
Semenjak kejadian semalam, Sesil menjadi banyak diam. Bahkan yang biasanya ceria ketika menikmati sarapan pagi, hari ini terlihat berbeda.
Bahkan hari ini Sesil memutuskan untuk tidak pergi ke kantor bekerja.
Sesil mengaduk-aduk menu sarapan pagi ini. Dia terlihat begitu tak berselera, begitu juga dengan Nathan dia terlihat diam saja menikmati sarapan paginya.
Setelah makanan di piringnya habis, Nathan menyeka mulutnya dari sisa makanan lalu meminum segelas air putih untuk melarutkan sisa-sisa makanan yang berada di dalam rongga mulutnya.
"Sayang, aku ke kantor. Istirahatlah di rumah" Nathan mendekat ke arah istrinya dan mendaratkan satu kecupan di puncak kepala istrinya.
Sesil diam saja tidak merespon, rasanya dia benar-benar tidak bersemangat sekali hari ini.
Setelah kepergian Nathan, dia masih duduk termenung di meja makan, pikirannya melayang entah kemana.
Yang Sesil pikirkan saat ini adalah bagaimana caranya membujuk Nathan dan Yasmine agar keduanya setuju untuk menikah. Hanya Yasmine yang menurut Sesil pantas berdampingan dengan suaminya.
Jika Yasmine tidak bersedia menjadi yang kedua, maka Sesil yang akan mundur dan membiarkan keduanya bersatu.
Cukup lama merenung, tiba-tiba Sesil memiliki suatu rencana. Dengan sedikit tersenyum Sesil beranjak dari kursinya masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri.
^
Juve Cafe
Sesil duduk di salah satu meja cafe sambil menikmati segelas jus sirsak. Siang ini suasana begitu terik, membuat jus sirsak yang memiliki rasa sedikit asam menjadi pilihan terbaik untuk menemani Sesil menunggu seseorang.
Setelah hampir sepuluh menit menunggu, orang yang di tunggu Sesil akhirnya memasuki cafe tersebut.
Sesil melambaikan tangan ke arah wanita yang di tunggunya.
"Hai?" Yasmine melebarkan senyum lalu menarik kursi tepat hadapan dengan Sesil.
"Hai Yas"
"Lama ya menunggu? jalanan macet banget" Seru Yasmine yang merasa tidak enak karena kedatangannya meleset dari waktu yang di tentukan.
"Oh ya, kau tidak bekerja?" Yasmine melihat ke setelan baju yang di kenakan oleh Sesil, baju yang terlihat begitu santai dari biasanya.
"Aku sedang malas ke kantor"
"Oh ya Yas, aku ada yang ingin aku bicarakan padamu penting" Imbuh Sesil. Dia terlihat menimang apa yang akan di katakan olehnya.
__ADS_1
"Katakan saja" Jawab Yasmine santai, sambil dia memesan segelas minuman kepada pelayan yang baru saja mendekat padanya meletakkan buku menu
Setelah mencatat pesanan dari Yasmine,pelayan tersebut pergi.
"Yas, sebenarnya terjadi sesuatu yang buruk pada rahimku" Sesil menghela nafasnya
"Maksudmu?" Yasmine sedikit terkejut mendengar perkataan dari Sesil.
Sesil menarik nafasnya dengan berat kemudian menghembuskan nafasnya perlahan.
Setelah di rasa tenang, Sesil mulai menceritakan kalau dirinya sempat mengandung dan karena suatu insiden dirinya harus mengalami keguguran. Dan lebih parah dari itu, saat ini terjadi penyumbatan pada tuba falopi yang akan menyebabkan dirinya sulit hamil kembali. Bahkan jika melakukan pengobatan juga kemungkinan sembuh sangat kecil.
Yasmine terlihat mendengarkan apa yang saat ini Sesil ceritakan padanya dengan seksama sambil menyeruput segelas jus mangga yang baru saja di antar ke mejanya oleh pelayan.
"Yas, jadi aku ingin berbicara dari hati ke hati denganmu" Imbuh Sesil.
"Apa kau masih mencintai Nathan, Yas?" Sesil menatap lekat-lekat wajah Yasmine yang seketika berubah menjadi diam tanpa ekspresi.
Memang hingga saat ini, Yasmine belum bisa membuang perasaan yang di miliki olehnya untuk Nathan, tapi dia juga tidak akan mau menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Sesil. Menurut Yasmine Sesil adalah orang yang baik. Jadi Yasmine tidak mau melukai hati Sesil yang sudah di anggap sahabat olehnya.
