
Nathan pagi ini sedang sibuk mempersiapkan proposal pengajuan kerja sama dengan pihak Carnal Group, nathan meneliti setiap lembar map yang sudah di kerjakannya kemarin, nathan tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun, karena nathan sudah menunggu tiga bulan lamanya untuk hari ini.
Emilia sang sekretaris juga sudah memberitahu bahwa pihak Carnal Group meminta bertemu jam 10.00am di kantor Carnal Group
Nathan memastikan semua file yang di perlukan untuk melakukan presentasi nanti di bawanya.
Nathan keluar dari ruangan dan emilia juga sudah siap di depan pintu untuk menemani bosnya menuju kantor Carnal Group.
Nathan menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu lobi utama kantornya.
Nathan dan emilia duduk di kursi belakang, hari ini nathan bahkan membawa supir pribadinya untuk mengantarkan dirinya ke kantor Carnal Group.
Ada rasa kuatir dalam hati nathan, namun rasa kuatir itu lenyap sudah saat ponsel di saku celana nathan tiba tiba bergetar, karena memang nathan menggunakan mode vibrate, nathan mengambil ponsel dari sakunya dan muncul nama sesil di layar ponselnya mengirimkan pesan singkat untuknya.
Aku sudah membaik, bahkan infus di tanganku sudah di lepas, terimakasih sudah menengokku kemarin ~sesil
Ada rasa lega tersendiri mendengar gadis kecilnya sudah lebih membaik.
Jaga diri baik-baik, jangan nakal di rumah, tunggu aku ~nathan
Nathan mengirimkan pesan singkatnya kepada sesil, sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman, bahkan emilia saja di buat keheranan atas tingkah bosnya, setau emilia bosnya tidak pernah bersikap aneh seperti ini, kecuali dulu saat bosnya dekat dengan dia.
Kembali ponsel nathan bergetar, nampak sesil membalas pesan singkat darinya
***Memangnya kau siapa minta aku tunggu?? ~sesil
Aku sedang perjalanan menuju kantor papimu, doakan saja aku ~nathan***
Seketika sesil melebarkan matanya saat membaca pesan singkat dari nathan, sesil benar benar takut kalau papinya akan menolak nathan, sesil meremas ponselnya dengan kawatir, sesil tidak menyangka nathan bisa bersikap senekat ini dengan mendatangi kantor papinya.
Kemudian sesil mengirim pesan singkat kembali kepada nathan.
Nath, kita bisa bicarakan masalah ini dengan baik baik, tidak perlu kau mendatangi kantor papiku, aku yakin aku bisa menjaga diri dari dean ~sesil
Lama sudah sesil mengirim pesan namun nathan tak kunjung memberi balasan, dengan cemas sesil membuka ponselnya berulang kali namun nathan tak kunjung membalasnya.
Nath...? ~sesil
Lagi lagi sesil mencoba mengirim pesan kepada nathan namun hasilnya nihil.
Sedangkan nathan kini sedang duduk di ruang meeting perusahaan Carnal Group, menunggu kedatangan dari CEO Carnal Group yaitu Swan Cornelio yang tak lain adalah ayah dari gadis kecilnya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian terdengar langkah kaki memasuki ruang meeting tersebut, nathan dan emilia sontak saja berdiri untuk menyambut kedatangan swan.
Saat pintu ruangan terbuka terlihat Swan dan Sean di ikuti beberapa sekretaris memasuki ruangan.
Nathan dan emilia membungkuk memberi salam hormat. Setelah sean mempersilahkan nathan dan emilia untuk duduk, sean segera membuka acara meeting kali ini.
Nathan dengan lugas dan tenang menjelaskan perincian dari rencana kerja sama yang dia ajukan.
Selama menjelaskan Nathan terlihat begitu tenang dan berwibawa, bahkan swan hingga tak berkedip melihat nathan memproyeksikan proposalnya.
Swan benar-benar merasa kagum terhadap nathan, di usia yang terbilang muda nathan sudah bisa menggantikan posisi ayahnya memimpin perusahaan, meskipun perusahaannya sedang mengalami kemunduran namun sepertinya itu tidak membuat semangat nathan kendor untuk menembangkan serta mengembalikan kejayaan Adigja Group, Setelah nathan menyelesaikan presentasinya, Terdengar tepuk tangan dari para hadirin yang ada di dalam ruang meeting, bahkan swan berdiri dan mengucapkan selamat terhadap nathan.
