Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Teman Dekat


__ADS_3

Sesil duduk menunggu di dalam mobil miliknya di sebuah parkiran mall terbesar di semarang. Sudah sepuluh menit lamanya dia duduk menunggu tapi Yasmine tak kunjung datang.


Dia kembali meraih ponsel dari dalam tas jinjing miliknya, tapi Yasmine belum membalas pesannya.


Hingga akhirnya sebuah mobil sport berwarna hitam berhenti di samping mobilnya.


Sesil melebarkan senyumnya saat sang empunya mobil turun dari dalamnya.


Yasmine terlihat semakin cantik dan berkarisma.


Wajahnya yang di dominasi oleh wajah timur tengah membuat Yasmine menjadi wanita yang banyak di incar lelaki.


Tapi entah mengapa, Yasmine belum menikah hingga saat ini padahal bisa di bilang usianya sudah cukup matang.


"Apa mungkin Yasmine masih mencintai Nathan?" Tiba-tiba saja sebuah pertanyaan aneh melintas di kepala Sesil.


Namun belum sempat Sesil menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri, tiba-tiba Yasmine sudah mengetuk kaca mobil Sesil. Membuat Sesil segera turun dari dalam mobil dan memeluk Yasmine layaknya seorang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa.


"Ayo" Sesil melepaskan pelukannya dan menggandeng tangan Yasmine masuk ke dalam mall.


Meskipun kedua wanita itu bertemu karena sebuah kesalahpahaman, tapi hubungan keduanya sangatlah baik. Bahkan bisa di bilang Yasmine sudah benar-benar menganggap Sesil sahabat baiknya.


Jika saja Imelda sedang tidak mengantar kedua orang tua Dave kembali ke jerman sekaligus berbulan madu selama dua bulan lamanya di sana, pasti Sesil juga akan mengajak Imelda turut serta berbelanja dengannya hari ini.


Sesil dan Yasmine sama-sama kalap berbelanja, seolah tidak puas dengan apa yang saat ini sudah berada di kedua tangan wanita yang memiliki beda usia dua tahun itu.


Sepanjang berkeliling Yasmine dan Sesil tak hentinya mengobrol santai menikmati kebersamaan mereka. Karena ini kali pertama mereka pergi berbelanja bersama. Sesil begitu merasa nyaman berdekatan dengan Yasmine yang memiliki sikap humoris, pantas saja suaminya hanya bisa dekat dengan Yasmine, jadi inilah alasannya.


Yasmine wanita yang begitu baik, berparas cantik, serta mampu membuat siapa saja merasa nyaman ketika berdekatan dengannya.


Yasmine masih terus berceloteh menceritakan berbagai pengalaman hidupnya kepada Sesil, tapi berbeda dengan Sesil yang malah melihat wajah Yasmine dengan seksama.


"Sil ada apa?" Seketika Yasmine menghentikan langkah kakinya lalu menatap ke arah Sesil penuh selidik, pasalnya sedari tadi dirinya bercerita tapi Sesil malah diam saja tak meresponnya.


"Tidak-tidak" Sesil menggelengkan kepalanya dan kembali mengajak Yasmine berkeliling membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu penting, bahkan cenderung keduanya menghamburkan-hamburkan uang mereka berdua.


Setelah cukup lelah berkeliling dan berbelanja, keduanya memutuskan untuk mampir ke Swalayan membeli beberapa keperluan rumah. Karena hari ini Sesil berencana akan mengajak Yasmine memasak bersama di rumah.


Banyak bahan makanan yang di beli, mulai dari sayuran, buah-buahan, serta bahan puding tak luput dari barang yang Sesil masukan ke dalam troli belanjaan.


Setelah semua keperluan rumah terbeli, keduanya lantas menuju kasir untuk membayarnya baru setelah itu mereka akan kembali ke rumah Sesil.


^


Gold Garden Perum...


Sesil dan Yasmine memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. Keduanya memanggil penjaga rumah untuk membantu membawa barang belanjaan yang akan di masak.


Langit juga terlihat mulai berubah warna menjadi warna jingga. Sesil meminta Yasmine untuk terlebih dahulu membersihkan dirinya di kamar tamu, karena kebetulan tadi Yasmine membeli beberapa baju di mall saat berbelanja dengan Sesil.


Sementara Sesil membersihkan diri di lantai atas.


Sesil terlebih dahulu menyelesaikan mandinya, dia bergegas turun ke bawah untuk memasak makan malam, karena dia tadi sudah melarang Bi Nung memasak, malam ini Sesil ingin membuat makan malam bersama Yasmine.


Sesil mengenakan celana hot pen di lengkapi dengan kaos rumahan serta rambutnya yang di kucir kuda menampakkan leher jenjangnya yang putih mulus.


