Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Tetap di sampingku


__ADS_3

Nathan siang ini sedang berkutat dengan pekerjaannya, rutinitas yang setiap hari dia lakukan. Namun rasanya Nathan ingin segera mengambil cuti untuk menemani istrinya yang sedang hamil besar, Nathan tak ingin terlalu banyak melewatkan waktu bersama istrinya.


Meski Sesil tidak pernah mengeluh apapun atau menginginkan apapun selama masa kehamilannya tapi Nathan taun betul kalau mengandung tidaklah mudah.


Terdengar ketukan pintu ruang kerjanya, dan seketika Nathan mengalihkan pandangan matanya dari layar laptop, dan mempersilahkan orang yang sudah mengetuk pintu ruang kerjanya untuk masuk ke dalam. Dan saat pintu terbuka, masuklah Bram ke dalam ruang kerjanya mengantarkan beberapa map yang di pegang di tangannya.


Setelah meminta tanda tangan kepada Nathan, Bram kembali lagi untuk bekerja seperti biasanya.


^


Hari berlalu begitu cepat, tak terasa kini usia kandungan Sesil sudah menginjak usia sembilan bulan, Nathan juga sudah tidak pernah pergi ke kantor lagi untuk bekerja, semua pekerjaannya di limpahkan pada Bram asisten kepercayaannya, jika ada hal penting ataupun mendesak, Bram akan datang ke rumah untuk meminta pendapat dari Nathan.


Siang ini, Nathan sedang bersama Sesil duduk menikmati segelas jus apel serta potongan buah segar yang baru saja di sediakan oleh Bi Nung, Nathan begitu telaten menyuapkan sepotong demi sepotong buah yang sudah di kupas lalu di potong secara dadu.


Seminggu lagi waktu yang di tentukan untuk hari kelahiran anaknya, dari beberapa hari yang lalu Nathan sudah tidak bekerja maupun pergi keluar rumah, hari-harinya di gunakan untuk melayani serta menemani istrinya kesayangannya.


Begitu pula dengan dengan Swan dan Adibjo yang hampir setiap hari berkunjung hanya untuk memastikan kondisi putri kesayangan mereka.


Sesil merasa begitu beruntung di kelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintainya, terutama suaminya yang selalu siaga berada di sampingnya selama dua puluh empat jam penuh.


Sesil memegang perutnya, akhir-akhir ini janin dalam kandungannya selalu bergerak dengan begitu aktif bahkan sering kali membuat pergerakan Sesil menjadi terbatas.


Nathan yang melihat istrinya memegang perutnya seketika mengeryitkan dahinya "Ada apa sayang?" tanya Nathan


"Anak kita sepertinya sudah tidak sabar bertemu dengan kita Nath" Sesil menepiskan senyumnya sembari memberikan usapan lembut di perutnya


"Benarkah?" Nathan menaikkan kedua alisnya dan ikut meletakkan telapak tangannya di atas perut istrinya, dan benar saja dia merasakan calon anaknya menendang-nendang.


Sesil merasakan ingin buang air kecil kembali, meski merasa sedikit aneh karena seharian ini dia sudah bolak-balik ke kamar mandi hanya untuk buang air kecil saja.


Setelah berpamitan pada Nathan, Sesil perlahan melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang terletak dekat dengan ruang tamu.


Setelah memastikan istrinya masuk ke dalam kamar mandi, Nathan juga beranjak berdiri dan mendekat ke arah kamar mandi. Dia berdiri tegap sambil meletakkan kedua tangannya di saku celananya.


Cukup lama menunggu, namun istrinya tak kunjung keluar. Itu membuat Nathan sedikit merasa kawatir dan memutuskan untuk mengetuk pintu kamar mandi.


"Sayang, kau baik-baik saja?" seru Nathan


"Hm, aku baik-baik saja" suara Sesil terdengar dari balik pintu.

__ADS_1


Nathan sedikit merasa lega, kemudian dia kembali menunggu istrinya tepat di depan pintu, hingga tak lama kemudian pintu terlihat terbuka dan menyembullah wajah Sesil dari balik pintu.


Beberapa keringat dingin membasahi dahi Sesil, bahkan wajahnya terlihat sedikit pucat, membuat Nathan menjadi panik "Sayang ada apa?" Nathan membantu Sesil mengusap keringat yang membasahi dahi istrinya


"Hm, aku baik-baik saja" Sesil menepiskan senyumnya. Lalu mengandeng tangan Nathan.


Sesil tidak mengajak Nathan kembali ke ruang tamu melainkan mengajak Nathan kembali ke kamarnya. Karena Sesil merasakan perutnya sedikit merasa kram, dan lumayan terasa sakit. Meski begitu Sesil tidak mengatakan apa yang dia rasakan kepada suaminya, Sesil tidak mau membuat suaminya merasa kawatir dan cemas berlebihan. Karena dari yang dirinya baca kram di masa-masa trimester terakhir itu adalah hal yang wajar terjadi.


