Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Apa Aku Salah?


__ADS_3

Yasmine masih terlihat begitu sibuk dengan pikirannya sendiri, bahkan saat sesil memanggil yasmine dan mengajak yasmine mengambil potret bersama dengan kamera digital yang sesil bawa, yasmine diam saja tidak menjawabnya, hingga membuat sesil mengernyit keheranan dan berlari menghampiri yasmine dan meraih tangannya, membuat yasmine cukup terkejut akan sikap sesil yang selalu bersikap baik dengannya.


"Ayo.." Sesil melebarkan senyumnya ke arah yasmine, membuat yasmine benar-benar merasa heran akan kebaikan dari hati sesil. Apa kebaikan hati sesil dan kepolosannya yang membuat nathan jatuh hati dan memutuskan untuk menikahinya? bukan karena kekayaan yang di miliki oleh keluarga sesil.


Apa aku salah? Semua pertanyaan itu berputar di kepala sesil, membuat yasmine berulang kali melihat ke arah sesil yang berdiri di sampingnya dan asik mengambil potret lautan bunga mawar.


"Nona sesil.." Panggil Yasmine dengan ragu-ragu.


"Panggil sesil saja, aku geli mendengar kata nona" Sesil terkikik pelan dan kembali melanjutkan aktifitasnya mengambil gambar.


Yasmine terlihat diam dan tak melanjutkan kata-katanya kembali. Dia nampak sedang berfikir begitu banyak hal. Membuat sesil sekilas menoleh ke arah yasmine yang sedang berdiri di sampingnya.


"Ayo cepat ke sana lah, biar aku ambil potret gambarmu" Sesil menunjuk ke arah depan, dan meminta yasmine untuk ke sana, awalnya yasmine menolak namun karena sesil menarik tangannya dan membawa yasmine ke sana, akhirnya yasmine pasrah dan mengikuti sesil.


Sesil mengarahkan yasmine untuk melakukan beberapa pose, sesil berlagak layaknya seperti fotografer profesional yang mengarahkan modelnya dalam pemotretan.


Sesil beberapa kali mengambil pose yasmine, bahkan yasmine terlihat tersenyum dan begitu enjoy melakukan setiap arahan yang sesil minta.


Setelah beberapa kali melakukan pose, kini gantian yasmine yang mengambil foto sesil dan sesil yang menjadi modelnya.


Sesil nampak sangat luwes melakukan berbagai macam pose, bahkan kecantikannya begitu terpancar mengalahkan lautan bunga mawar yang menghampar begitu luas di depan mata yasmine.


Yasmine begitu tak menyangka kalau istri dari nathan memang benar-benar memiliki inearbeauty yang luar biasa.


"Sepertinya aku sudah salah menilai sesil, dia gadis yang baik, sudah sepantasnya aku mengikhlaskan nathan bersanding dengannya" Gumam yasmine dalam hatinya.


Sesil juga sebenarnya bukan tanpa alasan atau dia begitu bodoh hingga mau bersikap baik pada wanita yang jelas-jelas menunjukkan suka terhadap suaminya.


Sesil hanya tidak ingin membalas yasmine dengan cara yang salah, tidak semua kejahatan harus di balas dengan hal sama.


Karena jalan kebaikan pasti akan lebih di berkati oleh Tuhan. Sesil berharap Tuhan membuka pintu hati yasmine dan membuatnya sadar kalau nathan bukan orang serta jodoh yang di kirim Tuhan untuknya.


"Sil, kemari , lihatlah" Yasmine melambaikan tangannya melihat sesil yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri. Yasmine menunjukkan beberapa hasil jepretan dirinya juga sesil.


Kedua nampak tertawa renyah seolah mereka sudah lama kenal.


"Sepertinya kurang lengkap" Sesil mengetuk dagunya dengan jari telunjuknya beberapa kali.


"Nath...." Sesil melambai ke arah nathan yang kala itu sedang duduk dengan dave sambil menikmati sebotol minuman soft drink dingin di tangannya.


Nathan yang melihat sesil melambaikan tangan ke arahnya membuatnya langsung berdiri dan berjalan menghampiri istrinya yabg sudah terlihat akrab dengan yasmine sahabatnya.


"Kenapa sayang?" Nathan menaikkan kedua alisnya saat sudah berdiri tepat di hadapan sesil dan yasmine.


"Kenapa kau duduk saja? Ayo ambilkan foto kami berdua" Nathan menyerahkan kamera miroles ya b sedari tadi di pegangnya.


