
Hari ini Nathan dan Sesil mulai tidak masuk kantor untuk bekerja. Keduanya sepakat untuk mengambil cuti sejak hari ini selama beberapa hari ke depan, karena Nathan hingga saat ini masih menyimpan rahasia kemana akan membawa Sesil berlibur, meskipun Sesil terus menanyakannya tapi Nathan bersikukuh untuk tidak memberi tahu dimana mereka akan menghabiskan liburan mereka berdua.
Pagi ini Nathan terlebih dahulu mengantarkan serta menemani istrinya untuk melakukan berbagai perawatan di salon, karena memang sudah lama istrinya tidak melakukan perawatan. Sesil begitu cuek mengenai perawatan tubuh, jika tidak di temani Nathan, Sesil sangat malas pergi ke salon sendirian.
Meskipun begitu, Nathan sama sekali tidak pernah mempermasalahkan penampilan istrinya karena meskipun istrinya tidak melakukan perawatan tetap terlihat cantik dan menggemaskan.
Nathan sudah lebih dari tiga jam lamanya duduk menunggu istrinya yang sedang perawatan. Tak ada raut kekesalan pada wajahnya meskipun sudah lama menunggu, baginya dapat menemani istrinya adalah kebahagiaan tersendiri untuknya, bahkan Nathan tak sungkan merogoh kocek yang tidak sedikit hanya untuk perawatan yang di lakukan untuk istrinya.
Nathan memainkan ponselnya, menghubungi salah satu rekan bisnisnya yang mengurusi pulau yang akan di jadikan untuk tempatnya berlibur. Nathan menanyakan kesiapan yang berada di sana, Nathan sudah tak sabar membuat kejutan untuk istrinya. Jika dulu mereka honey month tanpa kesiapan, bahkan bisa di bilang segala persiapannya atas dasar campur tangan papi mertuanya, kali ini Nathan menyiapkan segala sesuatunya sendiri, dia ingin membuktikan lewat perbuatannya kalau semua perkataan yang dia katakan pada Sesil bukanlah buallan semata. Satu-satunya wanita yang sangat spesial dalam hidup Nathan adalah ibunya serta istrinya. Dan saat ini hanya istrinya perempuan yang paling istimewa dan di cintai yang ada di dunia.
"Sayang.." Suara Sesil terdengar begitu manja
Nathan mengalihkan pandangan matanya menatap istrinya yang semakin terlihat cantik, muda dan menggairahkan. Nathan menelan salivanya susah payah, bahkan kedua matanya saja tak berkedip melihat kecantikan dari wajah Sesil.
Sesil yang di lihat seperti itu terlihat tersipu malu-malu dan menundukkan pandangan matanya.
Nathan melebarkan senyumnya menatap kecantikan istrinya kemudian dia memasukkan ponsel miliknya ke dalam saku celana, baru dia beranjak berdiri mensejajarkan dirinya dengan istrinya.
Perlahan Nathan menyentuh pipi istrinya dan membelai lembut pipi Sesil.
"Kau semakin cantik sayangku" Ucap Nathan mesra, mendengar pujian suaminya rona merah di pipi Sesil semakin terlihat memerah.
"Ayo" Nathan menggandeng tangan istrinya dan keluar dari salon tersebut. Nathan akan mengajak Sesil berbelanja keperluan yang akan mereka bawa besok saat liburan.
^
Butterfly Boutique
Nathan membawa Sesil masuk ke dalam boutique untuk membeli segala keperluan yang mereka butuhkan untuk besok.
Nathan terlihat memilihkan gaun pantai yang cocok untuk istrinya, meski tidak terlalu mengekspos bagian tubuh Sesil, tapi pilihan Sesil sangatlah cocok menurut Nathan.
Tak hanya gaun, mereka juga membeli beberapa aksesoris yang di perlukan untuk menunjang penampilan mereka.
Selama proses berbelanja Nathan dengan telaten menemani istrinya memilih barang, beberapa pengunjung menatap iri ke arah Sesil yang begitu beruntung memiliki suami perhatian seperti Nathan. Wajah rupawan serta begitu perhatian kepada istrinya membuat kaum perempuan begitu iri melihat kemesraan mereka berdua.
Setelah yakin segala sesuatunya sudah di beli, Nathan mengantar Sesil menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Nathan mengeluarkan sebuah kartu Black Card untuk membayar tagihan belanja istrinya.
