan jelas melihat tenggorokan pria tersebut naik-turun sepertinya menelan air liurnya sendiri. Sesil semakin merasa risih di tatap sedemikian oleh pria asing tersebut.


"Nona sangat cantik, tubuh nona juga sangat indah" puji pria tersebut


"Nona lihat wanita yang sedang membayar di kasir itu?" Pria itu terlihat mengarahkan jari telunjuknya menuju wanita yang di maksud olehnya.


"Dia istriku, kami baru saja menikah lima tahun, putri kami juga baru berusia tiga tahun, tapi Nona bisa lihat tubuh istriku gemuk, di tambah dia juga tidak menjaga penampilannya sendiri, membuatku merasa tidak betah bila di rumah" imbuh pria tersebut.


"Tuan yang terhormat, harusnya anda bisa lebih menghargai istri anda, mungkin istri anda sibuk mengurus semua pekerjaan rumah serta merawat anak kalian, Tuan pikir mengurus anak serta mengerjakan semua pekerjaan rumah itu mudah? Jika Tuan menginginkan istri tuan cantik, bawa dia ke salon, jika menginginkan tubuhnya kembali seperti saat masih gadis ajaklah dia berolahraga bersama. Bagaimana tubuh serta istri anda bisa tampil cantik kalau anda saja tidak memberinya orang untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah? belum lagi anda tidak pernah mengantarkannya pergi ke salon untuk perawatan. Anda ini seperti pria gila yang tidak tau diri ! Saya yakin anda malah meminta istri anda untuk menggunakan aplikasi mengedit foto supaya istri anda terlihat cantik bukan?" seru Sesil dengan suara yang sangat tenang, bahkan Sesil terlihat menarik sebelah sudut bibirnya, sementara Pria itu diam tak menjawab semua perkataan Sesil. Karena apa yang di katakan Sesil benar semua.


"Mami.." Kenzo berteriak memanggil maminya, dan seketika itu pula Sesil membalikkan tubuhnya menatap ke arah kedatangan Kenzo dan Nathan.


"Sudah sayang?"


"Sudah mi, Ayo kita pulang Mi" Kenzo menarik tangan Maminya menuju kasir untuk membayar semua mainan yang telah di pilih olehnya.


"Tunggu sebentar sayang" Sesil kembali menatap ke arah jajaran mobil-mobilan yang berjajar di depannya.

__ADS_1


"Sayang bantu aku pilihkan untuk Steve" Sesil menarik tangan suaminya di depan pria yang masih berdiri mematung di posisinya.


Nathan dan Sesil memilih mobil-mobilan yang akan di berikan pada anak dari sahabat mereka, begitu pula dengan Kenzo, meski koleksi mobil-mobilannya sudah sangat banyak tapi tidak membuat Kenzo ingin kembali membeli mainan tersebut. Setelah memilih mobil-mobilan berjenis sama dengan yang Kenzo pilih, Sesil segera mengajak Kenzo menuju kasir.


"Lebih bekerja keraslah mencari uang untuk anak dan istrimu, bukan malah bekerja keras untuk menggoda istri orang" Nathan tersenyum sinis sambil tangannya menepuk pundak pria yang Nathan yakini pasti telah menggoda istrinya.


Nathan berlalu dari hadapan pria tersebut untuk menuju kasir menyusul anak serta istrinya, setelah semua barang yang di beli di hitung dan Nathan juga sudah membayarnya mereka semua segera keluar dari toko mainan tersebut. Tujuan mereka selanjutnya adalah rumah kediaman Swan. Kenzo rasanya sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan opahnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2