Tanpa berkata apapun nathan mengambil kamera tersebut dan mulai mengambil foto yasmine dan sesil.


Setelah beberapa kali jepretan, nathan terlebih dahulu menunjukkan hasil gambarnya. Sesil dan yasmine terlihat begitu girang saat melihat hasilnya yang bagus.


"Yas, sesampai di resort, aku akan langsung mencetaknya, kebetulan di resort ada mesin pencentak foto, mesin itu papi ku siapkan untuk mamiku, karena mamiku juga sangat menyukai fotografi" Sesil melebarkan senyumnya menatap yasmine.


"Hm aku setuju" Yasmine pun membalas senyuman sesil, kali ini senyum yasmine terlihat begitu tulus di mata sesil. Hati sesil sedikit lega karena yasmine sepertinya perlahan bisa menerima kalau dia dan nathan tidak di takdirkan berjodoh.


"Ya sudah, tunggu apa lagi, cepat gantian kalian berdua yang menjadi modelku" Yasmine mengambil kamera yang di pegang nathan, bahkan yasmine dengan tidak sungkan mendorong tubuh nathan ke arah sesil.


"Cepatlah.." Yasmine tersenyum dan mulai mengambil foto nathan dan sesil.


Awalnya keduanya terlihat malu-malu, namun karena arahan dari yasmine yang menyuruh mereka untuk mesra, akhirnya nathan dan sesil berpose dengan begitu mesranya.


Dave hanya melihat dari kejauhan, rasanya dia tidak menyangka yasmine bisa menerima kalau nathan bukan jodohnya. Dave mengenal yasmine cukup baik, jadi dia tau kapan yasmine berpura-pura atau yasmine sedang tulus melakukan sesuatu.


Kali ini dave melihat yasmine begitu tulus, bahkan senyum di bibir yasmine tak henti mengembang dengan sempurnanya.


Setelah puas mengambil beberapa potret gambar diri yang berlatar lautan bunga mawar, mereka bertiga memutuskan untuk ikut bergabung dengan dave duduk di sebuah kursi di bawah pohon.


Cuaca hari ini begitu terik, membuat keringat mulai mengucur di dahi mereka bertiga yang baru saja selesai mengambil foto diri.

__ADS_1


Nathan duduk bersebelahan dengan sesil, dan sekilas nathan melirik ke arah sesil yang sedang menyeka keringat di dahinya dengan telapak tangannya.


"Panas..?" Nathan membantu sesil menyeka keringat nya.


"Dingin, dingin sekali" Ceteluk sesil, rasanya sesil sangat kesal mendengar ucapan yang nathan pertanyakan padanya. Orang gila saja pasti tau ini panas, lalu untuk apa nathan masih menanyakannya.


Nathan hanya terkekeh mendengar jawaban yang sesil ungkapkan. Tangan nathan merogoh sebotol air minum dingin yang terletak di dalam kresek tepat di sampingnya, lalu nathan memutar tutup botol yang masih terlibat tersegel. Saat tutup boto terbuka, nathan menyerahkan dan meminta sesil untuk meminumnya.


Dengan cepat sesil meraih botol tersebut dan menenggak minuman tersebut hingga tandas.


"Ah lega sekali" Sesil mengelus tenggorokannya yang sedari tadi sudah sangat merasa kekeringan.


Mata sesil melirik ke arah yasmine yang sedang asik melihat hasil foto mereka.


"Yas, minumlah" Sesil mengambil sebotol minuman dingin dan menyerahkan kepada yasmine, melihat sesil menawarkan minuman kepadanya membuat senyum yasmine kembali mengembang, yasmine mengambil sebotol minuman itu dan mengucapkan terimakasih lalu meminumnya.


Sedangkan dave masih sibuk dengan pikirannya sendiri. Dia benar-benar tidak menyangka yasmine akan berbeda tujuan dengannya.


"Sil, ayo kita lihat ke sebelah sana" Yasmine menarik tangan sesil dan mengajaknya kembali melihat-lihat.


Yasmine begitu terkagum-kagum melihat semua tatanan kebun, yang di lengkapi dengan gazebo dan mini cafe, sepertinya keluarga sesil benar-benar orang yang begitu berpengaruh.


Yasmine dan sesil berjalan menjauh dari jangkauan nathan dan dave.


Dua lelaki itu sepertinya malah asik duduk di bawah pohon rindang untuk menghindari terik matahari.


