Kasih Terakhir 2

Kasih Terakhir 2
Menghibur Diri


__ADS_3

Semakin hari hubungan antara Yasmine dan Nathan terlihat semakin mesra di mata Sesil, bahkan Sesil merasa Nathan lebih banyak menaruh perhatian untuk Yasmine di bandingkan dirinya. Setiap hari Sesil akan sibuk bekerja di kantor membantu Nathan sedangkan Yasmine selalu di rumah mengurus beberapa bisnisnya lewat layar laptopnya.


Setiap kali pulang kerja Yasmine selalu menyambut kedatangan dirinya dan Nathan dengan baik, ramah bahkan Yasmine selalu menyiapkan makan malam untuk mereka semua. Belum lagi Yasmine semakin hari semakin terlihat cantik di mata Sesil, karena memang Yasmine hobi sekali merawat diri di salon. Bahkan rutin setiap minggunya Yasmine selalu melakukan berbagai perawatan untuk tubuhnya. Tidak main-main biaya yang di keluarkan sekali perawatan bisa mencapai puluhan juta rupiah.


Kebetulan hari ini pekerjaan Sesil sedikit, jadi dia memutuskan setelah makan siang akan menemui sahabat baiknya, Imelda. Kebetulan sahabatnya yang satu ini libur bekerja, jadi Imelda mengajak Sesil untuk berburu beberapa keperluan wanita di mall nantinya.


Menjelang makan siang Sesil menuju ruang kerja suaminya, tanpa mengetuk pintu Sesil langsung masuk ke dalamnya.


Nathan yang sedang sibuk bekerja seketika menoleh ke arah pintu dan melebarkan senyumnya melihat kedatangan dari istrinya.


"Pekerjaanku belum selesai, tunggu sebentar lagi sayang. Duduklah" Perintah Nathan.


"Aku ke sini ingin meminta ijin padamu Nath, aku hendak pergi makan siang dan berbelanja menemani Imelda"


Nathan menyipitkan matanya, sedikit rasa kecewa bahkan bersarang di hatinya. Semenjak Yasmine hadir di tengah hubungannya dengan Sesil, kini Nathan merasa Sesil semakin menjauh saja darinya. Bahkan makan siang bersama saja sudah jarang. Di tambah lagi sudah sepuluh hari Nathan tidak tidur bersama istrinya.


"Aku pergi dulu ya, semua pekerjaanku sudah selesai" Imbuh Sesil lagi hendak berlalu dari ruangan Nathan tapi tiba-tiba Nathan menghentikan langkah kakinya "Tunggu"


Mendengar ucapan Nathan seketika langkah kaki Sesil terhenti dan dia juga langsung memutar tubuhnya melihat ke arah Nathan yang kini sedang berjalan mendekat ke arahnya.


"Ada apa?" Sesil menaikkan satu alisnya.


"Apa kau marah denganku sayang?" Nathan menarik pinggang ramping istrinya supaya bisa lebih dekat dengannya


Namun Sesil malah membungkam mulutnya rapat-rapat dan tidak berniat menjawab pertanyaan Nathan.


"Apa kau cemburu?" Nathan menarik dagu runcing istrinya lalu menghadapkan wajah istrinya supaya menatap kedua bola matanya.


Sesil masih diam tak bergeming, bahkan mulutnya semakin terasa berat untuk terbuka.


"Katakan sayang? kau cemburu? jadi kau menyerah sekarang? atau kau ingin tetap melanjutkan keinginanmu berbagi suami dengan Yasmine?" Nathan semakin menajamkan tatapan matanya.


"Bicara omong kosong apa kau ini? Yasmine istrimu, aku juga istrimu. Tidak ada kata cemburu dalam pikiranku. Bukankah selama sepuluh hari ini aku dan Yasmine hidup berdampingan dengan rukun?" Sesil berusaha tersenyum.


"Sudahlah, aku pergi dulu. Imelda sudah menungguku" Sesil menjauhkan tangan Nathan dari pinggangnya dan segera pergi dari ruang kerja Nathan.


Nathan mengepalkan tangannya melihat tingkah istrinya yang selalu berpegang teguh pada keinginannya. Istrinya ini selalu memikirkan kebahagiaan orang lain di atas kebahagiaannya sendiri.


Dulu dia rela di jodohkan dengan Dean lelaki kasar dan psikopat demi kebahagiaan papinya, untung saja Nathan bergerak dengan cepat hingga akhirnya perjodohan Sesil dan Dean dapat di batalkan.


Dan saat ini, Sesil memikirkan kebahagiaan suaminya, itu menurut versi dia tapi tidak dengan Nathan. Nathan malah meras begitu tersiksa akan sikap istrinya yang memaksa dirinya untuk menikah dengan wanita lain. Bahkan menurut Nathan ide istrinya di luar nalar wanita pada umumnya, membiarkan suaminya menikah lagi dengan wanita lain sama saja perlahan membunuh hatinya sendiri, tapi Nathan melihat Sesil masih tegar seperti biasanya, bahkan selama sepuluh hari ini Nathan belum melihat Sesil menangis.

