
Setelah memasuki restoran hotel milik papinya, sesil terlebih dahulu berpamitan kepada nathan untuk pergi ke toilet, karena sesil sangat ingin buang air kecil.
Sedangkan nathan mencari meja kosong, dan pandangan matanya tertuju pada satu meja kosong yang terletak di dekat jendela, nathan yakin sesil pasti akan menyukai tempat duduknya, selain dekat jendela juga bisa melihat pemandangan di luar, bahkan deburan ombak juga masih bisa terdengar, dan beberapa lampu kapal nelayan yang berada di tengah laut pun bisa terlihat.
Nathan mendudukkan dirinya di bangku kosong, pandangan matanya melihat ke arah luar jendela.
Namun tiba-tiba saja, nathan di kejutkan dengan suara gadis yang memanggil namanya.
"Nathan..?" Suara seorang gadis yang memanggil nama nathan membuat nathan menoleh ke arahnya.
Seketika nathan membuka matanya lebar saat melihat gadis yang mengenakan celana hot pen di lengkapi dengan kaos yang membentuk lekuk tubuhya yang indah.
"Nathan kan? Apa kabar?" Bahkan Gadis tersebut tak sungkan langsung memeluk nathan, setelah memeluk nathan, gadis itu langsung duduk di kursi kosong di samping nathan.
"Yasmine?" Nathan melebarkan matanyaa karena terkejut melihat yasmine teman lamanya kini duduk di hadapannya.
"Sedang apa kau di sini" Sambung nathan lagi
"Aku mendapat voucher liburan dari rekan kerjaku, jadi aku berlibur di sini, kau sendiri sedang apa?" Yasmine terlihat begitu antusias bahkan senyum di bibir tipisnya mengembang dengan sempurna.
"Aku juga sedang berlibur, lama tak jumpa, kau terlihat semakin dewasa" Nathan juga terlihat membalas senyuman yasmine
"Tentu saja, ngomong-ngomong semenjak kita lulus kuliah, kau sudah jarang sekali berbagi kabar denganku, apa kau sudah melupakan aku?" Yasmine mengerucutkan bibirnya dengan manja ke arah nathan.
"Mana mungkin aku melupakanmu" Nathan terkekeh pelan menanggapi tingkah yasmine yang manja dengannya.
"Aku beberapa kali menghubungimu tapi kau tidak menjawabnya" Imbuh yasmine lagi.
"Setelah aku lulus kuliah, aku sibuk mengurus perusahaan keluarga yas, jadi maaf ya kalau aku belum sempat memberimu kabar"
"Oh baiklah, tapi aku senang kau masih mengingatku" Yasmine meraih tangan nathan dan menggenggamnya dengan erat, seolah-olah dia sedang memberi tau nathan kalau dirinya sangat merindukan nathan.
"Mana mungkin aku bisa melupakan gadis konyol sepertimu" Nathan kembali tersenyum ke arah yasmine.
"Kau menginap di kamar nomor berapa nath?" Yasmine rasanya sudah tak ingin melepaskan nathan untuk kedua kalinya, kali ini yasmine bertekad akan mendapatkan hati nathan, yasmine tidak mau hanya di anggap sahabat oleh nathan.
"Aku tidak menginap di hotel ini, aku menginap di resort pribadi yang terletak tepat di samping hotel ini" Jawab nathan
Kemudian nathan dan Yasmine mengobrol panjang lebar, bahkan nathan tak hentinya tertawa mendengar yasmine berbicara konyol, karena sikap lucu dari yasmine lah yang membuat nathan akhirnya berteman dekat dengan gadis ini, bahkan dari sekian banyak gadis yang mengejarnya, nathan hanya melihat yasmine yang tulus benar-benar mau menjadi sahabatnya.
Saat sesil kembali dari toilet, sesil melihat nathan serang mengobrol dengan seorang gadis cantik sepertinya berdarah indo-arab, bahkan nathan beberapa kali tertawa lepas, dan pandangan mata sesil beralih ke arah tangan nathan yang masih di genggam oleh gadis tersebut.
Sesil melihat penampilan gadis tersebut yang mengenakan celana hot pen dan kaos ketat yang membalut tubuh seksinya.
Tiba-tiba sesil merasa tidak suka melihat ada gadis lain yang menggenggam tangan nathan, dan seketika itu pula rasa lapar yang di rasa oleh sesil hilang entah kemana.
Rasanya sesil sudah tidak bernafsu lagi untuk makan.
Dan tanpa pamit kepada nathan, sesil memutuskan untuk kembali ke resort terlebih dahulu.
Sesil menyeret kakinya yang tak mengenakan sendal untuk berjalan di jalanan beraspal, meskipun jarak resort dan hotel sangatlah dekat, tapi sesil merasa dia berjalan sangat lama tapi belum sampai tujuan.
Tiba-tiba sesil mendesis kesakitan saat kakinya menginjak batu kerikil yang runcing.
"Ah.." Sesil mendesis menahan rasa perih di kakinya, bahkan telapak kakinya terlibat merah.
