Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Tak Tertandingi


__ADS_3

Rutinitas yang tidak membuat Sesil merasa bosan adalah berlama-lama di depan komputer lipat yang bermerk buah yang baru saja sedikit di makan.


Sesil menatap layar laptopnya dan memperhatikan satu demi satu email yang masuk ke perusahaannya mengajukan kontrak kerja sama.


Bukan hanya puluhan, tapi ada ratusan Email yang masuk.


Semenjak perusahaan Adigja dan Carnal Group melebur menjadi satu, dan di pegang oleh Nathan dan di bantu oleh dirinya, Perusahaan yang kini berganti nama menjadi Dignal Group semakin tak tertandingi. Banyak sudah investor yang menanam modal di perusahaannya.


Ceklek..


Tiba-tiba Siska masuk dengan membawa setumpuk map di tangannya kemudian meletakkan di atas meja kerja Sesil


"Bu, ini beberapa berkas yang harus Ibu periksa. Dan soal kontrak kerja sama dengan tuan Geordan, pihak sana tadi sudah menghubungi saya kalau mereka sudah sepakat untuk bekerja sama dengan kita"


Mendengar penuturan sekretarisnya, seketika Sesil menghentikan aktifitasnya kemudian menatap ke arah Siska yang masih berdiri di hadapannya.


"Setuju?" Sesil menautkan kedua alisnya, bahkan terlihat beberapa lipatan di keningnya


"Iya bu, kata mereka, mereka sangat puas dengan presentasi yang ibu jelaskan kemarin saat di resto" Ucap Siska polos, karena dia tidak tau kalau Geordan sudah berlaku kurang sopan bosnya


"Ya sudah, kau bisa kembali bekerja" Ucap Sesil memerintah.


Kemudian Siska terlihat keluar dari ruangan Sesil melanjutkan kembali pekerjaannya.


Sementara Sesil menyandarkan punggungnya di kursi kerja miliknya. Kedua tangannya menaut dengan sempurna, dia mencoba menerka apa yang ada dalam pikiran pria yang terobsesi dengannya, padahal jelas-jelas kalau dirinya sudah menikah.


Semakin lama Sesil berfikir semakin banyak pula tebakan di dalam pikirannya.


Karena merasa tidak nyaman, akhirnya Sesil memutuskan untuk pergi keruangan Nathan.


Sesil berjalan menyusuri lorong kantornya, hingga kini dia berhenti tepat di depan ruang kerja dengan tulisan CEO DIGNAL GROUP yang menggantung dengan sempurna di pintu ruangan tersebut. Sesil sejenak melirik ke arah meja kerja Emilia dan Bram, asisten setia suaminya. Tapi meja keduanya terlihat kosong.


Tanpa berpikir lama atau mengetuk pintu, Sesil langsung menyentuh knop pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Nathan.


Nathan yang sedang sibuk memeriksa beberapa file, seketika mengalihkan pandangannya melihat ke arah pintu ruang kerjanya yang tiba-tiba terbuka.


"Sayang" Nathan melebarkan senyumnya menyambut kedatangan istrinya yang tiba-tiba saja berkunjung ke ruang kerjanya.


Padahal biasanya Sesil hanya akan berkunjung saat jam makan siang tiba.


"Sayang" Sesil berjalan mendekat ke arah suaminya dengan tersenyum begitu manis.


Melihat senyuman istrinya, dan Sesil yang memanggil dirinya sayang, seketika Nathan mengeryitkan dahi. Nathan paham betul kalau Sesil bersikap manis pasti ada tujuan tersembunyi di balik senyum manisnya.


"Sayang aku kangen" Sesil berdiri di belakang kursi kerja suaminya dan langsung mengalungkan kedua tangannya di leher suaminya. Bahkan Sesil terlihat menyandarkan kepalanya di ceruk leher suaminya.


"Semoga dia tidak meminta aku meledakan salah satu gunung berapi di Indonesia" Gumam Nathan dalam hatinya.


Karena jika istrinya bersikap baik dan manja seperti ini pasti akan ada imbalan yang harus di berikan oleh Nathan.


Bahkan baru beberapa hari lalu, Istrinya memintanya menunggu selama empat jam lamanya di sebuah salon kecantikan.

__ADS_1


"Sayang katakan saja, kau mau apa?" Nathan melepaskan kedua tangan istrinya, dan langsung memutar kursi kerja miliknya menghadap istrinya


"Jadi kau menuduhku menginginkan sesuatu?" Ketus Sesil, wajahnya terlihat menjadi galak


"Ya Tuhan" Nathan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Istrinya ini selalu mampu membuat dirinya kewalahan bersikap.


Sesil beranjak berdiri dari pangkuan suaminya, wajahnya masih menunjukkan ekspresi yang sama.


Nathan hanya tersenyum geli melihat istrinya mengambek dan bersikap manja dimanapun mereka berada.


Nathan dengan gemas ikut berdiri dan langsung mengangkat tubuh istrinya, hingga kini Sesil terduduk di atas meja kerja suaminya.


Nathan menatap lekat-lekat wajah istrinya yang masih memasang wajah cemberut.


