Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Hunting Bersama


__ADS_3

Sesil masuk kembali ke kamarnya dengan menggerutu kesal, pasalnya sesil sangat ingin minum jus dingin untuk membasahi tenggorokannya yang terasa begitu kering akibat cuaca yang cukup panas.


Dengan kesal sesil berjalan menuju meja kaca yang terletak dekat dengan sofa, dia meraih satu botol air mineral yang isinya tinggal setengah lagi, sesil langsung meneguk habis air mineral tersebut.


Setelah air dalam botol tersebut habis, sesil membuang botol bekas tersebut ke dalam tempat sampah yang terletak tak jauh darinya berdiri.


Dengan langkah yang begitu malas sesil memasuki kamar mandi dan membersihkan dirinya di dalam air busa.


Sementara nathan kembali lagi mendudukkan dirinya di sofa yang sempat dia tinggalkan tadi. Yasmine menatao tajam ke arah nathan yang kini duduk tepat di hadapannya. Yasmine tidak menyangka kalau lelaki baik seperti nathan juga mau berhubungan dengan wanita jalanan.


Yasmine kira nathan masih seperti dahulu anti dengan sembarang wanita, tapi sosok wanita yang baru saja mengganggunya membuat yasmine geram.


Pasalnya nathan saja tidak melirik dirinya sama sekali yang sedari dulu sudah mendekati dan memberi perhatian padanya.


Yasmine ingin bertanya kepada nathan, namun rasanya dia tidak siap menerima kenyataan kalau nathan sudah berubah menjadi liar.


"Sampai mana tadi dave?" Seru nathan lagi memulai obrolannya dengan dave yang sempat tertunda tadi.


"Soal perkembangan kerja sama kita, aku rasa proses pembangunannya sudah sampai tahap 30%" Imbuh nathan lagi.


Di tengah obrolan mereka, terdengar langkah sepatu menuruni anak tangga, membuat pandangan mata mereka beralih ke arah tangga, nampak sesil menuruni anak tangga, kali ini sesil sudah berpakaian rapih, mengenakan baju berwarna hitam dan rok denim berwarna biru di atas lutut, rambutnya di biarkan tergerai begitu saja menutupi lehernya.


"Sayang, kemarilah" Nathan melambaikan tangannya ke arah sesil, dan sesil pula menyambut lambaian tangan nathan dengan tersenyum lebar, menambah kesan keanggunan dari dalam tubuh sesil.


"Maaf menunggu lama" Sesil duduk di samping nathan dan langsung menyandarkan kepalanya di pundak suaminya, membuat nathan gemas di buatnya dan tak tahan untuk tak mencium kepala sesil.


"Oh ya aku lupa, yasmine.." Nathan melirik ke arah yasmine yang ternyata juga sedang menatapnya dengan tatapan yang begitu sendu.


"Yasmine, perkenalkan ini istriku, kami sudah sebulan lalu menikah" Imbuh nathan lagi.


"Hai, nona yasmine, aku sesilia, nona bisa memanggil saya sesil" Sesil mengulurkan tangannya ke arah yasmine, namun yasmine masih diam saja tak bergeming, yasmine masih sibuk melihat sesil dari ujung kepala hingga kaki"


"Yasmine..!" Nathan menyebut kembali nama yasmine, membuat gadis itu tersadar dan langsung membalas jabat tangan sesil.


"Maaf karena pernikahan kami terlalu singkat masa persiapannya, sehingga kami lupa tidak mengundang nona yasmine dalam acara resepsi pernikahan kami" Sesil ikut menimpali ucapan nathan.


"Nath, aku lapar.." Sesil mengerucutkan bibirnya dengan manja ke arah nathan, sembari tangannya mengusap perutnya yang datar.


"Kau lapar nak?" Seru nathan sambil mengusap perut sesil yang masih rata, membuat sesil memlototkan matanya ke arah nathan, dan nathan hanya bisa terkekeh di buatnya.


"Apa dia sudah hamil?" Gumam dave dalam hatinya, karena sedari tadi dave tak melepaskan pandangan matanya dari sesil, dave benar-benar menyukai istri dari sahabatnya sendiri.


"Ya sudah ayo kita makan siang" Nathan menarik tangan sesil dan beranjak dari sofa. Namun sesil masih tak bergeming akan posisinya

__ADS_1


"Kenapa sayang?" Nathan mengernyit heran melihat sesil yang masih saja duduk di tempatnya, padahal dia bilang dirinya lapar.


"Ajaklah Tuan Dave dan Nona Yasmine makan berdasa kita" Timpal sesil lagi, membuat nathan sadar kalau di tempat ini selain ada dirinya dan sesil juga masih ada dave.


"Dave, Yas, ayo makan siang bersama?" Nathan menatao kedua temannya secara bergantian.