Sesil dengan gontai membuka pintu gerbang resort, bahkan satpam penjaga resort memberi salam kepada sesil namun sesil mengacuhkannya, sesil menyeret kakinya memasuki resort, hatinya begitu tidak nyaman melihat nathan dekat dengan wanita lain.
Setelah sampai kamar, sesil langsung mandi membersihkan dirinya dan berganti pakaian tidur.
Sesil dengan malas meraih ponsel yang dia letakkan dia atas meja kecil samping ranjang tidurnya.
Kemudian perlahan jari-jemarinya menyentuh huruf alfabet di layar ponselnya.
Aku sudah kembali ke resort ~sesil
Setelah mengirim pesan tersebut sesil meletakkan kembali ponselnya di tempat semula, sesil melirik ke arah jam dinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 07.45pm, tak terasa waktu berlalu begitu cepat.
Lama sesil menunggu balasan dari nathan, tapi tak ada balasan.
"Bahkan dia sekarang melupakan aku" Gumam sesil, tiba-tiba sesil merasa dadanya seperti tertusuk pisau, perih, sakit segala macam emosi bercampur menjadi satu.
__ADS_1
Detik berlalu, menit terlewat, waktu berputar, namun nathan tak kunjung membalas pesan singkat sesil dan nathan juga tak kunjung kembali.
Sesil kembali melirik ke arah jam dinding kamarnya, waktu sudah menunjukkan pukul 09.17pm
Sesil beberapa kali menoleh ke arah pintu menunggu kedatangan nathan, tapi yang di tunggu tak kunjung datang.
Saat sesil mendengar langkah kaki menaikki tangga, sesil berpura-pura memejamkan matanya, dan memunggungi pintu.
Perlahan pintunya di buka, dan ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.
Sesil masih tak bergeming akan posisinya. Tak lama kemudian terdengar gemericik air dari kamar mandi.
Sesil sudah bisa memastikan kalau itu pasti nathan yang baru saja kembali dan sedang membersihkan dirinya.
Sesil mendengus kesal karena nathan tak membalas pesan singkat darinya bahkan pulang jam segini.
Setengah jam berlalu, suara shower kamar mandi tak lagi terdengar, sesil kembali memposisikan dirinya meminggungi pintu, dan membalutkan selimut hingga ke lehernya.
Tiba-tiba sesil merasakan ranjangnya tercelos dan seseorang yang memeluknya dari belakang.
"Sil...?" Nathan mencoba memanggil sesil, namun sesil masih diam saja berpura-pura tidur.
"Sudah tidur? kenapa kembali ke resort tidak menberi kabar aku?" Nathan mencoba bertanya ke sesil, meskipun sesil tidak menjawabnya.
"Tidak memberi kabar bagaimana? aku bahkan sudah mengirim pesan singkat padanya, aku pikir dia akan segera kembali, eh ternyata apa !" Umpat sesil dalam hatinya.
"Sayang...?" Nathan berusaha memanggil sesil, tapi sesil masih diam tak bergeming.
"Selamat malam" Nathan mengecup kepala sesil dengan lembut, mengira jika istrinya pasti sudah benar tertidur karena kelelahan bermain air tadi sore.
Nathan melepaskan pelukannya dan meraih ponsel yang di letakkan di meja kecil samping tempat tidur.
Nathan membalas beberapa pesan masuk dari emilia yang menanyakan soal pekerjaan, beberapa kali bunyi ponsel nathan, membuat sesil semakin kesal
"Pasti dia sedang chat dengan gadis itu" Gumam sesil dalam hatinya, bahkan tangan sesil meremas selimut yang membaluti tubuhnya.
Setelah berbalas pesan dengan emilia, nathan mencoba memejamkan matanya, tapi rasanya dia tidak bisa tidur, karena saat matanya terpejam adegan panas bersama sesil kemarin sore muncul di otaknya, Rasanya nathan sangat menginginkan sesil saat ini, tapi melihat sesil yang sudah tertidur, nathan tak tega memkasanya.
Nathan meraih ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
Nathan perlahan berjalan menjauh dari ranjang, dan keluar kamar.
Awalnya nathan ingin membuat kopi untuk menemaninya, tapi saat nathan menyusuri resort, ternyata tempat dapur ada di belakang tepatnya di paviliun, sedangkan nathan tinggal di rumah utama.
"Sepertinya papi membuat resort ini memang khusus untuk bulan madu" Ucap nathan pada dirinya sendiri, bahkan nathan terkekeh.
Ini sudah hampir jam 11.00pm seluruh pelayan pasti sudah tertidur, nathan tidak enak jika mengganggu pelayan.
Maka dari itu nathan memutuskan untuk kembali ke resto hotel meminum kopi di sana.
Nathan meraih kunci mobil dan mengemudikan mobilnya menuju hotel.
Sesampainya di parkiran hotel, nathan turun dari mobilnya dan bergegas memasuki restoran yang memang buka dua puluh empat jam full.
