Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Ekstra Part ( Kunjungan )


__ADS_3

Hari ini adalah akhir pekan, seperti biasanya Nathan akan berada di rumah untuk menghabiskan waktu bersama anak-anak serta istrinya. Meski jika ada pekerjaak mendadak yang di kirimkan oleh Bram padanya harus membuat Natha. terpaksa bekerja dari rumah.


Pagi ini Nathan mengajak Kenzo putra sulungnya untuk berlari berkeliling komplek perumahan yang mereka tempati. Kenzo memang sangat menyukai olah raga tak ayal saat di ajal joging oleh papinya Kenzo langsung menyetujui ajakan papinya.


Wajah Kenzo saat kecil bisa di bilang mirip dengan mendiang opah Swan, namun ketika menginjak remaja seperti sekarang wajah Kenzo sangatlah mirip dengan papinya. Meski ada beberapa karakter opah Swan yang melekat pada diri Kenzo namun bentuk wajahnya sama persis seperti papinya.


Kenzo dan Nathan masih berlari santai berkeliling komplek perumahan yang mereka tempati, bahkan Nathan di buat terkejut dengan banyaknya gadis yang menyapa putra sulungnya. Padahal Nathan tau betul Kenzo sangat jarang keluar rumah setelah pulang sekolah. Waktunya banyak di gunakan bersama adik perempuan satu-satunya. Kenzo begitu menjaga adiknya, Angella supaya tidak bergaul dengan sembarang orang. Kenzo tidak mau kalau adiknya sampai salah memilih teman. Maka dari itu Kenzo selalu menjaga adiknya meski usia adiknya masih terbilang kecil.


Mendapat banyak sapaan dari para gadis seuisianya membuat Kenzo selalu melebarkan senyuman di bibirnya. Bahkan ada beberapa anak remaja yang dengan sengaja meminta nomor ponsel pada Kenzo, atau sekedar meminta foto bersama.


Setelah menghasilkan keringat yang membasahi baju yang di kenakan, Nathan mengajak putra sulungnya untuk kembali ke rumah mereka.


Sementara Sesil sedang mengajak putrinya, Angella berkebun di taman kecil yang terletak di samping rumah mereka. Tangan mungil Angella mencabut rumput liar yang tumbuh di taman tersebut, senyuman di bibir mungilnya juga merekah dengan indah seperti bunga-bunga yang tumbuh di taman tersebut.


Celotehan-demi celotehan terus di lontarkan dari mulut mungilnya.


"Mami, kenapa mami suka sekali dengan bunga lili putih?" tanyanya dengan wajah yang polos


"Bunga lily putih memiliki makna yang sangat bagus sayang, bunga yang melambangkan ketulusan, kesucian, kesetiaan serta persahabatan ini adalah bunga kesukaan mendiang omah sayang" Sesil mengusap lembut kepala putrinya


"Oh begitu, jadi mulai sekarang Angella mau menyukai Lily seperti mami dan omah" jawabnya dengan begitu senang.


Sesil hanya tersenyum menanggapi celotehan putrinya. Memang anak seusia Angella pasti akan meniru apa saja yang di lakukan oleh orang di sekitarnya. Maka dari itu Sesil selalu mengajarkan Angella apa yang boleh dan apa yang tidak boleh di lakukan. Bahkan Sesil dan Nathan juga sudah menerapkan pendidikan sex sejak dini pada Angella supaya putrinya menolak untuk di sentuh oleh sembarang orang. Di zaman seperti ini begitu banyak pedofil berkeliaran membuat Sesil dan Nathan benar-benar menjaga kedua anaknya dengan hati-hati.


"Sayang.." Sapa Nathan yang baru saja sampai dan langsung duduk di kursi taman.


"Kakak.." Angella langsung berlari menghampiri kakaknya


"Adik kakak yang nakal" Kenzo meraih adik bungsunya dan langsung mendudukkan Angella di pangkuannya.


"Kakak kenapa tidak mengajak Angella?" Angella terlihat memanyunkan bibirnya ke arah Kakaknya


"Kau tadi masih tidur, kakak tidak tega membangunkanmu" Kenzo menarik kedua pipi adiknya dengan begitu gemasnya.