Awalnya yasmine ingin menolak, karena dia sudah tak sanggup melihat kemesraan nathan, tapi karena sesil terus memaksa akhirnya dia pun mengiyakannya.


Kini mereka berempat duduk di meja yang sama. Sesil terlebih dahulu memasukkan makanan ke dalam piring kosong nathan.


Dan nathan terus saja memandangi sesil, entah mengapa sesil jadi bersikap manis dan manja seperti ini, membuat nathan ingin memakannya lagi, andai saja tidak ada dave dan yasmine, mungkin saja nathan sudah mengajak sesil bergelut kembali.


"Nath...?" Sesil mengibaskan tangannya di depan wajah nathan, membuat lelaki itu sadar akan lamunannya.


"Ya sayang?" Nathan tersenyum dan tangannya terulur membelai pipi sesil, rasanya dia benar-benar mencintai istrinya.


"Jangan seperti ini malu" Sesil tersenyum saat nathan mengusap pipinya dengan telapak tangannya, membuat wajah sesil kembali merona.


Dave merasa sangat iri melihat kemesraan sesil dan nathan yang terpampang jelas di hadapan kedua kelopak matanya, ada rasa tidak suka terselip di dalam hatinya.


Kemudian mereka semua memulai acara santap makan siangnya.


Setelah menyelesaikan santap makan siangnya, sesil melirik ke arah nathan yang masih mengunyah sisa makanan di mulutnya.


"Hm.." Jawab nathan


"Kita jalan-jalan yuk, ke kebun mawar milik papi, tempatnya tak jauh dari sini" Imbuh sesil lagi


"Tuan Dave dan Nona Yasmine, ikutlah dengan kami, kita Hunting bersama, iya kan nath?" imbuh sesil, namun kali ini dengan cepat nathan menggelengkan kepalanya tanda tak setuju, Nathan hanya ingin menghabiskan waktu berdua saja dengan sesil tanpa kehadiran siapapun.


"Nathan.." Sesil memlototkan matanya ke arah nathan yang baru saja terlihat menuntaskan makan siangnya.


"Sayang, mereka juga kepentingan sendiri, siapa tau saja mereka tidak bisa ikut, iya kan dave?" Nathan melirik ke arah dave yang terus saja tidak mengalihkan pandangannya dari sesil, membuat nathan tidak menyukainya.


"Aku bisa" Imbuh dave, tapi matanya terlihat masih terus menatap ke arah sesil, dave menyipitkan matanya melihat leher sesil yang sepertinya ada tanda merah di sana namun sang empunya leher sepertinya menutupinya dengan rambut panjangnya.


"Tak ku sangka nathan liar sekali di atas ranjang" Gumam dave dalam hatinya. Karena yang setau dave, nathan sama sekali tidak memiliki pengalaman soal **x.


Mereka berempat akhirnya memutuskan untuk hunting bersama.


Mereka menunggu di teras resort milik swan, tak berselang lama sebuah mobil tamasya berhenti tepat di hadapan mereka.


Kemudian merekapun masuk ke dalam mobil, sesil memilih duduk bersebelahan dengan Yasmine, sedangkan nathan dengan terpaksa duduk dengan dave.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan sesil mengajak banyak sekali yasmine berbicara, tapi yasmine hanya menjawab dengan seperlunya saja, bahkan wajahnya terlihat begitu muram.


Sekitar dua puluh menit, mobil yang mereka tumpangi kini berhenti tepat di depan sebuah gapura yang tertutup oleh pagar besi tak tembus pandang.


Sesil dengan semangat turun dari mobil dan langsung berlari mendekat ke arah pintu gerbang, dia sudah tak sabar ingin melihat lautan bunga mawar yang di tanam oleh papinya.


Setelah sampai di depan gerbang, sesil menekan beberapa digit angka dan pintu gerbangpun terbuka.


Harum semerbak dari bunga mawar menyeruak ke dalam indera penciuman sesil.


Lautan bunga mawar merah, mawar putih dan mawar pink terhampar begitu cantik di hadapannya.


Sesil berlari kegirangan layaknya anak kecil yang baru saja mendapat tempat bermain yang bagus.


"Kenapa dia bisa tau pass code pintu ini?" Ucap yasmine lirih, namun masih bisa terdengar oleh nathan.


"Karena ini semua milik papinya, termasuk resort yang kami tempati" Timpal nathan.


Yasmine melebarkan matanya mendengarkan penjelasan dari nathan, yasmine mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut nathan.


"Dia kaya sekali? apa mungkin itu yang menjadikan nathan menikahinya? hanya demi sebuah kekuasaan dan uang?" Gumam yasmine dalam hatinya, tiba-tiba wajah yasmine yang awalnya muram berubah menjadi sedikit tenang, rasanya yasmine mengetahui apa yang membuat nathan menikahi gadis itu, bukan karena cinta, melainkan karena kekayaan yang keluarga yang gadis itu miliki


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2