Perlahan tangan Nathan menyelipkan anak rambut Sesil ke balik daun telinga istrinya, dengan lembut pula Nathan membelai pipi istrinya, Nathan paham betul jika istrinya mengambek hanya dengan sentuhan dan kasih sayangnya lah mampu meredam kemarahan istrinya.


Mendapat perlakuan manis, perlahan wajah Sesil berubah menjadi sedikit lebih baik, bahkan dua sudah bisa tersenyum samar. Membuat Nathan lega dan kembali mengusap puncak kepala istrinya dengan penuh perasaan sayang.


"Nath, hm.." Seru Sesil ragu-ragu


"Kenapa sayang?" Nathan mendekatkan dirinya lebih dekat ke tubuh istrinya. Dia harus benar-benar bersikap sabar menghadapi Sesil yang bersikap manja dengannya,karena memang istrinya memiliki umur yang lebih muda darinya.


"Kau tau Geordan menyetujui kontrak dengan perusahaan kita?" Imbuh Sesil


"Tau, memangnya ada apa?" jawab Nathan pura-pura tidak tau apa-apa


"Hm, sebenarnya..." Sesil menarik nafasnya dalam-dalam, sedangkan Nathan menaikkan kedua alisnya menunggu penjelasan dari istrinya. Meskipun dirinya tau tujuan Geordan yang sebenarnya, tapi Nathan ingin langsung mendengar dari perkataan istrinya sendiri.


Nathan diam saja mendengarkan penjelasan dari istrinya dengan seksama, dan saat istrinya sudah menjelaskan semuanya, dia malah menarik kedua sudut bibirnya.


"Aku memang sengaja ingin menyerahkan dirimu padanya demi keuntungan bisnis, bukankah perusahaan kita akan banyak mendapat keuntungan?" Nathan menarik sebelah alisnya, sedangkan Sesil melebarkan matanya tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya.


"Kau menumbalkan aku Nath?"


"Tentu saja, karena dalam bisnis memang harus ada yang di korbankan sebagai pancingan meraup untung yang besar" Jawab Nathan santai


"Tapi aku istrimu" Sesil mulai terpancing emosi


"Lalu memangnya kenapa? bukankah tugas seorang istri membantu suaminya? Ayolah sayang hanya seminggu" Bujuk Nathan


"Kau gila?" Bentak Sesil, bahkan wajahnya sudah terlihat memerah menahan emosi yang sudah membuncah


Melihat istrinya marah, Nathan tertawa keras. Istrinya sungguh sangat lucu dan menggemaskan.


Sesil yang melihat suaminya tertawa seketika langsung memukul dada bidang suaminya yang berdiri di depannya saat ini.


"Kau jahat" Ketus Sesil


"Mana ada sayang, aku bukan pria gila yang mengorbankan wanita yang aku cintai demi uang, kau segalanya sayang" Nathan mencolek dagu runcing istrinya. Sementara Sesil masih mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"Kita nikmati saja sayang, kita ikuti Geordan mau membawanya kemana. Kau harus percaya denganku, karena aku juga percaya denganmu. Kita ini sepasang suami istri yang tidak tertandingi bukan? ratusan rival bisnis kita sudah kita singkirkan, masa hanya tikus kecil saja kau sampai sehawatir ini?"

__ADS_1


"Jadi kau datang ke ruanganku hanya ingin berbicara tentang Geordan?" Imbuh Nathan lagi


"Hm, sebenarnya aku ingin meminta sesuatu?" Sesil melebarkan senyuman termanis, bahkan Sesil dengan genitnya langsung mengalungkan kedua tangannya di leher tengkuk leher suaminya, lalu Sesil menarik tubuh suaminya lebih mendekat ke arah dirinya.


"Apa kau mau meminta..?" Tiba-tiba Nathan tersenyum nakal, membuat Sesil mendengus kesal


Duk...


Sesil memukul dahi suaminya menggunakan dahinya sendiri, membuatnya malah mendesis kesakitan.


"Tuh kan sayang sih" Nathan mengusap kening istrinya yang terlihat memerah, dan malai meniupnya dengan perlahan.


"Bagaiman? masih sakit?"


Mendengar pertanyaan dari suaminya,Sesil dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Nath, aku ingin pulang sekarang dan shopping" Seru Sesil


Nathan menarik nafasnya perlahan, bukannya dia tidak mau menemani istrinya berbelanja, tapi hari ini pekerjaannya sangat banyak, di tambah lagi ada beberapa pertemuan penting dengan client.


"Sayang, tapi hari ini aku.."


Sttttt...


Sesil meletakkan jari telunjuknya di bibir suaminya sebelum Nathan menyelesaikan kata-katanya.


"Aku mau ijin pulang sekarang tidak bekerja, tapi pekerjaanku sangat banyak, apa tidak apa-apa? aku ingin belanja mengajak Yasmine" Seru Sesil


"Tentu saja boleh sayang, kau ini juga Bos di sini, jadi bebas mau melakukan apa aja sesuka hatimu" Jawab Nathan


Sesil langsung turun dari atas meja kerja suaminya, dan langsung mendaratkan satu kecupan di pipi Nathan.


"Terimakasih sayang" Sesil tertawa lebar sambil berlari keluar sambil melambaikan tangan ke arah suaminya yang masih memandangnya sambil mengelus pipi yang baru saja di kecup oleh istrinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2