Nathan perlahan memapah istrinya menuju kabarnya, setelah masuk ke dalam kamar, Nathan meminta Sesil untuk berbaring di atas ranjang. Garis wajah Nathan terlihat memancarkan kecemasan. Dia takut terjadi sesuatu hal yang buruk pada istri serta calon anak mereka.


Sesil mencoba memejamkan matanya dia tidak mau Nathan cemas berlebihan. Dan benar saja saat Sesil memejamkan kedua matanya Nathan memutuskan untuk pergi ke dapur mengambil air minum.


Setelah yakin suaminya keluar dari kamar, Sesil perlahan membuka kedua matanya perlahan Sesil menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang.


Sesil terlihat meringis menahan rasa sakit dalam perutnya, karena kram di perutnya terasa semakin sakit "Nak, kau kenapa? kau harus baik-baik Nak, sebentar lagi kau juga akan lahir ke dunia" Sesil memberikan usapan di perutnya.


Setelah sepuluh menit berlalu, sakit kram dalam perutnya sedikit mereda, Sesil memutuskan untuk kembali merebahkan tubuhnya, dia meraih remote AC dan membesarkan volumenya karena cuaca di luar cukup terik di tambah pinggangnya juga mulai merasakan panas.


Sesil memejamkan matanya dan mencoba untuk tidur, namun lama dia merebahkan tubuhnya rasa kantuk tak kunjung datang, malah Sesil merasakan sebuah tangan kokoh mengusap rambutnya perlahan.


Sesil membuka sebelah matanya sedikit untuk mengintip, dan benar saja saat ini Nathan sudah kembali lagi duduk di tepi ranjang sambil memandangnya.


Sesil menarik kedua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, lalu dia perlahan juga terlihat membuka kedua matanya, lalu menatap ke arah suaminya "Tetaplah di sampingku, jangan pergi" pinta Sesil dengan tatapan mata yang sendu.


"Kau ini bicara apa sayang? tentu saja aku akan tetap berada di sampingmu" Nathan kembali membelai lembut kepala istrinya.


"Kau kenapa? apa kau sakit?" Nathan menyipitkan matanya sambil tangannya menyentuh kening istrinya.


"Tidak, hanya perutku sedikit merasakan kram saja" jawab Sesil berusaha meyakinkan.


"Kram bagaimana? biar aku panggilkan dokter" Nathan beranjak berdiri dari ranjangnya, namun dengan cepat Sesil meraih telapak tangan suaminya dan menahannya.


"Aku tidak apa-apa, ini wajar terjadi pada usia kandungan yang sudah mendekati masa kelahiran. Tetaplah di sampingku. Jangan kemana-mana" pinta Sesil begitu lembut.


"Tapi sayang...?"


Sesil menggelengkan kepalanya, berharap suaminya mau menurut padanya. Dan benar saja Nathan kembali mendudukkan tubuhnya di tepian ranjang. Dia memperhatikan raut wajah Sesil yang sudah kembali memejamkan matanya.


Perasaan Nathan semakin tidak tenang tatkala Sesil mulai memegang telapak tangannya dengan begitu erat, seperti sedang menahan rasa sebuah rasa sakit di bagian tubuhnya.

__ADS_1


Sementara Sesil merasakan perutnya kembali kram luar biasa, bahkan pinggangnya juga terasa sangat panas. Keringat dingin mulai membasahi keningnya.


"Sayang sakit.." seru Sesil lirih sambil dia membuka matanya dengan perlahan.


"Apa yang sakit? apa sayang?" suara Nathan terdengar sangat panik.


"Sakit" Sesil memegang perutnya yang di rasa semakin kram.


Nathan yang sangat panik langsung membopong tubuh istrinya dan segera membawanya keluar menuju garasi mobilnya.


Setelah di bantu oleh supir membukakan pintu, kini tubuh Sesil di baringkan di bangku belakang sopir, kepalanya di letakkan di pangkuan Nathan.


"Sayang bertahanlah.." suara Nathan semakin panik saat melihat wajah istrinya yang mulai pucat.


Sementara mobil yang di kemudikan oleh supir pribadi Nathan melaju menuju salah satu rumah sakit yang memiliki jarak tidak terlalu jauh dari komplek perumahan yang di tempati oleh tuannya.


"Pak, cepatlah" seru Nathan sambil memukul bagian belakang kursi kemudi sopir, wajah Nathan sangatlah panik karena sepertinya air ketuban istrinya sudah pecah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Harap maklum kalau prosesnya menuju kelahiran memiliki banyak kekurangan, karena Srayu belum pernah mengalaminya. Jika kurang sesuai harap kalian imajinasikan sendiri oke♥️


Salam sayang dari Srayu🤗

__ADS_1


__ADS_2