Nathan terlebih dahulu memesan secangkir kopi, setelah mendapatkan pesanannya, nathan menyapu ke seluruh ruangan resto mencari tempat duduk, karena meskipun sudah menjelang malam, resto ini masih ramai pengunjung.
Nathan menyipitkan matanya ketika melihat seorang gadis yang mengenakan jaket tebal duduk di meja pojokan resto.
Nathan berjalan mendekat untuk memastikan penglihatannya.
"Yasmine?" Sapa nathan, saat nathan sudah berdiri tepat di hadapan meja yasmine.
"Nathan?" Yasmine tersenyum ke arah nathan
"Sedang apa?" Imbuh yasmine lagi.
"Aku tidak bisa tidur, makannya aku kemari untuk mencari kopi hangat" imbuh nathan, kemudian tanpa sungkan nathan meraih bangku kosong, dan duduk berhadapan dengan yasmine.
"Kok sama? aku juga tidak bisa tidur makannya aku kemari" timpal yasmine.
Kemudian mereka berdua berbincang-bincang sembari menikmati secangkir kopi hangat.
__ADS_1
Sementara itu, sesil yang sempat terlelap tidur, kini dia menggeliat dan meraba ranjang sampingnya, dan saat tidak menemukan nathan, seketika sesil beranjak duduk dan membuka matanya lebar-lebar.
"Kemana dia?" Ucap sesil pada dirinya sendiri.
Sesil segera beranjak dari kasur dan berjalan turun ke lantai bawah mencari nathan. Namun orang yang di carinya tidak ada, sesil menuju garasi mobil mengecek mobil nathan, namun sayangnya garasi mobilnya sudah kosong.
Tanpa pikir panjang lagi, sesil keluar dari resort menuju resto hotel, sesil yakin pasti nathan pergi kesana.
Dengan tergesa-gesa sesil berjalan menuju resto hotel, dan benar saja saat sesil memasuki pelataran hotel, sesil melihat mobil nathan terparkir di sana.
Sesil berjalan hendak masuk ke dalam resto, namun langkah kakinya tiba-tiba terhenti ketika melihat nathan sedang duduk dengan gadis yang sama seperti tadi sore, kedua tangan sesil mengepal sempurna, dadanya begitu terasa sakit, bahkan lebih sakit dari sore tadi.
"Bahkan dia meninggalkanku tengah malam dan menemui gadis itu?" Gumam sesil lirih, bahkan rasa perih di hatinya membuat air matanya tak bisa di tahan lagi.
Sesil mengusap air matanya dengan kasar, dan berbalik meninggalkan restoran hotel.
Dengan langkah yang berat sesil menyeret kakinya tanpa tujuan, semilir angin pantai membuat tubuh sesil merasakan dingin yang menelusup ke tulang, karena sesil lupa mengenakan jaket tebal, alhasil dia kini hanya mengenakan piyama tidur.
Pikiran sesil begitu kalut, dia tak berniat kembali ke resort, sesil membawa langkah kakinya ke tepian pantai.
Suasana begitu gelap, hanya ada cahaya bintang di langit sana.
Sesil mendudukkan dirinya di atas pasir, dan memeluk kedua lututnya.
Sesil menenggelamkan wajahnya di antara lutut dan dada.
Sesil tak mengerti mengapa dia bisa merasakan sakit yang luar biasa di dadanya saat melihat nathan dengan gadis lain.
***
Sementara itu, nathan baru saja kembali lagi ke resort, nathan dengan perlahan membuka knop pintu kamar dan memasuki kamarnya, dan betapa terkejutnya saat ranjang kamarnya sudah kosong, sesil tak ada lagi di sana.
"Kemana gadis itu" Gumam nathan dalam hati, nathan kemudian membuka kamar mandi dan ternyata kosong.
Nathan mencoba setenang mungkin, dia berjalan menyusuri resort tersebut mencari keberadaan sesil, namun hasilnya nihil.
Nathan kembali lagi ke kamarnya dan mencoba menghubungi ponsel sesil, tapi ternyata ponsel sesil terletak di atas meja kecil samping ranjang.
Dengan panik nathan menuju ruang kontrol cctv, nathan mengecek rekaman cctv dan ternyata sesil meninggalkan resort.
Dengan panik nathan langsung menuju garasi, nathan kembali menyalakan mesin mobil dan melajukannya keluar resort untuk mencari keberadaan sesil.
Nathan melihat ke arah jam tangan yang melingkar sempurna di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 11.57, sudah tengah malam, nathan jalanan juga sudah terlihat sepi.
Hampir satu jam lebih nathan mencari keberadaan sesil tapi dia tak menemukannya. Nathan memutar balik arah laju mobilnya untuk kembali ke resort, berharap sesil sudah kembali ke sana.
"Kau kemana sayang..?" Ucap nathan lirih, nathan begitu kawatir terhadao keadaan sesil saat ini yang tiba-tiba pergi tanpa pamit dan tak membawa ponsel.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1