Sesil berdiri di depan tubuh tegap suaminya bahkan jarak keduanya sangatlah dekat. Tapi kasir yang melayani keduanya malah sibuk memperhatikan ketampanan wajah Nathan, bahkan kasir wanita yang memiliki umur di bawah Sesil itu terang-terangan memperhatikan Nathan hal tersebut membuat Sesil merasa benar-benar tidak suka dan kesal. Sementara Nathan masih berdiri di belakang tubuh istrinya dengan memainkan ponsel di tangannya.
Sesil yang merasa kesal langsung menginjak ujung sepatu sneakers berwarna putih yang membalut kaki Nathan.
"Ah.." Nathan mendesis kesakitan saat merasakan ujung kakinya di injak oleh Sesil.
Sesil langsung berbalik badan dan melipat kedua tangannya di atas perut, wajahnya terlihat cemberut serta bibirnya mengerucut.
Nathan hanya bisa menaikkan alisnya melihat istrinya yang tiba-tiba saja mengambek padanya bahkan menginjak ujung kakinya.
__ADS_1
"Kenapa sayang?" suara Nathan terdengar sangat lembut.
Namun Sesil masih saja diam bahkan kini dia malah memlototkan matanya kepada Nathan. Sesil sangat kesal karena dimana saja keberadaan suaminya selalu saja mampu menarik perhatian perempuan.
"Kenapa sayangku?" Nathan melontarkan pertanyaan yang sama kembali.
Belum sempat Sesil menjawab, Nathan seketika sadar saat melihat beberapa wanita berbisik membicarakan dirinya.
Seketika itu pula Nathan menarik kedua sudut bibirnya dan dengan gemas mencubit hidung mancung istrinya.
"Ah, sakit" Sesil berucap dengan nada yang sangat manja sambil mengusap ujung pangkal hidungnya yang terasa sakit.
"Kemarilah" Nathan langsung menarik Sesil dan memposisikan tubuh istrinya berada di sampingnya, bahkan tangan Nathan langsung merengkuh pinggang ramping istrinya.
"Mbak sudah apa belum?" Seru Nathan pada Kasir yang sedang sibuk memperhatikannya.
"Belum Tuan, tunggu sebentar" Jawab kasir tersebut sambil melemparkan senyuman yang sangat manis bahkan kasir tersebut terlihat genit ke arah Nathan. Sayangnya trik kasir tersebut membuat Nathan merasa muak dan malah mengalihkan pandangan matanya melihat istrinya yang masih bersidekap dan memasang wajah yang sangat cemberut.
"Jangan cemberut istriku yang cantik, Nanti aku semakin gemas" Bisik Nathan di telinga Sesil, membuat Sesil seketika merasa geli dan tersenyum, bahkan Sesil langsung mencubit pinggang Nathan dengan gemas.
Setelah cukup lama menunggu, akhirnya semua belanjaan mereka sudah selesai di hitung dan di bayar. Seperti biasanya Nathan yang bertugas membawa semua barang belanjaan istrinya menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya menggandeng tangan Sesil dengan begitu eratnya.
Saat tiba di parkiran mobil, Nathan terlebih dahulu membuka pintu mobil untuk istrinya "Silahkan masuk Nyonya"
Sesil hanya tersipu malu mendapat perhatian seperti itu, suaminya selalu saja mampu membuatnya tersipu malu.
Setelah Sesil masuk, Nathan segera memutari mobil dan ikut masuk ke dalamnya, setelah Nathan duduk di kursi kemudi, Nathan meletakkan barang-barang belanjaan di kursi belakang, baru setelah itu dia mengemudikan mobilnya.
^
Nathan memarkirkan mobilnya di garasi rumahnya, namun sebelum turun dia terlebih dahulu membantu istrinya melepaskan seat belt istrinya batu setelah itu dia turun dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk istrinya.
Keduanya kembali terlihat begitu romantis, memang sikap Nathan yang lebih dominan dalam memanjakan Sesil, sementara Sesil lebih terlihat seperti anak kecil yang gampang sekali mengambek manja pada suaminya.
Namun sikap Sesil sama sekali tidak di permasalahkan oleh Nathan, dirinya malah senang bisa memanjakan istrinya, jika tidak memanjakan Sesil lalu dia hendak memanjakan siapa lagi pikiran Nathan sesederhana itu karena dalam hubungan pasti harus saling melengkapi, jika satu kekanak-kanakan maka yang satu harus bisa bersikap dewasa. Dan lagi memang usia Sesil lebih muda dari usianya terlebih lagi setiap wanita pasti akan manja terhadap suaminya.
Nathan meletakkan barang belanjaan di atas sofa, sementara Sesil malah langsung melemparkan diri di atas kasur, entah mengapa beberapa hari terakhir ini dia merasa mudah merasa lelah, tidak seperti biasanya.