Sikap diam Yasmine membuat Sesil yakin kalau Yasmine memang masih memiliki perasaan kepada suaminya.
"Yas mungkin aku egois dan tidak memikirkan perasaanmu, tapi aku harap kau mau menjadi istri Nathan yang kedua"
Yasmine terbatuk-batuk karena tersedak minuman yang sedang di minumnya.
"Kau sudah gila?" Seru Yasmine yang merasa terkejut
"Aku tidak bisa memberi Nathan keturunan Yas, dan setelah aku pikirkan bukankah lebih baik Nathan memiliki satu istri lagi? tapi jika kau menolak menjadi istri kedua, aku rela melepaskan Nathan untukmu. Dia pria yang sangat baik, penyayang bahkan dia banyak sekali berkorban untukku. Jadi rasanya akan sangat tidak adil jika dia tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang utuh"
"Aku tidak bisa melakukan itu Sil, aku memang masih memiliki sedikit rasa pada Nathan, tapi bukan berarti aku harus hadir di tengah-tengah rumah tangga kalian. Lagipula ini tidak adil untuk Nathan, dia tidak mencintaiku Sil" Keluh Yasmine.
"Cinta akan tumbuh Yas, dulu awal pernikahanku dengannya juga aku tidak memiliki cinta. Tapi karena kebersamaan kita yang hidup bersama dan melewati banyak kebersamaan, akhirnya aku jatuh hati pada pria yang sudah menjadi suamiku sendiri" Seru Sesil mencoba meyakinkan Yasmine
Yasmine terdiam sejenak mencerna apa yang Sesil katakan padanya. Memang benar cinta akan datang seiring waktu berlalu, tapi pada kenyataannya dirinya sudah melewatkan waktu selama empat tahun lamanya bersama Nathan tapi hati Nathan tetap pada Sesil. Apa benar jika ini di paksakan akan menjadi sesuatu hal yang baik.
"Yas, yakinlah. Aku dan kau pasti bisa berbagi cinta Nathan dan hidup rukun di bawah satu atap yang sama" Sesil memaksakan senyum di bibirnya meskipun hatinya sangat sakit saat mengatakan hal tersebut.
Rasanya akan sangat sakit jika harus berbagi suami dengan wanita lain, tapi Sesil yakin pasti bisa melewati masa itu dengan baik selagi antara dirinya dan Yasmine bisa berkomunikasi dengan baik kedepannya.
"Tapi Sil.."
__ADS_1
"Percaya padaku" Sesil meraih tangan Yasmine dan menggenggamnya dengan erat berusaha meyakinkan sahabatnya kalau keputusannya akan benar.
Setelah mengutarakan keinginan hatinya, Sesil terlebih dahulu pamit pergi, karena masih ada keperluan yang harus dia urus.
Sementara Yasmine masih duduk di tempatnya sambil memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan pada Sesil.
Meskipun Yasmine memiliki perasaan pada Nathan, tapi rasanya dia tidak akan bisa menyakiti hati Sesil. Karena tidak ada satu wanita di dunia ini yang rela berbagi suami dengan wanita lain, meskipun dia sahabatnya sendiri.
^
Sore harinya, seperti biasa Sesil duduk di taman rumahnya menikmati harum bunga mawar yang di tanam olehnya bersama Nathan.
Namun tiba-tiba saja ponsel yang dia letakkan di sampingnya bergetar dan terdapat satu pesan masuk dari Yasmine.
Sesil, aku sudah pikirkan matang-matang. Dan aku memutuskan setuju denganmu, tapi aku tidak mau kau berpisah dengan Nathan ~Yasmine
Membaca pesan tersebut, Sesil sedikit lega karena dia sudah berhasil membujuk Yasmine. Tinggal saat ini bagaimana caranya membujuk Nathan supaya mau menikah dengan Yasmine. Jika Nathan bersikukuh menolak, maka Sesil bertekad akan menjalankan rencananya yang kedua.
Sesil merogoh ponselnya dan mengirim satu pesan singkat pada Nathan.
Nath, jemput aku di rumah papi ~Sesil
Setelah mengirim pesan kepada Nathan, Sesil kemudian menghubungi Ayah mertuanya untuk makan malam di rumah papinya malam ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Pokoknya percaya deh sama srayu, Srayu selalu punya banyak kejutan pada setiap partnya.
Dan untuk yang nggak suka, bisa membaca novel lain ya. Jangan di paksa😁