"Sil..." Yasmine memanggil sesil, membuat sesil yang sedang asik menikmati pemandangan sejenak menoleh ke arah yasmine.


"Ya..?"


"Hm..." Yasmine nampak ragu-ragu mengucapkan kata-kata selanjutnya, bahkan yasmine terlihat menarik nafasnya dengan berat.


"Aku mau minta maaf" ucap yasmine lirih


"Untuk..?" Sesil mengernyit keheranan


"Karena aku sudah memiliki niat yang tidak baik, yaitu menghancurkan rumah tanggamu bersama nathan. Tapi kini aku sadar jika jodoh tidak bisa di paksakan, dan menurut agama yang aku percaya, Kita harus bisa mengikhlaskan apa yang tidak di takdirkan untuk kita, Karena Allah pasti punya rencana yang terbaik" Ucap yasmine, membuat sesil cukup terkejut karena sesil tak menyangka Tuhan begitu cepat membuka pintu hati yasmine.


"Setiap orang pasti pernah memiliki sebuah kesalahan, tapi jika seseorang tersebut sudah sadar dan mau memperbaiki, aku sebagai hamba Tuhan harus bisa memaafkannya, Tuhan aja pemaaf, lalu apa hakku yang hanya sebagai ciptaanNya tidak mau memaafkan?" Sesil melebarkan senyumnya, bahkan membuat hati yasmine merasa teduh dan nyaman mendengar setiap kata-kata sari sesil.


"Terimakasih, aku harap kita bisa berteman dengan baik" Yasmine memeluk tubuh sesil dengan erat, keduanya sama-sama tersenyum. Setelah cukup lama berpelukan, akhirnya keduanya melepaskan pelukannya dan melanjutkan kembali melihat-lihat kebun mawar milik keluarga sesil.


Sementara itu dave dan nathan masih tak bergeming akan posisinya, mereka berdua nampak asik menikmati minuman dingin tanpa ada yang membuka obrolan.


Seperti layaknya dua orang asing yang sama-sama tidak mengenal.


Cukup lama kesunyian mendera mereka berdua. Hingga nathan memutuskan untuk membuka obrolan, nathan tidak mau persahabatan yang sudah terjalin selama enam tahun berantakan hanya karena sesil.


"Dave, tak terasa ya kita sudah melewati waktu selama enam tahun lebih bersama, banyak suka duka yang kita lalui, bahkan kau masih ingat saat ertama kali aku datang ke sidney dan kala itu ayahku telat mengirim uang bulanan untukku, saat itu kau lah yang membantuku" Nathan meneguk kembali minuman yang di pegangnya.


Dave nampak diam saja tidak menjawab, namun memori otaknya kembali memutar ke masa-masa awal dirinya mengenal nathan.


"Dave, aku harap kita bisa terus menjadi sahabat dekat, dalam keadaan susah dan duka, jangan hanya karena masalah yang tidak penting persahabatan kita berantakan, karena terkadang apa yang Tuhan mau tidak selamanya sejalan dengan keinginan kita" Nathan menghela nafasnya dan membuangnya perlahan.


"Tuhan selalu memliki caranya sendiri untuk kehidupan umatnya, dan terkadang caranya begitu unik hingga kita tak bisa menerkanya" Nathan merangkul pundak dave dan menepuknya beberapa kali.


"Nath, apa kau berpura-pura bodoh atau bagaimana?" Saut dave.


"Aku tau kau bukan orang bodoh nath, kau pasti tau aku menginginkan istrimu, tapi kenapa kau diam saja dan malah membuatku mengingat memori persahabatan kita?" Dave menjauhkan tangan nathan dari pundaknya dan matanya menatap tajam ke arah mata nathan.


Bukannya marah, nathan malah tersenyum mendengar penuturan dave.


"Apa yang lucu?" Dave menyipitkan matanya saat melihat nathan malah tersenyum bukannya marah.


"Dave, mau seperti apa kau memaksa jika sesil bukan jodohmu makan yakinlah Tuhan tidak akan pernah mengijinkan kalian bersama. Aku mencintainya sejak dia masih mengenakan baju putih biru, kala itu dia juga pernah menjalin kasih dengan lelaki lain, dan karena mereka tidak berjodoh makannya mereka putus, dan kau tau dave?" Nathan melirik ke arah dave yang sedang mendengarkan perkataannya.