Nathan yang melihat istrinya berbaring di atas tempat tidur dengan masih menggunakan sepatu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Nathan mendekat ke arah Sesil dan duduk ditepian ranjang.
"Apa kau kelelahan sayang?" Nathan mengusap kening istrinya yang terdapat keringat tipis di sana.
"Entahlah, sudah dua hari terakhir ini aku selalu merasa gampang lelah" seru Sesil sambil memejamkan matanya.
Nathan tak menunggu jawaban dari Sesil dia lantas berdiri dan membantu Sesil membukakan sepatu snekers yang melekat pada sepasang kaki istrinya.
Sesil yang merasa terkejut langsung membuka matanya dan beranjak duduk.
__ADS_1
"Biar aku saja" seru Sesil sambil menjauhkan tangan Nathan dari kakinya. Bukannya menjauh Nathan malah berjongkok dan mulai melepaskan sepatu tersebut.
"Tidak apa-apa sayang, biar aku bantu" tegas Nathan, dia mulai melepaskan sepatunya dan perlahan membuka kaos kaki di telapak kaki istrinya. Sementara Sesil hanya bisa diam memperhatikan Nathan yang terlihat begitu telaten membuka sepatunya, rasanya Sesil begitu bersyukur karena suaminya sangat perhatian padanya.
"Bau sekali" Nathan mengangkat kaos kaki milik istrinya ke depan wajah Sesil, bahkan Nathan menutup hidungnya menggunakan tangannya sebelah kiri.
"Ahhh, menyebalkan" ketus Sesil
Nathan hanya bisa terkekeh kemudian memasukan kaos kaki tersebut ke dalam sepatu dan membawa sepatu tersebut ke arah lemari kusus menyimpan sepatu milik Sesil dan miliknya.
Setelah menyimpan sepatu tersebut di tempat semula, Nathan kembali mendekat ke arah istrinya yang sudah kembali membaringkan tubuhnya dengan posisi yang sembarangan, Nathan yang melihat hal tersebut langsung mengangkat tubuh istrinya dan membenarkan posisi tidur istrinya. Kemudian dia duduk di tepian ranjang sembari menatap istrinya yang memejamkan matanya.
"Aku sangat lelah Nath" Sesil memindahkan kepalanya ke atas pangkuan suaminya, rasanya entah mengapa belakangan ini dia sangat ingin di manjakan oleh Nathan dan mudah merasa sensitif. Mungkin itu karena kemarin-kemarin Nathan lebih memperhatikan Yasmine ketimbang dirinya.
Nathan menyibakkan anak rambut yang menutupi sebelah pipi istrinya lalu dia perlahan mengusap kepala istrinya dengan lembut, membuat Sesil merasa semakin nyaman dan tak butuh waktu lama sudah terpejam di atas pangkuan suaminya.
Nathan memperhatikan wajah istrinya dengan seksama, dia berharap akan ada keajaiban yang bisa membuat istrinya kembali mengandung buah hati mereka, karena Nathan tidak mau hal konyol seperti kemarin terulang kembali.
Setelah di rasa nafas istrinya sudah teratur dan yakin Sesil sudah tidur, Nathan memindahkan kepala istrinya ke atas bantal, dan Nathan memutuskan untuk mempersiapkan barang-barang yang akan mereka bawa untuk berlibur.
Pertama-tama Nathan mengambil dua buah koper dan membuka lemari pakaian dan mulai memasukkan pakaian miliknya dan beberapa sepatu serta aksesoris penunjang, setelah di rasa semua barang miliknya cukup, dia beralih mengambil barang-barang istrinya dan mulai memilih satu persatu pakaian yang akan di bawa. Sepanjang Nathan memasukkan pakaian istrinya, senyum usil di wajahnya kembali tergambar, rasanya dia sudah tidak sabar melihat ekspresi wajah istrinya besok saat melihat semua pakaian yang Nathan pilihkan. Bahkan Nathan tak tahan untuk tidak tertawa saat ini. Dia terlihat cekikikan saat mengemas beberapa pakaian yang di pilih olehnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Duh Srayu udah baca nih tebakan kalian semua, tapi sayangnya belum ada yang benar, pokoknya liburan Nathan dan Sesil ke suatu tempat yang asik dan tempatnya berbeda dengan cerita-cerita yang kalian pernah baca deh hehehe😘
Penasaran Nathan akan membawa Sesil kemana?🤔
Penasaran keseruan apa yang akan mereka lakukan selama liburan?🙄
Tunggu next chapter😁
jangan lupa Vote, Like dan Konmentarnya😘😘
__ADS_1
Bantu share juga cerita Srayu ya guys, biar tambah banyak pembacanya😘
Terimakasih🙏