__ADS_1


"Sampai kapan sayang? Sampai kapan?" Nathan berucap pada dirinya sendiri dan mengusap kasar wajahnya.


^


Sesil duduk di salah satu cafe di sebuah mall terbesar di kotanya, dia sedang menunggu Imelda.


" Sesil?" Suara cempreng Imelda menarik perhatian beberapa pengunjung cafe.


Imelda berjalan mendekat ke arah Sesil dan duduk di bersebalahan dengan Sesil.


Sesil melihat wajah Imelda yang di rasa semakin cuby saja.


"Kenapa kau melihatku seperti itu?" Ketus Imelda karena merasa risih di lihat oleh Sesil sedemikian rupa.


"Aku rasa kau semakin gemuk saja" Sesil terkekeh pelan.


"Oh ya?" Imelda langsung meraba pipinya dan bagian tubuhnya yang lain, memang akhir-akhir ini dia menjadi sangat hobi makan, semua jenis makanan masuk ke dalam mulutnya.


"Oh ya bagaimana keadaan calon keponakanku?" Sesil meraba perut Imelda yang masih terlihat rata, karena memang usia kandungan Imelda baru menginjak empat minggu.


"Tentu saja baik tante" Imelda menirukan suara anak kecil saat menjawab pertanyaan dari Sesil.


Sesil terkekeh melihat sahabatnya yang melucu padanya, sikap Imelda membuat Sesil benar-benar terhibur hingga dia melupakan kesedihannya saat ini.


Tak lupa Imelda menceritakan kalau suaminya itu saat ini sedang berdinas di luar kota selama beberapa hari ke depan.


Setelah puas bercerita Imelda mengajak Sesil untuk melakukan tujuan utamanya datang ke pusat perbelanjaan ini.


Imelda dan Sesil berjalan dengan saling menautkan jari-jemari mereka layaknya anak kecil yang berjalan dengan sahabat karibnya.


Selama berjalan, Imelda tak hentinya mengenang masa kecilnya bersama Sesil, awal pertemuan mereka di panti asuhan hingga karena kehadiran Sesil membuat nasib Imelda berubah menjadi seperti sekarang ini. Jika bukan karena Sesil, mungkin Imelda tak akan pernah bertemu dengan mama Dyana dan juga papa James.


Kedua orang tua angkatnya sangat menyayanginya layaknya putri kandung mereka.


Imelda mengajak Sesil menemaninya membeli beberapa perlengkapan bayi.


Meskipun Imelda belum mengetahui jenis kelamin anak dalam kandungannya, tapi dia begitu semangat mempersiapkan kelahirannya anak pertamanya. Begitu juga dengan Sesil, dia terlihat begitu senang menemani Imelda berbelanja.


Entah sudah berapa banyak barang yang mereka beli, akhirnya keduanya begitu merasa lelah dan memutuskan untuk membeli minuman di food court mall tersebut.


Sesil meminta Imelda untuk menunggu di salah satu meja kosong, sementara dirinya membeli beberapa minuman dan cemilan.

__ADS_1


Tak lama kemudian Sesil kembali membawa dua buah minuman di dalam kresek, dan beberapa cemilan di tangannya.


Sesil meletakkan minuman dan cemilan yang baru saja dia beli ke atas meja, Imelda yang merasa sangat haus langsung mengambil satu gelas minuman tersebut dan meminumnya hingga tersisa setengah saja.


"Semenjak aku hamil, aku menjadi mudah lelah" Imelda menyeka keringat yang membasahi keningnya.


Tanpa menunggu jawaban Sesil, Imelda meraih sebungkus roti canhe dan memakannya dengan lahap, perutnya terasa sangat lapar meskipun tadi sebelum berangkat ke mall dirinya sudah makan terlebih dahulu.


"Pelan-pelan ! Dasar rakus" Seru Sesil


Namun Imelda mengacuhkan perkataan Sesil dan tetap melahap roti yang tersisa satu kali suapan lagi.


Setelah roti canhe yang dia makan habis, Imelda meraih satu cup es cream dan melahapnya kembali seperti orang yang belum makan selama berbulan-bulan.


Sesil hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang kalap makan.


Namun Sesil dapat memakluminya, pasti itu semua karena efek kehamilan dari Imelda.


Setelah menghabiskan minuman dan cemilan, Sesil dan Imelda sepakat untuk kembali ke rumah, Sesil memutuskan untuk mengantar sahabatnya pulang menggunakan mobilnya, karena kebetulan Imelda tadi di antar oleh sopir, karena semenjak Imelda hamil, Dave melarang istrinya mengemudikan mobilnya sendiri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih yang masih setia dengan cerita Srayu, tetap tunggu kelanjutannya ya♥️


Buat yang penasaran sama Cast Yasmine, sudah ada di part "Perhatian" tapi masih proses review😘


__ADS_2