Sesil terlebih dahulu mengeluarkan beberapa bahan makanan yang akan di jadikan bahan dasar masakannya malam ini. Namun tiba-tiba saja ada tangan kokoh yang melingkar sempurna di perut ratanya.


"Sayang.." Suara Nathan terdengar begitu serak di indera pendengaran Sesil, hangat nafas Nathan membuat bulu halus di area leher Sesil meremang dengan sempurna.


"Kau sudah pulang sayang?" Sesil mencoba melepaskan tangan Nathan dari perutnya, tapi malah membuat Nathan semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku tidak mau kehilangmu" Bisik Nathan lembut, entah mengapa sedari siang perasaannya tidak nyaman, seolah-olah dia merasakan akan ada sesuatu hal yang buruk menimpa rumah tangganya yang sudah berjalan dengan baik.


Sesil terdiam mendengar apa yang suaminya katakan. Hatinya terasa sakit, selama usia pernikahannya, dan setelah pasca keguguran dirinya belum di karunia lagi seorang bayi di rahimnya. Padahal Sesil sangat menginginkan memiliki buah hati yang akan membuat keluarganya semakin bahagia.

__ADS_1


Nathan mengernyitkan dahi saat istrinya tak menjawab pertanyaan darinya, dengan rasa penasaran, Nathan membalik tubuh istrinya hingga kini dirinya berhadapan dan lebih leluasa memandang wajah istrinya.


Sesil mencoba tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya, meskipun sebenarnya hatinya merasa tidak tenang.


"Sayang, pergilah mandi. Aku akan mempersiapkan makan malam. Kebetulan Yasmine aku ajak" Sesil menarik tubuh Nathan keluar dari dapur, saat sampai di dekat tangga, keduanya berpapasan dengan Yasmine yang baru saja keluar dari kamar. Yasmine hanya bisa tersenyum melihat kedua sahabatnya yang selalu mesra. Sesil terlebih dahulu berpamitan kepada Yasmine untuk mengantar ke atas.


Sesil dan Nathan kini keduanya sudah berada di dalam kamar bahkan pintu kamar mereka sudah di tutup rapat-rapat oleh Nathan.


Sesil berdiri di depan suaminya sambil tangan mungilnya melepaskan dasi yang melingkar di kerah baju suaminya.


Nathan hanya menikmati setiap perhatian yang istrinya berikan padanya.


Setelah dasi terlepas, Sesil mulai membuka kancing kemeja satu demi satu hingga kancing kemeja terakhir, setelah semua kancing terbuka, Sesil membantu Nathan melepaskan baju yang suaminya kenakan.


"Sudah, sana mandi. Aku akan menyiapkan baju ganti untukmu" Seru Sesil sambil membawa baju kotor suaminya dan meletakkan di lengan tangannya.


"Sayang..?" Nathan menarik dagu istrinya dan perlahan mengusap bibir seksi istrinya menggunakan ibu jarinya.


"Beri aku satu kecupan" Goda Nathan.


Sesil hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, kemudian tanpa menunggu lama Sesil berjinjit dan memulai mencium bibir suaminya yang kenyal dan manis.


Sesil mulai menggigit pelan dan membelit lidah Nathan yang sudah menari-nari di dalam rongga mulutnya.


"Sudah.." Sesil melepaskan ciumannya dan mengusap area samping bibir suaminya yang basah karena air liurnya


Nathan tersenyum senang dan langsung masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Sesil memilih baju ganti di dalam lemari pakaian, kemudian meletakkan di atas ranjang tidurnya, setelah itu Sesil kembali menuju dapur untuk memasak bersama Yasmine sesuai janjinya.


^


Yasmine sedang memotong beberapa jenis sayuran yang akan di masak, sedangkan Sesil terlihat mengolah seafood segar dengan beberapa bumbu andalannya.


Kedua wanita itu terlihat begitu akur, bahkan keduanya selama proses memasak selalu tak luput dari obrolan santai. Bahkan kedua wanita itu silih berganti tertawa.


Nathan yang baru saja selesai mandi dan menuju ruang makan melihat Sesil tertawa seperti itu sangatlah bahagia, istrinya jarang sekali bisa tertawa lepas.


Setelah beberapa jam menunggu, akhirnya masakan sudah terhidang di atas meja.


Aroma lezat dari berbagai hidangan sangat menggoda di hidung ketiganya. Rasanya mereka sudah tidak sabar untuk menikmati santap makan malam.


Sesil seperti biasanya mengambilkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu baru setelah itu dirinya mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


Ketiganya makan di selingi dengan obrolan santai.