__ADS_1


"Angella tidak ingin ikut papi?" tanya Nathan sambil melebarkan kedua tangannya.


"Tidak mau" jawab Angella dengan suara manjanya.


"Kakak, kenapa bibi dokter belum datang kemari? biasanya setiap hari libur bibi dokter datang kemari?"


"Bibi dokter apa Leonil yang kau cari?" tanya Kenzo pada adiknya.


"Leonil juga. Leonil kan sudah berjanji mau mengajak Angella bermain bersama"


"Papi, bagaimana kalau kita ke rumah bibi dokter?" imbuh Angella mengalihkan pandangannya menatap ke arah papinya.


"Boleh" timpal Sesil sambil berjalan mendekat ke arah suami serta anak-anaknya.


"Hore..Hore.." teriak Angella dengan begitu girangnya.


"Ya sudah, Ayo kita mandi. Baru setelah sarapan kita berkunjung ke rumah bibi Dokter" Sesil menarik tangan putrinya lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah. Begitu pula dengan Nathan dan Kenzo yang mengekor di belakang Sesil.


Setelah menyelesaikan mandinya, mereka semua berkumpul di ruang makan untuk menikmati sarapan pagi bersama. Hari ini terlihat berbeda dari biasanya, jika biasanya mereka menikmati roti tawar, sandwich atau makanan orang kaya pada umumnya, pagi ini Sesil sengaja meminta Bi Nung membelikan bubur ayam di ujung komplek perumahan. Bubur ayam yang satu ini memiliki rasa yang sangat lezat, terlebih lagi tempatnya juga sangat bersih dan higenis, jadi Sesil tidak merasa kawatir jika memberikan makanan tersebut pada anak-anak mereka.


Setelah menyelesaikan sarapan pagi, sesuai permintaan Angella, Nathan mengajak anak dan istrinya untuk berkunjung ke rumah Imelda sahabat baik mereka. Memiliki jarak yang tidak dekat dari tempat mereka tinggal dan jalanan yang cukup macet membuat Nathan sebenarnya enggan ke sana, tapi demi putrinya, Angella, Nathan di akhir pekan seperti ini harus kembali menikmati jalanan yang macet.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang, akhirnya mobil yang Nathan kendarai berhenti tepat di depan rumah mewah bernuansa modern dengan banyak dinding kaca yang hampir memutari sebagian rumahnya. Rumah kediaman keluarga Alberic ini di desain oleh Dave sendiri sesuai selera Dave.


Setelah mobil berhenti sempurna, Angella langsung turun dari mobil dan berlari mendekati pintu utama rumah tersebut "Bibi dokter, Leonil, Angella datang"


Nathan, Sesil dan Kenzo yang baru saja turun dari mobil kompak menggelengkan kepala melihat tingkah Angella yang tidak sabaran.


"Leonil.." teriak Angella lagi, seolah mendapat angin segar, pintu rumah tersebut terbuka dan nampak Steve berdiri di ambang pintu rumahnya.


"Angella?"


"Kakak Steve.."

__ADS_1


"Leonil dimana kak?" tanya Angella sambil melihat ke dalam rumahnya


"Ada di dalam, Angella hanya mencari Leonil? tidak mencari kakak?" Steve berjongkok dan mensejajarkan dirinya dengan Angella


"Tentu Angella juga ingin bertemu dengan kakak" jawab Angella sambil memberikan satu kecupan di pipi Steve


"Angella yang pintar" Steve mengusap pipi gembul Angella dengan lembut.


"Halo Paman, Bibi, Kenzo" sapa Steve saat melihat kedatangan Nathan sekeluarga.


Setelah mencium tangan Sesil dan Nathan secara bergantian, Steve mengajak semua tamu yang datang ke rumahnya untuk masuk ke dalam.


Setelah mempersilahkan orang tua dari sahabatnya untuk duduk di sofa, Steve kemudian masuk ke dalam rumah untuk memanggil kedua orang tuanya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Pengin tau cerita Kenzo setelah dewasa? Yuk kepoin Kasih Terakhir 3, sudah terbit ya. Baru dua Episode😁


Jangan Un favorit dulu oke. Masih ada satu ekstra part lagi nanti😘 terimakasih😘😘


__ADS_2