"Kita bisa bicarakan kontrak kerja sama di dalam ruangan saya" swan tersenyum ke arah nathan, senyuman swan begitu terlihat berwibawa dan santun, memperlihatkan wajahnya yang masih tampan meskipun usianya sudah menginjak kepala Lima.
"Terimakasih" Nathan tersenyum dan membalas uluran tangan dari swan, nathan tidak menyangka kalau proposalnya akan di terima.
Kemudian sean mempersilahkan nathan dan emilia untuk memasuki ruangan Ceo di lantai 17, setibanya di lantai 17 swan dan nathan berjalan beriringan memasuki ruangannya.
Nathan beberapa kali berdecak kagum dan memuji kerja keras dari swan, dari cerita yang di dengarnya dari kakek kinos, swan mendirikan perusahaan ini dari nol, hingga bisa berkembang sebesar ini sungguh luar biasa.
Swan mempersilahkan emilia dan nathan untuk duduk di sofa yang terletak di dalam ruang kerjanya, setelah duduk emilia segera mempersiapkan file kontrak kerja sama yang akan segera di tanda tangani oleh pihak Carnal Group.
"Saya pribadi sangat mengagumi kerja keras dan kegigihan anda tuan Adibjo" swan tersenyum ke arah nathan.
"Terimakasih tuan, saya juga sangat berterimakasih karena tuan sudah mau mempercayai perusahaan saya" nathan membalas senyuman swan, ada sedikit kelegaan menelusup ke dalam relung batinnya, setidaknya swan tidak semenyeramkan yang dia bayangkan.
Namun obrolan mereka terputus ketika pintu ruangan swan terbuka, nampak gadis dengan menggunakan piyama tidur berdiri di ambang pintu, ya gadis itu adalah sesil, mendengar nathan mendatangi kantor papinya sesil benar-benar merasa tidak tenang dan takut.
Melihat kedatangan putrinya swan sangat terkejut bukan main, di tambah dengan penampilan sesil yang hanya mengenakan piyama tidur dan wajahnya masih terlihat begitu pucat.
Sementara nathan tak kalah terkejutnya melihat sesil berdiri di ambang pintu, nathan tersenyum samar dan kembali menetralkan wajahnya.
"Sesil? ada apa nak? papi sedang ada tamu, bisakah kau menunggu sebentar di luar sayang?" swan menatap putrinya yang terlihat masih pucat.
Bukannya mendengar ucapan papinya, sesil malah berjalan memasuki ruangan papinya.
Sesil kini beridi tepat di depan swan, sesil mengerucutkan bibirnya ke arah papinya.
"Sayang, ayolah, papi sedang membahas kontrak kerja sama dengan tuan nathan adibjo" swan menggelengkan kepala ke arah putrinya, sedangkan sesil yang mendengar penuturan papinya melebarkan matanya, sesil sudah spot jantung karena membaca pesan dari nathan bahwa nathan mendatangi kantor papinya. Tak di sangka nathan hanya untuk membicarakan pekerjaan.
"Biarkan saja tuan, saya tidak merasa terganggu" nathan mengulum senyumnya.
__ADS_1
"Perkenalkan ini putri semata wayang saya dan maafkan atas ketidak sopanan putri saya" swan benar-benar merasa tidak enak karena kelakuan sesil.
"Halo nona, nama saya Nathan Adibjo" nathan mengulurkan tangannya ke arah sesil dan sesil hanya meliriknya saja tanpa mau membalas uluran tangan nathan, sesil benar-benar merasa kesal terhadap nathan.
"Sesil" swan menyenggol lengan putrinya memberi kode supaya membalas uluran tangan dari nathan, sesil malah memalingkan wajah dan berjalan menuju kursi kerja papinya, dan mendudukkan dirinya di sana.
"Pi, cepatlah, sesil ingin di antar pulang oleh papi" sambung sesil sembari membuka laptop papinya yang terletak di atas meja.
"Maafkan putri saya yang bersikap seperti itu" swan merasa benar-benar malu akan sikap sesil.
Sementara itu, emilia sudah selesai mempersiapkan berkasnya, lalu menyodorkan kedepan swan, swan membaca dengan seksama isi kontrak sebelum menandatanganinya.
Sementara ponsel nathan kembali bergetar, nathan membuka ponselnya dan tersenyum melihat pesan masuk dari sesil
***Awas !!! Tunggu pembalasanku!!! ~sesil
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Slow up ya pems, jari srayu bengkak susah buat ngetiknya🙏***
__ADS_1