Yasmine juga terlihat selalu tersenyum saat berdekatan dengan Sesil, menurut Yasmine sahabat barunya ini memiliki karakter yang sangat menyenangkan, pemaaf dan mudah bergaul dengan siapa saja meskipun memiliki status sosial yang tinggi.


"Rasanya rumah kita akan rame Nath kalau Yasmine tinggal bersama kita, aku tidak akan kesepian" Seru Sesil.


"Kau ini bicara apa sil, mana mungkin itu terjadi" Kilah Yasmine dengan santai


"Tentu saja mungkin Yas, apa sih yang tidak mungkin di tangan Tuhan?" Sesil melebarkan senyumnya, sementara Nathan mengeryitkan dahinya tak mengerti arah pembicaraan istrinya.


"Tidak mungkin Sesil, jangan aneh-aneh" Yasmine menggelengkan kepalanya


"Mungkin saja, jika kau mau menikah dengan Nathan"


Uhuk..Uhuk..


Yasmine dan Nathan kompak terbatuk-batuk saat mendengar ucapan dari Sesil.


"Jangan bercanda" Ketus Yasmine


"Sesil.." Seru Nathan dengan suara yang tidak bersahabat.


"Hahaha" Sesil malah terkekeh melihat wajah Yasmine dan Nathan

__ADS_1


"Aku hanya bercanda, sudahlah ayo kita lanjutkan makan" imbuh Sesil dengan menyuapkan udang asam manis ke dalam mulutnya.


Kemudian ketiganya makan dengan tanpa bersuara. Hingga seluruh makanan yang berada di atas piring habis dan merasa kenyang ketiganya memutuskan untuk duduk santai di ruang tamu.


Namun karena meras tidak nyaman menganggu Sesil dan Nathan, Yasmine memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Kini hanya tersisa Sesil dan Nathan yang sedang melihat siaran televisi.


Nathan yang merasa bosan, mengajak istrinya untuk ke kamar beristirhat karena malam juga semakin larut.


Setelah berganti pakaian tidur dan menggosok gigi, Nathan dan Sesil kini merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang empuk.


Sesil terlihat memainkan ponselnya dan berbalas pesan dengan Imelda yang saat ini sedang berbulan madu dengan Dave di Jerman.


Suara cempreng Imelda membuat Sesil beberapa kali mengusap daun telinganya.


Sedangkan Nathan terlihat terdiam, wajahnya jelas menggambarkan sedang memikirkan sesuatu.


Perkataan Sesil di meja makan membuat pikirannya begitu terganggu.


Nathan memiringkan tubuhnya menatap istrinya yang sedang asik memainkan ponsel di tangannya. Sesil yang merasa di tatap oleh suaminya seketika mengalihkan pandangannya dari layar ponsel miliknya menatap Nathan yang tidur menghadap dirinya.


"Ada apa?" Sesil menaikkan kedua alisnya, kemudian dia meletakkan ponsel miliknya ke atas meja kecil di samping tempat tidur.


Kini Sesil memiringkan tubuhnya dan tidur berhadapan dengan suaminya yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


Sesil membelai lembut pipi suaminya, rasanya hatinya menjadi tidak tenang.


"Jangan pernah meninggalkan aku Sil" Ucap Nathan dengan nada yang begitu lirih. Karena saat ini Nathan benar-benar takut kehilangan istrinya.


Sesil hanya melebarkan senyumnya merespon ucapan suaminya.


"Jangan pernah memintaku mencintai wanita lain selain dirimu dan ibuku. Aku tidak akan pernah bisa melakukan itu sayang" Nathan menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.


"Jangan pernah berfikir mencarikan istri kedua untukku" Tukas Nathan.


"Karena selamanya, yang pantas menyandang status nyonya Nathan hanya kau" Nathan menarik istrinya ke dalam dekapannya. Karena Nathan berharap dengan pelukannya dapat membuat Sesil sadar kalau pemikirannya saat ini sebuah kesalahan yang tidak harus di realisasikan.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tolong Ya, jangan samakan karya Srayu dengan lapak Sebelah, jelas-jelas alurnya aja beda. Jagan nge Judge dulu sebelum tau cerita selanjutnya. Srayu paling benci di bilang karyanya plagiat lapak sebelah.


Kalian nggak tau kan kalau nulis itu merah otak dan pikiran?


Kok kalian seenaknya bilang begitu.


Tolong lah hargai perasaan Srayu kalau kalian juga pengin di hargain orang.


Dari season pertama sampai kedua alur dan plotnya semua hasil otak srayu dan nggak jiplak siapapun.


Mau srayu bawa kemana ceritanya ya suka-suka Srayu, kalau kalian males baca gausah baca sesimpel itu kok.

__ADS_1


Jaga lisan guys, lagi bulan puasa🙏


Srayu jadi baper dan marah-marah kan, kalian sih😭


__ADS_2