"Setelah mereka putus, mereka di pertemukan kembali saat sesil baru saja kembali ke indonesia setelah wisudanya, bahkan sesil dengan dia hampir saja bertunangan karena di jodohkan oleh papinya, tapi apa yang terjadi selanjutnya? pertunangan mereka batal, dan sesil bertunangan denganku lalu selang seminggu kami menikah" Lanjut nathan lagi.

__ADS_1


"Dave percaya padaku, Tuhan sudah mempersiapkan jodoh terbaik untukmu" Nathan menepuk pundak Dave, dan berlalu pergi untuk menyusul sesil dan yasmine yang sudah tak terlihat lagi.


Dave nampak diam saja mencerna setiap perkataan nathan. Dave mencoba memahami semua yang nathan katakan barusan, memang ada benarnya jika Tuhan tidak menjodohkan, maka sekeras apapun kita berusaha, tidak mungkin akan bersatu.


"Apa aku sudah salah?" Gumam dave dalam hatinya,pikirannya saat ini belum bisa memutuskan mana jalan yang akan di ambil ke depannya.


Nathan berjalan menyusuri jalan perkebunan, dia mencari istrinya yang sudah lama pergi namun tak kunjung kembali. Nathan begutu lega saat melibat sesil dan yasmine sedang berselfi ria, nampaknya wanita memang begitu sangat menyukai berfoto, bahkan terlihat sesil sedang mengajak yasmine melakukan siaran langsung di sosial media milik sesil.


"Sayan...?" Nathan melebarkan senyumnya dan menghampiri sesil dan yasmine.


Mendengar suara nathan, sesil mengakhiri siaran langsung di Instagram miliknya.


"Ayo pulang, ini sudah hampir sore" Nathan melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Yas, bagaimana kalau kau menginap di resort kamu? Kebetulan banyak kamar kosong, kau bisa menempati salah satu" Ucap sesil dengan begitu antusias.


"Tidak mau" Yasmine menolak dengan cepat permintaan sesil


"Kau ini bagaimana? kalian sedang bulan madu, kenapa malah menyuruhku menginap bersama kalian?" Yasmine mendengus dengan kesal


"Jika berdua saja dengan nathan aku cepat merasa jenuh" Sesil menggoyangkan lengan yasmine.


"Sayang..!" Nathan menarik tangan sesil hingga tubuh sesil kini berdiri dekat dengannya.


"Jangan mencoba menghindar, aku masih menginginkanmu nanti malam" Bisik nathan pelan di telinga sesil.


Membuat wajah sesil begitu merona di buatnya.


"Menginaplah yas, ajak Tuan dave juga" Imbuh sesil lagi, sesil bahkan seolah mengacuhkan perkataan nathan.


"Tapi sil..?"


"Tidak ada tapi-tapi, kalau kau menolak, aku akan meminta manager hotel mengusirmu dari hotel" Sesil terkekeh dan menarik tangan yasmine berlalu dari hadapan nathan yang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya.


Kini mereka berempat kembali lagi ke resort menggunakan mobil tamasya, namun sebelum kembali ke penginapan mereka terlebih dahulu mampir ke pantai untuk menunggu terbenamnya matahari.


Sesil sedang asik bermain air di temani oleh nathan, sedangkan dave dan yasmine terlihat duduk memandang mentari yang sudah menunjukkan warna jingganya yang begitu cantik.


"Mereka sangat serasi ya dave?" Seru Yasmine, namun pandangan mata yasmine tak beralih sedetikpun dari sang mentari.


"Ku harap kau bisa menerima kenyataan dave, jangan hancurkan persahabatan kita semua dengan sesuatu hal yang bukan Takdir kita".


Perkataan yasmine kembali mengingatkan dave akan perkataan nathan saat di kebun mawar tadi.


Membuat dave kembali merenungkan semua yang sudah di lakukannya itu hal yang tidak sepantasnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Season dua nggak asik kalo ada orang ketiga, nanti jadi sama dong kaya season satu, srayu buat konflik dan warna berbeda biar para readers nggak bosen sama crita srayu.

__ADS_1


Hm buat yang suka komen MALES BACA, duh bikin down srayu jadi males nulis juga, tolong dong sedikit hargai srayu, srayu juga capek loh kerja,weekend masih harus nulis, eh giliran di usahain nulis palah baca komentar kaya gitu, jadi gimana ya BAPER srayunya


*Curcol dikit boleh lah ya😔*


__ADS_2